BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Populasi dan Sampel
Populasi dari penelitian ini yaitu perusahaan go public yang terdaftar pada Indonesia Stock Exchange (IDX) sector non keuangan. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling, yaitu pemilihan sampel tidak acak yang informasinya diperoleh dengan pertimbangan atau kriteria tertentu (Sari & Wahidahwati, 2018). Kriteria yang digunakan dalam penentuan sampel pada penelitian ini, yaitu:
a. Perusahaan yang terdaftar pada Indonesia Stock Exchange (IDX) berturut-turut selama tahun 2017-2019.
b. Perusahaan yang mempunyai data kepemilikan oleh bank
c. Perusahaan yang mempunyai utang atau pinjaman bank selama periode pengamatan,
d. Perusahaan mempublikasikan laporan keuangan secara berturut–turut dari tahun 2017-2019,
e. Perusahaan yang memiliki kelengkapan data yaitu jumlah bank yang menjadi shareholder di suatu perusahaan, utang atau pinjaman bank, total asset, total liabilitas, total ekuitas, laba operasi (operating income), dan laba bersih.
27
Table 3.1 Perhitungan Pengambilan Sampel Perusahaan
No. Keterangan Jumlah
1.
Perusahaan yang terdaftar pada Indonesian Stock Exchange (IDX) berturut-turut selama tahun 2017-2019
665
2. Perusahaan yang tidak mempunyai data kepemilikan
oleh bank (599)
3. Perusahaan yang tidak mempunyai utang atau
pinjaman bank selama periode pengamatan (21) 4. Perusahaan yang tidak mempublikasikan laporan
keuangan secara berturut–turut dari tahun 2017-2019 (8) 5. Perusahaan yang memiliki kelengkapan data 37
Jumlah Pengamatan (Jumlah Sampel 3 Tahun
Penelitian) 111
Sumber: Data Diolah, 2021 3.2 Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data sekunder yang dapat diakses dari Indonesia Stock Exchange (IDX) dan laporan keuangan perusahaan yang diperoleh dari website perusahaan atau website Indonesia Stock Exchange (IDX).
Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dokumentasi, di mana peneliti melakukan pengumpulan dokumen terkait perusahaan yang mempunyai kepemilikan terhadap bank serta laporan keuangan perusahaan, studi pustaka atau literatur berupa buku, jurnal, artikel, dan data lainnya terkait dengan penelitian ini.
28
3.3 Definisi dan Pengukuran Variabel Penelitian 3.3.1 ROA
Return On Assets (ROA) merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari total asset perusahaan yang telah disesuaikan dengan beban untuk mendanai aset itu sendiri (Sholikhah et al., 2018). ROA dapat dihitung dengan rumus:
ROA = × 100
3.3.2 Number of Bank Shareholder
Jumlah kepemilikan oleh bank (number of bank shareholder) pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui bank firm relationship yang dilihat dari jumlah hubungan pada ekuitasnya (Firdausi et al., 2019).
Hal ini dapat diperoleh dengan melihat berapa jumlah bank yang menjadi pemegang saham pada suatu perusahaan di setiap periode.
3.3.3 Bank Debt
Salah satu indikator untuk mengetahui peran bank dalam bank firm relationship pada suatu perusahaan adalah dengan melihat sisi hubungan kreditnya yang dapat disebut Pinjaman bank (bank debt) (Firdausi et al., 2019). Rumus perhitungan Bank Debt, yaitu:
Bank Debt = × 100
Total Assets Net Income Total Assets
Total Utang atau Pinjaman Bank
29 3.3.4 Leverage
Leverage adalah keputusan perusahaan untuk membiayai perusahaan menggunakan hutang. Rumus perhitungan leverage, yaitu:
Debt Ratio = × 100
3.3.5 Firm Size
Firm Size merupakan indikator untuk mengetahui ukuran perusahaan yang dapat dilakukan dengan menggunakan natural logaritma (LN) dari total aset perusahaan (Zusryn et al., 2020).
