• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

D. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012: 119).

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa populasi merupakan kelompok subyek yang memiliki karakteristik yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa MAN Maguwoharjo.

Sampel merupakan sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti, sampel dalam penelitian digeneralisasikan untuk seluruh populasi (Suharsimi Arikunto, 2006: 216). Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu peneliti menentukan karakteristik atau ciri khas dari subjek yang akan diteliti.

88

Sampel dari penelitian ini ialah siswa yang berada satu kelas dengan siswa difabel di MAN Maguwoharjo kelas X dan XI.

Alasan peneliti mengambil siswa yang berada dalam satu kelas dengan siswa difabel adalah karena siswa yang berada satu kelas dengan siswa difabel lebih mengetahui dan memahami keadaan siswa difabel sehari-hari.

E. Teknik Pengumpulan Data 1. Angket (kuesioner)

Angket atau kuesioner merupakan merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui cara memberi seperangkat pertanyaan ataupun pernyataan tertulis kepada responden untuk mereka jawab. Kuesioner dapat berupa pertanyaan terbuka ataupun pernyataan tertutup (Sugiyono, 2012: 192). Sedangkan menurut Husaini Usman & Purnomo Setiady Akbar (2006: 60-62) angket merupakan daftar pertanyaan atau pernyataan yang diberikan kepada responden untuk ditanggapi, jenis angket ada dua yaitu angket tertutup dan terbuka. Angket tertutup mempunyai bentuk-bentuk pertanyaan dengan jawaban ya-tidak, pilihan ganda, skala penilaian dan daftar cek. Angket terbuka mempunyai bentuk pertanyaan jawaban singkat atau uraian singkat.

89 F. Instrumen Penelitian

Instrumen pengumpulan data menurut Suharsimi Arikunto (2005: 101) adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya untuk mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan lebih mudah untuk mendapatkan data. Instrumen merupakan alat bantu bagi peneliti di dalam menggunakan metode pengumpulan data.

Penelitian ini menggunakan metode angket (kuesioner). Setelah ditentukan metode yang digunakan, maka peneliti menyusun instrumen yang diperlukan untuk mengumpulkan data yang diperlukan.

1. Pengembangan/ penyusunan angket (kuesioner)

Angket merupakan daftar pernyataan yang ditujukan pada subjek atau informan penelitian. Pernyataan yang diberikan secara garis besar berkaitan dengan aspek-aspek yang akan diteliti. Pernyataan dijawab oleh responden dengan option jawaban dalam bentuk skala serta responden perlu mengemukakan alasan mengapa ia memilih jawaban tersebut.

a. Definisi Operasional

Yang dimaksud dengan penerimaan sosial adalah diterima dan diakuinya individu (difabel) di dalam suatu kelompok sosial serta difabel dipandang secara positif, meskipun ia memiliki perbedaan oleh anggota kelompok atau anggota kelasnya berdasarkan kesannya terhadap difabel, reputasi yang dimiliki,

90

penampilan diri, perilaku sosial, kematangan emosi serta sifat yang ditunjukkan oleh difabel.

b. Pengembangan/ penyusunan angket (kuesioner) disusun berdasarkan kisi-kisi yang dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2. Kisi-kisi Angket Penerimaan Sosial

Indikator Sub Indikator + Item -

Kesan Penampilan fisik 6 5 2 Kepercayaan diri 7 4 2 Kegembiraan 2 8 2

Reputasi Sportif 1 3 2

Humoris 13 10 2

Penampilan diri Model pakaian 16 14, 17 3 Kerapihan 12 18 2 Bentuk tubuh 9, 11,

15

23 4 Perilaku sosial Kerjasama 27 26 2 Bertanggung jawab 22 19 2

Pintar 24 25 2

Senang berkumpul 21 20 2 Bijaksana 28, 33 - 2 Berlaku sopan 28, 35 - 2 Kematangan emosi Pengendalikan emosi 30, 31,

32 34 4 Mematuhi peraturan 36 42 2 Sifat Jujur 45 39 2 Setia 38 44 2 Altruisme 37 43 2 Terbuka 41 40 2 Jumlah 45

Kisi-kisi penyusunan angket di atas digunakan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai subjek penelitian. Secara umum aspek yang diungkap dalam kisi-kisi penyusunan angket tersebut adalah faktor penerimaan sosial terhadap anggota kelompok.

91 G. Uji Coba Instrumen

1. Uji Validitas

Uji validitas instrument dalam penelitian ini dilakukan untuk menyeleksi antara item-item yang valid dan gugur. Instrument dikatakan valid apabila instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur data yang harus diukur (Sugiyono, 2013: 168). Suharsimi Arikunto (2005: 211) menerangkan bahwa validitas merupakan ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan suatu instrument. Instrument dikatakan valid apabila mempunyai validitas tinggi dan dikatakan kurang valid bila memiliki validitas yang rendah.

Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi/ konten dan uji validitas item. Validitas isi adalah validitas yang mempertanyakan bagaimana kesesuaian antara instrumen dengan teori. Validitas isi dilakukan dengan cara melibatkan ahli (experts judgements) yaitu dosen Bimbingan dan Konseling Dr. Budi Astuti, M.Si, sedangkan validitas item diujicobakan kepada 70 responden dan menggunakan ujicoba terpakai.

Uji validitas item pada penelitian ini menggunakan teknik koefisien korelasi item total (rix) atau indeks daya beda item (Saifuddin Azwar, 2007: 162). Apabila koefisien korelasinya mendekati 0, berarti fungsi item tidak cocok dengan fungsi ukur

92

tes dan daya beda dapat dikatakan tidak baik. Batas minimal koefisien korelasi item total yaitu sebesar 0.30, namun apabila dengan batas tersebut item yang lolos tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, batas kriteria dapat diturunkan menjadi 0.25.

Berikut hasil uji coba validitas angket penerimaan sosial:

Tabel 3. Rangkuman Item Gugur dan Item Valid Nomor Item Gugur Nomor Item Valid

2, 6, 9, 23, 18 1, 3, 4, 5, 7, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 19, 20, 21, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45

Dari hasil uji validitas penerimaan sosial masih terdapat item yang valid dari setiap indikator, sehingga instrumen tersebut bisa digunakan untuk mengambil data.

2. Uji Reliabilitas

Suharsimi Arikunto (2005: 178) menyatakan bahwa suatu instrumen dikatakan reliabel apabila instrumen tersebut cukup dapat dipercaya sebagai alat pengukur data. Reliabilitas menunjukkan sejauh mana alat ukur atau instrumen dapat diandalkan sebagai alat pengumpul data. Reliabilitas instrumen merujuk pada konsistensi hasil pengukuran, jika instrumen tersebut digunakan oleh orang atau kelompok yang sama dalam waktu yang berlainan. Untuk menguji reiabilitas angket

93

penerimaan sosial ini dilakukan dengan menggunakan rumus

Alpha Cronbach.

Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas yang angkanya berkisar antara 0 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitasnya. Sebaliknya koefisien yang semakin rendah mendekati angka 0, berarti semakin rendah reliabilitasnya. Setelah dilakukan ujicoba instrumen pada angket penerimaan sosial, diperoleh nilai reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,909. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki reliabilitas yang tinggi karena mendekati 1,00.

Dokumen terkait