kelembagaan pendidikan mulai dari usia dini sampai dengan perguruan tinggi serta adanya kemauan dan komitmen yang tinggi dari lembaga swasta dan yayasan untuk berperan aktif dalam dunia pendidikan.
6. Semakin meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan mutu keluaran pendidikan yang diiringi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam bidang pendidikan
7. Tingginya permintaan tenaga kerja dan berkembangnya berbagai pusat pertumbuhan ekonomi, menyebabkan tingginya kebutuhan akan tenaga kerja, khususnya tenaga kerja terampil dan profesional.
8. Makin meningkatnya masyarakat Pasaman Barat untuk memiliki dan meningkatkan jiwa wirausaha, khususnya pada sektor perdagangan dan jasa.
9. Demikian juga, semakin tingginya pendidikan wanita menyebabkan semakin banyaknya tersedia wanita yang lebih terampil, dan merupakan potensi untuk meningkatkan eksistensi dan pengembangan ekonomi.
10. Cukup banyak tersedia sumber daya manusia dari angkatan kerja di berbagai lapangan pekerjaan.
11. Terbukanya peluang kerja sama antar daerah dan antar negara dalam bidang ketenagakerjaan (AKAD dan AKAN)
2.1.6. PRASARANA DAN SARANA A. Kondisi Saat Ini
1. Secara umum sarana dan prasarana transportasi darat belum optimal, ketersediaan jalan di wilayah Kabupaten Pasaman Barat untuk panjang jalan Negara tidak ada yang melintasi di Kabupaten Pasaman Barat. Sedangkan panjang jalan Provinsi yang melintasi 7 wilayah Kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat adalah 156 Km.
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 33
Panjang Jalan Kabupaten sampai tahun 2004 tercatat 645,8 Km dengan kondisi baik hanya 188,40 Km.
2. Dalam hal sumber energi, Pasaman Barat memiliki sumber energi lainnya yang dapat dikembangkan di masa mendatang untuk pembangkit tenaga listrik. Sistem Prasarana Energi Kabupaten Pasaman Barat merupakan hasil pemadu serasian antara pemanfaatan energi listrik, pemanfaatan sumberdaya air dan pengembangan pemanfaatan energi matahari (solar energy)
3. Pola penanganan sampah yang dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat saat ini sebagian besar adalah pola individual tidak langsung, dimana sampah dari masing-masing rumah tangga di kumpulkan lalu dibakar atau dibuang ke suatu tempat atau lubang. Menilik kondisi yang ada di Kabupaten Pasaman Barat bahwa permasalahan sampah belum terpikirkan oleh masyarakat Pasaman Barat, mengingat lahan yang cukup luas yang masih dimiliki di Kabupaten Pasaman Barat. Sampai saat ini Kabupaten Pasaman Barat masih belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) termasuk juga belum memiliki badan pengelola persampahan. Total timbunan sampah Kabupaten Pasaman Barat saat ini (2005) sebesar 902,80 m3
4. Wilayah pelayanan listrik Kabupaten Pasaman Barat belum seluruhnya mencakup wilayah Kabupaten Pasaman Barat, tingkat pelayanan listrik saat ini mencapai 20.978 Pelanggan (19.950 rumah tangga, bisnis, 359 sosial, 610 kantor 59). Sumber tenaga listrik yang melayani wilayah Kabupaten Pasaman Barat berasal dari berbagai pembangkit dengan menggunakan sistem interkoneksi
5. Pertimbangan potensi Perikanan dan Kelautan yang sangat tinggi di Kabupaten Pasaman Barat maka untuk pengembangan Pelabuhan di wilayah Kabupaten Pasaman Barat karena letaknya yang relatif jauh dari Pelabuhan terdekat (Teluk Bayur), maka
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 34
pembangunan sarana pelabuhan laut Air Bangis perlu dilakukan dengan dukungan sarana dan prasarana yang cukup.
6. Sebagai daerah yang berada dalam lintasan bencana gempa bumi dan dikelilingi oleh perbukitan, sebagian jalan berada di kawasan rawan longsor dan bencana alam. Oleh karena itu tingkat kerusakan jalan karena bencana alam frekuensinya cukup tinggi disamping kerusakan yang disebabkan oleh kelalaian manusia berupa tonase sarana angkutan yang melebihi kapasitas jalan. 7. Pengelolaan air limbah di Kabupaten Pasaman Barat hingga saat
ini masih bersifat individual dengan sistem setempat (on site
system) menggunakan cubluk dan septic tank, yang secara
periodik perlu dilakukan penyedotan lumpurnya. Persentase rumah tangga yang menggunakan fasilitas jamban yang layak diperkirakan sebanyak 90% dari total penduduk, baik yang dilengkapi septik tank maupun berupa cubluk. Sedangkan sisanya sebagian besar masih memanfaatkan badan air sebagai tempat pembuangan limbahnya. Pengeluaran air limbah total (rumah tangga, fasilitas sosial, perdagangan dan jasa, perdagangan dan jasa, industri rumah tangga) saat ini (2005) Kabupaten Pasaman Barat adalah sebanyak 32,936,947 liter.
8. Masyarakat Kabupaten Pasaman Barat hanya sebagian kecil yang dapat menikmati pelayanan air bersih melalui BPAM Kabupaten Pasaman Barat. Jumlah penduduk yang dilayani BPAM masih sangat kecil yaitu 5,6 % atau 17.700 jiwa dari jumlah penduduk Kabupaten Pasaman Barat 316.717 jiwa dengan jumlah sambungan 2.029 SR. Sedangkan sisanya masih memanfaatkan air tanah dangkal yang umumnya dari segi kuantitas dan kualitas untuk sementara masih cukup memadai.