3.3.6 Firm Age
Indikator yang dapat digunakan untuk melihat seberapa lama suatu perusahaan telah beroperasi sejak pertama kali didirikan dapat disebut sebagai usia perusahaan (firm age) (Firdausi et al., 2019). Firm Age dapat diketahui dengan menghitung usia perusahaan sejak pertama kali berdiri hingga akhir setiap periode penelitian.
3.4 Metode Analisis Data 3.4.1 Analisis Deskriptif
Pengujian statistic deskriptif dilakukan guna mengetahui nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata (mean), serta standar deviasi yang akan digunakan untuk mengukur pemusatan dan penyebaran data secara rinci (Firdausi et al., 2019).
Total Debt Total Assets
30
3.4.2 Uji Chow dan Uji Lagrange Multiplier
Menurut Sunardi & Hendarsah, (2019) uji chow test dapat digunakan untuk menentukan model mana yang akan dipilih dan paling sesuai dalam estimasi model regresi data panel. Terdapat dua pilihan model pada uji chow ini apakah model common effect atau fixed effect.
Uji ini dilakukan menggunakan uji statistic F atau chi-kuadrat dengan hipotesis:
H0: Model common effect lebih baik dari fixed effect H1: Model fixed effect lebih baik dari common effect Keterangan:
H0: Jika p > 0,05, maka H0 diterima, sehingga model common/pooled yang akan digunakan.
H1: Jika p < 0,05, maka H0 ditolak, sehingga model fixed yang akan digunakan.
Uji lagrange multiplier digunakan untuk mengetahui apakah model common effect lebih baik dari model random effect. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji Breusch-pagan dengan hipotesis sebagai berikut:
H0: Model common effect lebih baik dari random effect H1: Model random effect lebih baik dari common effect Keterangan:
H0: Jika p > 0,05, maka H0 diterima, sehingga model common/pooled yang terpilih.
31
H1: Jika p < 0,05, maka H0 ditolak, sehingga model random yang terpilih.
3.4.3 Uji Asumsi Klasik 1. Uji Autokorelasi
Menurut Ghozali, (2013), tujuan dilakukannya uji autokorelasi yaitu untuk menguji apakah dalam model regresi linear terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Salah satu metode untuk menguji autokorelasi ini adalah metode Durbin-Watson. Pengambilan keputusan pada pengujian ini yaitu:
● Angka DW dibawah -2, berarti ada autokorelasi positif
● Angka DW di antara -2 sampai +2, berarti tidak ada autokorelasi
● Angka DW diatas +2, berarti ada autokorelasi negatif 2. Uji Multikolinearitas
Menurut Ghozali, (2013), uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent). Menurut Gujarati and Dawn C.
Porter, (2009) Pengambilan keputusan pada uji ini, dapat dilihat pada nilai correlation yang < 0,90 yang menandakan bahwa tidak terjadi masalah multikolinearitas antar variabel independen.
32
3.4.4 Uji Hipotesis dengan Metode Analisis Regresi Linier Berganda Menurut Ghozali, (2013) analisis regresi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hubungan antara dua variabel atau lebih, serta menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Rumus perhitungan analisis linear berganda, yaitu:
Y = a + b1X1 + b2X2 + … + bnXn + e
ROA = a + b1BOwner+ b2BDebt + b3LEV + b4SIZE + b5AGE + e Di mana:
ROA : Return On Assets a : Konstanta
b1, b2, bn : Koefisien Regresi
BOwner : Hubungan Ekuitas pada Bank Firm Relationship
BDebt : Hubungan Lending/Kredit pada Bank Firm Relationship LEV : Leverage
e : Kesalahan Pengganggu (disturbance termal) 1. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen (Ghozali, 2013).
2. Uji Sig F
Uji statistik F merupakan uji yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian model regresi. Pada dasarnya uji F dilakukan apabila
33
model regresi sudah melewati atau lolos dari uji asumsi klasik. Uji f yang baik memiliki batas toleransi nilai Prob (F-statistic) sebesar 5%.
3. Uji Sig T
Uji T bertujuan untuk menguji seberapa jauh pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2013). Uji t yang baik memiliki batas toleransi nilai Prob. T-stat <
5% di mana dapat disimpulkan bahwa variabel independen dapat berpengaruh terhadap variabel dependen.
34 BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Objek Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh bank firm relationship baik dari segi hubungan ekuitasnya (Bank Ownership) maupun dari segi hubungan lending atau kreditnya (Bank Debt) serta leverage terhadap kinerja perusahaan diwakilkan oleh ROA (Return On Assets). Untuk mendapatkan sampel perusahaan yang sesuai pada penelitian ini digunakan metode purposive sampling dengan memilih sampel dengan pertimbangan atau kriteria tertentu.
Adapun pertimbangan atau kriteria pada penelitian ini yaitu perusahaan yang terdaftar pada Indonesia Stock Exchange (IDX), mempunyai data kepemilikan oleh bank, mempunyai utang atau pinjaman bank selama periode pengamatan, serta mempublikasikan laporan keuangan secara berturut–turut dari tahun 2017-2019. Dari pertimbangan atau kriteria tersebut, maka didapatkan sampel penelitian yang berjumlah 37 perusahaan dengan total sejumlah 111 (seratus sebelas) data. Berikut merupakan rincian data perusahaan yang terpilih menjadi sampel pada penelitian ini:
Tabel 4.1 Rincian Sampel Perusahaan Terpilih
NO KODE NAMA PERUSAHAAN SEKTOR
1 RMBA Bentoel Internasional Investama Tbk BARANG KONSUMSI 2 SKBM Sekar Bumi Tbk
3 CPRO Central Proteina Prima Tbk
INDUSTRI DASAR
& KIMIA 4 ETWA Eterindo Wahanatama Tbk
5 SULI SLJ Global Tbk 6 TALF Tunas Alfin Tbk
7 KBLI KMI Wire & Cable Tbk
ANEKA INDUSTRI 8 VOKS Voksel Electric Tbk
35 9 ESSA Surya Esa Perkasa Tbk
PERTAMBANGAN 10 KKGI Resource Alam Indonesia Tbk
11 RUIS Radiant Utama Interinsco Tbk 12 BLTA Berlian Laju Tanker Tbk
INFRASTRUKTUR , UTILITAS, TRANSPORTASI 13 CANI Capitol Nusantara Indonesia Tbk
14 CENT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk 15 CMNP Citra Marga Nusaphala Persada Tbk 16 HELI Jaya Trishindo Tbk
17 MIRA Mitra Inernational Resources Tbk 18 TAMU Pelayaran Tamarin Samudra Tbk
19 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk 20 TPMA Trans Power Marine Tbk
21 DILD Intiland Development Tbk
PROPERTI, REAL ESTAT, &
KONSTRUKSI 22 EMDE Megapolitan Developments Tbk
23 KIJA Kawasan Industri Jababeka Tbk 24 MMLP Mega Manunggal Property Tbk 25 POLI Pollux Investasi Internasional Tbk 26 SSIA Surya Semesta Internusa Tbk 27 TARA Sitara Propertindo Tbk
28 BMSR Bintang Mitra Semestaraya Tbk
PERDAGANGAN DAN JASA 29 INPP Indonesian Paradise Property Tbk
30 JGLE Graha Andrasentra Propertindo Tbk 31 MDRN Modern Internasional Tbk
32 MLPT Multipolar Technology Tbk 33 OKAS Ancora Indonesia Resources Tbk 34 PTSP Pioneerindo Gourmet International Tbk 35 PUDP Pudjiadi Prestige Tbk
36 PZZA Sarimelati Kencana Tbk 37 TRIO Trikomsel Oke Tbk
4.2 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu Kinerja Keuangan yang diwakili oleh ROA (Return On Assets), Bank Firm Relationship yang terdiri dari Bank Debt dan Bank Ownership, dan Leverage serta Firm Size dan Firm Age sebagai variable control. Pengolahan data variable didapatkan berdasarkan laporan keuangan tahunan yang diterbitkan di laman Bursa Efek Indonesia.
