BAB IV HASIL PENELITIAN
4.1.2 Profil Kementrian Agama Kota Cilegon
Kementerian Agama adalah kementerian dalam pemerintahan Indonesia yang membidangi Urusan Agama. Menurut KMA 373 tahun 2002 Departemen Agama Kota Cilegon Provinsi Banten merupakan Instansi Vertikal Departemen Agama yang berada dan bertanggung jawab langsung kepada Kantor Wilayah Propinsi Banten.
A. VISI
Visi yang hendak diwujudkan Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon adalah : “Terwujudnya Masyarakat Cilegon yang beriman, bertaqwa, cerdas, rukun, dan berbudaya”.
B. MISI
Sejalan dengan visi tersebut di atas, Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon memiliki misi sebagai berikut :
1. Meningkatkan kualitas pelayanan kehidupan beragama.
2. Meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan keagamaan. 3. Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.
4. Meningkatkan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. 5. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
6. Penciptaan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.
C. ARAH KEBIJAKAN
Dengan mengacu kepada kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kebjakan Kementerian Agama Provinsi Banten, maka arah Kebijakan Kementerian Agama Kota Cilegon adalah sebagai berikut :
1. Peningkatkan kualitas pelayanan kehidupan beragama.
2. Peningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan keagamaan. 3. Peningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.
4. Peningkatkan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. 5. Peningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
6. Penciptaan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.
D. TUJUAN
Adapun tujuan jangka panjang pembangunan Bidang Agama yang hendak dicapai oleh Kementerian Agama Kota Cilegon adalah Terwujudnya Masyarakat Cilegon yang beriman, bertaqwa, cerdas, rukun, dan berbudaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
E. SASARAN STRATEGIS 2010 - 2014
Dengan mempertimbangkan kondisi, potensi dan permasalahan yang ada, sinergitas dengan visi , misi dan tujuan jangka panjang yang telah ditetapkan, maka Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon menetapkan sasaran strategis yang hendak dicapai dalam periode 2010-2014 berdasarkan lima bidang prioritas, yaitu : Pelayanan Administrasi Pemerintahan, Pendidikan Islam dan Pendidikan Keagamaan, kehidupan beragama, kerukunan umat beragama dan pemberdayaan umat dan lembaga keagamaan dan penyelenggaraan Ibadah Haji.
1). Pelayanan Administrasi.
Sasaran Strategis bidang Pelayanan Administrasi adalah terwujudnya penyelenggaraan administrasi yang efektif, efisien dan akuntabel, serta tersedianya aparatur pelayanan keagamaam yang professional. Hal ini menjadi tugas dan fungsi Subbagian Tata Usaha pada Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon.
2). Pendidikan Islam dan Pendidikan Keagamaan.
Sasaran Strategis bidang Pendidikan Islam dan Pendidikan Keagamaan adalah terwujudnya pelayanan pendidikan yang merata, bermutu dan berdaya saing, serta mampu menunjang kemandirian daerah. Hal ini menjadi tugas dan fungsi Seksi Pendidikan Madrasah dan Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam pada Kementerian Agama Kota Cilegon.
3). Kerukunan Umat Beragama, Peningkatan Pemberdayaan Umat Beragama dan Fungsi Lembaga Keagamaan.
Sasaran Strategis bidang kerukunan umat beragama adalah terwujudnya kehidupan harmoni intern dan antar umat beragama sebagai pilar kerukunan nasional. Hal ini menjadi tugas dan fungsi Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggara Syari’ah pada Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon.
4). Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
Sasaran strategis Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah adalah tercapainya tingkat kepuasan jama’ah dalam berbagai bidang pelayanan dan pengelolaan ibadah haji dan umrah. Hal ini menjadi tugas dan fungsi Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon.
F. KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, yang telah disempurnakan dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 Pasal 63, Departemen Agama mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang keagamaan.
Selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 373 tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi dan Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota, Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama, Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama dan Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama, maka Kantor Departemen Agama Kota Cilegon yang selanjutnya disebut Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon memiliki kedudukan, tugas, fungsi, susunan organisasi dan tata kerja sebagai berikut :
1. Kedudukan
Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon merupakan instansi Vertikal Kementerian Agama yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten. Kementerian Agama Kota Cilegon berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 30 tahun 2000 tertanggal 20 Oktober berkedudukan di :
Alamat : Jl. Sukabumi II Kav. Blok I Ciwedus Kota Cilegon Provinsi Banten.
Kode Pos : 42416 Telp./ Fax. : (0254) 399536 Tahun Berdiri : 2000
No. Pendirian : KMA No. 30 Tahun 2000 Tanggal 20 Oktober 2000 Luas Tanah : 3.000 m
Luas Bangunan : 820 m
Status Tanah : Hak Guna Bangun Status Bangunan : APBN Th. 2004 2. Tugas
Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon merupakan instansi Vertikal Kementerian Agama yang memiliki tugas melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kementerian Agama Republik Indonesia dalam wilayah Kota Cilegon berdasarkan kebijakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, maka Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon menyelenggarakan fungsi :
a. Perumusan Visi, Misi dan kebijakan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan kehidupan beragama pada masyarakat Kota Cilegon.
b. Pembinaan dan Pelayanan Bimbingan Masyarakat Islam, Pelayanan Ibadah Haji dan Umrah, Pengembangan Zakat dan Wakaf, Pendidikan Agama dan
Keagamaan, Pondok Pesantren, Pendidikan Agama Islam pada Masyarakat dan Pemberdayaan Masjid, Urusan Agama, Pendidikan Agama, Bimbingan Masyarakat dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
c. Pelaksanaan kebijakan teknis pengelolaan administrasi dan informasi keagamaan.
d. Pelayanan dan bimbingan di bidang kerukunan umat beragama. e. Pengkoordinasian perencanaan, pengendalian dan pengawasan.
f. Pelaksanaan hubungan dengan Pemerintah Daerah, Instansi terkait dan lembaga masyarakat dalam rangka pelaksanaan tugas Kementerian Agama di Kota Cilegon.
G. ASPEK STRATEGIS
Berdasarkan UUD 1945 (Pasal 29 ayat 2) yang berbunyi : “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaanya itu”, dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, Penetapan Presiden Nomor 1/SD/1946 tentang Pembentukan Kementerian Agama, Keputusan Presiden Nomor 49 Tahun 2002 tentang Kementerian Agama, Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara, KMA Nomor 373 Tahun 2002, Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama, Peraturan
Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama, maka ditetapkanlah Prioritas Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon sebagai berikut :
a. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama bagi seluruh lapisan masyarakat;
b. Meningkatkan peran serta lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan nasional;
c. Meningkatkan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan pada semua jalur, jenis dan jenjang pendidikan;
d. Meningkatkan kerukunan intern dan antar umat beragama dalam rangka terwujudnya kehidupan yang harmonis, toleran dan saling menghormati; e. Meningkatkan kualitas penelitian dan pengembangan agama untuk
mendukung perumusan kebijakan pembangunan bidang agama;
f. Meningkatkan kualitas tenaga penyuluh agama, penghulu dan pelayan keagamaan lainnya;
g. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar zakat serta profesionalisme pengelola.
H. STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Organisasi Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon berdasrkan Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama adalah sebagai berikut :
a. Subbagian Tata Usaha;
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi perumusan kebijakan teknis dan perencanaan, pelaksanaan pelayanan dan pembinaan administrasi, keuangan dan barang milik negara di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon.
b. Seksi Pendidikan Madrasah
Seksi Pendidikan Madrasah mempunyai tugas melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan, serta pengelolaan data dan informasi di bidang RA, MI, MTs, MA, dan MAK.
c. Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam mempunyai tugas melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan, serta pengelolaan data dan informasi di bidang pendidikan agama Islam dan pendidikann keagamaan Islam.
d. Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah mempunyai tugas melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan, serta pengelolaan data dan informasi di bidang penyelenggaraan haji dan umrah.
e. Seksi Bimbingan Masyarakat Islam
Seksi Bimbingan Masyarakat Islam mempunyai tugas melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan, serta pengelolaan data dan informasi di bidang bimbingan masyarakat Islam.
f. Penyelenggara Syariah
Penyelenggara Syariah mempunyai tugas melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan, serta pengelolaan data dan informasi di bidang pembinaan syariah.
Gambar 4.3
Strukutur Kementrian Agama Kota Cilegon
4.1.3 Penyelenggaraan Wajib Belajar Madrasah Diniyah di Kota Cilegon Pelaksana dalam penerapan kewajiban belajar Madrasah Diniyah di Kota Cilegon adalah Kementrian Agama dengan sasaran siswa SD yang hendak masuk kejenjang SMP/MTs.
Kepala Kantor Drs. H. Ubik Baehaqi, M.Si
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah
Dra. Hj. Titim Fatimah, MM
Kasi. Bimas islam H. Ishomuddin, S.H. M.Pd Penyelenggaraan Syariah
Drs. H. Dedi Suryadi. MM
Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Drs. H. Abu Nashor. M.Si
KASUBAG TU Drs. H. Muhyi.MM
Kasi. Peny. Haji dan Umroh H. Untung Sudirman
Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan nonformal berada dalam bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kementrian Agama tingkat Kabupaten/Kota yang kemudian pada tingkat Kecamatan di bawah bidang Waspendais (Pengawas Pendidikan Agama Islam) Kecamatan, Waspendais inilah yang bertanggung jawab penuh dalam masalah Madrasah Diniyah di lingkup Kecamatanya, Waspendais berfungsi sebagai koordinasi antara Madrasah Diniyah dengan Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Kementrian Agama Kota Cilegon (Pakis Kemenag).
Penerapan kebijakan penyelenggaran wajib belajar Madrasah Diniyah juga berkaitan dengan Dinas Pendidikan sebagai objek dari penerapan kebijakan tersebut. Sasaran dalam perda tersebut tidak hanya lembaga pendidikan yang berada dalam naungan Kemenag seperti Madrasah Tsanawiyah tetapi juga lembaga pendidikan yang berada dalam naungan Dinas Pendidikan seperti Sekolah Menengah Pertama oleh karenaya Dinas Pendidikan juga berperan dalam penerapan kebijakan wajib belajar Madrasah Diniyah tersebut.
Penyelenggaraan wajib belajar Madrasah Diniyah di Kota Cilegon resmi diberlakukan setelah keluarkanya Peraturan Daerah Nomor 1 Tentang Penyelenggaran Wajib Belajar Madrasah Diniyah di Kota Cilegon kemudian diperjelas dengan munculnya Perwal Nomor 44 Tahun 2011 yang kemudian di revisi dengan Perwal Nomor 25 Tahun 2014.
Kementrian Agama sebagai lembaga yang menaungi pendidikan Keagamaan sebenarnya telah lama memberlakukan kewajiban menyerahkan Syahadah Diniyah bagi siswa yang hendak belajar kejenjang Madrasah
Tsanawiyah, hanya lembaga pendidikan yang berada dinaungan Dinas Pendidikan yang belum melaksanakan kewajiban tersebut.