• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Data dan Pembahasan

2. Prinsip Alat Pemusat Perhatian

Data yang telah dipaparkan dalam poin deskripsi data, terlihat konten dalam 2 episode Upin dan Ipin menerapkan prinsip alat pemusat perhatian. Dalam episode 1 prinsip alat pemusat perhatian memiliki nilai persentase 12.73% dengan konten yang berada didalamnya memiliki nilai persentase, animasi 32.07%, musik 32.07%. teks 3.77%, dan visual 32.07%.

Pada episode 14 prinsip alat pemusat perhatian memiliki nilai persentase 18.24% dengan konten yang berada didalamnya memiliki nilai persentase, animasi 30.52%, musik 30.52%. teks 8.43%, dan visual 30.52%. Hasil tersebut telah dijelaskan pada poin deskripsi data bahwa nilai keempat konten tersebut ada karena dalam film yang dianalisis, keempat konten tersebut dipilih dan disortir sesuai dengan kategori prinsip alat pemusat perhatian.

Pertama, animasi yang masuk dalam kategori prinsip alat pemusat perhatian adalah animasi yang unik dan aneh. Bisa berupa efek yang ditambahkan dalam animasi maupun ekspresi yang tidak biasa yang ditampilkan karakter. Dengan keunikan dan keanehan itu membuat daya tarik tersendiri kepada penonton untuk bisa fokus dan serius menyaksikan cerita atau adegan dalam film yang disajikan.

Kedua, musik yang masuk dalam kategori prinsip alat pemusat perhatian adalah musik dengan nada atau tempo yang unik dan aneh sehingga menimbulkan pertanyaan dan penasaran pada penonton, yang berujung pada fokusnya perhatian penonton pada cerita atau adegan yang disajikan. Musik yang terdengar dalam episode ini sangat ekspresif penuh dengan nada unik dan aneh, mendukung animasi yang ada. Sehingga merangsang dan memfokuskan penonton pada cerita atau adegan.

Ketiga, teks yang masuk dalam kategori prinsip alat pemusat perhatian adalah teks yang berupa bentuk atau jenis huruf yang unik, segar, dan

menyenangkan, sehingga bisa mengambil perhatian penonton untuk terus menyimak cerita.

Keempat, visual yang masuk dalam kategori prinsip alat pemusat perhatian adalah visual yang mendukung konten animasi dan konten musik. Dalam hal ini background dan warna yang digunakan sesuai untuk menonjolkan kedua hal tersebut, terutama menonjolkan konten animasi.

Dari hasil temuan tersebut tentang kategori konten berdasarkan prinsip alat pemusat perhatian sesuai dengan definisi dan penjelasan tentang prinsip alat pemusat perhatian dalam pembelajaran. Bahwa jika dalam proses belajar, perhatian siswa atau si belajar terpusat pada pesan yang dipelajari, maka proses dan hasil belajar akan semakin baik. Perhatian memegang peranan penting dalam kegiatan belajar. Semakin baik perhatian siswa, proses dan hasil belajar akan semakin baik pula. Sebaliknya, jika siswa kurang memperhatikan maka hasil belajar akan menurun atau tidak optimal (Asri Budiningsih, 2003:122).

Tidak hanya itu, dari kajian teori belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanpa adanya perhatian tidak mungkin terjadi proses belajar (Gage dan Berliner dalam Dimyati dan Mudjiono, 2006: 42). Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya.

Apabila perhatian alami itu tidak ada maka siswa perlu dibangkitkan perhatiannya (Dimyati dan Mudjiono, 2006: 42).

Sehingga cukup jelas bahwa sesuatu yang dibutuhkan, menarik, unik, dan membuat penasaran akan menyita perhatian seseorang, khususnya anak-anak. karena anak-anak adalah peniru ulung khususnya umur 4-7 tahun yaitu pada tahap praoperasional dan intuitif. Anak dalam tahap praoperasional dan intuitif masih memiliki cara kerja pemikiran yang sederhana dan belum matang, sehingga pada tahap ini sering terjadi kesalahan presepsi atau pemahaman. Tidak hanya itu pada tahap ini anak belajar dari lingkungan sekitar terutama keluarga dan teman yang sering berinteraksi dengan diri anak. Anak akan menirukan sikap dan perilaku yang ditimbulkan dan dihasilkan dari lingkungan sekitarnya, terutama orang yang lebih dewasa dari dirinya baik itu orang tua, kakak dan teman yang lebih dewasa dari dirinya. Karena pada umur inilah anak banyak menyerap pengetahuan dan informasi untuk mengetahui siapa jati dirinya. Dengan kata lain pada tahap ini terjadi pembentukan perilaku imitasi, karena anak selalu melihat, merasakan, dan mengaplikasikannya.

Tidak hanya itu, dalam buku “Psikologi Perkembangan” yang ditulis oleh Desmita dikatakan karakteristik lain dari pemikiran anak usia praoperasional, yakni pemusatan perhatian pada satu dimensi dan mengesampingkan semua dimensi yang lain. Karakteristik ini diistilahkan oleh Pieget dengan centration (pemusatan). Pemusatan terlihat jelas pada anak

yang kekurangan konservasi (conservation), yaitu kemampuan untuk memahami sifat-sifat atau aspek-aspek tertentu dari suatu objek atau stimulus tetap tidak berubah ketika aspek-aspek lain mengalami perubahan (Desmita, 2009: 132).

Hal ini membuktikan bahwa ketika anak sedang terpusat perhatiannya, maka ia tidak akan memperdulikan lingkungan sekitarnya dan hanya fokus dengan apa yang dilihat, didengar, dan yang dikerjakannya. Contoh ketika anak sedang menonton acara televisi kesukaannya dan ibu mereka mengajak untuk makan, maka ajakan tersebut akan diabaikan dan hanya fokus pada acara tersebut. Paling minim respon yang diberikan anak adalah menjawab singkat, yaitu “nanti dulu”.

Relevansi teori prinsip alat pemusat perhatian dengan substansi film yang di analisis tertuang dalam adegan-adegan episode 1 dan episode 14. Pada episode 1 memiliki substansi yang relevan dengan prinsip alat pemusat perhatian terdapat dalam beberapa adegan. Pertama pada saat Kak Ros megeluarkan efek yang menyeramkan saat mengancam Upin dan Ipin jika tidak mau membersihkan kamar. Kedua, ketika Ipin menyimpan kunci untuk membuka kamar yang didalamnya berisi pintu rahasia. Ketiga, pada saat Upin dan Ipin bermain bersama teman-teman di kelas, dengan menggunakan laba-laba untuk menentukan gaya siapa yang paling cantik.

Adegan pertama, kedua , dan ketiga memiliki inti kesamaan yang sama yaitu sebagai pemicu atau alat pemusat perhatian. Adegan tersebut

kaitannya dengan prinsip alat pemusat perhatian adalah keanehan, keunikan, kemenarikan ketiga adegan tersebut untuk menstimulus atau memicu perhatian penonton yang berujung pada penasarannya penonton tentang apa yang dilakukan karakter dalam adegan. Sehingga penonton akan terus menyimak cerita yang disajikan.

Pada episode 14 memiliki substansi yang relevan dengan prinsip alat pemusat perhatian terdapat dalam beberapa adegan. Pertama tentang cerita Upin dan Ipin tentang Opah yang menyapu dengan sapu lidi yang kecil sehingga sampai terbungkuk-bungkuk. Kedua, ketika Atok mengajak Upin dan Ipin membuat kapal dan akhirnya bertanding kapal mana yang lebih cepat pada aliran sungai. Ketiga, tambahan Opah tentang kegunaan pohon kelapa.

Adegan pertama, kedua, dan ketiga memiliki kesamaan yaitu sebagai pemicu atau alat pemusat perhatian bahwa ketiga adegan tersebut menggunakan animasi dan efek-efek yang tidak biasa, unik, dan menarik. Sehingga bisa membuat penonton terbius atau dengan kata lain memfokuskan perhatian penonton untuk tetap menyaksikan cerita atau adegan hingga selesai.

Dokumen terkait