• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

D. Praktek Penggunaan Pestisida oleh Responden

Menurut Uehara, (cit Sofia, 2001) keamanan dari produk-produk pertanian

dapat dijamin bila bahan-bahan kimia pertanian diaplikasikan berdasarkan standar keamanan untuk pengaplikasian pestisida. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1995 Tentang Perlindungan Tanaman. Bab III Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan Pasal 15 bahwa penggunaan

pestisida dalam rangka pengendalian organisme pengganggu tumbuhan dilakukan secara tepat guna dan yang mempunyai dampak terhadap kesehatan manusia dilakukan dengan memperhatikan persyaratan kesehatan dan keselamatan kerja. 1. Penggunaan dosis pestisidaoleh responden

Penggunaan pestisida sesuai dosis yang tepat sangat dianjurkan, karena penggunaan dosis yang berlebih akan membunuh musuh alam yang seharusnya dilindungi dan dapat membuat sasaran akan menjadi cepat resisten. Sebaliknya dengan dosis yang rendah tidak akan diperoleh hasil karena tidak tepat sasaran. Dosis juga merupakan faktor penentu terjadinya gangguan kesehatan akibat pestisida terhadap pengguna. Semakin besar dosis yang digunakan maka semakin besar bahan racun tersebut kontak dengan pengguna dan semakin besar risiko pengguna terkena dampak dari pestisida.

Penggunaan pestisida sesuai dosis

87% 13%

Ya Tidak

Gambar 13. Penggunaan pestisida sesuai dosis

Dari 100 responden yang diteliti (gambar 13) diperoleh persentase 87% responden menggunakan dosis sesuai dengan petunjuk yang dicantumkan dalam label pada kemasan. Sebesar 13% tidak menggunakan pestisida sesuai dosis yang dianjurkan. Terdapat 1 responden yang menggunakan dosis lebih rendah dari yang

dicantumkan dalam kemasan dan 12 responden menggunakan pestisida dengan dosis lebih tinggi.

2. Frekuensi penggunaan pestisida

Frekuensi penggunaan pestisida oleh responden dalam sehari dapat dilihat pada gambar 14. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% responden menggunakan pestisida 1 kali dalam sehari, 30% responden menggunakan pestisida 2 kali dalam sehari, dan 1% responden menggunakan pestisida lebih dari 3 kali dalam sehari.

70%

30%

0% 1%

1 kali 2 kali 3 kali Lebih dari 3 kali

Frekuensi penggunaan pestisida oleh responden dalam sehari

Gambar 14. Frekuensi penggunaan pestisida oleh responden dalam sehari Dalam menyemprot/penggunaan pestisida dalam sehari jangka wakru yang dibutuhkan responden berdasarkan hasil penelitian dari 100 responden adalah 1% responden menyemprot kurang dari 1 jam, 6% responden menyemprot selama 1 jam, 20% responden menyemprot selama 2 jam dan 73% responden menyemprot pestisida selama lebih dari 2 jam. Hal ini dapat dilihat pada gambar 15.

Jangka waktu penggunaan pestisida oleh responden dalam sehari

1% 6%

20%

73%

Kurang dari 1 jam 1 jam 2 jam Lebih dari 2 jam

Gambar 15. Jangka waktu penggunaan pestisida oleh responden dalam sehari 3. Alat bantu waktu mencampur pestisida

Pada bagian ini dimaksudkan untuk mengetahui penggunaan alat bantu pada waktu responden mencampur. Dan untuk mengetahui waktu kontak responden dengan pestisida. Semakin sering responden kontak langsung dengan pestisida maka semakain besar pula kemungkinan responden terkena dampak pestisida.

Gambar 16. Penggunaan alat bantu waktu responden mencampur pestisida

98%

2%

Penggunaan alat bantu waktu mencampur pestisida

Ya Tidak

Tabel VII. Alat bantu yang digunakan responden untuk mencampur pestisida

No. Alat bantu yang digunakan Jumlah

(n) Persentase (%) 1 Tangan langsung 1 1 2 Pengaduk 91 91 3 Langsung dimasukkkan dalam alat penyemprot

8 8

Dari hasil penelitian (gambar 16) diperoleh data bahwa sebagian besar responden menggunakan alat bantu pada waktu mereka mencampur pestisida. Penggunaan alat bantu ini berguna untuk mengurangi kontak pestisida secara langsung dengan responden sehingga mengurangi risiko keracunan pestisida. Banyak cara yang dilakukan pada waktu mencampur dan alat bantu yang digunakan. Berdasarkan data (tabel VII) 91% responden menggunakan pengaduk untuk menghindari kontak langsung dengan pestisida, 8% responden memasukkan pestisida dari kemasan langsung kedalam alat penyemprot dan 1% responden mengaduk pestisida dengan tangan langsung karena responden menganggap pestisida tidak berbahaya.

