BAB III METODE PENELITIAN
A. Deskripsi Data
1. Profil MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang
Madrasah Ibtidayah Miftahul Akhlaqiyah merupakan salah satu sekolah yang berada di bawah yayasan Miftahul Huda Bringin Ngaliyan yang berdiri pada tahun 1953. Berdirinya MI dipelopori oleh bapak Ahmad Mudatsir, pada awal mulanya bernama Madrasah Diniyah Wajib belajar, pada tahun 1962 terdapat Peraturan Departemen Agama dan nama sekolah berganti nama Madrasah Wajib Belajar.
b. Letak Geografis
MI Miftahul Akhlaqiyah adalah salah satu madrasah unggulan kota semarang. Letak gedung MI Miftahul Akhlaqiyah berada di pinggir jalan raya, sehingga sangat mudah untuk dijangkau oleh kendaraan. Tepatnya terletak di Jalan Bringin Raya No.23 Tambakaji Ngaliyan Semarang.
c. Visi MI Miftahul Akhlaqiyah
Visi dari MI Miftahul Akhlaqiyah adalah terwujudnya generasi muslim yang tekun beribadah, berakhlaqul karimah dan unggul dalam berprestasi.
d. Misi MI Miftahul Akhlaqiyah
1. Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dalam pencapaian prestasi akademik dan non akademik.
2. Menumbuhkan penghayatan dan pengalaman ajaran islam sehingga menjadi peserta didik yang tekun beribadah dan berakhlak karimah.
3. Mewujudkan pembentukan diri dalam masyarakat.
35 4. Meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme tenaga kependidikan
sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan.
5. Menyelenggarakan tata kelola yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
6. Meningkatkan jumlah peserta didik yang diterima disekolah favorit.
e. Tujuan MI Miftahul Akhlaqiyah
1. Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran aktif (PAIKEM dan CTL).
2. Mengembangkan potensi akademik, minat dan bakat peserta didik melalui layanan bimbingan dan konseling dan kegiatan ekstra kurikuler.
3. Meningkatkan perilaku islam di lingkungan madrasah.
4. Meningkatkan prestasi akademik peserta didik.
5. Meningkatkan prestasi akademik peserta didik di bidang seni dan olahraga lewat kejuaraan dan kompetensi.
f. Kegiatan Ekstrakulikuler MI Miftahul Aklaqiyah Semarang
Program ekstrakulikuler yang dikembangkan di MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang yaitu:
1. Ekstrakulikuler Menari.
2. Ekstrakulikuler Pramuka.
3. Ekstrakulikuler Komputer.
4. Ekstrakulikuler Melukis.
5. Ekstrakulikuler Tilawatil Qur‟an.
6. Ekstrakulikuler Drumband.
36 g. Jumlah Siswa MI Miftahul Akhlaqiyah
Tabel Jumlah Siswa
KELAS IV A KELAS IV B KELAS IV C JUMLAH
28 Siswa 28 Siswa 28 Siswa 84 Siswa
Sumber: MI Miftahul Akhkaqiyah Semarang 2. Hasil Penemuan
Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti memperoleh data tentang problematika wali siswa kelas IV dalam penggunaan google classroom sebagai sarana pembelajaran daring. Data penelitian ini diperoleh peneliti melalui kuisioner yang dibagikan kepada wali siswa kelas IV MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang dengan menggunakan google form. Peneliti mengambil beberapa sampel wali siswa kelas IV yang berjumlah 45 wali siswa. Pengambilan data dilakukan secara online menggunakan google form yang berisi pertanyaan tentang problematika wali siswa dalam menggunakan google classroom sebagai sarana pembelajaran daring. Problematika tersebut terdiri dari beberapa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi.
Kuisioner merupakan salah satu cara mendapatkan sebuah data penelitian.
Pengambilan data penelitian, peneliti menggunakan metode wawancara terstruktur tentang problematika dan upaya sekolah, guru dan wali siswa saat menghadapi pembelajaran dari menggunakan aplikasi google classroom.
a. Problematika Tentang Penggunaan Google Classroom
Terdapat dua problematika yang dihadapi wali siswa terkait dengan penggunaan aplikasi google classroom sebagai sarana pembelajaran daring di MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang. Yang pertama adalah problematika secara internal, problematika ini berasal dari diri sendiri. Kedua adalah problematika eksternal, problematika yang berasal dari luar diri.
