Bagi Indonesia sebagai negara kesatuan, keberhasilan pembangunan ekonomi daerah sangat berperan penting bagi suksesnya pembangunan ekonomi daerah. Pembangunan ekonomi Indonesia secara nasional tidak akan berhasil tanpa pembangunan ekonomi daerah yang berhasil. Salah satu tantangan pembangunan ekonomi nasional adalah kesenjangan antara satu daerah dengan daerah lainnya (Ariwibowo, Wirapraja, & Wijoyo, 2019). Pada masa Orde Baru, terdapat konvergensi antara daerah atau kabupaten yang kurang maju bisa mengejar ketertinggalan dari kabupaten yang maju, dengan kepadatan penduduk merupakan faktor yang penting dalam proses mengejar ketinggalan tersebut (Karmaji, 2010). Dalam era desentralisasi fiskal, proses konvergensi tersebut terus berlanjut, terutama bagi daerah-daerah yang belanjanya difokuskan pada bidang pendidikan dan kesehatan (Negara & Khoirunurrofik, 2020).
Pembangunan perekonomian daerah hanyalah salah satu lingkup dalam pembangunan daerah. Ditinjau dari tiga pilar pembangunan berkelanjutan (sustainable development), terdapat dua pilar yang lain yaitu pembangunan sosial dan pembangunan lingkungan hidup (Sun’an & Senuk, 2015). Aspek dalam pembangunan ekonomi mencakup misalnya
Pembangunan Ekonomi Daerah | 277
daerah serta lokasi strategis daerah. Pembangunan ekonomi pada level desa menjadi semakin penting dengan pengalokasian Alokasi Dana Desa dan Dana Desa, serta pembentukan BUMDesa, sehingga diharapkan pembangunan ekonomi daerah bisa dimulai dari desa dengan segala potensinya.
TUGAS DAN EVALUASI
1. Jelaskan perbedaan dan persamaan antara teori basis ekonomi dan teori lokasi!
2. Bagaimana pendapat Saudara tentang kegiatan utama KEK dikaitkan dengan potensi pembangunan daerah yang bersangkutan?
3. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis dana perimbangan keuangan! 4. Jelaskan peran Dana Desa dalam meningkatkan perekonomian desa! 5. Pernyataan yang kurang tepat tentang Musrenbang ….
a. dilakukan secara berjenjang,
b. berperan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, c. merupakan proses top-down,
d. proses untuk menyusun RPJMD dan RKPD.
DAFTAR PUSTAKA
Agustian, A. & Friyatno, S. (2013). Analisis program Master Plan Percepatan dan Perluasan Program Pembangunan Ekonomi Nasional (MP3EI) Koridor Sulawesi dalam mendorong pertumbuhan produksi pertanian tanaman pangan nasional. Prosiding Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia Ke-33. Jakarta: Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Kementerian Pertanian.
Ananda, C. F. (2017). Pembangunan Ekonomi Daerah: Dinamika dan Strategi Pembangunan. Malang: UB Press.
Arifin, B., Wicaksono, E., Tenrini, R. H., Wardhana, I. W., Setiawan, H., Damayanty, S. A., . . . Handoko, R. (2020). Village fund, village-owned enterprises, and employment: Evidence from Indonesia. Journal of Rural Studies, 79, 382-394.
278 | Sistem Ekonomi Indonesia
Ariwibowo, H., Wirapraja, A., & Wijoyo, I. (2019). Mudah Memahami dan Mengimplementasikan Ekonomi Makro: Disertai Teori, Soal Diskusi, dan Studi Kasus. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Badrudin, R. (2017). Ekonomika Otonomi Daerah. Edisis Kedua. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
BPS. (2020). Indeks Pembangunan Manusia 2019. Jakarta: BPS. BPS. (2019). Indeks Pembangunan Desa 2018. Jakarta: BPS.
Damanhuri, D. S. (2006). Korupsi, Reformasi Birokrasi dan Masa Depan Ekonomi Indonesia. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI.
Dewan Nasional KEK. (2021). Peta Sebaran KEK. https://kek.go.id/peta-sebaran-kek. Diakses 22 April 2021.
Elfindri, Ekwarso, H. & Zamzami. (2019). Ekonomi Pembangunan Daerah. Depok: RajaGrafindo Persada.
Firdaus, M. (2016) Ketimpangan pembangunan antar wilayah di Indonesia: Fakta dan strategi inisiatif. Dalam Priyarsono, D. S. (Ed.). Evidence-Based Policy: Dari Riset ke Kebijakan. Volume I. Pertumbuhan dan Pemerataan Pendapatan. Bogor: IPB Press.
Gruber, J. (2012). Public Finance and Public Policy, 4th ed. New York: Worth Publishers.
Hasan, S. (2018). Sistem perencanaan pembangunan dalam penataan hukum nasional (Suatu kajian terhadap Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Meraja Journal, 1(3), 55-65.
