Di saat manusia telah disibukkan dengan suatu hal yang bersifat keduniawian dan materi, maka timbul kerinduan dan kebutuhan
KABUPATEN BATU BARA
A. Profil Kabupaten Batu Bara
Sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Batu Bara di Provinsi Sumatera Utara, terkhusus yang terdapat dalam Pasal 3 ada menerangkan bahwa: Kabupaten Batu Bara berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Asahan, yang terdiri atas cakupan wilayah: a. Kecamatan Medang Deras, b. Kecamatan Sei Suka, c. Kecamatan Air Putih, d. Kecamatan Lima Puluh, e. Kecamatan Talawi, f. Kecamatan Tanjung Tiram, dan g. Kecamatan Sei Balai.1
Kemudian dalam undang-undang yang sama, juga dicantumkan mengenai batas wilayah, seperti yang terdapat dalam Pasal 5, yakni: (1) Kabupaten Batu Bara mempunyai batas-batas wilayah: a. sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai dan Selat Malaka; b. sebelah timur berbatasan dengan Selat Malaka dan Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan; c. sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan dan Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun; dan d. sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Bosar Maligas, Kecamatan Bandar, Kecamatan Bandar Masilam, Kecamatan Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun dan Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai.2
Undang-undang tersebut di atas, mengenai pembentukan Kabupaten Batu Bara diundangkan di Jakarta pada tanggal 2 Januari 2007, oleh Menteri Hukum
1
UU No. 5 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Batu Bara di Provinsi Sumatera Utara. Saat ini masing-masing dari kecamatan yang ada di Kabupaten Batu Bara telah dimekarkan sehingga menjadi 12 kecamatan, yakni: 1. Kecamatan Lima Puluh Kota, 2. Kecamatan Datuk Lima Puluh, 3. Kecamatan Lima Puluh Pesisir, 4. Kecamatan Tanjung Tiram, 5. Kecamatan Nibung Hangus, 6. Kecamatan Talawi, 7. Kecamatan Datuk Tanah Datar, 8. Kecamatan Sei Balai, 9. Kecamatan Air Putih, 10. Kecamatan Sei Suka, 11. Kecamatan Lao Tador, 12. Kecamatan Medang Deras. Hanya saja hingga saat ini, masing-masing kecamatan yang dimekarkan, masih tetap dipimpin oleh seorang camat. Seperti Kecamatan Lima Puluh Kota, Kecamatan Datuk Lima Puluh dan Kecamatan Lima Puluh Pesisir, yang dipimpin oleh camat yang berpusat di Kecamatan Lima Puluh. Selanjutnya Kecamatan Tanjung Tiram, dan Kecamatan Nibung Hangus, yang dipimpin oleh Camat yang berpusat di Kecamatan Tanjung Tiram. Kemudian Kecamatan Sei Suka dan Kecamatan Lao Tador yang berpusat di Kecamatan Sei Suka. Wawancara dengan Bapak Junaidi, Camat Tanjung Tiram, di Kantor Camat Tanjung Tiram. (Senin, 04 Desember 2017, Pukul 10.00 s/d 11.30 Wib).
2
Ibid.
Dan Hak Asasi Manusia, Interim Republik Indonesia, yang ditandatangani oleh Yusril Ihza Mahendra. Dan tercatat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 7.3
Kabupaten Batu Bara adalah daerah pesisir, terletak di pinggir Selat Malaka yang baru dimekarkan Kabupaten Induk Asahan pada tahun 2006 oleh para pejuang dan masyarakatnya yang bergabung dalam organisasi yang dinamakan Gerakan Masyarakat Menuju Kabupaten Batu Bara (GEMKARA) yang penggeraknya disebut Badan Pekerja Persiapan Pembentukan Kabupaten Batu Bara (BP3KB).4
Batu Bara telah ada dan berkembang dengan segala suka dukanya sampai dimekarkan menjadi salah satu kabupaten, di mana negeri ini juga telah dikenal sejak masuknya Islam ke Pulau Sumatera. Menurutu seorang sejarawan Islam yang bernama Hamka, dalam suatu tulisannya, kedatangan Islam ke Sumatera dimulai pada abad pertama Hijiah atau abad ketujuh tahun masehi yang dibawa oleh para pedagang (pendatang) dari negeri Arab. Dari tulisannya ini dapat diartikan bahwa Negeri Batu Bara bermula setelah berakhirnya zaman Hindu di Nusantara. Hal inilah yang membuat wilayah Batu Bara tidak didapati tempat-tempat pemujaan agama Hindu seperti arca dewa dan benda pemujaan lainnya.5
1. Geografi
Kabupaten Batu Bara menempati area seluas 90.496 Ha dengan iklim tropis. Yang terdiri dari 7 kecamatan serta 100 Desa/ Kelurahan Definitif. Wilayah Kab. Batu Bara di sebelah utara berbatasan dengan Kab. Serdang Bedagai, di sebelah Selatan dengan Kab. Asahan, di sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Simalungun dan di sebelah Timur berbatasan dengan Selat Malaka.