Berdasarkan data kuisioner yang sudah diberikan kepada 45 responden.
Terdapat problematika dalam penggunaan google classroom sebagai sarana pembelajaran daring.
37 Berikut adalah tabel jumlah dan presentase dari responden kuisioner sebanyak 45 wali murid:
1. Adakah sosialisasi tentang penggunaan google classroom sebagai sarana pembelajaran daring tahun ajaran ganjil 2020 di MI Miftahul Akhlaqiyah?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 45 100.0 100.0 100.0
2. Jika ada sosialisasi, sekolah melakukan sosialisai dengan cara apa?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 45 100.0 100.0 100.0
3. Adakah surat edaran penggunaaan google classroom untuk pembelajaran daring dari MI Miftahul Akhlaqiyah?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 45 100.0 100.0 100.0
Tabel diatas merupakan hasil kuisioner wali siswa kelas IV. Dari tabel di atas terdapat soal nomor satu, dua, tiga. Ketiga nomor tersebut terdapat pertanyaan tentang sosialisasi penggunaan google classroom sebagai sarana pembelajaran daring kelas IV. Diperoleh presentase sebanyak 100% wali siswa kelas IV menjawab Ya, bahwa sekolah telah memberikan edaran pemberitahuan yang dilakukan secara online tentang aplikasi google classroom sebagai sarana pembelajaran daring tahun ajaran ganjil 2020.
Sosialisasi adanya penggunaan aplikasi google classroom sebagai sarana pembelajaran daring di MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang sangat diperlukan, karena proses ini merupakan sebuah kesepakan antara wali siswa kelas IV dengan pihak sekolah dalam menentukan sarana terbaik untuk pembelajaran daring di MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang.
38 4. Apakah terjadi kendala atau problem dalam menginstal
aplikasi google classroom?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Tidak 36 80.0 80.0 80.0
Ya 9 20.0 20.0 100.0
Total 45 100.0 100.0
Pertanyaan nomor empat sebanyak 80% wali siswa kelas IV menjawab tidak mengalami kendala dalam menginstal aplikasi google classroom, di sisi lain, sebanyak 20% wali siswa menjawab Ya terdapat kendala dalam menginstal aplikasi google classroom. Hal tersebut dikarena tidak semua wali siswa mengetahui fungsi dan kegunaan aplikasi yang ada di handphone.
5. Tidak ada kendala atau problem untuk login atau masuk google classroom menggunakan akun sekolah.
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Tidak 23 51.1 51.1 51.1
Ya 22 48.9 48.9 100.0
Total 45 100.0 100.0
Pertanyaan nomor lima, sebanyak 48,9% wali siswa setuju bahwa tidak ada kendala dalam login ke aplikasi google classroom dengan akun sekolah.
Namun sebanyak 51,1% wali siswa mengalami kendala untuk login ke google classroom menggunakan akun yang diberikan sekolah.
39 6. Apakah ada kendala atau problem untuk bergabung digrup
kelas ?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent kendala untuk bergabung digrup kelas, dan sebanyak 22,2% wali siswa masih mengalami Kendala untuk bergabung digrup google classroom.
7. Tidak ada kendala atau problem memasukka password atau kata sandi bergabung digrup kelas?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Tidak 25 55.6 55.6 55.6
Ya 20 44.4 44.4 100.0
Total 45 100.0 100.0
Pertanyaan nomor tujuh, sebanayak 55,6% wali siswa mempunya kendala untuk memasukkan password di aplikasi google classroom, disisi lain terdapat 44,4% jawaban wali siswa tidak mengalami kendala apapun untuk memasukkan password diaplikasi google classroom.
8. Tidak ada kendala atau problem dalam melihat materi tugas digrup aplikasi google classroom?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Tidak 22 48.9 48.9 48.9
Ya 23 51.1 51.1 100.0
Total 45 100.0 100.0
40 Pertanyaan nomor delapan, sebanyak 51,1% wali siswa menjawab Ya, bahwasannya tidak ada kendala untuk melihat tugas yang diberikan oleh guru di grup google classroom. Dan 48,9% menjawab terdapat kedala untuk melihat materi.
