Secara administratif Kel. Dalam merupakan salah satu dari tujuh kelurahan yang ada di Kec. Taliwang KSB. Berdasarkan data tahun 2011 Kel. Dalam mempunyai luas wilayah sebesar 109,2 hektar (ha), ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan tahun 2010 yang wilayahnya mencapai 196 ha. Pada tahun 2010, Kel. Dalam mengalami pemisahan dua wilayah lingkungan, yaitu Ling. Arab dan Ling. Kenangan dimekarkan berdasarkan Perda Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pembentukan Kelurahan Arab Kenangan, menjadi kelurahan definitif baru di Kecamatan Taliwang. Kelurahan Dalam di Kecamatan Taliwang KSB dibatasi oleh beberapa batasan wilayah berikut ini:
Tabel 4 Batas Wilayah Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang
No Batas Desa/kelurahan
1 Sebelah utara Kelurahan Sampir/Desa Batu Putih
2 Sebelah selatan Kelurahan Kuang/Kelurahan Sampir
3 Sebelah timur Kelurahan Kuang
4 Sebelah barat Kelurahan Arab Kenangan/Kelurahan Bugis
Sumber: Profil Kelurahan Dalam 2011 Peta wilayah
Berikut peta wilayah Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang
Kependudukan
Penduduk Kelurahan Dalam Tahun 2011 sebanyak 3741 jiwa dengan dengan komposisi laki-laki sebanyak 1742 orang, sedangkan perempuan 1999 orang, kepadatan penduduk 34 jiwa perkilometer persegi. Jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 830.
Gambar3 Jumlah Penduduk Kelurahan Dalam dengan Katagori Usia
Sumber: Profil Kelurahan Dalam Tahun 2011, data diolah
Berdasarkan agama, maka komposisi penduduk Kelurahan Dalam dapat digambarkan melalui diagram berikut :
Diagram1 Persentase Penduduk Kelurahan Dalam berdasarkan Agama
Profil Kelurahan Dalam Tahun 2011, data diolah
Gambar menggambarkan bahwa mayoritas penduduk (100%) Kelurahan Dalam memeluk Agama Islam sebagai keyakinannya. Keragaman budaya dan etnis bisa mencair dalam kegiatan keagamaan yang memang diikatkan dengan persaudaraan sesama umat Islam. Berdasarkan tingkat pendidikan, penduduk Kelurahan Dalam dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5 Tingkat Pendidikan Penduduk Kelurahan Dalam
No Tingkat Pendidikan Jumlah
1 Tamat Sekolah Dasar / Sederajat 222
2 Tamat Sekolah Menengah Pertama / Sederajat 93
3 Tamat Sekolah Menengah Atas / Sederajat 139
4 Tamat Diploma / Sederajat 14
5 Tamat Strata 1 80
6 Tamat Strata 2 8
Sumber: Profil Kelurahan Dalam Tahun 2011, data diolah
300 200 100 0 100 200 300 0-4 10-14 20-24 30-34 40-44 50-54 60-64 70-74 PEREMPUAN LAKI-LAKI ISLAM 100% KRISTEN 0% PROTESTAN 0% BUDHA 0% HINDU 0% LAIN 0%
Pada tabel dapat dilihat bahwa penduduk yang tamat SD mendominasi jenjang pendidikan penduduk, namun disisi jenjang sarjana cukup signifikan. Pada tingkatan Strata 1 (S1) jumlah sarjana ini mencapai total 80 orang, pada tingkatan Strata 2 (S2) jumlah magister sebanyak 8 orang. Hal ini menggambarkan bahwa dalam jenjang pendidikan, penduduk Kelurahan Dalam cukup menaruh perhatian pada proses pendidikan.
