• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV – ANALISIS PEMBAHASAN

B. Prinsip dan Keamanan Nasional

1. Prinsip dan Keamanan Nasional Barack Obama

 Telah menjadi kepentingan bersama semua negara untuk bertindak

secara bertanggung jawab di ruang angkasa untuk membantu mencegah kecelakaan, kesalahan persepsi, dan ketidakpercayaan.

 Amerika Serikat mempertimbangkan keberlanjutan, stabilitas, dan

akses gratis ke luar angkasa, dan penggunaan ruang vital untuk kepentingan nasionalnya. Operasi ruang angkasa harus dilakukan dengan cara menekankan keterbukaan dan transparansi untuk meningkatkan kesadaran publik tentang kegiatan pemerintah, dan memungkinkan orang lain untuk berbagi dalam manfaat yang diberikan oleh penggunaan ruang angkasa.

 Sektor komersial yang kuat dan kompetitif sangat penting untuk

kelanjutan kemajuan dalam ruang angkasa. Serta berkomitmen untuk mendorong dan memfasilitasi pertumbuhan, kebutuhan, kompetitif secara global dan memajukan Amerika Serikat. Sebagai pemimpin dalam generasi pasar baru dan kewirausahaan berbasis inovasi

 Semua negara memiliki hak untuk menjelajahi dan menggunakan

ruang angkasa untuk tujuan damai, dan untuk kepentingan semua umat manusia, sesuai dengan hukum internasional. Konsisten dengan prinsip ini, "tujuan damai" memungkinkan ruang angkasa digunakan untuk kegiatan keamanan nasional dan tanah air.

101

 Sebagaimana ditetapkan dalam hukum internasional, tidak akan ada

klaim kedaulatan nasional atas luar angkasa atau badan langit manapun. Amerika Serikat menganggap semua negara memiliki hak lintas di ruang angkasa, dan melakukan operasi di ruang angkasa tanpa adanya campur tangan. Gangguan yang disengaja dalam sistem ruang angkasa, termasuk infrastruktur pendukung dan akan dianggap sebagai pelanggaran hak-hak suatu negara.

 Amerika Serikat akan menggunakan berbagai langkah untuk

membantu memastikan penggunaan ruang angkasa untuk semua pihak yang bertanggung jawab, dan konsisten dengan hak yang melekat pada pertahanan diri, menghalangi orang lain dari gangguan dan serangan serta mempertahankan sistem ruang angkasa dan berkontribusi pada pertahanan sistem kerjasama. Jika pencegahan tersebut gagal maka dibutuhkan upayan untuk mengatasi hal tersebut.

2. Prinsip dan Kemanan Nasional Donald Trump

 Keselamatan, stabilitas, dan keberlanjutan operasional merupakan

hal mendasar dalam kegiatan antariksa, termasuk kegiatan keamanan nasional, sipil dan komersial. Hal ini adalah kepentingan dan tanggung jawab bersama dari semua negara antariksa untuk menciptakan kondisi lingkungan ruang angkasa yang aman, stabil, dan berkelanjutan secara operasional.

102

 Layanan SSA dan STM harus tepat waktu dan dapat ditindaklanjuti

karena sangat penting untuk kegiatan ruang angkasa. Konsisten dengan kendala keamanan nasional data dasar SSA berasal dari Amerika Serikat dan layanan dasar STM harus tersedia tanpa biaya pengguna langsung.

 Puing orbital menghadirkan ancaman yang semakin besar terhadap

operasi ruang angkasa. Pedoman, standarisasi, dan kebijakan mitigasi puing – puing harus direvisi secara berkala, ditegakkan di dalam negeri, dan diadopsi secara internasional untuk mengurangi dampak operasional puing orbital.

 Kerangka kerja STM yang terdiri dari praktik terbaik, pedoman

teknis, standar keselamatan, norma perilaku, penilaian risiko pra-peluncuran, dan layanan penghindaran tabrakan di orbit sangat penting untuk melestarikan lingkungan operasional ruang.

Dapat dilihat pada kedua prinsip dan keamaan nasional dari kebijakan luar angkasa presiden Barack Obama dan presiden Donald Trump diatas menunjukkan perbedaan yang tidak terlalu signifikan dimana pada prinsip dan keamanan nasional dari kebijakan luar angkasa presiden Donald Trump menambahkan poin perlindungan pada puing orbital dan usaha pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan di luar angkasa akibat banyaknya sampah antariksa di orbit bumi.

Selain dari pada itu prinsip tersebut sangat berpengaruh atas kestabilan kemanan nasional suatu negara, ruang angkasa menjadi tempat

103 atau dimensi bagi siapun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan maupun teknologi yang bisa saja akan menjadi ancaman di masa yang akan datang.

Maka dari itu penting sekali untuk setiap negara mematuhi apa yang menjadi larangan dan hukum antariksa yang berlaku. Sebagaimana pada poin pertama prinsip dan keamanan nasional presiden Barack Obama dan Donald Trump terhadap ruang angkasa.

