DESKRIPSI LOKASI DAN INTERPRETASI DATA
3. Batu Pemenggalan kepala
4.3 Profil Informan
Informan merupakan subjek yang memahami permasalahan peneliti sebagai pelaku maupun orang yang memahami permasalahan penelitian. Informan adalah orang yang akan diwawancarai, diminta informasi oleh pewawancara (Bungin, 2007). Informan merupakan salah satu kunci bagi peneliti untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam penelitian.
Informan I
Nama : Alber Siallagan Usia : 60 Tahun
Jenis kelamin : laki-laki
56 Pekerjaan : Wiraswasta / Pengelola
Informan A. Siallagan ini merupakan salah satu dari pengelola yang bekerja di objek wisata Siallagan. Beliau juga dulunya seorang petani yang sukses saat muda, karena di umur yang tua beliau sudah tidak sanggup untuk bertani seperti dulu. Beliau juga asli dari huta Siallagan ini yang merupakan putra daerah. Beliau juga untuk memenuhi kebutuhannya dari pertanian dan menjaga objek desa wisata Siallagan sendiri, karena ladang atau hasil sawah beliau sudah disewakan sebagian karna tidak ada yang mampu mengelolanya. Anaknya juga tidak berada di kampung semua,sebagian ada yang pergi merantau dan nikah tinggal di luar kota.
Sehingga beliau bersama istri dan anak paling kecil mengawani dirumah. Kegiatan sehari-hari hanya menjaga huta Siallagan tersebut dari pagi sampai ke malam saat wisatawaan datang, beliau lah sebagai pemandunya.
Beliau juga mengatakann masyarakats Siallagan ini sangat memiliki solidaritas yang tinngi dalam hal kegiatan apapun, baik dalam hal bidang sosial, perkumpulan, STM, dan lain-lain semua bisa diandalkan untuk bekerja atau bergotong royong. Dalam hal pengembangan huta Siallagan ini juga berpartisipasi kuat, agar wisata mereka sangat terkenal dan ramai dikunjungi.
Pandemi ini juga salah satu menurunnya angka wisatawan yang datang ke lokasi. Mulai dari wisatawan dari luar negeri sampai dalam negeri tidak ada yang berkunjung, karena adanya aturan dari pemerintah mengenai Pembatasan kegiatan
57
mikro diseluruh indonesia. Oleh karena itu beliau sangat sedih akibat menurunnya pengunjung yang datang sehingga pendapatan yang menurun juga.
Gambar 8. Bapak Alber Siallagan
Informan II Nama : Lambok Sihaloho
Jenis kelamin : laki-laki
Umur : 38 tahun
Pekerjaan : petani
Informan lambok sihaloho merupakan seorang petani yang ada di daerah Siallagan. Pekerjaanya yang keladang tiap harinya untuk memenuhi kebutuhan
58
sehai-hari bersama sang istri dan anak juga. Beliau juga pendatang dari kabupaten sebelah yang menikah dengan seorang wanita di Siallagan itu, sehingga mereka sudah menetap di sialllagan. Mereka tinggal di Siallagan sudah 15 tahun.
Beliau juga memberikan tanggapan dalam pengembangan wisata sialagan, dia juga bersemangat dalam kegiatan yang dilakukan pemerintah setempat atau pun pengelola di objek wisata sialllagan. Mulai dari penyambutan tamu, acara adat, acara suka cita,acara duka cita tetap berkontribusi. Menurut beliau juga nilai nilai atau modal sosial yang ada di Siallagan ini masih kuat dalam hal kegiatan apapun, sehingga dalam pengembangan wisata perlu juga dilakukan agar tamu yang juga tidak sembarangan melakukan hal-hal yang tidak diingkan. Dengan kuatnya modal sosial di Siallagan tamu yang datang pun akan semakin sopan dan taat aturan juga.
Semua berkontribusi dalam pengembangan wisata tersebut, jika pengunjung yang datang akan disuguhkan dengan hasil pertanian beliau tuturnya, sehingga hsil pertanian bisa dijual ke wisatawan yang datang dan menikmatinya.
Seperti hasil dari pertanian yang bisa dijual dilokasi seperti buah-buahan, sayur mayur dan lain-lain yang masih segar dari alam sekitar. Beliau mengatakan itulah salah satu kontribusinya sebagai masyarakat petani dalam memajukan wisata dengan memberikan atau menjual hasil pertanian mereka juga.