Berdasarkan luas daerah menurut kecamatan, daerah Lima Puluh merupakan kecamatan terluas dengan luas wilayah mencapai 239,55 km2 atau 26,47 persen dari luas total Kab. Batu Bara. Sedangkan kecamatan Medang Deras
3
Ibid.
4
Muhammad Yusuf Morna, dkk., Sejarah Batu Bara Dari Masa Ke Masa (Batu Bara: Penerbit Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Kabupaten Batu Bara, 2010), h. 1.
5
merupakan wilayah terkecil dengan luas 65,47 km2 atau 7,23 persen dari luas total Kab. Batu Bara.
2. Pemerintahan
Wilayah Administrasi pemerintahan Kabupaten Batu Bara terdiri dari 7 kecamatan, 93 desa dan 7 kelurahan yang terdiri dari 1 desa swadaya mula, 25 desa swakarya mula, 6 swakarya madya, 62 desa swasembada mula dan 6 desa swasembada madya yang seluruhnya telah definitif. Dari 100 kepala desa atau lurah, 4 diantaranya dikepalai oleh perempuan atau sekitar 4 persen.
Wilayah Administratif Jumlah PNS daerah di Batu Bara tahun 2008 berjumlah 3.435 orang dengan rincian sbb: - Gol. IV : 699 (20.35 %), - Gol III : 2.185 (63.61 %) - Gol II : 526 (15.31 %) - Gol I : 25 (0.73 %) Pegawai Negeri Sipil (PNS).6
DPRD Kabupaten Batu Bara terdiri dari 1 (satu) Ketua DPRD, dan 2 (dua) Wakil Ketua DPRD dan terdiri dari 7 (tujuh) Fraksi yaitu : 1. Fraksi GOLKAR, 2. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, 3. Fraksi PDI. P, 4. Fraksi PBR, 5. Fraksi Amanah Rakyat, 6. Fraksi PAN, 7. Fraksi P. DEMOKRAT. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).7
3. Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Kab. Batu Bara keadaan Bulan Juni Tahun 2012 diperkirakan 373.836 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 413 jiwa perkilometer. Sebagian besar penduduk bertempat tinggal di daerah pedesaan yaitu sebesar 77,11 persen dan sisanya 22,89 persen tinggal di daerah perkotaan.Jumlah rumah tangga sebanyak 83.850 rumah tangga dan setiap rumah tangga rata-rata dihuni oleh sekitar 4-5 jiwa.
No Uraian Jumlah
1. Luas wilayah 90.496 Ha
2. Jumlah penduduk 373.836 jiwa
3. Kepadatan penduduk 413 jiwa/ km2
4. Rumah tangga (RT) 83.850 RT
5. Penghuni rata-rata dalam rumah tangga 4-5 jiwa
6
Sumber Data BKD Kabupten Batu Bara.
7
a. Perkiraan Jumlah Penduduk Jenis Kelamin, Rasio Jenis Kelamin dan Kecamatan No. Kecamatan Laki-laki (Jiwa) Perempuan (Jiwa) Jumlah (Jiwa) Rasio Jenis Kelamin 1. Tanjung Tiram 30.201 29.559 59.700 102.17 2. Sei Balai 13.961 14.738 28.699 94.73 3. Talawi 27.526 27.313 54.843 100.78 4. Lima Puluh 42.560 43.014 85.574 98.94 5. Air Putih 23.381 23.984 47.365 97.49 6. Sei Suka 26.023 25.848 51.872 100.68 7. Medang Deras 22.875 22.853 45.723 100.10 Jumlah 186.527 187.309 373.836 99.58
Dilihat dari kelompok umur, persentase penduduk usia 0-14 tahun sebesar 36,57 persen, 15-64 tahun sebesar 59,60 persen dan usia 64 tahun ke atas sebesar 3,82 persen yang berarti jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia non produktif dengan rasio beban ketergantungan sebesar 67,77. Artinya setiap 100 orang penduduk usia produktif menanggung sekitar 68 orang penduduk usia non produktif.
b. Jumlah Penduduk Menurut Suku Bangsa di Kabupaten Batu Bara
No. Kecamatan Suku Bangsa Melayu (jiwa) Jawa (jiwa) Batak (jiwa) Minang (jiwa) Banjar (jiwa) Aceh (jiwa) Lainnya Jumlah (jiwa) 1. Tanjung Tiram 44.342 7.655 4.651 792 418 669 1.249 59.760 2. Sei Balai 5.015 19.273 9.864 189 258 93 128 28.699 3. Talawi 23.485 21.042 8.493 191 291 306 1.042 54.843 4. Lima Puluh 30.301 41.301 11.296 299 334 214 1.780 85.574 5. Air Putih 6.999 23.394 14.489 691 515 181 1.049 47.365 6. Sei Suka 8.514 29.033 11.511 259 1.084 632 792 51.872 7. Medang Deras 24.145 8.655 10.369 200 1.065 374 871 45.723 Jumlah 142.801 150.353 70.619 2.558 3.965 2.469 6.911 373.836 Persentase (%) 37,61 39,60 18,60 1,04 1,04 0,65 1,82 100
c. Jumlah Penduduk Menurut Agama di Kabupaten Batu Bara
No. Kecamatan Agama
Islam Protestan Katolik Budha Hindu Lainnya Jumlah 1. Tanjung Tiram 53.681 4.688 264 1.057 23 0 59.760 2. Sei Balai 31.303 3.339 155 10 13 0 28.699 3. Talawi 48.237 5.085 1.357 107 10 0 54.843 4. Lima Puluh 77.795 6.149 1.240 317 26 0 85.574 5. Air Putih 35.843 8.366 2.313 756 40 0 47.365 6. Sei Suka 40.004 9.163 2.540 82 36 0 51.872 7. Medang Deras 37.544 7.076 629 420 10 0 45.723 Jumlah 324.407 43.866 8.498 2.749 158 0 373.836 Persentase 85,44 11,55 2,24 0,72 0,05 0 100
4. Situs Lima Laras
Kawasan berikut yang layak dijadikan sebagai situs adalah komplek istana Lima Laras yang terdapat di Desa Lima Laras. Situs ini dapat dijadikan sebagai situs cagar budaya arsitektur tradisional, karena satu-satunya bangunan bekas tempat tinggal dikenal sebagai istana kedatukan yang masih terpelihara dan ramai dikunjungi wisatawan. Bentuk bangunan, ornamen, pewarnaan, tata letak dan penggunaan ruang yang terdapat pada bangunan menggambarkan adanya struktur sosial dan pelapisan sosial yang terbuka. Bangunan ini selesai diwujudkan pada seratus tahun yang lalu (1912), dan merupakan situs peninggalan sejarah masyarakat Melayu Pesisir. Istana ini dikenal dengan nama Lima Laras. Meskipun namanya tidak sebesar dan setenar Istana Maimun di Medan sebagai situs peninggalan sejarah budaya Melayu dan bangsa Indonesia. Secara geografis, Istana Lima Laras menghadap ke Utara atau selat Malaka.8
Istana Lima Laras terletak di atas tanah seluas 102 x 98 meter. Datuk Matyoeda adalah putra tertua Dtk. H. Djafar. Setelah wafat Matyoeda dimakamkan di kawasan Istana Lima Laras. Menurut sejarah, kerajaan Lima
8
Flores Tanjung, dkk., Sejarah Batu Bara; Bahtera Sejahtera Berjaya (Kabupaten Batu Bara: Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Batu Bara, 2014), h. 166-167.
Laras diperkirakan telah ada sejak abad ke-16, dan tunduk pada kesultanan Siak di Riau. Matyoeda bersama keluarga dan unsur pemerintahannya mendiami istana sejak 1917, walaupun pada saat itu, istana masih belum rampung. Waktu wafatnya pada tanggal 7 Juni 1919, menjadi penanda berakhirnya masa kejayaan Kerajaan Lima Laras.9
5. Simbol Batu Bara, Peta, dan Istana Lima Laras
9
6. Ciri-ciri Budaya Orang Batu Bara
Pada umumnya orang yang tinggal atau berasal dari satu daerah memiliki ciri-ciri tersendiri tentang daerah yang bersangkutan. Begitu juga bagi orang Batu Bara memiliki ciri-ciri khas daerah tersendiri pula, seperti:10
a) Mengenal wilayah dan budaya Batu Bara;
b) Dapat atau pas dalam logat pecakapan bahasa Batu Bara; c) Memahami dan mengenal seni budaya Batu Bara;
d) Mengetahui legenda/ mitos asal usul yang ada mengenai Batu Bara. Walaupun kurang dapat dipastikan kebenarannya, banyak cerita legenda Batu Bara yang beredar di tengah-tengah masyarakat yang berisi tentang asal usul keberadaan Negeri Batu Bara. Yang menarik dari semua cerita yang ada tentang Batu Bara, selalu dalam memulai episodenya dimuali dari raja-raja atau kerajaan yang ada di Pagaruyung Batu Sangkar (Sumatera Barat). Di samping itu juga terdapat nama Kerajaan Simalungun dan bermacam keajaiban yang berhubungan dengan Kubah Keramat Datuk Batu Baro, yang sekarang ini terdapat di Kuwala Gunung, kira-kira lebih kurang tiga kelometer dari Pekan Simpang Dolok. Di antara cerita yang berkembang, secara turun-temurun dari mulut ke mulut (lisan), pada masyarakat Batu Bara penulis coba mengamati satu cerita saja, walaupun penulis juga mengetahui ada beberapa cerita lainnya.
10