DI KECAMATAN CENGKARENG DAN KECAMATAN KALIDERES, JAKARTA BARAT
A. Tinjauan Struktural Terhadap Praktik Perkawinan Beda Agama Agama
3. Profil Keluarga Pelaku Perkawinan Beda Agama
Dalam hal ini peneliti akan menampilkan terlebih dahulu bagaiman keadaan atau latar belakang pasangan keluarga yang telah melangsungkan atau menjalani pernikahan beda agama khususnya untuk beberapa keluarga yang berada dalam kecamatan Kalideres dan Cengkareng Jakarta Barat.
Adapun pasangan suami isteri yang bersedia untuk dimintai keterangannya secara jelas dan telah diwawancarai oleh peneliti sebagai berikut:
a. Keluarga Pertama Nama: Bapak HR
Alamat: Kelurahan Semanan, Kalideres
59 Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk
Indonesia" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 5 Oktober 2020.
60 "Kota Administrasi Jakarta Barat Dalam Angka 2020". Badan Pusat Statistik
42 Agama: Kristen
Umur: 44 Tahun Pendidikan: D3 Pekerjaan: Pengusaha Penghasilan: 5 juta per bulan
Nama: Ibu SR
Alamat: Kelurahan Semanan, Kalideres Agama: Islam
Umur: 38 Tahun Pendidikan: SMK
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga Penghasilan: 5 juta per bulan
Peneliti berhasil mendapatkan informasi dari kedua pasangan ini terkait alasan pernikahannya. Hal itu peneliti temukan bahwa alasan pernikahan di dalam diri mereka berdua karena adanya satu rasa cinta yang telah membelenggu diri mereka. Kendatipun demikian mereka tahu bahwa nantinya akan terjadi cibiran atau penolakan yang tidak mengenakkan dari masyarakat dan pihak keluarga masing-masing. Pasangan ini dapat melangsungkan pernikahan di dalam KUA dan diakui secara sah oleh negara dengan persyaratan si suami harus dimuallafkan terlebih dahulu, walaupun nantinya apakah si suami akan berpindah lagi kepada agama yang dianut sebelumnya. Dalam keluarga ini dikaruniai dua orang anak laki-laki. Anak pertama beragama Islam dan anak kedua beragama Kristen. Dalam keluarga ini sebenarnya si suami
43
sudah pindah ke agama sebelumnya yaitu Kristen. Sedangkan dalam kartu keluarga masih tetap dicatatkan sebagai Islam.
b. Keluarga Kedua Nama: Bapak AWC
Alamat: Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng Agama: Buddha
Umur: 65 Tahun Pendidikan: SMA Pekerjaan: Pengusaha
Penghasilan: 10 juta per bulan
Nama: Ibu MSH
Alamat: Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng Agama: Islam
Umur: 57 Tahun Pendidikan: SMA Pekerjaan: Pengusaha
Penghasilan: 5 juta per bulan
Dari pasangan ini diketahui bahwa mereka telah memiliki tujuh orang anak, tiga anak laki-laki dan empat anak perempuan. Keenam anaknya beragama Islam dan satu anak beragama Buddha. Peneliti berhasil mendapatkan informasi dari kedua pasangan ini terkait alasan pernikahannya. Hal itu peneliti temukan bahwa alasan pernikahan di dalam diri mereka berdua karena adanya satu rasa cinta yang telah membelenggu diri mereka. Kendatipun demikian mereka tahu bahwa nantinya akan terjadi cibiran
44
atau penolakan yang tidak mengenakkan dari masyarakat dan pihak keluarga masing-masing. Pasangan ini dapat melangsungkan pernikahan di dalam KUA dan diakui secara sah oleh negara dengan persyaratan si suami harus dimuallafkan terlebih dahulu, walaupun nantinya apakah si suami akan berpindah lagi kepada agama yang dianut sebelumnya.
c. Keluarga Ketiga Nama: Bapak ES
Alamat: Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng Agama: Katholik
Umur: 60 Tahun Pendidikan: SMA Pekerjaan: Pengusaha Penghasilan: 4 juta per bulan
Nama: Ibu AH
Alamat: Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng Agama: Islam
Umur: 55 Tahun Pendidikan: SMA Pekerjaan: Pengusaha
Penghasilan: 3 juta per bulan
Dari pasangan ini diketahui bahwa mereka telah memiliki tiga orang anak, dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Semua anaknya dalam pasangan bapak ES dan ibu AH beragama Islam, mengikuti agama ibunya tanpa paksaan. Peneliti berhasil mendapatkan informasi dari
45
kedua pasangan ini terkait alasan pernikahannya. Hal itu peneliti temukan bahwa alasan pernikahan di dalam diri mereka berdua karena adanya satu rasa cinta yang telah membelenggu diri mereka. Kendatipun demikian mereka tahu bahwa nantinya akan terjadi cibiran atau penolakan yang tidak mengenakkan dari masyarakat dan pihak keluarga masing-masing. Pasangan ini dapat melangsungkan pernikahan di dalam KUA dan diakui secara sah oleh negara dengan persyaratan si suami harus dimuallafkan terlebih dahulu, walaupun nantinya apakah si suami akan berpindah lagi kepada agama yang dianut sebelumnya.
