• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

B. Supervisi Akademik

5. Prinsip Supervisi Akademik

Dalam melaksanakan tugas profesionalnya sebagai supervisor akademik pengawas sekolah hendaknya berpedoman pada prinsip supervisi. Beberapa prinsip yang perlu dipegang teguh oleh pengawas, yaitu:

a. Supervisi didasarkan atas hubungan kedinasan bukan pribadi b. Dilakukan harus sesuai dengan yang diperlukan oleh guru dan

kepala sekolah

c. Dilakukan dengan sikap terbuka dan semangat keteladanan.23

22

Nurmaherawati. Supervisi Akademik.

Selanjutnya menurut Sahertian prinsip-prinsip yang harus dipedomani dan diterapkan pengawas sebagai supervisor dalam melaksanakan supervisi akademik adalah sebagai berikut:

a. Prinsip ilmiah, (scientific) mengandung ciri-ciri sebagai berikut:

1) Objektif, data diperoleh berdasarkan kenyataan yang terjadi dalam proses belajar mengajar bukan tafsiran pribadi.

2) Data diperoleh dengan alat/instrumen seperti angket, observasi, percakapan pribadi, dan seterusnya

3) Sistematis, supervisi silakukan secara teratur, berencana, dan kontinu.

b. Prinsip demokratis

Servis dan bantuan yang diberikan kepada guru berdasarkan hubungan kemanusiaan yang akrab. Demokratis mengandung makna menjunjung tinggi harga diri dan martabat guru, bukan berdasarkan atasan dan bawahan, tapi berdasarkan rasa kesejawatan.

c. Prinsip kerja sama

Mengembangkan usaha bersama atau menurut istilah supervisi

sharing of idea, sharing of experience”, memberikan support

mendorong, menstimulasi guru, sehingga mereka merasa tumbuh bersama.

d. Prinsip konstruktif dan kreatif

Membina inisiatif guru serta mendorong untuk aktif menciptakan suasana dimana tiap orang merasa aman dan dapat mengembangkan potensi-potensinya. Supervisi dilaksanakan dalam suasana yang menyenangkan, bukan menakut-nakuti. Dengan begitu para guru lebih termotivasi untuk mengembangka potensi mereka.24

Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam melaksanakan supervisi akademik, pengawas sekolah harus mampu membina hubungan yang harmonis dengan personil sekolah. Prinsip supervisi akademik harus dilaksanakan secara cermat sehingga ketepatan sasaran obyek permasalahan yang dihadapi dapat dilihat secara jelas oleh pengawas. Sehingga guru ataupun personil sekolah yang sedang di awasi tidak merasakan tekanan atau beban, melainkan sebagai suatu wahana untuk mengatasi permasalahan yang akan dihadapi.

23

Pupuh Fathurrohman, dan AA. Suryana, Supervisi Pendidikan Dalam Pengembangan Proses Pengajaran, ( Bandung: PT Refika Aditama,2011), Cet Ke-1, h. 38

24

Piet A. Sahertian, Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (Jakarta: Rineka Cipta, 2008) h. 52

6. Teknik Supervisi Akademik

Teknik supervisi merupakan cara-cara yang ditempuh supervisor untuk mencapai tujuan tertentu, baik yang berhubungan dengan penyelesaian masalah manajerial maupun masalah akademik di sekolah. Tugas pengawas sebagai supervisor satuan pendidikan harus memahami teknik supervisi manajerial dan akademik agar kegiatan supervisi dapat terlaksana dengan baik dan hasil pembinaanya mencapai tujuan.

Dalam pelaksanaanya supervisi dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik. Diantara teknik-teknik tersebut diuraikan sebagai berikut:

a. Teknik perseorangan

Teknik yang bersifat perorangan adalah teknik dalam pelaksanaan supervisi yang dilakukan terhadap individu yang memiliki masalah khusus. Supervisi dilakukan untuk seorang guru secara individu. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:25 1) Kunjungan kelas

Pengawas atau supervisor datang ke kelas untuk melihat atau mengamati cara guru mengajar di kelas. Tujuannya memperoleh data mengenai keadaan sebenarnya selama guru mengajar. Dengan data tersebut supervisor dapat mendiskusikan mengenai kesulitan yang dihadapi guru. Kunjungan kelas ini berfungsi sebagai alat untuk mendorong guru agar meningkatkan kualitas cara mengajar guru dan belajar siswa. Ada tiga macam kunjungan kelas yaitu kunjungan tanpa diberi tahu, kunjungan dengan cara memberitahu, dan kunjungan kelas atas undangan guru.

2) Observasi kelas

Melalui kunjungan kelas, supervisor dapat mengobservasi situasi mengajar yang sebenarnya. Ada dua macam observasi kelas, yaitu:

25

Piet A. Sahertian, Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (Jakarta: Rineka Cipta, 2008) h.53-58

a) Observasi langsung: dengan menggunakan alat observasi, supervisor mencatat absen yang dilihat pada saat guru sedang mengajar.

b) Observasi tidak langsung: orang yang diobservasi dibatasi oleh ruang kaca di mana murid-murid tidak mengetahuinya (biasanya dilakukan dalam laboratorium untuk pengajaran mikro)

Tujuannya adalah observasi yaitu untuk memperoleh data yang seobjektif mungkin, data yang diperoleh dapat digunakan untuk menganalisis kesulitan-kesulitan yang yang dihadapi guru dalam usaha memperbaiki proses belajar mengajar.

3) Percakapan pribadi

Antara supervisor dan guru melakukan pertemuan empat mata untuk membicarakan masalah-masalah yang dihadapi guru. tujuannya yaitu memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui pemecahan kesulitan yang dihadapi, memupuk dan mengembangkan cara mengajar yang lebih baik, memperbaiki kelemahan-kelemahan dan kekurangan yang sering dialami guru, serta menghilangkan dan menghindari segala prasangka yang bukan-bukan.

4) Saling mengunjungi kelas

Yang dimaksud dengan menggunjungi kelas ialah saling mengunjungi antara guru yang satu dengan guru yang lain yang sedang mengajar. Kegiaan ini dimaksudkan untuk bertukar pengalaman. Keuntungannya yaitu mengamati rekan lain yag sedang mengajar, membantu guru-guru lain memperoleh pengalaman atau keterampilan tentang teknik dan metode mengajar, memberi motivasi yang terarah terhadap aktivitas mengajar, dan sifat bawahan dengan pimpinan tidak ada sama sekali.

5) Menilai diri sendiri

Salah satu tugas yang tersukar adalah menilai kemampuan diri sendiri dalam menyajikan bahan pelajaran. Di samping menilai murid-muridnya, penilaian terhadap diri sendiri merupakan teknik yang dapat membantu guru dalam pertumbuhannya. Alat yang dapat digunakan yaitu: daftar pandangan/pendapat yang disampaikan pada murid-murid untuk menilai pekerjaan atau suatu aktivitas, menganalisis tes-tes terhadap unit-unit kerja, mencatat aktivitas murid-murid dalam suatu catatan (record) baik mereka bekerja secara kelompok maupun perorangan.

b. Teknik kelompok

Teknik kelompok adalah teknik dalam pelaksanaan supervisi yang dilakukan terhadap sekelompok orang yang disupervisi. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:26

1) Rapat guru

Pelaksanaan dan pengembangan kurikulum, pembinaan atau tata laksana sekolah, serta pengelolaan keuangan merupakan hal-hal yang dijadikan materi rapat dalam rangka kegiatan supervisi. Tujuannya adalah untuk membri bantuan kepada seluruh guru secara umum.

2) Mengadakan diskusi kelompok

Diskusi kelompk dapat diadakan dengan membentuk kelompok-kelompok guru bidang studi sejenis. Kelompok-kelompok yang telah terbentuk diprogramkan untuk mengadakan pertemuan/diskusi guna membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan usaha pengembangan dan peranan proses belajar-mengajar. Dalam setiap diskusi, supervisor atau pengawas dapat memberikan pengarahan, bimbingan, dan nasihat-nasihat ataupun saran-saran yang diperlukan.

26

Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005), Cet Ke-15, h. 122

3) Mengadakan penataran-penataran

Teknik kelompok yang dilakukan melaui penataran-penataran sudah banyak dilakukan. Misalnya penataran untuk guru-guru bidang studi tertentu, penataran tentang metodologi pengajaran, dan penataran tentang administrasi pendidikan.