Iskandar, A. (2019). Desetralisasi dan efisiensi belanja fungsi pedidikan serta implikasinya terhadap kesejahteraan masyarakat di Propinsi Sulawesi Selatan. Info Artha, 5(1), 11-24.
Karmaji. (2010). Pertumhunan ekonomi dan konvergensi ekonomi regional di Indonesia. Dalam Susanto, A.B. dkk. Reinvensi Pembangunan Ekonomi Daerah: Bagaimana Membangun Kesejahteraan Daerah. Jakarta: Esensi.
Kementerian Desa dan PDTT. (2020). Peringkat Status Indeks Desa Membangun (IDM) Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa. Jakarta: Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa dan PDTT.
Pembangunan Ekonomi Daerah | 279
Kementerian PPN/Bappenas & BPS. (2015). Indeks Pembangunan Desa 2014: Tantangan Pemenuhan Standar Pelayanan Minimum Desa. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas & BPS.
Kementerian Ristek/BRIN. (2020). Laporan Indeks Daya Saing Daerah Tahun 2020. Jakarta: Kementerian Ristek/BRIN.
Kuncoro, M. (2019). Ekonomika Desa: Teori, Strategi, & Realisasi Pembangunan Desa. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Kuncoro, M. (2004). Otonomi dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang. Jakarta: Erlangga.
Martawardaya, B. & Hanafi, M. F. (2015). Menelaah dampak pembangunan otonomi daerah: Pendekatan data panel dinamik 2007-2016. Dalam ILUNI FEB UI. Indonesia Tahun 2030: Ide dan Gagasan Ekonom Muda FEB UI. Jakarta: Kontan Publishing.
Ma’ruf, A. (2001). Analisis kinerja pembangunan melalui indeks pembangunan manusia: Studi kasus pada 14 kecamatan di DIY. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, 2(1), 69-88.
Mujib, M. (2019). Analisis kebutuhan investasi sector potensial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi d Kabupaten Lamongan pada tahun 2020. Oeconomicus: Journal of Economics, 3(2), 47-63.
Negara, B. P. & Khorunurrofik. (2020). Does fiscal decentralization affect on the convergence per capita income in Indonesia? Jurnal Manajemen Keuangan Publik, 4(1), 23-37.
Paellorisky, M. O. & Solikin, A. (2019). Village fund reform: A proposal for more equitable allocation formula. Jurnal Bina Praja, 11(1), 1-13. Panjaitan, P. U. B. (2013). Analisis hukum fasilitas bagi investor di Kawasan
Ekonomi Khusus berdasarkan Undang-undang nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan Undang-undang nomor 39 tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus. USU Law Journal, 2(2), 112-123.
Purwoko. (2012). Model Ekonomi Berbasis Input-Output: Konsep, Pembangunan dan Aplikasi. Yogyakarta: Deepublish.
Putra, W. P. (2019). Perekonomian Indonesia: Penerapan Beberapa Teori Ekonomi Pembangunan di Indonesia. Depok: Rajawali Pers.
280 | Sistem Ekonomi Indonesia
Qomarayanti, F. F. & Solikin, A. (2019). The efficiency of the government’s health spending: A case study of Papua Province, Indonesia in 2016. Dalam Solikin et al. (Eds.). Public Sector Accountant and Quantum Leap: How Far We Can Survive in Industrial Revolution 4.0? London: Taylor & Francis.
Sjanfrizal. (2019). Analisis Ekonomi Regional dan Penerapannya di Indonesia. Depok: Rajawali Pers.
Sudarsono & Handayani, D. (2015). A Point of Entry into Understanding of the Indonesian Economy. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Suharyani & Mahi, B. R. (2018). Aglomerasi dan perbedaan produktivitas perusahaan di dalam dan di luar Kawasan Berikat. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, 18(2), 103-120.
Sun’an, M. & Senuk, A. (2015). Ekonomi Pembangunan Daerah. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Suryani, N. I. & Febriani, R. A. (2019). Kawasan ekonomi khusus dan pembangunan ekonomi regional: Sebuah studi literatur. Convergence: The Journal of Economic Development, 1(1), 40-54. Tarigan, R. (2016). Perencanaan Pembangunan Wilayah. Edisi Revisi.
Jakarta: Bumi Aksara.
Tarigan, R. (2015). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara.
Wardhana, I. W. (2018). Evaluating fiscal incentives’ effectiveness for the tourism special economic zone: Case of Tanjung Lesung. Dalam Parjiono, Sujai, M. & Rahman, A. B. (Eds.). Urbanization, Human Capital & Regional Development: The Indonesian Experiences. Jakarta: Gramedia.
Yustika, A. E. (2011). Dari Krisis ke Krisis: Potret Terkini Perekonomian Nasional. Malang: UB Press.