9. Tidak ada kendala atau problem dalam mengerjakan tugas secara langsung di grup google classrooom?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Tidak 21 46.7 46.7 46.7
Ya 24 53.3 53.3 100.0
Total 45 100.0 100.0
Pertanyaan nomor Sembilan dari 100% wali siswa, 53,3% menjawab Ya dan 46,7% menjawab Tidak atas pertanyaan yang menyatakan bahwa tidak ada kendala dalam mengerjakan tugas secara langsung di grup kelas google classroom.
10. Tidak ada kendala atau problem dalam mengirim atau menyerahkan tugas di grup google classrooom?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent mengirim atau menyerahkan tugas di grup google classroom.
41 11. Apakah ada kendala atau problem dalam melampirkan
atau menambahkan file tugas di google classroom?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent dan 77,8% menjawab Tidak. Berdasarkan presentase tersebut, beberapa wali murid ada kendala dalam melampirkan atau menambahkan file tugas di google classroom.
12. Apakah ada kendala atau problem dalam membuat postingan atau upload file di grup google classroom?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Tidak 32 71.1 71.1 71.1
Ya 13 28.9 28.9 100.0
Total 45 100.0 100.0
Pertanyaan nomor dua belas, sebanyak 28,9% wali siswa menjawab Ya dan 71,1% menjawab Tidak. Berdasarkan presentase tersebut, beberapa wali murid mendapat kendala dalam membuat postingan atau upload file di grup google classroom.
13. Tidak ada kendala dalam memberikan komentar di grup kelas google classroom?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Tidak 20 44.4 44.4 44.4
Ya 25 55.6 55.6 100.0
Total 45 100.0 100.0
42 Pertanyaan nomor tiga belas, sebanyak 55,6% wali siswa menjawab Ya, karena tidak ada kendala yang dialami pada saat memberikan komentar di grup google classroom. Sedangkan 44,4% wali siswa menjawab Tidak, karena masih mengalami kendala dalam memberika komentar di grup google classroom.
14. Tidak ada kendala dalam memberikan komentar pribadi kepada siswa lain di aplikasi google classroom?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Tidak 21 46.7 46.7 46.7
Ya 24 53.3 53.3 100.0
Total 45 100.0 100.0
Pertanyaan nomor empat belas, sebanyak 53,3% wali siswa menjawab Ya, karena tidak mengalami kendala untuk memberikan komentar pribadi kepada siswa lain di google classroom. Sedangkan 46,7% wali siswa menjawab Tidak, karena beberapa wali siswa masih mengalami kendala dalam memberikan komentar pribadi kepada siswa lain di google classroom.
15. Adakah bimbingan dari pihak sekolah dalam menggunakan aplikasi google classroom?
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 45 100.0 100.0 100.0
Sumber Data
Pertanyaan nomor lima belas, sebanyak 100% wali siswa menyatakan bahwa terdapat arahan atau bimbingan secara online dari pihak sekolah dalam menggunakan aplikasi google classroom. Edaran penggunaan google classroom yang digunakan oleh pihak sekolah berupa informasi yang disampaikan oleh guru kelas kepada walisiswa melalui grup whatsapp.
43 b. Hasil Wawancara tentang problematika wali murid kelas IV dalam
penggunaan google classroom sebagai sarana pembelajaran daring Berikut jawaban dari pertanyaan yang diberikan peneliti kepada responden tentang problematika yang dihadapi oleh wali siswa kelas IV dalam penggunaan google classroom sebagai sarana pembelajaran daring.
Berdasarkan pertanyaan yang sudah diajukan oleh peneliti terdapat jawaban wali siswa kelas IV yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan dan menggunakan aplikasi google classroom, berikut jawaban dari Budi Andayani:
”ada problem, terkadang akun tidak bisa dibuka, sehingga tidak dapat melihat materi” (Budi Andayani/13/02/21).
Kemudian Rika Wijiastuti juga memberikan jawaban tentang kendala atau problem yang alami,
”ada masalah dalam pengiriman tugas video ke google classroom yang agak lama” (Rika Wijiastuti/13/02/21).