Lebih lanjut Suryasubroto menguraikan teknik-teknik supervisi sebagai berikut:

a. Teknik supervisi yang bersifat individu, meliputi: 1) Kunjungan kelas

2) Observasi kelas 3) Percakapan pribadi 4) Saling mengunjungi kelas 5) Menilai diri sendiri

b. Teknik-teknik supervisi yang bersifat kelompok, meliputi: 1) Pertemuan orientasi 2) Panitian penyelenggara 3) Rapat guru 4) Studi kelompok 5) Diskusi 6) Tukar-menukar pengalaman 7) Lokakarya 8) Seminar 9) Simposium 10)Demonstrasi mengajar 11)Perpustakaan jabatan 12)Buletin supervisi 13)Membaca langsung 14)Mengikuti kursus 15)Organisasi jabatan 16)Laboratorium kurikulum

17)Perjalanan sekolah untuk staaf sekolah27

Dari uraian diatas mengenai teknik supervisi, yang perlu menjadi catatan bahwa tidak ada satupun teknik supervisi guru akan efektif jika dipergunakan secara tunggal. Penetapan teknik yang digunakan pengawas didasari atas masalah yang dihadapi guru serta sifat dan kepribadian dari guru yang dibimbing. Pengawas harus mengetahui karakteristik dan sifat setiap teknik diatas, sehingga teknik yang digunakan benar-benar sesuai dengan guru yang sedang dibina melalui supervisi akademik.

7. Pelaksanaan Supervisi Akademik

Tahapan-tahapan yang dapat ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan supervisi/pengawasan sekolah mencakup persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut28. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Persiapan

Pada tahap ini kegiatan persiapan dimulai dengan menyusun program dan organisasi supervisi. Tujuan dan sasaran pelaksanaan, waktu, dan instrumen tergambar dalam program yang direncanakan. Sementara dalam organisasi supervisi tercermin mekanisme plaksanaan kegiatan, pelaporan, dan tindak lanjut. Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan kegiatan supervisi hendaknya pengawas melibatkan/berkordinasi dengan pejabat terkait, kepala sekolah, dan guru dalam membuat program dan organisasi supervisi.

2) Pelaksanaan

Dalam tahap pelaksanaan hal-hal pokok yang perlu mendapat perhatian pengawas dalam melaksanakan kegiatan supervisi di sekolah adalah sebagai berikut:

a. Supervisi hendaknya dilakukan secara berkesinambungan

27

Jasmani dan Syaiful Mustofa, Supervisi Pendidikan: Terobosan Baru dalam Peningkatan Kinerja Pengawas Sekolah dan guru, (Jogjakarta:Ar-ruzz Medi, 2013) Cet. Ke-1, h. 84

b. Supervisi hendaknya dilakukan pada awal dan akhir semester, hal tersebut dimaksudkan sebagai bahan perbandingan.

c. Pengawas terampil dalam menggunakan instrumen. d. Mampu mengembangkan instrumen supervisi.

e. Supervisi bukan mencari kesalahan dan bukan pula menggurui, melainkan bersifat pemecahan masalah untuk mencari solusi.

f. Supervisi hendaknya mencakup segi teknis kependidikan dan teknik administrasi.

g. Supervisi hendaknya menguasai substansi materi yang disupervisi dan melengkapi diri dengan berbagai instrumen yang dibutuhkan.

h. Karena supervisi bersifat pembinaan, para supervisor harus memiliki kemampuan profesional dan wawasan yang luas tentang pendidikan. i. Dalam pelaksanaan supervisi hendaknya memperhatikan

prinsip-prinsip supervisi. 3) Penilaian dan tindak lanjut

Pada tahap ini penilaian dilakukan terhadap pelaksanaan kegiatan supervisi yang meliputi keterlaksanan program supervisi, ketepatan instrumen, hasil supervisi, dan kendala yang dihadapi pada saat pelaksanaan. Dari hasil penilaian tersebut tahap selanjutnya adalah tindak lanjut dari kegitan supervisi, misalnya dengan melakukan pembinaan terhadap program supervisi yang baru.

Tindak lanjut oleh pengawas diawali dengan berdialog dengan guru yang disupervisi untuk menentukan langkah perbaikan dari kekurangan dan kelemahan yang dialami guru selama proses supervisi.

Hasil diskusi tersebut dituangkan dalam bentuk laporan atau catatan hasil supervisi akademik. Catatan ini dibuat untuk menjamin proses supervisi yang berkelanjutan, terarah, dan terprogram. Karena dari catatan tersebut akan dapat ditentukan langkah apa yang perlu dilakukan dalam program supervisi selanjutnya.

Selanjutnya catatan atau laporan tersebut diberikan kepada kepala sekolah, guru dan pihak lain jika diperlukan. Tujuannya adalah agar kepala

sekolah dapat memantau bahkan menindaklanjuti hasil supervisi yang dilakukan oleh pengawas.

Langkah selanjutnya dalam menindaklanjuti hasil supervisi akademik kepada guru adalah dengan penugasan. Penuguasan dari pengawas kepada guru disesuaikan dengan temuan hasil supervisi akademik.29

Dalam melaksanakan tugasnya, pengawas mempersiapkan perencanan yang sistematis dan memberitahukan sebelumnya kepada guru. Pengawas menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada guru, menilai proses yang telah dan sedang dialaksanakan, mengarahkan, membina, dan memberikan solusi bagi masalah yang dihadapi guru. Dengan begitu guru akan memperoleh masukan yang membantu terwujudnya perbaikan dan pengambangan kulitas mengajarnya.

8. Pengawas Pendidikan Sebagai Supervisor Akademik

Pengawas atau supervisor adalah seseorang yang bertugas mensupervisi pendidikan dan pengajaran melalui pemberian bantuan pada guru atau kepala sekolah sehingga mengalami perubahan dan pengembangan ke arah yang lebih baik sejalan dengan tujuan yang ditetapkan.30 Dalam perannya sebagai supervisor akademik pengawas harus mampu meberikan layanan dan bantuan kepada guru-guru dalam rangka meningkatkan kulitas mengajar dan mutu pembelajaran. Pengawas memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai supervisor, artinya bahwa pengawas dengan melakukan penilaian performa guru dalam mengelola proses pembelajaran dan pengajaran melalui peningkatan profesionalisme guru.

29Asyhari, “Efektifitas antara Pelaksanaan Supervisi Akademik oleh Pengawas Mata Pelajaran dibandingkan dengan Pelaksanaan Supervisi Akademik oleh Kepala Sekolah,”

Tesis pada Pasca Sarjana UPI Bandung, t.t. h. 47, (www.academia.edu/4524757/Efektifitas_ ...)

30

Yahya, Supervisi Pendidikan Metamorfosis Kepemimpinan (to help to change), (Padang: UNP Press Padang,2011), h.79

Dalam pelaksanaan supervisi akademik ada beberapa tahap yang harus dilalui oleh pengawas sebagai supervisor akademik. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan supervisi menjadi lebih terarah sehingga hasilnya lebih efektif dan efisien. Tahap pertama adalah dengan menyusun program supervisi akademik yaitu menentukan tujuan, waktu, instrumen supervisi yang akan digunakan. Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan supervisi hendakanya pengawas berkordinasi dengan guru, kepala sekolah, dan pejabat lain yang bersangkutan. Pelaksanaan supervisi akademik dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan, baik secara individu maupun kelompok. Teknik –teknik pelaksanaannya sebagaimana yang telah dijelaskan tentang teknik supervisi akademik. Penilaian dilakukan terhadap kegiatan pengajaran yang dilakukan oleh guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan penilaian terhadap hasil belajar peseta didik. Apabila dalam pelaksanaanya guru menemui kendala, selanjutnya pengawas melakukan tindak lanjut dari temuan tersebut. Setelah kegiatan supervisi selesai, sebaikanya pengawas melakukan dialog dalam suasana kekeluargaan dengan para guru. pengawas dapat memberikan sara-saran, arahan, dan bantuan kepada para guru dalam meningkatkan profesinya melalui pertemuan/pendekatan secara kelompok maupu individu.

Supervisi akademik merupakan pembinaan yang dilakukan agar guru mampu meningkatkan kualitas profesi dan pengajarannya. Pelaksanaan supervisi akademik pengawas dapat diukur berdasarkan kemampuan pengawas dalam melaksanakan supervisi akademi, penggunaan teknik yang tepat, serta tindak lanjut hasil supervisi akademik.

Dokumen terkait