36
Statistik deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran atau informasi dari variable-variabel yang digunakan pada penelitian ini, yang mencakup jumlah sampel, nilai rata-rata (mean), nilai minimum, nilai maksimum, dan standar deviasi.
Tabel 4.2 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Mean Standar
Deviasi Maksimum Minimum
ROA -0,0066 0,1724 0,2621 -1,2162
Bank Ownership 1,17 1,026 6 0
Bank Debt 0,6367 2,6958 21,2813 0,0013
Leverage 1,1001 3,4232 28,1201 0,0617
Firm Size 24,0106 5,4028 30,3689 12,1985
Firm Age 30,46 12,338 54 7
Sumber: Data Diolah, 2021 Berdasarkan table 4.2, maka dapat diketahui bahwa:
1. Nilai rata-rata Return On Assets (ROA) sebesar -0,00662861 dengan standar deviasi sebesar 0,172421390 di mana nilai standar deviasi lebih besar dari pada nilai rata-ratanya. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang cukup besar antara nilai maksimum dan nilai minimumnya. Untuk nilai minimum sebesar -1,216225 dimiliki oleh Modern Internasional Tbk, sedangkan nilai maksimum sebesar 0,262110 dimiliki oleh Central Proteina Prima Tbk.
2. Nilai rata-rata Bank Ownership sebesar 1,17 dengan standar deviasi sebesar 1,026 di mana nilai standar deviasi lebih kecil dari pada nilai rata-ratanya.
Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kesenjangan yang
37
besar antara nilai maksimum dan nilai minimumnya. Untuk nilai minimum sebesar 0 perusahaan dimiliki oleh Capitol Nusantara Indonesia Tbk, Megapolitan Developments Tbk, Surya Esa Perkasa Tbk, Jaya Trishindo Tbk, Graha Andrasentra Propertindo Tbk,KMI Wire & Cable Tbk, Multipolar Technology Tbk, Mega Manunggal Property Tbk, Pollux Investasi Internasional Tbk, Sarimelati Kencana Tbk, Radiant Utama Interinsco Tbk, Surya Semesta Internusa Tbk, SLJ Global Tbk, dan Pelayaran Tamarin Samudra Tbk, sedangkan nilai maksimum sebesar 6 perusahaan dimiliki oleh Trikomsel Oke Tbk.
3. Nilai rata-rata Bank Debt sebesar 0,63666766 dengan standar deviasi sebesar 2,695847565 di mana nilai standar deviasi lebih besar dari pada nilai rata-ratanya. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang cukup besar antara nilai maksimum dan nilai minimumnya. Untuk nilai minimum sebesar 0,001291 dimiliki oleh Multipolar Technology Tbk, sedangkan nilai maksimum sebesar 21,281299 dimiliki oleh Trikomsel Oke Tbk.
4. Nilai rata-rata Leverage sebesar 1,100082126 dengan standar deviasi sebesar 3,4231870019 di mana nilai standar deviasi lebih besar dari pada nilai rata-ratanya. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang cukup besar antara nilai maksimum dan nilai minimumnya. Untuk nilai minimum sebesar 0,0617096 dimiliki oleh Sitara Propertindo Tbk, sedangkan nilai maksimum sebesar 28,1200507 dimiliki oleh Trikomsel Oke Tbk.
38
5. Nilai rata-rata Firm Size sebesar 24,0105577 dengan standar deviasi sebesar 5,40279384 di mana nilai standar deviasi lebih kecil dari pada nilai rata-ratanya. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kesenjangan yang besar antara nilai maksimum dan nilai minimumnya.
Untuk nilai minimum sebesar 12,19846 dimiliki oleh Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, sedangkan nilai maksimum sebesar 30,36886 dimiliki oleh Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.
6. Nilai rata-rata Firm Age sebesar 30,46 dengan standar deviasi sebesar 12,338 di mana nilai standar deviasi lebih kecil dari pada nilai rata-ratanya.
Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kesenjangan yang besar antara nilai maksimum dan nilai minimumnya. Untuk nilai minimum sebesar 7 dimiliki oleh Mega Manunggal Property Tbk, sedangkan nilai maksimum sebesar 54 dimiliki oleh Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.
4.3 Uji Chow dan Uji Lagrange Multiplier
Uji chow test pada penelitian ini digunakan untuk menentukan model mana yang akan dipilih dalam estimasi model regresi data panel, apakah model common effect atau model fixed effect. Hasil dari uji chow test yang telah dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4.3 sebagai berikut:
39
Tabel 4.3 Hasil dari Uji Chow
Effects Test Statistic d. f. Prob.
Cross-section F 1,093450 (36,69) 0,3678
Cross-section Chi-square 50,104424 36 0,0593
Sumber: Data Diolah, 2021
Berdasarkan pada output uji chow pada tabel diatas, diketahui bahwa nilai Prob. Cross-section Chi-Square sebesar 0,0593, di mana nilai tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga model yang terpilih adalah common effect. Terpilihnya model common effect akan membawa ke uji selanjutnya yaitu uji lagrange multiplier.
Setelah melakukan uji chow, langkah selanjutnya adalah melakukan uji lagrange multiplier. Hal ini dilakukan karena metode yang terpilih pada uji chow adalah common effect. Uji lagrange multiplier pada penelitian ini digunakan untuk menentukan model mana yang akan dipilih dalam estimasi model regresi data panel, apakah model common effect atau model random effect. Table dibawah ini adalah hasil dari uji lagrange multiplier yang telah dilakukan:
Tabel 4.4 Hasil dari Uji Lagrange Multiplier Test Hypothesis
Cross-section Time Both
Breusch-Pagan 0,053902 0,276084 0,329986
(0,8164) (0,5993) (0,5657)
Sumber: Data Diolah, 2021
Berdasarkan pada output uji lagrange multiplier diatas, diketahui bahwa nilai Both Breusch-Pagan sebesar 0,5657, di mana nilai tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga model yang terpilih adalah common effect.
40 4.4 Uji Asumsi Klasik
4.4.1 Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Uji autokorelasi dapat dideteksi dengan melihat pada tampilan Durbin Watson Stat. dengan level signifikansi 5%. Jumlah variable independent (k=5) dan jumlah data (n=111). Jika nilai hasil Durbin Watson terletak di antara nilai dU dan 4-dU, maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi autokorelasi. Nilai dU pada penelitian ini sebesar 1,803, sedangkan nilai 4-dU sebesar 4 - 1,803 yaitu 2,197. Hasil dari uji multikolinearitas yang telah dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4.5 sebagai berikut:
Tabel 4.5 Hasil dari Uji Autokorelasi
Durbin-Watson Stat 1,991419
Sumber: Data Diolah, 2021
Berdasarkan table 4.5 diatas, maka dapat diketahui bahwa nilai Durbin Watson sebesar 1,991419 berada di antara nilai dU dan 4-dU yaitu 1,803 < 1,991419 < 2,197. Hal tersebut dapat menandakan bahwa tidak terjadi autokorelasi dalam model regresi ini.
