• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profil Informan

Dalam dokumen KONSEP DIRI PEREMPUAN PECINTA FILM ANIME (Halaman 56-59)

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian .1 Proses Penelitian

4.1.2 Profil Informan

Gambaran secara umum untuk kelima informan dalam penelitian ini adalah informan terdiri dari usia 20 sampai 31 tahun. Masing-masing dari informan sudah mengikuti anime dari kecil, walaupun awalnya masih mengenal anime dengan kata kartun. Sampai sekarang pun informan masih mengikuti perkembangan dari judul-judul anime yang terbaru. Bedanya sekarang mengaksesnya lebih mudah karena sudah ada internet. Selain koleksi film anime, informan pun mempunyai hobi lain seperti koleksi manga, mengikuti kegiatan Cosplay, bahkan mengikuti perlombaan seiyu.

Informan 1

Khairunnisa atau yang biasa dipanggil Nisa ini adalah seorang mahasiswi Sastra Inggris di Universitas Harapan. Informan sudah menonton anime sejak usia 8 tahun. Saat itu ia sedang duduk di kelas 2 SD dan sering menonton serial anime yang ditayangkanr oleh stasiun televisi dalam negeri. Tapi saat itu Nisa mengetahui serial itu dengan nama kartun, bukan anime. Dia juga baru mengetahui anime dan kartun itu berbeda saat ia duduk di bangku SMP.

Perempuan yang berusia 21 tahun ini tetap mengikuti serial-serial anime baik yang ditayangkan di televisi maupun yang ia unduh sendiri dari internet. Nisa juga mempunyai banyak koleksi serial anime yang ia simpan di dalam laptopnya.

Tidak hanya senang mengoleksi anime, Nisa juga mengoleksi manga, beberapa merchandise anime dan juga baju yang bergambar khas dari anime favoritnya.

Nisa juga sering menghadiri acara-acara kebudayaan jepang seperti bunkasai, hinode dan akihabara. Tidak sekedar menghadiri, Nisa juga sering mengikuti perlombaan seiyu yang diadakan di acara-acara bertemakan Jepang tersebut. Seiyu merupakan sebuah perlombaan pengisi suara karakter dalam anime. Ia sering menjuarai lomba seiyu ini. Nisa merupakan anak pertama dari 2 bersaudara dan tinggal bersama keluarganya di Jalan Sei Belutu Gg. Bilal, Setia Budi Medan.

Informan 2

Sudah hampir delapan tahun Jovita Lin atau yang akrab disapa Jovita mengikuti kegiatan Cosplay. Sejak masuk SMA dia sudah sering mengikuti Cosplay dan sering mengikuti perlombaan Cosplay di Kota Medan. Jovita merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Bermula saat Jovita duduk di kelas 6 SD, ia menonton anime Naruto dan mulai suka nonton anime serta mulai mengikuti serial-serial anime lain. Tidak hanya mengikuti serial-serial anime yang di tayangkan di televisi. Ia juga mengoleksi manga dan sering menghabiskan waktu untuk membaca kelanjutan dari seri manga yang ia minati.

Jovita sekarang berusia 23 tahun dan masih sering mengikuti serial anime terbaru yang ia minati. Tidak hanya menonton serial anime, mengikuti perlombaan Cosplay juga sering ia lakukan. Saat Cosplay, Jovita sering menjadi karakter laki-laki dalam sebuah serial anime. Banyak yang berpikir kalau Jovita adalah seorang laki-laki tulen dalam kostum yang ia kenakan. Ia juga sering menjuarai lomba Cosplay yang ia ikuti. Dari hasil itu ia juga sering membeli merchandise anime, action figure bahkan sampai membeli kostum yang ia kenakan untuk Cosplay. Saat ini ia sedang kuliah di ITMI jurusan Sastra Inggris dan ia juga tergabung dalam komunitas Cosplay Medan.

Informan 3

Nadia Cristie Nugroho atau yang akrab disapa Nadia ini dulunya seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi USU yang sekarang sudah menyelesaikan kuliahnya dan sedang bekerja di PT. Wilmar Consultancy Services. Nadia sudah menjadi seorang yang menyukai serial anime sejak kecil. Sewaktu kecil ia sudah mengikuti serial anime Pokemon dan Digimon. Tapi waktu itu ia meyakini bahwa serial yang ia ikuti adalah serial kartun, bukan anime. Ia mengetahui bahwa serial itu adalah serial anime sejak ia masuk SMP kelas 3.

Tidak hanya menonton dan mengoleksi serial anime, Nadia juga mengoleksi action figure, merchandise, manga bahkan ia juga mengikuti kegiatan Cosplay dan juga tergabung dalam komunitas Cosplay Medan. Nadia yang sudah berusia 22 tahun ini masih sering mengikuti serial anime, bahkan saat jam istirahat kerja ia menyempatkan diri untuk menonton beberapa episode serial anime yang ia ikuti. Nadia anak pertama dari 2 orang bersaudara. Ia juga terlahir dalam keluarga yang cukup berada yang bertempat tinggal di Perumahan Taman Setia Budi Indah Medan.

Informan 4

Seorang Cosplayer berusia 20 tahun yang sering disapa aika ini bernama Tika Aprilia. Seorang mahasiswi Sastra Inggris USU yang sangat menyukai serial anime sejak ia berumur 7 tahun. Sama seperti informan lainnya, saat itu Tika masih mengetahui serial yang sering ia tonton di televisi waktu kecil itu adalah kartun. Saat ia masuk SMP dan sudah mengerti cara menggunakan internet, ia baru mengetahui kalau serial yang telah lama ia ikuti adalah anime.