d. Keluarga Keempat Nama: Bapak AS
Alamat: Kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng Agama: Konghucu
Umur: 45 Tahun Pendidikan: SMP Pekerjaan: Pengusaha Penghasilan: 3 juta per bulan
Nama: Ibu RP
Alamat: Kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng Agama: Islam
Umur: 41 Tahun Pendidikan: SMA Pekerjaan: Pengusaha
46
Dalam hal ini peneliti telah menjumpai bapak AS yang beralamatkan di kecamatan Cengkareng, dimana bapak AS tersebut diketahui beragama Konghucu. Sedangkan dia memiliki isteri yang bernama RP yang notabennya memiliki agama Islam. Dari pasangan ini diketahui bahwa mereka telah memiliki tiga orang anak, satu anak laki-laki dan dua anak perempuan. Semua anaknya dalam pasangan ini mengikuti agama ibunya yaitu Islam. Peneliti berhasil mendapatkan informasi dari kedua pasangan ini terkait alasan pernikahannya. Hal itu peneliti temukan bahwa alasan pernikahan di dalam diri mereka berdua karena adanya satu rasa cinta yang telah membelenggu diri mereka. Kendatipun demikian mereka tahu bahwa nantinya akan terjadi cibiran atau penolakan yang tidak mengenakkan dari masyarakat dan pihak keluarga masing-masing. Pasangan ini dapat melangsungkan pernikahan di dalam KUA dan diakui secara sah oleh negara dengan persyaratan si suami harus dimuallafkan terlebih dahulu, walaupun nantinya apakah si suami akan berpindah lagi kepada agama yang dianut sebelumnya.
e. Keluarga Kelima
Bapak AV dengan Ibu MD Nama: Bapak AV
Alamat: Kelurahan Kalideres, Kalideres Agama: Keisten Protestan
Umur: 40 Tahun Pendidikan: SMA
47 Penghasilan: 4,5 juta per bulan
Nama: Ibu MD
Alamat: Kelurahan Kalideres, Kalideres Agama: Islam
Umur: 37 Tahun Pendidikan: SMA
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga Penghasilan: 3 juta per bulan
Dari pasangan ini diketahui bahwa mereka telah memiliki dua orang anak, dua anak perempuan. Kedua orang anak perempuannya semua beragama Islam. Peneliti berhasil mendapatkan informasi dari kedua pasangan ini terkait alasan pernikahannya. Hal itu peneliti temukan bahwa alasan pernikahan di dalam diri mereka berdua karena adanya satu rasa cinta yang telah membelenggu diri mereka. Kendatipun demikian mereka tahu bahwa nantinya akan terjadi cibiran atau penolakan yang tidak mengenakkan dari masyarakat dan pihak keluarga masing-masing. Pasangan ini dapat melangsungkan pernikahan di dalam KUA dan diakui secara sah oleh negara dengan persyaratan si suami harus dimuallafkan terlebih dahulu, walaupun nantinya apakah si suami akan berpindah lagi kepada agama yang dianut sebelumnya.
48 f. Keluarga Keenam
Nama: Bapak MN
Alamat: Kelurahan Semanan, Kalideres Agama: Kristen Protestan
Umur: 57 Tahun Pendidikan: S1
Pekerjaan: Pegawai Kantor Penghasilan: 8 juta per bulan
Nama: Ibu TF
Alamat: Kelurahan Semanan, Kalideres Agama: Islam
Umur: 53 Tahun Pendidikan: S1
Pekerjaan: Pegawai Kantor Penghasilan: 6 juta per bulan
Dari pasangan ini diketahui bahwa mereka telah memiliki empat orang anak, dua anak perempuan dan dua anak laki-laki. Kedua anakanya mengikuti agama bapaknya yaitu satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Sedangkan yang dua sisanya mengikuti agama ibunya yaitu Islam. Peneliti berhasil mendapatkan informasi dari kedua pasangan ini terkait alasan pernikahannya. Hal itu peneliti temukan bahwa alasan pernikahan di dalam diri mereka berdua karena adanya satu rasa cinta yang telah membelenggu diri mereka. Kendatipun demikian mereka tahu bahwa nantinya akan terjadi cibiran atau penolakan yang tidak
49
mengenakkan dari masyarakat dan pihak keluarga masing-masing. Pasangan ini dapat melangsungkan pernikahan di dalam KUA dan diakui secara sah oleh negara dengan persyaratan si suami harus dimuallafkan terlebih dahulu, walaupun nantinya apakah si suami akan berpindah lagi kepada agama yang dianut sebelumnya.
Dengan demikian peneliti bisa mengambil suatu benang merah dari hasil wawancara kepada setiap keluarga pasangan beda agama bahwa, Pasangan ini dapat melangsungkan pernikahan di dalam KUA dan diakui secara sah oleh negara dengan persyaratan si suami harus dimuallafkan terlebih dahulu, walaupun nantinya apakah si suami akan berpindah lagi kepada agama yang dianut sebelumnya. Karena kita telah ketahui secara pasti bahwa pernikahan beda agama di negara Indonesia secara perundang-undangan tidak dapat dilangsungkan di kantor KUA setempat. 4. Tingkat Pendidikan Pelaku Perkawinan Beda Agama
Masyarakat Indonesia dengan segala macam keberagamannya baik dalam hal agama, suku ras, dan budaya tak terkecuali juga dalam hal pendidikan yang telah ditempuhnya juga berimbas pada suatu pemikiran yang tidak sama dengan ajaran yang dianutnya seperti dalam masalah pernikahan beda agama. Keberagaman ini sangat terasa sekali bilamana berada dalam sudut ibu kota Jakarta seperti di kecamatan Kalideres dan Cengkareng misalnya dalam hal perekonomian dan pendidikan, dimana kedua kecamatan tersebut yang merupakan bagian dari ibu kota Jakarta