9. Wilayah Kabupaten Pasaman Barat telah dilayani berbagai jaringan telekomunikasi, baik, jaringan telepon otomat, jaringan telepon seluler dan radio komunikasi. Jumlah Satuan Sambungan
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 35
Telepon (SST) yang terdapat di Kabupaten Pasaman Barat (2.532 saluran).
B. TANTANGAN
1. Belum optimalnya ketersediaan sarana dam prasarana transportasi baik darat maupun laut di Kabupaten Pasaman Barat.
2. Tantangan dalam pengembangan sarana transportasi laut sebagai sarana transportasi dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan serta industri keluar Kabupaten Pasaman Barat.
3. Tingkat kerusakan jalan karena bencana alam frekuensinya cukup tinggi disamping kerusakan yang disebabkan oleh kelalaian manusia berupa tonase sarana angkutan yang melebihi kapasitas jalan.
4. Tantangan bagi kabupaten Pasaman Barat sehubungan dengan pengelolaan sampah adalah belum tersedianya Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) yang memadai dan belum memiliki badan pengelola persampahan.
5. Peningkatan kebutuhan terhadap tenaga listrik merupakan tantangan yang aktual. Di samping itu pembangkit listrik tenaga air debitnya semakin turun seiring dengan menurunnya kualitas lingkungan, terutama penebangan hutan yang menyebabkan menurunnya kandungan air tanah. Di samping itu diperlukan sumber energi listrik baru seperti pembangkit listrik tenaga uap, laut dan solar energy
6. Saat ini wilayah perdesaan masih banyak merupakan belum mendapatkan arus listrik hal ini menyebabkan proses produksi di perdesaan belum berjalan dengan baik. Di samping itu tegangan listrik yang masih rendah di sebagian wilayah perdesaan juga merupakan tantangan yang dihadapi dalam memecahkan masalah kelistrikan desa.
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 36
7. Tantangan dalam pengelolaan air limbah Kabupaten Pasaman Barat yang belum optimal, pengelolaan masih dilakukan secara individual.
8. Tantangan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Pasaman Barat adalah meningkatnya volume yang dibutuhkan, sementara itu tidak semua desa di kabupaten Pasaman Barat mempunyai sumber air bersih sesuai dengan kebutuhan tersebut. Untuk itu perlu dilakukan kerja sama antar daerah dalam melaksanakan sinergi dalam pengembangan fasilitas air bersih.
9. Tantangan dalam penyaluran saluran telepon ke seluruh wilayah Pasaman Barat, mengingat pertumbuhan pengguna jasa telekomunikasi di Kabupaten Pasaman Barat.
C. POTENSI
1. Potensi pengembangan prasarana transportasi berupa jalan darat masih tersedia berupa lahan untuk pembangunan ruas jalan yang baru.
2. Potensi pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan laut Air Bangis untuk menjadi salah satu pelabuhan nasional. Potensi pengembangan prasarana dan sarana pelabuhan laut perlu dilakukan mengingat semakin meningkatnya volume transportasi barang terutama hasil pertanian dan perkebunan.
3. Potensi dalam perbaikan berbagai fasilitas fisik dan infrastruktur lainnya sehubungan dengan daerah Kabupaten Pasaman Barat berada di daerah rawan bencana alam.
4. Potensi dalam pengelolaan dan penanganan sampah yang lebih efektif dengan menggunakan teknologi tepat guna dalam pengelolaan sampah.
5. Potensi energi listrik di Pasaman Barat terutama berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Namun demikian masih
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025 37
terdapat potensi lainnya yang bisa dikembangkan, seperti tenaga surya, uap, ombak, panas bumi dan lain-lain. Diperkirakan ke depan, Pasaman Barat masih mempunyai potensi yang cukup dalam pengadaan energi listrik. Pemanfaatan potensi sumber daya energi alternatif seperti panas bumi akan dapat meningkatkan jumlah desa yang dialiri listrik dengan pemanfaatan teknologi tepat guna yang telah tersedia saat ini.
6. Potensi dalam pelayanan kelistrikan seiring dengan pertumbuhan pengguna jasa kelistrikan di Pasaman Barat.
7. Potensi pengolahan air limbah yang dilakukan dengan jalan mengoptimalkannya melalui pengadaan sarana penampungan. Di samping itu, pengolahan pada tahap berikutnya dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.
8. Potensi air bersih di Kabupaten Pasaman Barat masih tersedia di beberapa wilayah. Walaupun sebagian wilayah tidak memiliki sumber daya air bersih yang cukup untuk kebutuhan kotanya, namun dengan kerja sama dengan kabupaten tetangga kebutuhan ini dapat dipenuhi. Selain itu hal yang diperlukan adalah mekanisme kerja sama antar daerah sehingga terdapat sinergi dalam pengembangan wilayah. Konsep pengembangan wilayah lintas kabupaten dan kota mempunyai potensi untuk menciptakan sinergi antar kabupaten dan kota.
9. Potensi pengembangan jaringan telekomunikasi, hal ini didukung dengan banyak perusahaan operator seluler yang melakukan penetrasi pasar termasuk ke wilayah Kabupaten Pasaman Barat.
2.1.7. TATA RUANG DAN PEMBANGUNAN WILAYAH