59
Gambar 9. Bapak Lambok Haloho
Informan III Nama : Odor sinaga
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 51 tahun
Pekerjaan : wiraswasta
Odor br Sinaga ini merupakan informan yang berasal dari kabupaten toba samosir, yang dimana beliau sudah menikah dengan lelaki yang tinggal di Siallagan itu sekitar 20 tahun. Menurut beliau pekerjaan selalu tidak menetap mulai bertani, berdagang makanan, maupun ibu rumah tangga ketika keluar kota
60
bersama suaminya. Tetapi sehari hari yang beliau lebih sering bertani dan berdagang disekitar wisata Siallagan. Jenis dagangan yang selalu dijual seperti sarapan pagi dan minuman yang buka pada pagi hari dan sore hari hari. Setelah tutup dari pagi hari, beliau melanjut ke sawah atau keladang untuk bertani kembali sampai sore. Semua itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga dimasa pandemi saat ini.
Beliau juga mengatakan bahwa memiliki usaha dagang disekitar wisata sangat menguntungkan, ketika ramai pengunjung beliau selalu menyiapkan makanan lokal atau khas dari batak toba untuk makan siang nantinya. Beliau harus mempersiapkan nya sebelum hari penyambutan tamu, selalu ada komunikasi yang baik dengan pihak pengelola danpemerintah desa tersebut. Kekompakan atau solidaritas masyarakat sangat baik sekali, sehingga komunikasi sangat terjalin satu sama lain yang berkontirbusi untuk memajukan wisata Siallagan.
Pandemi yang melanda saat ini dagangan beliau sangat sepi pengunjung, pendapatan yang menurun juga. Berbeda dengan sebelum pandemi yang sangat ramai pengunjung, oleh karena itu beliau siang harinya pergi bertani untuk mengisi waktu yang kosong. Menurut beliau juga kita hanya bisa berdoa supaya andemi ini berakhir dan kegiatan berjalan dengan normal.
Informan IV Nama : Amoi
61 lubis
Jenis kelamin : Perempuan Umur : 37 tahun
Pekerjaan : pekerja buruh
Amoi br lubis informan merupakan salah satu pekerja buruh yang dari kabupaten asahan yang merantau ke samosir dari tahun 2010. Sistem kerjanya yang selalu berpindah pindah untuk setiap harinya bersama tokeh-tokeh di bidang pertanian dan dibayar sistem upah perhari. Beliau juga sangat senang tinggal di Siallagan, karena masyarakatnya yang ramah, bergaul saat ada perkumpulan. , mulai dari acara adat, penyambutan tamu wisata Siallagan beliau juga ikut berpartisiapasi.
Salah satu partisipasinya mengikuti acara-acara yang dilakukan oleh masyarakat Siallagan. Meskipun dia sebagai pendatang, tetapi dia tetap berpartisipasi.pekerjaan yang tidak menetap juga yang membuatnya untuk selalu bersama dengan masyarakt lainnya.
Menurut beliau juga dengan adanya wisata di Siallagan menjadikan dia lebih dekat dengan warga yang lainnya, karena dalam kegiatan penyambutan tamu beliau selalu di panggil sebagai penari, penerima tamu juga. Dia berharap kekompakan dan nilai nilai yang dipegang masyarakat selalu kuat supaya budaya yang dari luar tidak mudah berbaur dengan budaya lokal. Banyaknya pengunjung dari beberapa latar
62
belakang yang berbeda yang dapat berbaur dengan budaya lokal menurutnya, sehingga budaya masyarakat Siallagan tidak berubah.
Informan V
Nama : Hosdi br Siallagan
Jenis kelamin : perempuan
Umur : 48 tahun
Pekerjaan : pedagang
Informan Hosdi br Siallagan ini merupakan salah satu pedagang di sekitar wisata Siallagan. Dagangan seperti pakaian, seni ukir, atau benda-benda peninggalan dahulu kala. Ibu ini merupakan salah satu asli keturunan dari Siallagan yang mulai sejak kecil sudah ada dikampung. Dengan adanya wisata di Siallagan beliau berniat dulunya membuka usaha dagang untuk menambah penghasilannya sebagai ibu rumah tangga.