Tika merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia memiliki abang yang juga menyukai anime dan adik yang selalu senang melihatnya berpakaian sebagai Cosplay. Salah satu alasan Tika mengikuti kegiatan Cosplay adalah karena dia sangat suka dengan serial anime Sailoor Moon. Terkadang ia juga menjahit sendiri aksesoris-aksesoris yang diperlukan untuk melengkapi kostumnya seperti bando, rok, bahkan baju yang ia jahit sendiri. Selain serial anime, ia juga mengoleksi berbagai seri manga, action figure, merchandise bahkan baju-baju bertemakan anime. Hidup dalam keluarga yang religius tidak membuatnya takut untuk mengikuti Cosplay. Ia tetap berkontribusi dalam Cosplay tapi tidak menyalahi aturan agamanya sendiri.

Informan 5

Sherry Miyano adalah sebutannya saat menjadi karakter dalam sebuah event Cosplay. Bernama asli Suci Maghfira, dia adalah seorang Cosplayer yang sudah sangat profesional di Medan. Suci sudah sering diundang untuk hadir dalam event bertemakan Jepang dalam kancah nasional. Suci mengaku bahwa ia sudah sangat lama menyukai Cosplay, sejak ia masuk SMA dia sudah mulai sering berpartisipasi dalam kegiatan Cosplay. Semua didasari karena ia sangat menyukai anime. Saat kecil Suci harus tinggal beberapa tahun di Jepang bersama orang tuanya. Saat itu ayah Suci akan menyelesaikan studinya. Suci pun bersekolah sampai kelas 3 SD di Jepang. Dari situ budaya jepang sudah melekat dalam hidupnya. Mulai dari anime, manga, yukata bahkan Cosplay sudah disukai oleh Suci.

Sampai sekarang Suci masih sering mengikuti serial-serial anime terbaru.

Bahkan ia banyak memiliki koleksi anime yang ia simpan dulu dalam VCD, DVD dan sekarang sudah ke dalam bentuk file video yang bisa di simpan dalam harddisk komputernya. Ia bahkan masih sering mengikuti kegiatan Cosplay dan masih suka menghadiri acara-acara bertemakan Jepang yang ada di Indonesia. Ia tidak peduli akan usianya yang sudah 31 tahun, sudah menikah dan sudah memiliki anak untuk datang dan berpartisipasi dalam acara bertemakan Jepang.

Bahkan ia juga pernah mendandani anaknya dan membawanya ke acara bertemakan Jepang. Jadilah ibu dan anak yang sedang menjadi karakter Cosplay.

Tidak hanya itu, ia juga mengaku bahwa koleksi manga-nya sudah sampai satu lemari lebih. Ia bertempat tingaal di Perumahan Bumi Asri Blok E no.169 Helvetia Medan.

4.1.3 Hasil Wawancara

Khairunnisa atau yang biasa dipanggil Nisa adalah seorang mahasiswi yang sangat menyukai anime. Informan sudah mengikuti anime sejak umur 8 tahun. Saat itu ia sudah menonton anime yang sering ditayangkan dalam program televisi anak-anak. Dari keseringannya informan menonton anime, informan akhirnya tetap terus mengikuti anime sampai sekarang. Berawal dari serial-serial anime yang hanya tayang seminggu sekali dan harus menunggu minggu berikutnya untuk mengetahui kelanjutan dari episode yang informan tonton.

“Dari kelas 2 SD sudah suka nonton film anime, tapi dulu mungkin belum tahu ya kalo namanya tu anime. Taunya cuma ya nonton kartun biasa yang sering main di TV. Contohnya kayak inuyasha, detective conan pokoknya yang sering tayang di tv la dulu. Dan itu rutin dari kelas 2 SD sampek sekarang malah.”

Informan menyukai anime karena gambar, cerita dan pengisi suaranya yang bagus. Dalam hal ini, informan lebih menyukai pengisi-pengisi suara yang ada di serial anime. Informan sangat suka dengan pengisi suara karena pengisi suara dalam anime sangat bagus mendalami karakter yang diperankan. Totalitas dalam mengisi suara karakter yang ada itulah yang membuat informan sering mencoba di rumah untuk mengisi suara beberapa karakter. Alhasil informan sering mengikuti dan memenangkan perlombaan seiyu atau pengisi suara.

“Ya saya suka anime, pertama tu dari gambarnya bagus-bagus, kedua ceritanya juga bagus gak macam cerita-cerita biasa di film-film, ketiga tu karena pengisi suaranya. Kalau karakter sedih ya pengisi suaranya sedih, nangis, teriak semangat. Dalam kali laa intinya yang mau disampaikan.

Totalitas pokoknya.”

Beberapa anime yang memiliki 12 episode dalam satu seri. Terkadang ada juga yang memiliki 24 episode dalam satu seri dan terbagi lagi dalam beberapa seri. Jadi jumlah episode dalam serial anime sendiri tidak bisa diperkirakan.

Tergantung rumah produksi dari anime itu sendiri. Bahkan dalam beberapa seri anime ada yang ceritanya tidak sesuai dengan manga. Hal itu disebut dengan anime filler. Jadi episode yang disiapkan bisa saja melebihi target episode awal dalam satu seri anime. Dari pernyataan informan tentang dirinya yang menonton serial anime sampai 3 jam lebih, dapat diketahui bahwa informan sering

Dalam dokumen KONSEP DIRI PEREMPUAN PECINTA FILM ANIME (Halaman 56-59)

Dokumen terkait