4. Cara penyimpanan pestisida

Pada bagian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengetahuan responden dalam menyimpan pestisida. Penyimpanan pestisida yang tepat merupakan salah salah satu faktor untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan akibat pestisida.

Tabel VIII. Cara responden menyimpan pestisida

No. Cara responden

menyimpan pestisida

Jumlah (n)

Persentase (%) 1 Dalam ruang yang ventilasinya

cukup (dalam keadaan kering) 59 22,26 2 Dalam tempat/wadah yang

tertutup rapat 95 35,85

3

Kemasan/wadah diberi label yang berisi keterangan tentang pestisida

12 4,53

4

Jauh dari bahan makanan, miniman, dan jangkauan anak-anak

92 34,72

5 Lain-lain 7 2,64

Total 265 100

Dari tabel VIII diketahui bahwa sebagian besar responden telah mengetahui dan melakukan cara penyimpanan pestisida yang tepat. Penyimpanan zat berbahaya/pestisida secara terpisah dengan benar dan aman. Untuk melindungi keselamatan manusia dan supaya pestisida dapat digunakan efektif, maka penyimpanan dan penggunaan pestisida diatur dengan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1973.

5. Penggunaan perlengkapan pelindung saat kontak dengan pestisida

Penggunaan perlengkapan pelindung saat kontak dengan pestisida sangat penting perannya untuk mencegah keracunan pestisida dan terjadinya gangguan kesehatan akibat pestisida. Selain itu pada bagian ini juga dimaksudkan untuk mengetahui tentang pengetahuan responden mengenai penggunaan perlengkapan pelindung yang dapat dilihat dari alasan responden mengenai perlengkapan pelindung.

52%

50%

Penggunaan perlengkapan pelindung

Ya Tidak

Gambar 17. Penggunaan perlengkapan pelindung

Dari gambar 17 dapat dilihat bahwa 52% responden telah menggunakan pelengkapan pelindung dan 50% responden tidak menggunakan perlengkapan pelindung.

Tabel IX. Macam perlengkapan pelindung yang digunakan responden

No. Perlengkapan pelindung Jumlah

(n)

Persentase (%)

1 Baju lengan panjang 85 31,48

2 Celana panjang 83 30,74

3 Sarung tangan 22 8,15

4 Pelindung mata dan wajah 8 2,96

5 Masker 44 16,30

6 Jaket 5 1,85

7 Sepatu boot 22 8,15

8 Lain-lain 1 0,37

Total 270 100

Catatan: Jawaban boleh lebih dari satu

Macam perlengkapan pelindung yang digunakan responden dapat dilihat dari tabel IX. Berdasarkan tabel IX tersebut dapat dilihat bahwa masih banyak responden atau pekerja yang tidak menggunakan perlengkapan pelindung secara lengkap, sehingga masih ada bagian tubuh yang tidak terlindungi. Hal ini menyebabkan pestisida dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit dan atau saluran pernafasan. Alasan responden menggunakan atau tidak menggunakan perlengkapan pelindung dapat dilihat pada tabel X.

Tabel X. Alasan responden mengenai penggunaan perlengkapan pelindung No. Alasan Jumlah

(n)

Persentase (%)

1 Tidak terbiasa 26 25

2 Tidak nyaman 4 3,84

3 Ketinggian tanaman masih

rendah 2 1,92

4 Pestisida tidak berbahaya 6 5,77 5 Pemakaian tergantung arah angin 8 7,69 6 Pemakaian tergantung jenis

pestisida yang digunakan 4 3,84

7 Mencegah keracunan pestisida 34 32,69

8 Supaya aman 3 2,88

9 Tidak punya 3 2,88

10 Tidak memberi alasan 14 13,49

Total 104 100

Terbilang penggunaan perlengkapan pelindung, 34 responden menyatakan untuk mencegah keracunan pestisida dan 3 responden memberikan alasan agar aman bagi mereka saat kontak dengan pestisida karena mereka mengetahui gangguan kesehatan yang akan mereka alami jika tidak menggunakan perlengkapan pelindung.

