BAB V ANALISA DATA
5.2. Produktivitas Kerja Pegawai
Produktivitas kerja pegawai adalah kemampuan pegawai untuk menghasilkan barang atau jasa yang dilandasi kualitas dan sikap mental pegawai agar tujuan organisasi tercapai.
Produktivitas kerja pegawai diukur melalui 12 indikator yang tercakup dalam kemampuan (2 indikator), hasil kerja (2 indikator), meningkatkan hasil yang dicapai (2 indikator), semangat kerja (2 indikator), pengembangan diri (2 indikator), dan mutu (2 indikator). Produktivitas Kerja Pegwai di Kantor Badan Pusat Statistik Kota Medan cukup baik atau dinilai pada kategori sedang yang diperoleh dari jawaban responden pada tabel 19.
Jika dilihat dari kemampuan yang dimiliki pegawai pada Kantor Badan Pusat Statistik Kota Medan bisa dikatakan cukup baik. Karena mayoritas responden sebanyak 32 orang atau 89,19% menyatakan setuju bahwa bidang pekerjaan yang digeluti saat ini sesuai dengan keahlian mereka. Namun, perlu diperhatikan oleh atasan bahwa sebanyak 1 orang atau 2,70% menyatakan kurang setuju dan 1 orang atau 2,70% menyatakan tidak setuju bahwa bidang pekerjaan yang digeluti sesuai dengan keahlian mereka. Kemampuan melaksanakan suatu pekerjaan tentu didasari oleh keahlian yang mereka miliki. Jika keahlian tidak
diembankan kepada mereka. Hal ini terkait dengan pertanyaan mengenai frekuensi mengeluh saat diberikan tugas yang sulit oleh atasan. Keluhan biasanya terjadi ketika individu merasa tidak mampu mengerjakan tugas yang diberikan oleh instansi, baik secara fisik dan terkhusus secara mental dan kreativitas. Mayoritas responden sebanyak 17 orang atau 45,95% menyatakan setuju untuk tidak mengeluh dan sebanyak 16 orang atau 43,24% pegawai Kantor Badan Pusat Statistik Kota Medan menyatakan kurang setuju apabila mengeluh ketika diberikan tugas yang sulit oleh atasan.
Hasil kerja diperoleh ketika rangkaian pekerjaan menunjukkan progress yang diharapkan, baik itu secara efektifitas dan efisiensinya. Hasil kerja yang baik adalah pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan target yang diberikan instansi. Berdasarkan jawaban dari mayoritas responden sebanyak 31 orang atau 83,78% menyatakan bahwa pegawai setuju menyelesaikan pekerjaannya tepat pada waktunya. Sebanyak 6 orang atau 16,22% menyatakan bahwa pegawai kurang setuju untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Pekerjaan yang terbengkalai menunjukkan tren negatif dalam hal produktivitas pegawai. Meskipun demikian, mayoritas responden sebanyak 32 orang atau 86,49% menyatakan bahwa pegawai setuju dimana hasil pekerjaan mereka sesuai dengan dengan keinginan organisasi. Hasil pekerjaan dalam hal ini merujuk pada target pencapaian atau produk yang dihasilkan oleh pegawai.
Dari segi meningkatkan hasil yang dicapai, peneliti melihat apakah para pegawai berusaha untuk meningkatkan hasil yang dicapai. Hasil merupakan salah satu yang dapat dirasakan baik oleh yang mengerjakan maupun yang menikmati
menghasilkan tetapi instansi juga akan merasa puas terhadap pegawai yang menghasilkannya. Disini peneliti membuat dua petanyaan untuk indikator ini yaitu apakah pegawai menerima beban kerja yang lebih banyak sejak awal bekerja hingga saat penelitian ini dilakukan serta pertanyaan tentang apakah pegawai pernah mengulang kembali pekerjaan yang telah diselesaikan karena hasil kerja dinilai masih memiliki kesalahan. Dari jawaban mayoritas responden sebanyak 19 orang atau 51,35% menyatakan kurang setuju dengan menerima beban kerja yang lebih banyak sejak awal penempatan jabatan hingga saat ini. Menerima beban kerja yang lebih banyak menunjukkan adanya produktivitas yang tinggi yang mampu menarik perhatian dan kepercayaan dari atasan untuk memberikan kepada pegawai yang bersangkutan tanggung jawab lebih dan sebanyak 13 orang atau 35,14% setuju dengan menerima beban kerja yang lebih banyak sejak awal penempatan. Hasil penelitian untuk pertanyaan ini berkaitan erat dengan pertanyaan berikutnya yaitu tentang mengulang kembali pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan karena dinilai masih memiliki kesalahan. Mayoritas responden sebanyak 25 orang atau 67,57% menyatakan setuju untuk mengulang kembali pekerjaan yang telah selesai. Mengulang pekerjaan adalah suatu inisiatif yang baik karena mampu mendapatkan hasil yang lebih baik, akan tetapi jika terjadi secara berulang-ulang maka akan berpengaruh pada pekerjaan yang lain.
Semangat kerja merupakan usaha untuk lebih baik hari ini dari hari kemarin. Indikator ini dapat dilihat dari etos kerja dan hasil yang dicapai dalam satu hari kemudian dibandingkan dengan hasil yang dicapai pada hari sebelumnya. Instansi akan mencapai sasaran dengan baik jika pegawainya
kekuatan kepada pegawai untuk melakukan dan menghasilkan sesuatu dengan baik. Dilihat dari data yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa pegawai pada Kantor Badan Pusat Statistik Kota Medan dalam bekerja cukup bersemangat. Hal ini terlihat dari jawaban responden sebanyak 35 orang atau 94,6% menyatakan setuju untuk semangat dalam meningkatkan kinerja esok hari dan sebanyak 29 orang atau 78,38% menyatakan senang dalam melakukan pekerjaan mereka.
Pengembangan diri adalah salah satu indikator produktivitas kerja yang menekankan kepada perihal meningkatkan kemampuan yang telah dikuasai. Pengembangan diri dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan harapan terhadap apa yang akan dihadapi dalam dunia pekerjaan. Mayoritas responden sebanyak 17 orang atau 45,96% kurang setuju untuk mengambil keputusan yang berat diantaranya keputusan yang mengandung resiko dan tantangan. Hal ini dipengaruhi oleh institusi yang telah diatur secara sistematis yang mengecilkan kemungkinan pegawai mampu mengembangkan diri dengan baik.
Dari segi mutu, peneliti mencoba melihat apakah pegawai selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kerjanya, apakah lebih baik daripada yang telah lalu. Mutu merupakan hasil pekerjaan yang dapat menunjukkan kualitas kerja seorang pegawai. Disini peneliti membuat beberapa pertanyaan untuk mengukur mutu kerja yang dihasilkan pegawai. Terlihat dari data yang telah dikumpulkan bahwa mutu kerja pegawai pada Kantor Badan Pusat Statistik Kota Medan tergolong cukup baik. Hal ini terlihat dari jawaban yang diberikan responden terhadap pertanyaan tentang hasil pekerjaan yang memuaskan semua pihak, sebanyak 29
semua pihak. Sebanyak 24 orang (64,86%) menyatakan setuju pegawai mendapatkan pujian atau penghargaan atas kualitas kerja yang memuaskan.
5.3. Pengaruh Profesionalisme Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai