• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip penyusunan RPP

Dalam dokumen MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (1). pdf (Halaman 141-147)

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

KALENDER PENDIDIKAN

G. Perangkat Administrasi Kurikulum

3. Prinsip penyusunan RPP

Dalam menyusun RPP, hendaknya memperhatikan prinsip- prinsip sebagai berikut:

a. Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

b. Partisipasi aktif peserta didik.

c. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi, dan kemandirian.

d. Pengembangan budaya membaca dan menulisyang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.

e. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

f. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.

g. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

h. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Bila memperhatikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 tahun 2007 ditetapkan bahwa pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

a. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

1) Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam tidak ambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber.

2) Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain.

3) Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya.

4) Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.

5) Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

b. Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

1) Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna.

2) Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lainlain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis.

3) Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut.

4) Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif.

5) Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar.

6) Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok.

7) Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok.

8) Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan.

9) Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

1) Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik.

2) Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber.

3) Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan.

4) Memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

a) Berfungsi sebagai nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengar menggunakan bahasa yang baku dan benar.

b) Membantu menyelesaikan masalah.

c) Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi.

d) Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh.

e) Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Berdasarkan karakteristik model pengembangan Kurikulum 2013 yang berorientasi pada pengembangan kompetensi, maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan scientific (pengembangan ilmu pengetahuan). Proses pengembangan ilmu pengetahuan dilakukan dengan kegiatan mengamati (observasi),

menanyakan, mengeksplorasi, mengasosiasikan dan

mengkomunikasikan. Tentu aktivitas mengamati membutuhkan

kemampuan yang ditampilkan dengan dukungan fungsi-fungsi motorik dari alat-alat indera manusia (mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, lidah untuk mengecap, kulit untuk merasakan dan hidung untuk mencium). Orang yang ingin memperoleh pengetahuan pasti menggunakan fungsi indera untuk memperoleh sesuatu kesan yang membekas dalam ingatan dan menyentuh perasaan bathin untuk menikmati sesuatu yang bermakna dari hasil tangkapan indera. Kesan yang membekas di otak merangsang pikiran untuk mengolah kesan yang ditangkap indera lalu memproses kesan itu menjadi pengetahuan yang dapat

diungkapkan melalui tutur kata atau bahasa (lisan dan tulisan dan isyarat/tubuh).

Setelah proses menanya dan menemukan makna konsep pengetahuan dari hasil mengamati, maka proses selanjutnya adalah mengeksplorasi atau menjejaki dan menggali lebih dalam sesuatu makna yang dapat mengandung nilai manfaat bagi kehidupan manusia baik individual maupun berkelompok/bersama. Proses mengeksplorasi ini diasosiasikan atau dihubungkan lebih jauh dan atau banyak lagi dengan konsep informasi pengetahuan yang lain untuk dikomunikasikan atau disajikan kepada pihak atau orang lain supaya mendapat tanggapan atau koreksi kritis lagi. Proses mengkomunikasikan bertujuan tidak sekedar untuk diberi tanggapan dan koreksi kritis melainkan untuk mempengaruhi kemampuan berpikir otak dan olah batin orang lain lagi supaya mengalami proses belajar memperoleh pengetahuan yang sama dan atau pengetahuan itu dikembangkan lebih luas lagi.

Proses pengembangan ilmu pengetahuan dengan kegiatan- kegiatan seperti itu membutuhkan fungsi akal budi sebagai kegiatan roh manusia yang dihasilkan oleh fungsi syaraf-syaraf di otak kepala manusia dan fungsi kelenjar sel di hati manusia. Dua organ tubuh manusia itu membuat manusia menjadi makhluk berakal budi karena mendorong manusia perseorangan sadar akan dirinya untuk berpikir dan merasakan dan mengingini sesuatu sebagai hasil olah pengetahuannya terhadap hal-hal yang dianggap bernilai atau mengandung kemanfaatan bagi kelangsungan hidup manusia. Di sini proses olah pikir dan olah bathin berlangsung terpadu dan tidak boleh terpisah atau mengabaikan salah satunya melalui kegiatan belajar. Proses itu juga tidak hanya merangsang gejolak jiwa manusia pribadi dengan adanya reaksi dari tekanan darah untuk menghasil emosi-emosi saja dari dalam diri seseorang.

Ketika kegiatan belajar berlangsung, maka tanggung jawab guru adalah mendorong menghidupkan fungsi roh dan jiwa manusia untuk terpadu dengan fungsi motorik/organ tubuh lain sehingga menghasilkan tingkah laku dalam bentuk tutur kata lewat simbol bahasa dalam interaksi komunikasi manusia perseorangan dengan yang lain dan dalam bentuk sikap dan perbuatan. Inilah keterpaduan kemampuan diri manusia yang perlu didorong dan dibentuk fungsi keterpaduannya dalam proses pembelajaran bersama guru sebagai pengajar, pendidik, pembimbing atau pelatih.

Kompetensi inti dalam kurikulum 2013 sebenarnya ingin mencapai keterpaduan fungsi-fungsi dari bagian-bagian diri manusia baik yang bersifat fisiologis maupun yang bersifat psikologis. Kompetensi inti mencakup keterpaduan dari kognitif yang dihasilkan otak dan perasaan atau keinginan-keinginan dari hati yang ditampilkan melalui sikap dan perbuatan motorik seseorang. Taksonomi Bloom menentukan tingkatan kemampuan atau potensi diri tersebut sesuai dengan cakupan fungsinya masing- masing. Hal ini akan diuraikan lebih dalam pada bagian sistem evaluasi dan penilaian dalam kurikulum 2013.



Bab 6

Penilaian dan Evaluasi

Dalam dokumen MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (1). pdf (Halaman 141-147)