Afifah Rahmawati juga me mberikan jawaban tentang problematika penggunaan google classroom,
“cara login atau masuk google classroom menggunakan akun sekolah”
(Afifah Rahmawati/13/02/21).
Hal tersebut dibenarkan oleh wakil kepala sekolah,
“pada awal penggunaan google classroom beberapa wali siswa ada yang kaget karena belum terbiasa menggunakan aplikasi google classroom untuk pembelajaran daring” (Rif‟an/03/02/21).
Kemudian Imro‟atil Hasanah selaku guru kelas IV juga memberikan jawaban tentang kendala atau problem yang dihadapi oleh wali siswa kelas IV,
“ada banyak kendala yang dihadapi oleh wali siswa kelas IV yang pertama adalah HP, kuota, jaringan internet, dan akun email yang harus dimiliki oleh semua wali siswa” (Imro‟atil Hasanah/02/02/21).
44 B. Analisis Data
Analisis data ini, membahas hasil penelitian tentang problematika dan upaya yang dilakukan dalam penggunaan google classroom sebagai sarana media pembelajaran selama pandemi Covid‟19 di MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang.
1. Problematika wali siswa kelas IV tentang penggunaan google classroom sebagai sarana pembelajaran daring
Pembelajaran daring menggunakan aplikasi google classroom merupakan salah satu cara penyampaian informasi yang dilakukan oleh guru kepada siswa, dengan tujuan untuk memudahkan pembelajaran dan meningkatkan pembelajaran daring atau jarak jauh. Google Classroom adalah sebuah aplikasi belajar yang dibuat untuk membantu pembelajaran secara virtual atau daring. Aplikasi ini merupakan sarana pembelajaran yang dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran daring. MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang merupakan salah satu sekolah yang memilih google classroom sebagai sarana pembelajaran daring. Hasil penelitian yang sudah dilakukan peneliti tentang pembelajaran daring menggunakan google classroom di MI Miftahul Akhlaqiyah terdapat berbagai macam masalah yang dialami wali siswa kelas IV dalam penggunaan atau pengoprasian aplikasi google classroom.
Permasalahan pembelajaran berbasis online atau daring dengan menggunakan aplikasi google classroom merupakan salah satu problematika yang dimiliki oleh wali siswa kelas IV. Pada situasi yang seperti ini, masa pandemi covid’19, pembelajaran yang semula bertatap muka dialihkan dengan pembelajaran jarak jauh atau daring. Upaya yang dilakukan oleh MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang dalam pembelajaran jarak jauh ini, dimaksimalkan dengan menggunakan aplikasi google classroom.
Dampak dari adanya pembelajaran daring menggunakan aplikasi google classroom yang dialami oleh wali siswa kelas IV terdapat kemudahan dan permasalahan yang terjadi. Kemudahan yang didapatkan dalam menggunakan aplikasi google classroom yaitu dapat memudahkan wali siswa dalam mendampingi belajar anak kapanpun, dan materi pembelajaran dapat dilihat kapan saja di aplikasi google classroom atau pada penyimpanan google drive.
45 Hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti, terdapat beberapa problematika tentang pembelajaran daring menggunakan google classroom yang dialami oleh wali siswa kelas IV MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang.
Karena siswa kelas IV dalam belajar secara daring masih membutuhkan bantuan dan pendampingan orang tua. Permasalahan yang terjadi pada saat pembelajaran daring yaitu beberapa wali siswa belum memliki smartphone android, hal ini diperkuat dengan wawancara kepada wali kelas IV bahwasannya smartphone masih menjadi kendala dalam pembelajaran online di MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang. Signal atau jaringan internet juga merupakan problematika yang dialami oleh wali siswa kelas IV.
Problematika lain yang dihadapi oleh wali siswa yaitu, login google classroom dengan akun email yang diberikan oleh sekolah. Selain itu, kendala dalam melihat materi tugas di grup, mengirim tugas di grup, dan sebagian wali siswa mengalami kendala dalam memberikan kometar di grup secara pribadi maupun memberikan komentar peserta didik lainnya. Selain itu, terdapat wali siswa yang masih belum terlalu mengenal teknologi dan aplikasi google classroom. Beberapa wali siswa kelas IV masih belum bisa mengoprasikan aplikasi google classroom. Adanya permasalahan ini dapat berdampak baik kepada wali siswa kelas IV, dimana wali siswa kelas IV yang belum bisa mengoprasikan aplikasi google classroom, mereka berusaha untuk bertanya baik kepada pihak sekolah atau guru kelas sampai bisa menggunakan aplikasi google classroom dengan baik dan benar.