Kekhawatiran akan terjadinya konflik atau perang yang terjadi di luar angkasa pada akhirnya mendorong Presiden Amerika Serikat – Donald Trump, pada pertengahan tahun 2018 bersikeras ingin membentuk Pasukan Antariksa atau United States Space Force, yang bertugas mengontrol dan memegang kendali penuh operasi militer di luar angkasa, sebagai cabang militer keenam angkatan bersenjata Amerika Serikat di samping Army, Navy, Air Force, Marines, dan Coast Guard. Menurutnya, saat ini negara-negara lain berusaha untuk mengembangkan sebuah fasilitas anti satelit secara agresif dan menantang supremasi Amerika Serikat di ruang angkasa.

Rencana pembentukan Space Force ini sebagai tindakan untuk membangun kepercayaan diri yang lebih besar termasuk sebagai peringatan kepada negara – negara yang menjadi rival Amerika Serikat. Dengan pendirian satuan militer yang baru ini, Amerika Serikat ingin memberikan peringatan politis kepada pesaingnya bahwa Amerika Serikat memiliki kekuatan yang besar secara teknologi maupun birokrasi.

104 BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian ini kesimpulan yang dapat ditarik oleh penulis yaitu;

Secara garis besar dapat dilihat bahwa perbedaan kebijakan luar angkasa presiden Barack Obama dan Donald Trump berbeda dari aspek orientasinya.

Orientasi kebijakan Luar Angkasa presiden Barack Obama lebih condong ke arah militerisasi atau keamanan nasional Amerika Serikat. Berbagai macam penelitian yang dilakukan NASA di luar angkasa semua bertujuan untuk memperkuat senjata militer dan perakitan nuklir yang kuat. Hal ini dilakukan karena Amerika Serikat ingin mempertahankan citranya sebagai negara adikuasa atau negara yang paling ditakuti sehingga menjadikan negara – negara lain bersekutu atau bergantung kepada Amerika Serikat. Orientasi Kebijakan Luar Angkasa pesiden Donald Trump lebih condong ke arah komersialisasi dan privatisasi atau sektor ekonomi, bercermin dari kebijakan luar angkasa presiden Barack Obama, presiden Donald Trump sedikit mengubah arah kebijakan tersebut, jika melihat perkembangan teknologi di jaman sekarang negara harus memberi peluang kepada sektor swasta demi tercapainya kepentingan suatu negara. Karena dengan di komersialisasikannya Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dapat menghemat biaya ekplorasi dan peneliatan negara di luar angkasa.

105 B. SARAN

Jika diteliti dengan saksama kebijakan luar angkasa presiden Barack Obama dan Donald Trump sama – sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing tetapi jika dikombinasikan akan menjadi kebijakan luar angkasa yang memiliki kekuatan luar biasa karena menyatukan aspek keamanan nasional dan sektor ekonomi yang kuat jika ditinjau dari perspektif astropolitik, geopolitik serta fenomena perdagangan bebas yang terjadi. Hal ini sekiranya yang harus lebih diperhatikan dan menjadi semakin menarik jika dikaji lebih lanjut agar dapat diketahui sejauh mana perkembangan kebijakan luar angkasa Amerika Serikat dari setiap pemimpin negara yang berbeda.

106 DAFTAR PUSTAKA

Buku

Alver and Gleason, (2018), “A Space Policy Primer: Key Concept, Issue and Actors” The Aerospace Corporation, November 2018

Dolman, (2001), “Astropolitik: Classical Geopolitics in the Space Age”

FRANK CASS PUBLISHERS c/o ISBS, 5824 N.E.Hassalo Street Portland, Oregon, 97213–3644

Smith, (2007), “An Inquiry Into The Nature and Causes of The Wealth of Nations”

Edited by S. M. Soares. MetaLibri Digital Library, May 29, 2007 Dokumen Pemerintah

Barack Obama, (2010), “National Space Policy of the United States of America”

Seal of the Prresident of the United States, June 28, 2010

Donald J. Trump, (2017), “Presidential Executive Order on Reviving the National Space Council” The White House, June 30, 2017

Donald J. Trump, (2017), “Presidential Memorandum on Reinvigorating America’s Human Space Exploration Program” The White House, December 11, 2017 Donald J. Trump, (2018), “Space Policy Directive-2, Streamlining Regulations on

Commercial Use of Space” The White House, May 24, 2018

Donald J. Trump, (2018), “Space Policy Directive-3, National Space Traffic Management Policy” The White House, June 18, 2018

Donald J. Trump, (2018), “Text of Space Policy Directive-4: Establishment of the United States Space Force” The White House, February 19, 2019

NASA.gov, (2019), Space Tech Public-Private Partnerships, diakses 21 Oktober 2019

https://www.nasa.gov/directorates/spacetech/solicitations/tipping_points

NASA.gov, (2009), Advancing the Frontiers of Space Exploration, diakses 5 Maret 2019

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rj a&uact=8&ved=2ahUKEwj1xsPLt4PoAhXGlEsFHd9KBRYQFjABegQA RAB&url=https%3A%2F%2Fwww.nasa.gov%2Fpdf%2F382369main_48

%2520%252020090803.2.Space_Fact_Sheet_FINAL.pdf&usg=AOvVw2 bYhxtyisauTUfISPmneMm

Dokumen terkait