Beliau juga mengatakan bahwa salah satu cara untuk mengembangkan wisata Siallagan ini harus bekerja sama pedagang dengan pihak pengelola supaya setiap wisatawan yang berkunjung dapat membeli dagangan mereka sebagai oleh-oleh khas Siallagan. Peran beliau dalam mengembangkan wisata tersebut sudah banyak, mulai dari pembuatan oleh-oleh khas daerah samosir hingga ikut dalam kegiatan yang
63
dilakukan oleh pihak pengelola. Beliau juga mengatakan semoga kekompakan masyarakat dalam kegiatan apapun tidak akan runtuh, semangat gotong royong masih sangat dibutuhkan dalam memajukan wisata.
Masa pandemi saat ini sangat merugikan pihak pedagang yang sepi pengunjung, tidak ada penghasilan dari dagangan. Banyak yang berhenti sebagai pedagang karena mengalami kebangkrutan di masa pandemi ini. Tetpai beliau juga berterimakasih kepada pemerintah pusat terutama kepada Presiden RI bapak Jokowi yang telah membantu pembangunan ruko-ruko disekitar wisata, ini sangat membantu dimasa pandemi ini. Ruko-ruko yang lama di perbaiki kembali dengan yang model yang baru, yang sudah mulai rampung pengerjaannya.
Informan VI
Nama : Lumoing E. Siallagan
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 41 Tahun
Pekerjaan : Honorer
Informan L. Sialagan merupakan salah satu tenaga honor daerah yang bekerja di kantor kepala desa Siallagan. Kegiatan sehari harinya mulai dari pagi sampe sore hanya di kantor untuk membantu mengurus administrasi. Beliau menjabat sebagai
64
honorer di pemerintahan desa sudah 15 tahun, sebelum jadi honorer beliau dulunya sebagai lajang dan sebagai ibu rumah tangga.
Beliau juga mengatakan penghasilannya digunakan untuk kebutuhan keluargannya, tambahannya dari suami yang bekerja sebagai petani dan sesekali menjaga objek wisata Siallagan. Penghasilan dari honorer tidaklah besar seperti gaji pegawai lainnya, karena tenaga honorer memang sudah diatur gajinya oleh kepala desa. Penghasilan dari hononer juga masih kurang dalam menghidupi keluarganya seperti anak-anak yang masih sekolah paling besar sudah SMA. Bantuan dana dari suami juga untuk mememuhi kebutuhan keluarganya.
Beliau juga mengatakan wisata Siallagan dapat mempererat hubungan mereka di kampung itu. Mulai dari kegiatan keagaman, adat, maupun acara lainnya yang membutuhkan massa. Beliau juga salut dalam solidaritas masyarakat Siallagan yang sangat kuat sehingga banyak rasa ingin tolong menolong dan tidak memandang keluarga lainnya. Komunikasi yang terjalin dengan pengelola dan pemerintah sudah baikdan harus ditingkatkan lagi.
Informan VII
Nama : Renni Sialagan
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 49 tahun
65 Pekerjaan : ibu rumah tangga
Renni Siallagan merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di dekat pintu masuk objek wisata Siallagan. Kegiatan yang sehari harinya yang hanya membantu keluarga di rumah dan mengurus anak-anak. Untuk memenuhi kebutuhannya mereka tetap bekerja dengan cara membuka usaha dagangan dan penginapan homestay di dekat objek wisata. Dulu penghasilan dari penginapan yang dilaksanakn sebelum pandemi sangat membawa keuntungan yang besar, karena banyak tamu yang dari luar kota yang ingin bermalam di Siallagan. Penginapan yang disewakan pun selalu penuh dan mencari lokasi lain untuk menampung para tamu yang datang.
Beliau mengatakan dari hal yang dialkukannya itu merupakan suatu cara pengembangan untuk memajukan desa wisata Siallagan, mulai dari memberikan kenyamanan, kesejukan,bagi pengunjung yang datang dan tidak menyesal untuk datang lagi. Semuanya tetap berkoordinasi satu dengan lainnya untuk memajukan wisata Siallagan.
