dalam menanggulangi penurunan daya beli masyarakat akibat penanggulangan pandemi COVID-19. Keseluruhan proses kerja terintegrasi ini bertujuan menjaga kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Penugasan di sisi produsen dan konsumen tersebut pada prinsipnya mendukung 3 (tiga) pilar dari Ketahanan Pangan, yaitu:
1. Pilar Ketersediaan
Perum BULOG melaksanakan kebijakan pembelian komoditas pangan pokok dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) melalui kegiatan pengadaan Dalam Negeri (DN). Tujuannya untuk menumbuhkan semangat petani dalam memproduksi tanaman pangan sehingga dapat menjaga kecukupan stok di masyarakat.
Manfaat lain dari pengadaan DN antara lain: (1) sebagai jaminan pasar, bahwa pengadaan DN berfungsi menyerap surplus selama panen; (2) sebagai jaminan harga, bahwa pembelian komoditas yang dilakukan oleh BULOG mampu mengangkat harga produsen selama panen berlangsung (menghindarkan dari harga jatuh pada saat panen); dan (3) menimbulkan multiplier effect dengan mendorong pembangunan pedesaan melalui peningkatan dan perluasan lapangan kerja.
2. Pilar Keterjangkauan
Perum BULOG menyediakan dan menyalurkan komoditas pangan pokok bersubsidi bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah sehingga dapat menjangkau (memperoleh) pangan secara fisik dan ekonomi. Sebagai contoh, misalnya penyaluran KPSH di berbagai wilayah Indonesia dukungan atas pilar keterjangkauan baik secara fisik (beras tersedia di titik penjualan KPSH yang tidak hanya pasar namun juga berbagai titik simpul keramaian masyarakat) maupun ekonomi (harga jual yang terjangkau) dan merupakan program perlindungan sosial untuk masyarakat Indonesia, serta untuk melindungi rumah tangga rawan pangan dari ancaman malnutrisi.
3. Pilar Stabilitas
Perum BULOG menyediakan dan menyalurkan komoditas pangan pokok untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan di tingkat konsumen, serta meningkatkan kesiapan penanggulangan keadaan darurat, bencana, dan rawan pangan dari sisi konsistensi penyediaan pangan oleh Pemerintah melalui pengelolaan stok BULOG dan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
The whole integrated works aims to maintain the welfare of the Indonesian people.
The assignment in the producer and consumer side primarily supports 3 (three) pillars of Food Security, namely:
1. Pillar of Availability
Perum BULOG carries out the policy of purchasing basic food commodities with provisions of Government Purchase Price (HPP) through Domestic Procurement (DN). The aim is to foster the spirit of farmers in producing food crops so that they can maintain sufficient stock in the community.
Other benefits of DN procurement include (1) as a market guarantee; that DN procurement functions to absorb surplus during harvest, (2) as a price guarantee, that commodity purchases made by BULOG is able to raise producer price during the harvest (avoiding falling prices during harvest), and (3) create a multiplier effects by encouraging rural development through increasing and expanding employment.
2. Pillar of Affordability
Perum BULOG provides and distributes subsidized staple food commodities for low-income groups so that they can reach (obtain) food physically and economically. For example, the distribution of KPSH in various regions in Indonesia to support pillar of affordability physically (rice is available at KPSH selling points not only in the market but also at various gathering places) and economically (affordable selling price) and serves as a social protection program to Indonesian people, as well as to protect food insecure household from the threat of malnutrition.
3. Pillar of Stability
Perum BULOG provides and distributes staple food commodities to maintain price and supply stability at the consumer level, as well as increasing preparedness for emergency, disaster, and food insecurity in terms of food supply consistency by the Government through BULOG stock management and Government Food Reserves (CPP).
The tasks flow of Perum BULOG in implementing price stabilization
Berikut ini disajikan alur tugas Perum BULOG dalam melaksanakan stabilisasi harga dan pasokan komoditas pokok nasional.
SATKER ADA DN UNIT OFFICER
Pedagang Trader
SATGAS OP OP UNIT OFFICER Pedagang Eceran/Grosir
Retailers/Wholesalers Pemerintah Daerah Regional Government Produsen
Producer
Konsumen / RTS Consumer / RTS
OP = CPP
Stok Pangan / Food Supply
Penyaluran Pangan Bersubsidi Subsidized Rice
Distribution
Pedagang Dalam Negeri Domestic Procurement
• Stok BULOG / BULOG’s Stock
• CPP
Pengadaan Luar Negeri Overseas Procurement Informasi Harga dan Pasar
Pricing and Market Information Pengamanan Harga Produsen
Producer Price Safety
Stabilisasi Harga Konsumen Consumer Price Stabilization
Kegiatan Komersial
Selain itu, Perum BULOG juga melaksanakan usaha-usaha lain berupa kegiatan Komersial. Berdasarkan cakupan kegiatannya Komersial dibagi menjadi 2 (dua), yaitu: Perdagangan, serta Unit Bisnis dan Anak Perusahaan.
1. Perdagangan
Kegiatan perdagangan komoditas oleh Perum BULOG dilaksanakan bukan semata untuk menghasilkan laba, namun juga mengemban misi mulia dalam kerangka stabilitas harga pangan pokok. Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perusahaan Umum (Perum) BULOG dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional, Perum BULOG ditugaskan untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat konsumen dan produsen untuk jenis pangan pokok beras, jagung, dan kedelai.
and supply of national basic commodities are as follows:
Commercial Activities
In addition, Perum BULOG also carries out other businesses in the form of Commercial Activities. Based on the scope, Commercial Activities are divided into 2 (two), namely: Trading, and Business Unit and Subsidiaries.
1. Trading
The commodity trading activities by Perum BULOG are carried out not only to generate profits, but also carry a noble mission in the framework of staple food prices stability. Based on the Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 48 of 2016 concerning Assignment to Public Company (Perum) BULOG for National Food Security, Perum BULOG is assigned to maintain food availability and food price stabilization at the consumer and producer level for staple food of rice, corn and soybean.
As for other types of staple food, such as sugar, cooking
Sedangkan untuk jenis pangan pokok lainnya seperti gula, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah, cabai, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam, menjadi tugas komersial Perum BULOG. Selain sebagai pelaksanaan penugasan berdasarkan Perpres, perdagangan komoditas komersial yang dilakukan Perum BULOG untuk memenuhi kebutuhan komoditas pangan masyarakat Indonesia dengan kualitas terjamin dan harga yang terjangkau. Hal tersebut sesuai dengan misi Perum BULOG, yakni menjalankan usaha logistik pangan pokok dengan mengutamakan layanan kepada masyarakat dan menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas komoditas pangan pokok.
Di sisi lain, potensi sumber daya komoditas yang dihasilkan oleh daerah, maupun kebutuhan daerah akan komoditas yang harus dipasok dari luar merupakan peluang usaha perdagangan yang dapat dikembangkan di tingkat Kantor Wilayah, Kantor Cabang, maupun Kantor Cabang Pembantu.
Tidak dapat dipungkiri bahwa perdagangan komoditas merupakan aktivitas bisnis dengan daya tarik pasar yang tinggi. Hal ini tergambar dalam banyaknya jumlah pemain dalam bisnis ini. Dalam bisnis perdagangan komoditas, Perum BULOG ikut berperan dalam channel Business to Consumer (B2C) melalui saluran penjualan ritel ke konsumen maupun Business to Business (B2B) melalui saluran penjualan distributor.
oil, wheat flour, shallots, chilies, beef, chicken meat, and chicken eggs, this is the commercial task of Perum BULOG.
In addition to carrying out assignments based on the Presidential Regulation, commercial commodity trading carried out by Perum BULOG is to meet the food commodity needs of the Indonesian people with guaranteed quality and affordable prices. This is in accordance with the mission of Perum BULOG, which is to run a business of staple food logistics by prioritizing services to the society and ensuring the availability, affordability and stability of staple food commodities.
On the other hand, the potential of the commodity resources produced by the region, as well as the regional needs for commodities that must be supplied from the outside is a trading business opportunity that can be developed at the level of Regional Office, Branch Office and Supporting Branch Office.
Commodity trading is an attractive business activity. This is reflected in the large number of players in this business. In the commodity trading business, Perum BULOG also plays a role in the Business to Consumer (B2C) channel through retail sales channels to consumers and Business to Business (B2B) through distributor sales channels.
Untuk mengoptimalkan pelayanan penjualan komoditas komersial kepada masyarakat, Perum BULOG mengembangkan jaringan Penjualan offline dan online.
Jaringan Penjualan offline meliputi outlet binaan Rumah Pangan Kita (RPK), hotel, restoran, katering, Perusahaan/
lembaga/dinas/instansi, pasar rakyat, toko/agen, koperasi/
asosiasi dan ritel modern. Sedangkan jaringan penjualan online meliputi saluran e-marketplace dan e-commerce.
2. Unit Bisnis dan Anak Perusahaan
Dalam rangka pengembangan usaha dan meningkatkan kontribusi margin bagi perusahaan, Perum BULOG membentuk Unit Bisnis dan Anak Perusahaan. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2016, Perusahaan dapat melakukan kerja sama usaha atau patungan (joint venture) dengan badan usaha lain, membentuk anak perusahaan baik melalui mekanisme spin-off, akuisisi maupun merger, serta melakukan penyertaan modal dalam badan usaha lain.
Pembentukan Unit Bisnis (UB) dilakukan guna mendukung proses bisnis inti perusahaan di samping sebagai salah satu upaya peningkatan kinerja perusahaan baik dari sisi operasional maupun keuangan serta merupakan cikal bakal pembentukan anak perusahaan melalui skema spin-off.
Saat ini Perum BULOG memiliki 2 (dua) anak perusahaan, yakni PT Jasa Prima Logistik BULOG (JPLB) yang bergerak di bidang usaha di bidang Freight Forwarding, Warehousing dan Project Shipment, Jasa logistik dan angkutan serta usaha pendukung lainnya; serta PT Gendhis Multi Manis (GMM) yang bergerak di bidang industri gula. Selain itu, Perum BULOG juga memiliki 1 (satu) perusahaan terasosiasi, yaitu PT Mitra BUMDes Nusantara yang berperan sebagai agregator, off-taker, dan pelaksana supervisi operasional untuk BUMDes.
PT GMM dimiliki melalui pengambilalihan hak atas saham.
PT GMM merupakan pabrik gula modern dan efisien dengan kapasitas 4.000 TCD dan 600 ton per hari untuk raw sugar dan serta perencanaan ekspansi kapasitas giling tebu sampai ke 6.000 TCD. Dengan rendemen tebu 7%-8%, produksi gula PT GMM akan mencapai 50.000 ton per tahun.
Terdapat juga 4 (empat) Unit Bisnis (UB) yang dijalankan Perum BULOG, yaitu UB JASTASMA yang bergerak di bidang usaha pemeriksaan kualitas dan pemberantasan hama komoditas pangan dan UB OPASET yang bergerak di bidang optimalisasi aset. Selanjutnya UB Industri bergerak di bidang
To optimize commercial commodity sales services to the public, Perum BULOG develops offline and online sales networks. The offline sales network includes outlets fostered by Rumah Pangan Kita (RPK), hotels, restaurants, catering, companies/institutions/services/agencies, traditional markets, shops/agents, cooperatives/associations and modern retail, while the online sales network includes e-marketplace and e-commerce.
2. Business Unit and Subsidiaries
In favor of business development and increasing the margin contribution for the company, Perum BULOG established Business Units and Subsidiaries. As stipulated in the Government Regulation Number 7 of 2003 as lastly amended by Government Regulation Number 13 of 2016, the Company can conduct joint ventures with other business entities, establish Subsidiaries, both through the mechanism of spin-offs, acquisitions and merger, or equity participation in other business entities.
The establishment of Business Unit (UB) is to support the Company’s main business process as well as to increase the company’s performance both from the operational and financial perspective and is the forerunner to the formation of a subsidiary through a spin-off scheme. Currently Perum BULOG has 2 (two) subsidiaries, namely: PT Jasa Prima Logistik BULOG (JPLB), which engage in the Freight Forwarding, Warehousing and Project Shipment, logistic services and transportation as well as other supporting businesses, and PT Gendhis Multi Manis (GMM), which engage in the sugar industry. In addition, Perum BULOG has 1 (one) associated company, namely PT Mitra BUMDes Nusantara which serves as an aggregator, off-taker, and implementer of operational supervision for BUMDes.
PT GMM is owned through the acquisition of shares rights.
PT GMM is a modern and efficient sugar factory with capacity of 4,000 TCD and 600 tons per day for raw sugar and planned expansion of sugarcane milling capacity up to 6,000 TCD.
With sugarcane yield of 7%-8%, PT GMM's sugar production reaches 50,000 tons per year.
There are also 4 (four) Business Units (UB) run by Perum BULOG, namely UB JASTASMA which is engaged in quality inspection and eradication of food commodity pests and UB OPASET which is engaged in asset optimization.
Furthermore, UB Industri is engaged in the production
produksi dan perdagangan pangan hasil industri serta Jasa Pengolahan, Pengeringan dan Pengemasan hasil pangan.
Kemudian UB BULOG Sentra Niaga bergerak di bidang perdagangan produk dan jasa layanan pergudangan.
and trade of industrial food products as well as Processing, Drying and Packaging Services of food products. And UB BULOG Sentra Niaga is engaged in products trading and warehousing services.
Perum BULOG Direktorat Bisnis Business Directorate
Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi
Subsidiaries and Associate Company Unit Bisnis
Business Units
• PT Jasa Prima Logistik BULOG (Kepemilikan Saham/Ownership 95%)
• PT Gendhis Multi Manis
(Kepemilikan Saham/Ownership 70%)
• PT Mitra BUMDes Nusantara (Kepemilikan Saham/Ownership 30%)
• Unit Bisnis Opaset
(Management Aset dan Optimalisasi Pendayagunaan Aset/Asset Management & Optimization)
• Unit Bisnis Jastasma
(Jasa Pemeriksaan Kualitas, Pemberantasan Hama Komoditas Pangan dan Pest Control/Quality Inspection, Pest Eradication & Control)
• Unit Bisnis Industri
(Produk dan Perdagangan Hasil Pangan serta Jasa Pengolahan, Pengeringan dan pengemasan Hasil Pangan/Production and Trade, Processing, Drying and Packaging of Food Product)
• Unit Bisnis BULOG Sentra Niaga
(Perdagangan Produk dan Jasa Pelayanan Pergudangan/Product Trading and Warehousing Services)