4.4.2 Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent). Hasil dari uji multikolinearitas yang telah dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4.6 sebagai berikut:
41
Tabel 4.6 Hasil dari Uji Multikolinearitas
Korelasi Bank Debt Bank Ownership Leverage Firm Size Firm Age Bank Debt 1,000000
Bank Ownership
0,765622 1,000000
Leverage 0,900000 0,745329 1,000000
Firm Size 0,064432 0,054365 0,044018 1,000000
Firm Age -0,104898 -0,007707 -0,105548 0,101870 1,000000 Sumber: Data Diolah, 2021
Berdasarkan pada hasil output uji multikolinearitas diatas, maka dapat disimpulkan bahwa data terbebas dari masalah multikolinearitas terkait hubungan antara variabel bebas atau variable independent. Hal tersebut ditunjukkan dengan tidak adanya nilai korelasi yang lebih besar dari 0,9 sesuai dengan Gujarati and Dawn C. Porter, (2009) yang mengungkapkan untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas.
4.5 Uji Hipotesis dengan Metode Analisis Regresi Linear Berganda
Menurut Ghozali, (2013) analisis regresi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Hasil dari analisis linear berganda yang telah dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4.9.
Berdasarkan table 4.9, dapat diketahui model persamaan regresi yang digunakan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut:
42
ROA = 0,112281 - 0,003398 BOwner + 0,137689 BDebt – 0,134592 LEV - 0,001689 SIZE - 0,000459 AGE
Dilakukannya uji hipotesis menggunakan metode regresi linear berganda bertujuan untuk menguji hipotesis yang meliputi:
4.5.1 Uji Koefisien Determinasi (R2)
Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen (Ghozali, 2013). Pada penelitian ini, uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel independen yaitu bank debt, bank ownership, leverage, firm size, dan firm age terhadap variabel dependen yaitu kinerja keuangan yang diwakili oleh Return On Assets (ROA). Hasil dari uji koefisien determinasi yang telah dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4.7 sebagai berikut:
Tabel 4.7 Hasil dari Uji Koefisien Determinasi (R Square)
R-Squared Adjusted R-Squared Prob (F-Statistic)
0,326159 0,294071 0,000000
Sumber: Data Diolah, 2021
Berdasarkan tabel 4.7 di atas, diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 0,294071 atau 29,4071%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa, variable independent yaitu bank debt, bank ownership, leverage, firm size, dan firm age dalam memengaruhi variabel dependen yaitu kinerja keuangan yang diwakili oleh Return On Assets (ROA) sebesar
43
29,4071% sedangkan sisanya sebesar 70,5929% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model regresi ini.
4.5.2 Uji Sig F
Uji statistik F merupakan uji yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian model regresi, pada dasarnya uji F dilakukan apabila model regresi sudah melewati atau lolos dari uji asumsi klasik. Hasil dari uji Sig F yang telah dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4.8 sebagai berikut:
Tabel 4.8 Hasil dari Uji Sig F F-Statistic Prob (F-Statistic)
10,16460 0,000000
Sumber: Data Diolah, 2021
Berdasarkan table 4.8 diatas, dapat diketahui bahwa nilai Prob (F-statistic) sebesar 0,000000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai Prob (F-statistic) lebih kecil dari 0,05, maka dari itu model penelitian ini dapat dikatakan valid untuk digunakan.
4.5.3 Uji Sig T
Uji T bertujuan untuk menguji seberapa jauh pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2013). Uji t yang baik memiliki batas toleransi nilai signifikansi < 5%
di mana dapat disimpulkan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil dari uji Sig T yang telah dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4.9 sebagai berikut:
44
Tabel 4.9 Hasil dari Uji Sig T
Variabel Coefficient t-Statistic Prob. T-stat Kesimpulan
C 0,112281 1,413766 0,1604
Bank Ownership
-0,003398
-0,152781 0,8789 H1a Tidak Didukung
Bank Debt 0,137689 2,077599 0,0402 H1b Didukung
Leverage -0,134592 -2,677413 0,0086 H2 Tidak Didukung
Firm Size -0,001689 -0,635282 0,5266 -
Firm Age -0,000459 -0,401892 0,6886 -
Sumber: Data Diolah, 2021
Berdasarkan table 4.9 diatas, dapat diketahui bahwa hasil uji sig T adalah sebagai berikut:
1. Pengujian Hipotesis Pertama
Hipotesis pertama (a) menguji pengaruh positif bank firm relationship dari segi hubungan ekuitasnya (BOwner) terhadap kinerja keuangan yang diukur menggunakan return on assets (ROA). Berdasarkan tabel 4.9 dapat diketahui bahwa nilai koefisien sebesar -0,003398 dengan nilai prob t-statistic sebesar 0,8789. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai prob t-statistic lebih besar dari 0,05 (0,8789 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa bank ownership tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang diwakili oleh ROA, sehingga hipotesis pertama (a) (H1a) dalam penelitian ini tidak didukung.