Responden yang tidak menggunakan perlengkapan pelindung dengan alasan tidak terbiasa menggunakan perlengkapan pelindung sebanyak 26 responden, 4 responden tidak nyaman menggunakan perlengkapan pelindung, 6 responden mengangap bahwa pestisida tidak berbahaya. Responden yang menyatakan mereka tidak menggunakan perlengkapan pelindung karena tanaman masih rendah sehingga pestisida tidak berbahaya bagi mereka sebanyak 2 responden. Hal ini berarti bahwa meskipun responden mengetahui bahaya dari pestisida bagi kesehatan mereka tidak menggunakan perlengkapan pelindung

secara lengkap atau sesuai dengan standar keamanan. 5. Penggunaan pestisida

Penggunaan pestisida oleh responden dapat di kelompokkan berdasarkan pemakaiannya secara tunggal atau campuran dan berdasarkan jenis pestisidanya. Dari hasil penelitian diperoleh persentase penggunaan pestisida seperti pada gambar 18. Sebesar 59% responden menggunakan pestisida dengan di campur lebih dari 1 pestisida bahkan beberapa responden mencampur pestisida dengan zat pengatur tumbuh atau pupuk tanaman. Hal ini menurut responden dikarenakan hama yang menyerang tanaman semangka lebih dari 1 jenis sehingga untuk sekali penyemprotan digunakan lebih dari 1 pestisida agar diperoleh hasil yang menurut

mereka memuaskan. Selain itu dengan dicampur dapat mengurangi tenaga dan waktu penyemprotan. Sedangkan 41% responden menggunakan pestisida secara tunggal.

Tunggal, 41%

Campuran, 59% Penggunaan pestisida

Gambar 18. Penggunaan pestisida oleh responden

Jenis pestisida yang digunakan oleh responden di Desa Kedung Rejo di peroleh dari merek pestisida yang digunakan, kemudian oleh peneliti dilakukan penelusuran tiap kemasan untuk mengetahui jenis pestisida tersebut. Selain itu diperoleh juga berdasarkan hasil wawancara mengenai organisme target atau hama yang dibasmi. Hal ini dikarenakan tidak semua pengguna mengetahui jenis pestisida yang mereka gunakan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel XI.

Tabel XI. Jenis pestisida yang digunakan responden No. Jenis pestisida Jumlah (n) Persentase (%) 1 Insektisida 64 48,12 2 Fungisida 50 37,59 3 Herbisida 19 14,29 Total 134 100

Catatan : Jawaban lebih dari satu

Menyangkut jenis pestisida yang digunakan baik dengan di campur maupun tunggal, sebanyak 64 responden (48,12%) menggunakan insektisida,

responden yang menggunakan fungisida sebanyak 50 responden (37,59%) dan 19 responden (14,29%) menggunakan pestisida jenis herbisida. Berdasarkan hasil penelitian ini juga 100% responden menggunakan pestisida sintetik yaitu pestisida yang diperoleh dari sintesis senyawa-senyawa kimia. Selain itu dilihat dari hasil penelitian ini sebagian besar responden menggunakan pestisida tidak hanya berdasar pada hama yang saat itu menyerang tetapi juga dicampur dengan pestisida lain dengan alasan sebagai pencegahan. Penggunaan pestisida yang tidak tepat ini dapat menyebabkan tingginya risiko dampak pestisida pada pekerja maupun lingkungan.

Berdasarkan jenis pestisida, insektisida yang paling banyak digunakan responden. Insektisida terdiri dari beberapa golongan dengan mekanisme aksi yang berbeda. Golongan organoklorin dan piretroid lebih banyak digunakan, namun ditinjau dari campuran pestisida yang digunakan responden, golongan organofosfat dan karbamat tidak jauh berbeda banyaknya dengan golongan organoklorin dan piretroid (dapat dilihat pada lampiran 5). Hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan, bahwa alasan Dinas Kesehatan Jombang melakukan penelitan secara eksperimental dengan mengukur kadar asetilkolinesterese, dikarenakan golongan pestisida organofosfat dan karbamat memiliki mekanisme aksi menghambat enzim asetilkolinesterse sehingga dapat dijadikan parameter terjadinya keracunan pestisida organofosfat dan karbamat.

Dokumen terkait