Semua berubah saat pandemi covid 19 melanda sebagian besar negara, seperti indonesia di kabupaten samosir juga. Kegiatan apapun yang mengundang kerumuman terpaksa ditutup sementara, yang menjadi salah satu aturan pemerintah saat ini. Mulai dari penginapan yang kosong akan pengunjung, wisatawan dari luar negeri, dalam negeri yang berkunjung ke Sialagan dibatasi dan ditutu sementara.
66 Informan VIII
Nama : Kerry Siallagan
Jenis Kelamin : laki-laki
Umur : 27 tahun
Pekerjaan : Wiraswasta
Informan K. Siallagan ini merupakan pekerja buruh yang ada di Siallagan.
Saat ini beliau sedang bekerja sebagai buruh di pembangunan wisata Siallagan atau pekerja harian. Beliau yang masih lajang sampai saat ini, dia bekerja untuk dirinya sendiri dan sedikit memberikan kepada orang tuanya. Dalam renovasi wisata Siallagan ini beliau dipanggil untuk membantu dalam hal memberikan ide ide ataupun arsitek yang sesuai dengan adat toba, mulai dari ukiran, warna, mapun corak lainnya.karena pekerja yang sebagiannya diambil dari pulau jawa.
Beliau juga yang ingin mengembangkan wisata Siallagan ini muali dari bangunan itu sendiri, karena sesuai pekerjaannya yang membantu dalam pengerjaannya. Menurut beliau juga nilai nilai, budaya yang sejak dulu kala itu tidak boleh hilang meskipun bangunannya telah direnovasi. Jangan pernah mengubah sedikit pun yang ada pada awal dibongkar, karena dari situ dapat dilihat bagaimana cara mempertahankan nilai nilai atau adat istiadat yang berlaku di Siallagan. Sangat dibutuhkan jiwa-jiwa muda yang masih mencintai budayanya sendiri meskipun
67
zaman tetap berubah. Beliau juga selalu berkoordianasi dengan pihak pengelolanya supaya tetap diberi arahan dalam mempertahankan arsitek-arsitek awalnya.
Informan IX
Nama : Ir. Gading Jansen Siallagan
Jenis kelamin : laki- laki
Umur : 65 Tahun
Pekejaan : pengusaha/pemilik Destinasi Wisata huta Siallagan
Informan bapak G. Siallagan ini merupakan pemilik atau pengusaha destinasi wisata Siallagan, beliau juga merupakan keturunan dari raja-raja yang pernah menduduki di huta Siallagan. Kegiatan sehari-harinya yang menjaga atau mengontrol destinasi wisata Siallagan mulai dari kegiatan acara besar, penyambutan tamu besar, rombongan pemerintah, dan lain-lain.
Dedikasi beliau dalam pengembangan wisata Siallagan sangat besar, semua gerakan atau tindakannya selal didukung oleh masyarakat demi memajukan wisata.
Banyak pendapat-pendapat yang dia berikan dalam wisata tersebut seperti selalu menanamkan nilai-nilai, norma-norma, maupun kearifan lokal Siallagan. Bagi pengunjung juga harus menghormati nilai-nilai, kepercayaan, maupun norma atau yang sering disebut modal sosial yang ada pada masyarakat. Beliau juga mengatakan
68
kearifan lokal yang sangat kental dapat membuat pengunjung merasa nyaman ketika berkunjung.
Beliau juga menekankan kepada masyarakat agar mematuhi juga nilai-nilai,norma yang berlaku dalam berkegiatan. Mulai dari pedagang, penginapan, dan lain-lain harus ada ketentuan dalam berdagang yang tidak sesuka hati dalam menentukan harga. Semua harus bermusyawarah dalam melakukan sesuatu, supaya pengunjung yang datang pun tidak kecewa denganharga yang bervariatif contohnya.
Dalam penyambutan tamu juga beliau menekankan agar acaranya dipakai dengan budaya lokal itu sendiri, bagi yang melanggarnya akan mendapat teguran.
Acara penyambutan terbesar yang dilakukannya pada saat bapak Presiden Jokowi berkunjung ke huta Siallagan untuk kunnjungan kerja, beliau sangat bangga kedatangan presiden. Bapak presiden disambut dengan budaya lokal, kearifan lokal yang sangat kuat membuat presiden kagum akan sejuknya huta Siallagan. Beliau juga berterimakasih kepada presiden yang telah membantu merenovasi kembali destinasi huta Siallagan.
69
Gambar 10. Bapak Gading Siallagan