• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI DAN INTERPRETASI DATA PENELITIAN

4.3. Profil Informan Masyarakat Kelurahan Polonia

1. Informan pertama

Nama : M. Akbar Tanjung

Umur : 27 Tahun

Suku : Melayu

Agama : Islam

Pekerjaan : Pegawai Swasta

Alamat : Jl. Mangonsidi gang B ( Lingkungan II )

Akbar merupakan warga di Kelurahan Polonia tepatnya berada di

lingkungan II berumur 27 tahun yang merupakan perantau dari daerah

Batubara. Beliau sudah menetap di Kelurahan Polonia selama 5 tahun, sejak

tahun 2011 dan bekerja sebagai pegawai swasta. Sebelum menetap di

Kelurahan Polonia ini, beliau sempat tinggal di amplas namun memutuskan

untuk pindah ke Kelurahan Polonia karena jarak antara tempat dia bekerja

berdekatan, awalnya berada di bandara Polonia, namun sudah dipindah

jarak tempuh yang sangat jauh, beliau memilih untuk tetap tinggal di

Kelurahan polonia dengan alasan sudah merasa nyaman untuk tinggal di

daerah ini dan letaknya yang berada di Kota Medan yang memudahkannya

untuk pergi kemana saja.

Saat pertama kali datang ke Kelurahan Polonia untuk menetap, beliau

tidak merasa kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan warga lainnya dan

berusaha untuk beradaptasi, tidak membedakan ataupun memilih teman

dengan siapa saja. Beliau mencoba untuk berinteraksi dan menjalin

silaturahmi dan memperkenalkan dirinya sebagai bagian dari warga

Kelurahan Polonia. Beliau sama sekali tidak merasakan kesulitan dalam

berinteraksi karena menurutnya warga sekitar sangat ramah dan mau

menerimanya dengan baik. Beliau tinggal diKelurahan Polonia ini sendirian

tanpa keluarga karena keluarganya tinggal di Batubara. Beliau juga banyak

memiliki teman yang berbeda etnis seperti etnis jawa, india, batak, melayu

dan etnis lainnya. Beliau memiliki teman berbeda etnis tersebut berawal dari

kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di mesjid maupun kegiatan lainnya yang

di adakan oleh pihak Kelurahan Polonia.

2. Informan ke dua

Nama : H. Yom Alizar

Umur : 62 Tahun

Suku : Minang

Pekerjaan : Ketua Pengurus Badan Kenaziran Mesjid

Alamat : Jl. Mangonsidi gang D ( Lingkungan II )

Bapak yom merupakan warga Kelurahan Polonia yang berada di

lingkungan II berumur 62 Tahun. Beliau merupakan pensiunan Bea cukai dan

sekarang aktif dalam kepengurusa badan kenaziran mesjid. Beliau sudah

tinggal selama 21 tahun di kelurahan polonia ini sejak tahun 1995. Sebelum

menetap di kelurahan polonia beliau tinggal di padang dan alasan pindah

karena beliau diperintahkan untuk pindah tugas ke Medan. Sebelum berada di

gang D pak yom sempat kos di gang A pada saat pertama kali datang ke

Kelurahan Polonia, kemudian beliau pindah kos lagi di gang B dan belum

tinggal bersama keluarganya terakhir beliau beli rumah di gang D dan

membawa serta keluarga yang berasal dari padang untuk tinggal di Kelurahan

Polonia.

Awal kedatangan bapak yom ke Kelurahan Polonia sama sekali tidak

merasakan kesulitan untuk beradaptasi sekaligus berinteraksi dengan tetangga

barunya maupun warga lain disekitar rumahnya. Menurut bapak yom

penerimaan warga yang sudah lama menetap dengan warga pendatang di

Kelurahan Polonia ini sangat bagus dan beliau merasa sangat senang dan

betah untuk tinggal di daerah tersebut. Dalam berinteraksi pak yom

menggunakan bahasa Indonesia walaupun masih terlihat logatnya sebagai

Sebagai ketua BKM pak yom banyak dikenal oleh warga di Kelurahan

Polonia sehingga membuatnya banyak mengenal warga lain apalagi yang

memiliki perbedaan etnis dengannya tidak itu saja beliau juga berteman

dengan warga yang memiliki perbedaan agama. Mengenal banyak orang pak

yom sangat menghargai sekali soal pertemanan, saat berinteraksi pak yom

tidak pernah menunjukkan ketidaksukaannya atau bahkan menjelek-jelekkan

warga yang memiliki perbedan etnis dan agama dengannya begitu pula

sebaliknya.

3. Informan ke tiga

Nama : Jamil Reza

Umur : 24 Tahun

Suku : Jawa

Agama : Islam

Pekerjaan : Pedagang

Alamat : Jl. Starban gang Tanjung

Bang jamil merupakan warga Kelurahan Polonia yang berada di jalan

starban, berumur 24 tahun. Bang jamil berprofesi sebagai security di daerah

setia budi dan berdagang sebagai kerja sampingan di depan pura agung.

Sudah sejak kecil bang jamil tinggal di Kelurahan Polonia mengikuti

orangtuanya yang pindah dari daerah brigjend katamso. Orangtua bang jamil

sudah bercerai dan beliau memutuskan untuk bersama bapaknya dan menetap

Beliau merasa nyaman tinggal di Kelurahan Polonia karena rumah

yang ia tempati milik sendiri sedangkan di tempat sebelumnya mereka

menyewa rumah. Karena sejak kecil sudah menetap di Kelurahan Polonia

bang jamil tidak merasakan kesulitan untuk beradaptasi dan berinteraksi

dengan tetangga sekitarnya karena di tempat tinggalnya adalah mayoritas

Etnis jawa namun bang jamil tidak menutup diri untuk berteman dengan Etnis

lain dan beliau memiliki teman yang berbeda Etnis seperti, Etnis India, Batak,

China dan lainnya.

4. Informan ke empat

Nama : Andri Chang

Umur : 30 Tahun

Suku : China

Agama : Budha

Pekerjaan : Wiraswasta

Alamat : Jl. Ternak no 57

Ko andri merupakan warga di Kelurahan Polonia yang baru menetap 3

tahun dan berusia 30 tahun. sebelum pindah ke Kelurahan Polonia ko andri

menetap di jalan wajir, beliau memilih pindah karena sudah memiliki rumah

sendiri selain itu juga merasa tenang dan nyaman tinggal di Kelurahan polonia

di bandingkan dengan tempat tinggalnya terdahulu di kota yang identik

Beliau membuka warung makanan di rumahnya dengan berjualan mie

pangsit. Saat pertama kali datang ke Kelurahan Polonia beliau tidak

mengalami kesulitan untuk beradaptasi dan berinteraksi karena sudah terbiasa

ketika berjualan dan bisa terlihat beliau memiliki tetangga yang beretnis Batak

yang juga membuka usaha jajanan. Walaupun masih terbilang baru 3 tahun

menetap namun beliau sebelumnya sudah banyak mengenal tetangganya dan

itu juga mempermudahnya dalam berinteraksi. Dalam kesehariannya ko andri

biasanya duduk-duduk bersama tetangganya di sore hari sebab di wilayah

tempat tinggalnya akan ramai saat sore hari.

5. Informan ke lima

Nama : Iwan Tan

Umur : 47 Tahun

Suku : China

Agama : Budha

Pekerjaan : Wiraswasta/ Pengurus Vihara

Alamat : Jl. Ternak

Pak iwan sudah menetap selama 40 tahun di Kelurahan Polonia, pak

iwan pindah dari galang sejak umur 5 tahun yang ikut orang tuanya pindah.

Memilih Kelurahan Polonia untuk tinggal karena sudah ada keluarganya yang

juga tinggal di tempat itu. Selain sebagai wiraswasta beliau juga aktif

Dalam kesehariannya mengurus klenteng, pak iwan sering berkumpul

dengan teman-temannya yang berasal dari Etnis yang berbeda-beda dan juga

memiliki agama yang berbeda juga dengannya. Pak iwan tidak melarang

siapapun untuk datang ke klentengnya baik datang untuk beribadah ataupun

yang butuh pertolongannya. Sebagai pengurus klenteng pak iwan banyak

bertemu dengan warga lainnya dan tidak menyulitkan baginya untuk

berinteraksi dengan warga lain.

Walaupun sudah lama menetap di Medan sebagai orang tionghoa sama

sekali tidak meninggalkan tradisi-tradisi dari Etnisnya, seperti halnya

perayaan- perayaan besar orang china. Masih kental dengan logat tionghoanya

namun paki wan juga mengerti sedikit bahasa etnis lain yaitu bahasa jawa

walaupun bahasa jawa yang kasar. beliau juga memiliki saudara yang berbeda

Etnis melalui perkawinan campuran yaitu adiknya menikah dengan etnis india

dan ada juga yang menikah dengan etnis jawa, bahkan berbeda agama juga.

beliau sama sekali tidak melarang keluarganya untuk menikah dengan etnis

lain yang penting baginya adalah orang tersebut bisa menyesuaikan diri

dengan keluarga dan adat istiadat keluarga sebagai etnis china.

6. Informan ke enam

Nama : Reka

Umur : 32 Tahun

Suku : India Tamil

Agama : Kristen Protestan

Alamat : Jl. Karya Sehati

Ibu reka merupakan warga Kelurahan Polonia keturunan Etnis India

tamil, berumur 32 tahun, memiliki 2 orang anak dan suami yang berkerja

sebagai kontraktor jalan dan sudah sejak awal tinggal di Kelurahan Polonia.

Walaupun bu reka Etnis India tapi beliau sama sekali tidak bisa berbahasa

india namun bu reka mengerti kebudayaan india itu sendiri. Seperti halnya

pernikahan mereka akan menggunakan sari dan aksesorisnya seperti rambut

panjang palsu.

Selain kebudayaannya bu reka juga memahami sedikit budaya Etnis

lain seperti budaya Etnis jawa. Kesehariannya bu reka sering berkomunikasi

dengan tetangganya untuk bertegur sapa bahkan bergosip dengan tetangganya.

Walaupun bu reka memiliki ciri fisik yang berbeda dengan pribumi beliau

sama sekali tidak merasa minder untuk membaur dan berinteraksi dengan

warga lainnya.

7. Informan ke tujuh

Nama : Maliga

Umur : 72 Tahun

Suku : India Tamil

Agama : Hindu

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Ibu maliga merupakan warga di Kelurahan Polonia keturunan India,

yang berumur 72 tahun dan sudah sejak awal tinggal di Kelurahan Polonia

dan beliau pandai dalam berbahasa india. Ketika berkomunikasi dengan

tetangga yang berbeda etnis dengannya beliau menggunakan bahasa Indonesia

namun ketika berkomunikasi dengan etnis yang sama beliau menggunakan

bahasa india. Di daerah tempat tinggalnya bu maliga merupakan minoritas

beragama hindu di tempat tersebut namun beliau sama sekali tidak merasa

terasing bahkan beliau banyak mengenalkan tradisi umat Hindu. Beliau tetap

mempertahankan budayanya sebagai orang india sekaligus sebagai orang

india yang beragama hindu. Walaupun sudah sejak awal tinggal di Kelurahan

Polonia namun nenek moyang bu maliga adalah asli dari Negara india.

Dalam kesehariannya beliau sudah mengurangi berinteraksi dengan

tetangganya karena usianya yang sudah tua dan untuk mengurangi konflik

dengan tetangganya. Beliau hanya berinteraksi seperlunya saja apabila beliau

melihat warga lain lewat di depan rumahnya atau warga yang menyapa serta

mengajaknya untuk berinteraksi. Memiliki perbedaan fisik dari tetangganya,

beliau sempat di segani dan di anggap sombong dengan tetangganya namun

seiring berjalannya waktu stigma negative terhadapnya sudah tidak ada lagi

itu di sebabkan karena beliau saat masih mudanya sering berinteraksi dengan

tetangganya dan mengenalkan bahwa Etnis india adalah etnis yang sama

seperti lainnya.

Untuk kebudayaan dari india sendiri bu maliga masih

acara pernikahan dan acara yang bersifat resmi selain itu juga karena menurut

beliau kain sari atau Punjabi adalah ciri khas dari orang india. Sedangkan

untuk adat istiadat dari etnis india sendiri sudah mengalami penyesuaian

dengan kebudayan lokal sehingga ada perubahan-perubahan yang dibuat dan

disesuaikan dengan lingkungan dan zaman.

8. Informan ke delapan

Nama : Rudi

Umur : 42 Tahun

Suku : Batak

Agama : Kristen

Pekerjaan : Tukang Becak

Alamat : Jl. Polonia gang Bilal

Bang rudi merupakan warga Kelurahan Polonia berusia 42 tahun yang

beretnis Batak. Beliau memiliki orang tua dengan perkawinan campuran yaitu

bapaknya Etnis Batak dan ibunya Etnis China. Sebelum tinggal di Kelurahan

Polonia beliau sudah banyak berpindah-pindah tempat tinggal dan akhirnya

memutuskan untuk menetap di Kelurahan Polonia. Beliau memiliki tetangga

dengan beragam Etnis dan agama dan sangat mengenal baik tetangganya sejak

kecil.

Berprofesi sebagai tukang becak beliau sudah sangat terbiasanya

untuk berinteraksi dengan warga di Kelurahan Polonia. Melalui

pernah di jumpainnya seperti Etnis China ada yang sangat mudah untuk

membuka diri dan berinteraksi dengannya ada juga yang menutup diri

dengannya namun bang rudi menghargainya, beliau lebih senang untuk

memulai diluan dalam berinteraksi dengan tetangganya yang berbeda Etnis

dengannya yakni dengan membantu tetangganya ketika mengadakan hajatan

ataupun sedang mengalami kesulitan.

9. Informan ke Sembilan

Nama : Nenek Murni

Umur : 65 Tahun

Suku : Jawa

Agama : Islam

Pekerjaan : Ibu rumah tangga

Alamat : Jl. Karya Jaya, Polonia

Nenek Murni merupakan warga Kelurahan Polonia, berumur 65 tahun

yang sudah 40 tahun menetap. Beliau memiliki 4 orang anak. Nenek murni

tinggal di Kelurahan Polonia karena beliau ikut suami pada saat setelah

pernikahan mereka. Suami beliau merupakan orang yang sudah sejak awal

tinggal di Kelurahan Polonia dan keluarganya banyak juga yang tinggal disitu.

kesehariannya selain menjadi ibu rumah tangga beliau juga membuka warung

lontong di depan rumahnya. beliau memiliki tetangga yang berbeda etnis

untuk berinteraksi sangatnya mudah baginya karena ia sudah mengenal warga

lainnya yang tinggal di sekiatar rumahnya.

Nenek murni memilih tinggal di Kelurahan Polonia karena tempatnya

yang strategis dan gampang dijangkau. Dalam kesehariannya berjualan nenek

murni juga berprofesi sebagai tukang kusuk sehingga beliau banyak mengenal

warga di Kelurahan Polonia yang memiliki Etnis yang berbeda dengannya dan

mudah untuk berinteraksi dengan warga sekitar selain itu juga beliau sering

datang ke tetangganya untuk kumpul-kumpul mengisi waktu luang dan nenek

murni juga aktif mengikuti perwiritan yang ada di Kelurahan Polonia

dilaksanakan pada setiap hari jumat jam 2 siang .

10.Informan ke sepuluh

Nama : Putri

Umur : 32 Tahun

Suku : Batak

Agama : Kristen

Pekerjaan : Pegawai Swasta

Alamat : Jl. Kar

Putri merupakan warga Kelurahan Polonia berusia 32 tahun dan

bekerja sebagai pegawai swasta di salah satu mall di Kota Medan. Beliau lahir

di Kelurahan Polonia dan sampai sekarang tetap tinggal di Kelurahan Polonia.

Kak ayu sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak dan semuanya laki-laki

kesehariannya beliau jarang untuk berinteraksi dengan tetangganya karena

beliau bekerja dan pulang pada malam hari.

Walaupun jarang untuk berinteraksi dengan warga sekitar rumahnya

tapi beliau mengenal dengan baik tetangganya. Kalau ada hari-hari libur pasti

beliau akan memanfaatkannya untuk bertemu dengan warga sekitar saat

berbelanja di warung ataupun hanya sekedar bertegur sapa saja. Memiliki

etnis yang bebeda dengan tetangganya yang rata-rata orang jawa, beliau tidak

merasa terasing menjadi orang batak karena tetangga-tetangganya bisa

menerimanya dengan baik.

11.Informan ke sebelas Nama : Dewi Umur : 22 Tahun Suku : Nias Agama : Islam Pekerjaan : Mahasiswa

Alamat : Jl. Karya Jaya, Polonia

Kak dewi merupakan warga di Kelurahan Polonia yang berstatus

mahasiswi tingkat akhir di perguruan tinggi swasta di Kota Medan. Beliau

merupakan perantauan asal nias yang sedang menyiapkan tugas akhirnya

sebagai mahasiswi. Kak dewi tinggal di kos-kosan di Kelurahan Polonia dan

tinggal di situ karena jarak kos-kosnnya dekat dengan kampusnya dan di

wilayah kos-kosan tersebut adalah rata-rata orang nias.

Awal kedatangannya ke Kelurahan Polonia, beliau memang merasa

canggung karena baru datang ke Kota Medan namun beliau punya kerabat

keluarga yang juga tinggal di kos tersebut. Untuk beradaptasi beliau tidak

mengalami kesulitan karena warga disekitar kosannya sangat membantunya

dalam beradaptasi dan baik menerima dirinya sebagai pendatang. Biasanya

sepulang kuliah beliau sering duduk-duduk di depan kos-kosannya bertingkat,

berinteraksi dengan teman kosnya selain itu juga beliau, duduk-duduk di

warung sebelah kosannya yang pemiliknya memilki perbedaan etnis

dengannya. Walaupun memiliki perbedaan etnis, kak dewi tidak menutup

dirinya untuk berkomunikasi dengan tetangganya tersebut karena dari hasil

berinteraksi dapat mengetahui karakter dari etnis tersebut. Selain itu juga

beliau sering ikut dalam kegiatan sosial yang di adakan di Kelurahan Polonia

dan kak dewi bisa mendapatkan teman yang lebih banyak lagi tidak hanya

berteman dengan satu etnis saja.

12.Informan ke dua belas

Nama : Haris

Umur : 23 Tahun

Suku : Aceh

Agama : Islam

Pekerjaan : -

Haris merupakan warga Kelurahan Polonia yang berusia 23 tahun,

kesehariannya beliau tidak bekerja karena sedang mencari pekerjaannya

setelah tamat dari bangku kuliah. Untuk mengisi kegiatan kosongnya sembari

menunggu panggilan kerja beliau sering berkumpul dengan teman-temannya

sebayanya di tempat bias mereka nonggkrong. Karena tempatnya

bersebelahan dengan doorsmer atau tempat pencucian motor beliau suka

membantu pemiliknya untuk mencuci motor sebagai tambahan uang jajan.

Beliau merupakan anak muda di sekitar rumahnya, memiliki banyak

teman yang memiliki etnis yang berbeda dengannya. Walaupun sudah lama

menjadi orang Medan dengan orangtuanya namun logat acehnya masih kental,

karena logatnya yang masih kental tersebut beliau sering kali di ejekin

teman-teman sebayanya namun beliau sama sekali tidak merasa tersinggung. Beliau

merasa ejekan tersebutlah yang membuat mereka sangat dekat dan sudah

seperti saudara. Beliau dan teman-temannya sering membantu warga sekitar

ketika mengadakan gotong-royong dan kegiatan lainnya.

4.4.Bentuk Interaksi Pada Masyarakat Multikultural di Kelurahan Polonia

Dokumen terkait