Berdasarkan ragam etnis yang berada pada Kelurahan Dalam, dapat dilihat pada diagram data berikut:
Diagram 2 Persentase Ragam Etnis Penduduk Kelurahan Dalam
Sumber : Profil Kelurahan Dalam Tahun 2011, data diolah
Diagram menunjukkan penduduk Kelurahan Dalam mempunyai ragam etnis yang heterogen, mulai dari Suku Samawa (suku asli), Suku Arab, Suku Makasar, Suku Bugi, Suku Minang, Suku Sunda, Suku Jawa, Suku Bali, Suku Sasak dan Suku Mbojo. Dari sekian banyak suku-suku yang ada di Kelurahan Dalam, Suku Samawa masih mendominasi, artinya penduduk asli lokal masih tetap bertahan. Kepadatan Geografis dan Agraris
Kelurahan Dalam setelah mengalami pemisahan Lingkungan Arab dan Lingkungan Kenangan, luas geografisnya berkurang sekitar 44,3% yang menjadi 109,2 hektar. Adapun penggunaan lahan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 6 Penggunaan dan Luas Lahan
No Penggunaan Luas 1 Pemukiman 44,500 Ha 2 Perkantoran 3,200 Ha 3 Pertamanan 0,500 Ha 4 Persawahan 40,000 Ha 5 Perkebunan 5,000 Ha 6 Perkuburan 1,500 Ha 7 Prasarana Umum 9,700 Ha 8 Pekarangan 4,800 Ha 9 Total 109,200 Ha
Sumber : Profil Kelurahan Dalam Tahun 2011 Samawa 75% Mbojo 2% Sasak 4% Bali 0% Jawa 3% Sunda 1%Minang1% Bugis 5% Makasar 3% Arab 6%
Pertumbuhan Penduduk
Pada tahun 2010 jumlah Kelurahan Dalam mencapai 6289 jiwa dengan komposisi laki-laki 3017 orang dan perempuan sebanyak 3280 orang. Kepadatan penduduk mencapai 32 jiwa permeter persegi. Jumlah Kepala Keluarga (KK) 1587. Tingginya jumlah penduduk dan kepadatan penduduk tahun 2010 ini disebabkan belum mekarnya Lingkungan Arab dan Lingkungan Kenangan menjadi kelurahan.
Setelah mekarnya lingkungan Arab dan Lingkungan Kenangan menjadi Kelurahan Arab Kenangan, jumlah penduduk Kelurahan Dalam Tahun 2011 mengalami pengurangan menjadi 3741 jiwa dengan dengan komposisi laki-laki sebanyak 1742 orang dan perempuan sebanyak 1999 orang, kepadatan penduduk 34 jiwa perkilometer persegi. Jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 830.
Grafik 1 Jumlah Pertumbuhan Penduduk Kelurahan Dalam
Sumber : Profil Kelurahan Dalam Tahun 2011
Pada grafik Kelurahan Dalam mengalami pertumbuhan penduduk yang negatif yang cukup signifikan yaitu kisaran 40%, hal ini berdasar pada pemekaran wilayah geografis dan demografis.
Struktur Sosial
Kelurahan Dalam merupakan kelurahan dengan tingkat pelapisan sosial yang cukup beragam. Hal ini terlihat pada beragamnya jenis matapencaharian, mulai dari pedagang, petani/peternak, karyawan stasta dan pemerintah, dosen dan lainnya, yang kesemuanya itu menjadi satu kesatuan dalam interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, terkadang dalam satu jenis matapencaharian, misalnya seorang penduduk berstatus sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), pada saat yang bersamaan juga berperan sebagai seorang pedagang. Pada contoh yang lain, petani garapan sawah misalnya, terkadang juga mengambil peran sebagai peternak untuk menambah inventarisir kekayaan. Seorang pedagang yang secara etnis masuk sebagai seorang keturunan Etnis Arab, dalam pergaulan sehari-hari juga mengambil peran sebagai tokoh agama.
Khususnya dalam sektor perdagangan/bisnis, peran HMB pemilik Toko MJM sangat berpengaruh, demikian juga Bpk Su pemilik UD. ST. Dalam masalah keagamaan, masing-masing lingkungan pada Kelurahan Dalam mempunyai tokoh yang cukup menonjol. Ada HU pada Lingkungan Beleong HZ pada Lingkungan Sebok, HR di Lingkungan Selayar, HZ di Lingkungan Kota Baru. Tokoh pemuda yang cukup berperan melalui Ikatan Karang Taruna Dalam
6289 3741 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 2010 2011 JUMLAH PENDUDUK
adalah HS, yang juga selaku ketua Gabungan Kelompok Tani se Kecamatan Taliwang.
Kelembagaan Sosial
Disamping eksistensi lembaga pemerintahan, berkembang pula lembaga- lembaga sosial yang memang dalam kesehariannya mempunyai dimensi sosial. Kelembagaan sosial pada Kelurahan Dalam meliputi :
Tabel 7 Nama Lembaga dan Status Pergerakan
No Nama Lembaga Status
1 Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan Aktif
2 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Aktif
3 Lembaga Ikatan Pemuda Dalam Aktif
4 Karang Taruna Aktif
5 Kelompok Tani/Nelayan Aktif
6 Lembaga Adat Aktif
7 Organisasi Keagamaan Aktif
8 Organisasi Pemuda dan Olahraga Aktif
9 Kelompok Gotong Royong Aktif
10 Yayasan sosial Aktif
Sumber: Profil Kelurahan Dalam Tahun 2011, data diolah Jejaring Sosial
Keaktifan peran kelembagaan non formal bentukan masyarakat pada Kelurahan Dalam tergolong aktif sehingga dalam perannya masing-masing mempunyai andil tersendiri. Persatuan Mate Telas (Persatuan Mati Hidup) adalah organisasi kemasyarakat yang berperan sebagai Stering Committee (SC) dibawah komando Subrata Calik dan wakilnya Supriadi Sus. Fungsi pengkoordinasian dan pengawasan pada acara-acara kemasyarakatan menjadi tugas dari organisasi yang sudah berdiri sejak era 80 an ini. Organisasi ini tidak memperbolehkan bagi tuan rumah dalam menjamu para pekerja yang membatu dengan makan besar, cukup sekedar rokok.
Pada tingkat pelaksana, peran lembaga kemasyarakatan lain adalah sebagai Organizing Committee (OC). Sebut saja Kelompok Kerja Dalam yang diketuai oleh Herman. Organisasi ini membatu komunitas dalam penyediaan alat-alat seperti terop, kursi, panggung, lighting sampai sound system. Aset-aset tersebut menjadi inventarisir organisasi, juga disewakan bagi masyarakat umum untuk kas, namun bagi komunitas Kelurahan Dalam khususnya tidak dipungut biaya.
Peran Remaja Masjid Darul Arqam sebagai OC khusus dalam hal keagamaan yang dipimpin oleh In, cukup aktif. Pengajian remaja, bapak-bapak dan pengajian ibu-ibu sampai perayaan hari-hari besar Islam akan menjadi tugas dan fungsi organisasi ini.
OC yang lain adalah Ikatan Karang Taruna Dalam yang diketuai pimpin oleh HS dan wakilnya An juga tidak kalah berperan. Andilnya pemuda dalam kerja bakti dan olah raga menjadi bagian keseharian para pemuda demi
terwujudnya kekompakan para pemuda yang terkadang rawan akan konflik jika tidak ada saluran kegiatan yang positif.
Gambar 4 Pola Hubungan antar Jejaring Sosial Kelembagaan Kelembagaan Ekonomi
Kelurahan Dalam mempunyai potensi yang cukup besar dalam pengembangan usaha produktif, dikarenakan pasar induk tradisional kecamatan berada dilokasi kelurahan ini.
Tabel 8 Nama Lembaga, Jenis dan Jumlah
No Nama Lembaga Jenis Jumlah
1 Koperasi Jasa 19
2 Bank pemerintah Jasa 1
3 Angkutan desa/kota Jasa 3
4 Ekspedisi Jasa 1
5 Group musik/band Jasa 4
6 Penyewaan alat musik/band Jasa 4
7 Pertukangan Jasa 43
8 Pengacara/advokat Jasa 1
9 Penginapan Jasa 43
10 Perindustrian penyamakan kulit Barang 22
11 Restoran/rumah makan Barang 8
12 Swalayan Barang 4
13 Toko/kios Barang 95
14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Barang 1
15 Pangkalan minyak tanah Barang 10
Total Barang/Jasa 260
Sumber: Profil Kelurahan Dalam Tahun 2011, data diolah.
Data pada tabel menggambarkan pelaku UMKM cukup bervariasi, namun dari sekian banyak usaha masyarakat, jenis usaha toko/kios menempati urutan tertinggi jumlahnya yaitu sebanyak 95 unit, diikuti pula oleh penyewaan kamar- kamar atau kos-kosan untuk menopang kegiatan pasar. Kegiatan jual beli pada pasar induk menimbulkan dampak yang luar biasa kompleksnya. Kegiatan pasar tradisional tentunya ditopang oleh akses sumberdaya lokal maupun luar.
Persatuan Mate Telas Kelurahan Dalam Kelompo k Kerja Dalam Remaja Masjid Dalam Ikatan Karang Taruna Dalam
Keberadaan pasar induk memang menjadi perangsang tersendiri dalam tumbuh berkembangnya usaha produktif, sehingga jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkembang pesat. Perkembangan jumlah UMKM juga didukung oleh adanya Program Dana Stimulus Ekonomi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) KSB
Pola-Pola Kebudayaan
Kelurahan Dalam dengan kondisi sosial masyarakatnya yang heterogen, sebagaimana terlihat pada diagram persentase etnis diatas, mempunyai sistem norma dan nilai yang bervariatif. Kehadiran pendatang yang berasal dari luar daerah, misalnya Suku Mbojo, Suku Sasak, Suku Bali, Suku Jawa, dan lain-lain menambah inventarisir keragaman budaya yang ada pada Kelurahan Dalam. Pola-pola penerapan kebijakan pun harus disesuaikan dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Budaya Suku Samawa belum tentu kiranya cocok bagi mereka yang berasal dari Suku Minang misalnya, atau yang dari Bali. Begitu juga budaya yang berasal dari daerah Jawa, belum tentu juga akan cocok dengan budaya Suku Samawa, atau bahkan diantara para pendatang dengan beragam suku dan adat istiadat yang mereka bawa belum tentu juga serasi dan sejalan dengan para pendatang yang lain, misalnya Suku Bugis cocok dengan Suku Sunda dan lain-lain.
Pola-Pola Adaptasi Ekologi
Kelurahan Dalam berlokasi cukup strategis yang berada pada Ibu Kota kabupaten. Dengan demikian posisi yang cukup strategis ini mempunyai potensi perkembangan disektor perekonomian terutama perdagangan barang dan jasa.
Pasar tradisional mempunyai daya tarik tersendiri bagi penduduk. Perubahan rumah-rumah penduduk yang berdekatan dengan lokasi pasar
tradisional menjadi toko atau kios kian berkembang. Munculnya “pasar kaget"
pada ruas-ruas jalan menjadi pemandangan yang biasa ditemukan disekitar pasar. Lapak-lapak illegal yang terbentuk disekitar pasar menjadi sarana bagi penduduk untuk bisa mencari rezeki.
Penduduk Kelurahan Dalam mencoba memaksimalkan lokasi lingkungan mereka untuk mencari aktifitas produktif yang cukup menghasilkan bagi keluarga. Perubahan ini menjadi hal yang biasa karena konsep adaptasi dengan lingkungan dan ekologis yang berbasis perdagangan.
Matapencaharian Utama
Mata pencaharian penduduk Kelurahan Dalam beraneka ragam, mulai dari petani/peternak, pelaku UMKM, Pegawai Negeri Sipil (PNS), nelayan, dosen, karyawan swasta, karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan lain-lain. komposisi matapencaharian penduduk Kelurahan Dalam digambarkan pada grafik berikut ini:
Grafik 2 Persentase dan Jenis Matapencaharian Penduduk Kelurahan Dalam
Sumber: Data Profil Kelurahan Dalam Tahun 2011, data diolah
Berdasarkan grafik dapat ditarik kesimpulan bahwa penduduk Kelurahan Dalam mempunyai matapencaharian utama pada sektor pertanian/peternakan sebesar 33 persen, yang berimbang dengan sektor UMKM 33persen selanjutnya selanjutnya buruh dan PNS masing-masing 8% dan 7%. Matapencaharian yang lain rata-rata dibawah 5%.
Ikhtisar
Kelurahan Dalam merupakan salah satu dari 7 kelurahan ada di Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Secara geografis letak Kelurahan Dalam berada pada posisi yang cukup strategis dalam upaya pengembangan masyarakat pada berbagai sektor. Perkembangan sektor perdagangan begitu pesat di wilayah kelurahan ini, salah satu faktor perkembangannya dikarenakan keberadaan pasar induk kabupaten. Keberadaan pasar induk kabupaten ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal secara khusus maupun bagi penduduk pendatang yang memang mencoba mencari penghasilan khusus dalam dunia perdagangan.
Berbagai etnis dan suku yang hadir di Kelurahan Dalam pada akhirnya menjadi suatu keragaman sosial dan budaya. Perbauran dan interaksi masyarakat lokal dan pendatang membentuk suatu tatanan sistem dan nilai tersendiri. Ada pola-pola adaptasi bagi pendatang dan ada pola-pola adopsi bagi penduduk lokal. Masalah-masalah yang muncul di Kelurahan Dalam, mulai dari masalah sosial, ekonomi, budaya, pertahanan dan keamanan memang merupakan bagian dari dinamika perjalanan kehidupan sehari-hari. Peran kelembagaan baik formal bentukan pemerintah maupun non formal atau lembaga sosial yang dibentuk oleh masyarakat pada Kelurahan Dalam dirasakan cukup membantudalam upaya penanganan berbagai masalah. Kebekuan dan kekakuan interaksi dari pelapisan sosial yang ada, mulai dari keragaman etnis dan keragaman matapencaharian yang mengarah kepada ketimpangan penghasilan, dapat terpecahkan dengan adanya forum-forum keagamaan, kepemudaan dan lainnya.
0 100 200 300 291 293 99 7 78 8 1 5 107 JUMLAH