2. Upaya untuk menghadapi problematika penggunaan google classroom sebagai sarana media pembelajaran kelas IV selama pandemi Covid’19 di MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang
Disetiap problematika yang terjadi pasti ada cara atau upaya untuk mengatasi problem tersebut. Upaya merupakan sebuah usaha yang dilakukan seseorang untuk mencapai tingkatan tahu, di mana seseorang yang semula tidak tahu suatu ilmu menjadi tahu ilmu tersebut. Problematika penggunaan google classroom yang sedang dialami oleh wali siswa kelas IV MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang, terdapat berbagai upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru-guru MI Miftahul Akhalqiyah Semarang, terutama guru kelas
46 IV berupaya untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik selama proses belajar mengajar tatap muka diganti dengan pembelajaran online. Wali murid kelas IV juga berupaya untuk mendampingi dan memberikan fasilitas yang terbaik untuk anaknya belajar online.
Upaya awal yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru kelas untuk mencegah problematika pembelajaran daring yaitu memberikan informasi tentang penggunaan google classroom melalui grup whatsapp. Karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengadakan pertemuan secara langsung. Hal ini merupakan upaya awal sebagai bentuk mewujudkan keberhasilan pembelajaran daring atau kemajuan pembelajaran daring di sekolah MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang. Kepala sekolah juga harus berusaha untuk memberikan sarana prasarana yang mendukung untuk pembelajaran daring, seperti pemberian kuota data dan memberikan motivasi belajar kepada peserta didik.
Proses belajar mengajar menggunakan google classroom selama pandemi covid‟19 guru kelas harus memilik cara yang unik dan menarik untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang tidak berkesan membosankan, walaupun pembelajaran dilakukan secara online seakan-akan peserta didik merasakan kesenangan dan kepuasan belajar seperti belajar dengan tatap muka.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh guru kelas yaitu menggunakan pembelajaran audio visual, berupa pembuatan video atau konten-konten belajar, agar pembelajaran melalui aplikasi google classroom tidak sekedar materi bacaan dan berkesan membosankan. Guru membuat video pembelajaran dengan harapan peserta lebih mudah memahami isi materi yang telah disampaikan, dan video pembelajaran ini dapat mempermudah wali siswa kelas IV dalam mendampingi pembelajaran online. Guru kelas juga bertugas untuk memantau wali siswa dan peserta didik dalam pembelajaran melalui google classroom. Kepala sekolah dan guru berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan fasilitas sarana pembelajaran daring yang sesuai dengan kondisi peserta didik, salah satunya dengan memberikan fasilitas untuk konsultasi atau memberikan bimbingan secara langsung bagi wali siswa yang belum bisa menggunakan google classroom.
47 Selain pihak sekolah (kepala sekolah dan guru), wali siswa juga memiliki upaya dalam mengatasi permasalah yang terjadi. Karena pada awal permulaan pembelajaran online menggunakan aplikasi google classroom dirasa berat dan beberapa wali siswa tidak bisa menggunakan aplikasi google classroom dengan baik. Wali siswa kelas IV MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang mempunyai upaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan bertanya langsung oleh wali kelas atau guru kelas, jika permasalah yang dihadapi masih mendapatkan problem, wali siswa datang langsung ke sekolah untuk mendapatkan bimbingan secara langsung tentang penggunaan google classroom.