Hipotesis pertama (b) menguji pengaruh positif bank firm relationship dari segi hubungan lending/kreditnya (BDebt) terhadap kinerja keuangan yang diukur menggunakan return on assets
45
(ROA). Berdasarkan tabel 4.9 dapat diketahui bahwa nilai koefisien sebesar 0,137689 dengan nilai prob t-statistic sebesar 0,0402. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai prob t-statistic lebih kecil dari 0,05 (0,0402 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa bank debt berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan yang diwakili oleh ROA, sehingga hipotesis pertama (b) (H1b) dalam penelitian ini didukung.
2. Pengujian Hipotesis Kedua
Hipotesis kedua menguji pengaruh positif leverage terhadap kinerja keuangan yang diukur menggunakan return on assets (ROA). Berdasarkan tabel 4.9 dapat diketahui bahwa nilai koefisien sebesar -0,134592 dengan nilai prob t-statistic sebesar 0,0086. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai prob t-statistic lebih kecil dari 0,05 (0,0086 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa leverage berpengaruh signifikan namun berlawanan arah terhadap kinerja keuangan yang diwakili oleh ROA, sehingga hipotesis kedua (H2) dalam penelitian ini tidak didukung.
3. Pengujian Variabel Kontrol
Berdasarkan tabel 4.9 dapat diketahui bahwa nilai koefisien firm size sebesar -0,001689 dengan nilai prob t-statistic sebesar 0,5266.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai prob t-statistic lebih besar dari 0,05 (0,5266 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa firm size
46
tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang diwakili oleh ROA, sehingga dalam penelitian ini tidak didukung.
Berdasarkan table 4.9 dapat diketahui bahwa nilai koefisien firm age sebesar -0,000459 dengan nilai prob t-statistic sebesar 0,6886.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai prob t-statistic lebih besar dari 0,05 (0,6886 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa firm age tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang diwakili oleh ROA, sehingga dalam penelitian ini tidak didukung.
4.6 Pembahasan
4.6.1 Pengaruh Bank Firm Relationship Terhadap Kinerja Perusahaan 1. Pengaruh Bank firm relationship dari segi hubungan ekuitasnya
(BOwner) terhadap kinerja perusahaan
Berdasarkan hasil uji Sig T yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa jumlah kepemilikan bank (bank ownership) dalam suatu perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan yang diwakilkan oleh return on assets (ROA). Hal tersebut dapat terjadi karena nilai koefisien sebesar -0,003398 dengan nilai prob t-statistic sebesar 0,8789 > 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jumlah kepemilikan bank tidak memengaruhi kinerja perusahaan. Banyak sedikitnya bank ownership dalam suatu perusahaan tidak menjamin adanya peningkatan dalam kinerja keuangan perusahaan.
Berdasarkan hasil uji Sig T yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa jumlah kepemilikan bank (bank ownership) dalam suatu perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan yang diwakilkan oleh return on assets (ROA). Hal tersebut dapat terjadi karena nilai koefisien sebesar -0,003398 dengan nilai prob t-statistic sebesar 0,8789 > 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jumlah kepemilikan bank tidak memengaruhi kinerja perusahaan. Banyak sedikitnya bank ownership dalam suatu perusahaan tidak menjamin adanya peningkatan dalam kinerja keuangan perusahaan.