48 BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hasil penelitian tentang problematika wali siswa kelas IV dalam penggunaan google classroom sebagai sarana pembelajaran daring tahun ajaran ganjil 2020 di MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang, maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Problematika wali siswa kelas IV tentang penggunaan google classroom sebagai sarana pembelajaran daring. Problematika merupakan persoalan atau permasalahan yang sedang dihadapi, problem ini dapat diselesaikan menggunakan solusi yang tepat. Problematika penggunaan google classroom merupakan sebuah masalah yang sedang dihadapi oleh wali siswa kelas IV di MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang, di mana wali siswa masih kesulitan dalam menggunakan aplikasi google classroom. Google Classroom merupakan sebuah aplikasi belajar yang digunakan oleh guru ataupun siswa untuk memudahkan adanya pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran daring sendiri dilakukan karena adanya sebuah problem, dan problem yang terjadi pada saat ini dikarenakan adanya wabah baru di Indonesia yaitu covid‟19. Covid‟19 merupakan sebuah penyakit baru yang dapat menyerang manusia pada saluran pernapasan.
MI Miftahul Akhlaqiyah pada masa pandemi ini menggunakan aplikasi google classroom sebagai sarana pembelajaran daring yang digunakan oleh siswa kelas IV. Pembelajaran daring ini mengakibatkan munculnya sebuah problematika yang dialami oleh wali siswa kelas IV MI Miftahul Akhlaqiyah, karena wali siswa merupakan pendamping siswa dalam belajar di rumah. Permasalah ini diambil oleh peneliti guna untuk mengetahui apa saja problematika yang dihadapi oleh wali siswa kelas IV dalam penggunaan google classroom sebagai sarana pembelajaran daring, dan hasil penelitian dari problematika yang dihadapi wali siswa kelas IV menggunakan kuisioner yaitu tidak dapat login google classroom menggunakan email sekolah dan tidak dapat bergabung kelas dengan password yang sudah diberikan oleh guru kelas, dan selain itu problematika yang dihadapi oleh wali siswa yaitu kurangnya mengenal icon-icon di aplikasi google classroom
49 menjadikan wali siswa kelas IV sehingga masih kebingungan dalam membalas komentar ataupun memberikan komentar, mengirim tugas video maupun tugas berupa file dokumen. Kendala sinyal atau jaringan internet juga menjadi problematika pada saat pembelajaran dari menggunakan aplikasi google classroom.
Problematika lain yang terjadi saat pembelajaran daring yaitu, masih terdapat wali siswa yang belum memilik handphone android. Dampak adanya problematikan penggunaan google classroom dapat menajdikan wali siswa kelas IV yang pada mulanya meraka belum mengenal menu-menu di google classroom menjadi tahu.
2. Upaya yang diberikan kepala sekolah, guru kelas IV dan wali siswa kelas IV pada saat pembelajaran daring menggunakan aplikasi google classroom. Salah satu upaya yang diberikan pihak sekolah untuk mengatasi problematika ini yaitu, dengan memberikan sosialisasi tentang penggunaan aplikasi google classroom sebagai sarana pembelajaran daring, kemudian memberikan pelatihan guru kelas IV untuk membantu atau memantau wali siswa kelas IV jika memiliki problem dalam mengakses google classroom.
B. Saran
Berdasarkan hasil data penelitian yang dilakukan di MI Miftahul Akhlaqiyah Semarang, guna meningkatkan kualitas yang lebih baik peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Bagi Siswa
Aplikasi google classroom dapat memberikan dampak positif yang dapat membantu siswa dalam belajar daring dan dapat menjadikan siswa tetap semangat belajar.
2. Bagi Wali Siswa
Manfaat aplikasi google classroom dapat menjadikan orang tua lebih mudah mengkontrol anaknya belajar di rumah, diharapkan google classroom dapat meningkatkan kreativitas orang tua dalam memilih aplikasi belajar yang bermanfaat untuk anak.
3. Bagi Guru
50 Manfaat penggunaan aplikasi google classroom memiliki banyak dampak positif bagi guru dan diharapkan guru dapat meningkatkan dan memaksimalkan metode pembelajaran berbasis teknologi dengan kreativitas yang tidak terbatas.
4. Bagi Madrasah
Manfaat aplikasi google classroom sebagai sarana pembelajaran selama pandemi covid‟19 memberikan dampak positif pada kualitas pembelajaran berbasis online dan sekolah diharapkan untuk terus meningkatkan fasilitas media dan sarana pembelajaran berbasis online.
51 DAFTAR PUSTAKA
Anggito, Albi, and Johan Setiawan, METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF (Jawa Barat:
Anggito, Albi, and Johan Setiawan, METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF (Jawa Barat: