• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL PENDIDIKAN TINGGI TAHUN 2012/2013 PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

A. Pendahuluan

Profil Pendidikan Tinggi (Profil PT) disusun berdasarkan pada Statistik Perguruan Tinggi Tahun 2012/2013 yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sesuai dengan Statistik Perguruan Tinggi maka Profil PT juga menyajikan data pada tahun akademik 2012/2013.

Profil PT mengacu pada visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) 2014. Berdasarkan visi tersebut terdapat layanan prima pendidikan nasional yang dijabarkan menjadi misi pendidikan 5K. Visi Kemdikbud 2014 adalah terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional. Indikator pendidikan yang dimaksud disesuaikan dengan Rencana Strategi (Renstra) Kemdikbud dalam rangka Pembangunan Pendidikan 2010-2014 yang terdiri dari tiga pilar kebijakan dan dijabarkan dalam misi pendidikan 5K. Misi pendidikan 5K terdiri atas 1) misi K-1 meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan, 2) misi K-2 memperluas keterjangkauan layanan pendidikan, 3) misi K-3 meningkatkan kualitas dan relevansi layanan pendidikan, 4) misi K-4 mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan, dan 5) misi K-5 menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan.

Profil PT terdiri atas data dan indikator pendidikan. Data pendidikan dirinci

menjadi lima variabel, yaitu 1) lembaga pendidikan, 2) mahasiswa baru, 3) mahasiswa, 4) lulusan, dan 5) dosen. Kelima variabel data tersebut dirinci

menurut jenis lembaga dan status lembaga. Pendidikan tinggi terdiri dari lima

jenis lembaga PT, yaitu 1) universitas, 2) institut, 3) sekolah tinggi (ST), 4) akademi, dan 5) politeknik. Pendidikan tinggi dirinci menurut status lembaga,

yaitu negeri dan swasta.

Indikator pendidikan dirinci berdasarkan misi pendidikan 5K. Untuk misi K-1 adalah rasio mahasiswa per lembaga yang dirinci menurut jenis dan status lembaga PT. Untuk misi K-2 adalah daerah terjangkau yang dihitung dari daerah terjangkau mahasiswa dibagi dengan daerah terjangkau lembaga. Daerah yang bisa dijangkau oleh mahasiswa dalam jarak 25 km2. Oleh karena itu, daerah

terjangkau lembaga adalah jari-jari dikalikan 25 km dan dikalikan dengan kepadatan lembaga sedangkan daerah terjangkau mahasiswa adalah jari-jari dikalikan 25 km dan dikalikan dengan kepadatan penduduk 19-23 tahun. Untuk misi K-3 terdiri dari empat jenis, yaitu rasio mahasiswa per dosen, rasio dosen per lembaga, dan angka produktivitas menurut status jenis dan status, sedangkan kelayakan mengajar dosen menurut status lembaga. Untuk misi K-4 terdiri dari tiga jenis, yaitu perbedaan gender APK, indeks paritas gender APK, dan persentase mahasiswa swasta menurut jenis lembaga. Untuk misi K-5 terdiri dari dua jenis, yaitu APK dan AM ke PT menurut jenis lembaga. Dengan demikian, jumlah indikator yang digunakan untuk menilai kinerja pendidikan tinggi sebanyak 11 jenis indikator pendidikan.

Tabel 1

Standar untuk Melakukan Konversi

Oleh karena 11 indikator tersebut memiliki satuan yang berbeda maka diperlukan standar untuk menyatukan nilainya seperti disajikan pada Tabel 1. Hanya ada empat indikator yang menggunakan ideal, yaitu %DL, PG APK, IPG APK, dan AM PT. Berdasarkan perhitungan kinerja maka nilai kinerja menurut jenis disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2 Jenis Kinerja

B. Data Pendidikan

Gambaran umum pendidikan tinggi disajikan pada Tabel 3 yang dirinci menurut variabel pendidikan, status lembaga, dan jenis lembaga.

Berdasarkan Tabel 3, pada tahun 2012/2013 jumlah lembaga PT di Provinsi Kalimantan Timur adalah 64 dengan rincian 9 universitas (14,06%), 1 institut

No. Misi Indikator Standar Penjelasan

1 Misi K-1 Ketersediaan Rasio M/L 2.000 Asumsi 2 Mis K-2 Keterjangkauan DT 8.500 Asumsi 3 Misi K-3 Kualitas R-M/D 25 Asumsi R-D/L 100 Asumsi Aproduk 25 Asumsi %DL 100 Ideal 4 Misi K-4 Kesetaraan PG APK 0 Ideal IPG APK 1 Ideal %MhsSwt 75 Asumsi 5 Misi K-5 Kepastian APK 30 Asumsi AM PT 100 Ideal

No. Jenis Kinerja 1 Paripurna 2 Utama 3 Madya 4 Pratama 5 Kurang 80.00-84.99 kurang dari 80.00 Nilai 95.00 ke atas 90.00-94.99 85.00-89.99

(1,56%), 28 sekolah tinggi (43,75%), 20 akademi (31,25%), dan 6 politeknik (9,38%). Dengan demikian, jenis lembaga terbesar adalah sekolah tinggi dan terkecil adalah institut. Untuk status lembaga negeri hanya memiliki 2 universitas dan 3 politeknik sehingga jumlah lembaga negeri sebesar 5 lembaga, sedangkan untuk lembaga swasta terdapat 7 universitas, 1 institut, 28 sekolah tinggi, 20 akademi, dan 3 politeknik sehingga jumlahnya 330 lembaga. Dengan demikian, jenis status lembaga negeri terbesar adalah universitas dan terkecil adalah politeknik sedangkan status lembaga swasta terbesar adalah sekolah tinggi dan terkecil adalah institut.

Tabel 3

Gambaran Umum Pendidikan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Grafik 1

Jumlah Lembaga Menurut Jenis dan Status Lembaga Perguruan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

Jumlah mahasiswa baru PT di provinsi Kalimantan Timur sebesar 18.382 orang, berada di negeri sebesar 10.417 orang lebih besar daripada di swasta sebesar 7.965 orang. Bila dilihat menurut jenis lembaga, jumlah mahasiswa baru universitas yang terbesar sebesar 13.236 orang atau 72,01% dan terkecil pada institut sebesar 280 orang atau 1,52%. Bila dilihat menurut status lembaga maka

No. Variabel Universitas % Institut % ST % Akademi % Politeknik % Jumlah

1 Lembaga 9 14,06 1 1,56 28 43,75 20 31,25 6 9,38 64 a. Negeri 2 40,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 3 60,00 5 b. Swasta 7 11,86 1 1,69 28 47,46 20 33,90 3 5,08 59 2 Mahasiswa Baru 13.236 72,01 280 1,52 2.855 15,53 669 3,64 1.342 7,30 18.382 a. Negeri 9.557 91,74 0 0,00 0 0,00 0 0,00 860 8,26 10.417 b. Swasta 3.679 46,19 280 3,52 2.855 35,84 669 8,40 482 6,05 7.965 3 Mahasiswa 56.381 67,45 1.666 1,99 16.939 20,26 3.459 4,14 5.148 6,16 83.593 a. Negeri 37.758 90,62 0 0,00 0 0,00 0 0,00 3.910 9,38 41.668 b. Swasta 18.623 44,42 1.666 3,97 16.939 40,40 3.459 8,25 1.238 2,95 41.925 4 Lulusan 8.964 72,77 180 1,46 1.840 14,94 431 3,50 903 7,33 12.318 a. Negeri 6.593 91,75 0 0,00 0 0,00 0 0,00 593 8,25 7.186 b. Swasta 2.371 46,20 180 3,51 1.840 35,85 431 8,40 310 6,04 5.132 5 Dosen 1.892 56,38 57 1,70 700 20,86 254 7,57 453 13,50 3.356 a. Negeri 1.153 75,56 0 0,00 0 0,00 0 0,00 373 24,44 1.526 b. Swasta 739 40,38 57 3,11 700 38,25 254 13,88 80 4,37 1.830

mahasiswa baru PT negeri pada universitas yang terbesar sebesar 9.557 orang atau 91,74% dan PT swasta juga pada universitas sebesar 3.679 orang atau 46,19%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT negeri adalah politeknik sebesar 860 orang atau 8,26% dan PT swasta adalah institut sebesar 280 orang atau 3,82%. Dengan demikian, dominasi mahasiswa baru PT negeri pada universitas dan PT swasta juga pada universitas. Dapat dikatakan bahwa universitas masih menjadi idola banyak orang ketika melanjutkan ke PT.

Grafik 2

Jumlah Mahasiswa Baru dan Mahasiswa PT Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

Jumlah mahasiswa PT provinsi Kalimantan Timur sebanyak 83.593 orang berada di PT negeri sebanyak 41.668 orang dan di PT swasta sebanyak 41.925 orang. Bila dilihat menurut jenis lembaga, jumlah mahasiswa terbesar di universitas sebanyak 56.381 orang atau 67,45% dan terkecil di institut sebanyak 1.666 orang atau 1,99%. Bila dilihat menurut status lembaga, mahasiswa PT negeri pada universitas yang terbesar sebesar 37.758 orang atau 90,62% dan PT swasta juga pada universitas sebesar 18.623 orang atau 44,42%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT negeri adalah politeknik sebesar 3.910 orang atau 9,38% dan PT swasta adalah politeknik sebesar 1.238 orang atau 2,95%. Dengan demikian, dominasi mahasiswa PT negeri pada universitas dan PT swasta juga pada universitas.

Grafik 3

Jumlah Lulusan dan Dosen PT Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

Jumlah lulusan PT provinsi Kalimantan Timur sebanyak 12.318 orang dengan lulusan dari PT negeri sebanyak 7.186 orang dan dari PT swasta sebanyak 5.132 orang. Bila dilihat per jenis lembaga maka lulusan terbanyak juga pada universitas sebesar 8.964 orang atau 72,77% dan terkecil pada institut sebesar 180 orang atau 1,46%. Bila dilihat menurut status lembaga, lulusan PT negeri pada universitas yang terbesar sebesar 6.593 orang atau 91,75% dan PT swasta juga pada universitas sebesar 2.371 orang atau 46,20%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT negeri adalah politeknik sebesar 593 orang atau 8,25% dan PT swasta adalah institut sebesar 180 orang atau 3,51%. Dengan demikian, dominasi lulusan PT negeri pada universitas dan PT swasta juga pada universitas.

Jumlah dosen PT provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 3.356 orang dengan dosen dari PT negeri sebanyak 1.526 orang dan dari PT swasta sebanyak 1.830 orang. Bila dilihat per jenis lembaga, jumlah dosen terbanyak juga pada universitas sebesar 1.892 orang atau 56,38% dan terkecil pada institut sebesar 57 orang atau 1,70%. Bila dilihat menurut status lembaga, dosen PT negeri terbesar pada universitas sebesar 1.153 orang atau 75,56% dan PT swasta juga pada universitas sebesar 739 atau 40,38%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT negeri pada politeknik sebesar 373 orang atau 24,44% dan PT swasta adalah institut sebesar 57 orang atau 3,11%. Dengan demikian, dominasi dosen PT negeri juga pada universitas dan PT swasta juga pada universitas.

Secara rinci, pembangunan pendidikan di setiap jenis dan status lembaga PT tidak sama. Oleh karena itu, dilakukan penjabaran pada setiap jenis variabel pendidikan, seperti lembaga, mahasiswa baru, mahasiswa, lulusan, dan dosen. 1. Lembaga

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, lembaga adalah sekolah atau tempat belajar pada tingkat pendidikan tinggi.

Jumlah PT provinsi Kalimantan Timur sebanyak 64 lembaga dengan rincian menurut status lembaga adalah PT negeri sebanyak 5 lembaga dan PT swasta sebanyak 59 lembaga. Bila dirinci menurut jenis lembaga maka terdapat 9 universitas atau 14,06%, 1 institut atau 1,56%, 28 sekolah tinggi atau 43,75%, 20 akademi atau 31,25%, dan 6 politeknik atau 9,38%. Bila dirinci menurut status lembaga maka pada PT negeri terdiri dari 2 universitas dan 3 politeknik sedangkan PT swasta terdiri dari 7 universitas, 1 institut, 28 ST, 20 akademi, dan 3 politeknik.

2. Mahasiswa Baru

Mahasiswa baru adalah pendaftar pada pendidikan tinggi yang telah lulus dalam seleksi ujian masuk ke perguruan tinggi. Mahasiswa baru dirinci menurut tiga jenis program, yaitu S-0 atau diploma, S-1 atau sarjana, S-2 dan S-3 atau pascasarjana. Mahasiswa baru juga dirinci menurut jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.

Tabel 4

Jumlah Mahasiswa Baru menurut Jenjang Program, Status Lembaga, dan Jenis Kelamin, Perguruan Tinggi

Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Tabel 4 merupakan jumlah mahasiswa baru PT provinsi Kalimantan Timur sebanyak 18.832 orang, bila dirinci menurut lima jenjang program tersebut yang terbanyak diterima menjadi mahasiswa baru pada program S-1 sebesar 14.807 orang atau 80,55% dengan rincian di PT negeri sebanyak 8.283 orang atau 79,51% dan PT swasta sebanyak 6.524 orang atau 81,91%. Sebaliknya, yang masuk program profesi yang terkecil sebesar 2 orang atau 0,01% dengan rincian di PT negeri sebesar 2 orang atau 0,02% dan tidak ada pada PT swasta. Hal ini menunjukkan minat untuk masuk ke program profesi masih sangat kecil jika dibandingkan dengan program lainnya.

Berdasarkan jenis kelamin, proporsi mahasiswa baru laki-laki terbesar pada program S-3 sebesar 68,63% atau 35 orang, jika dibandingkan dengan perempuan sebesar 31,37% atau 16 orang. Jumlah mahasiswa baru laki-laki terkecil pada program S-0 sebesar 45,38% atau 1.173 orang jika dibandingkan dengan perempuan sebesar 51,62% atau 1.412 orang. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa makin tinggi jenjang pendidikan laki-laki ternyata makin banyak bersekolah di PT. Sebaliknya, makin rendah jenjang pendidikan makin banyak perempuan bersekolah di PT. Hal ini berarti minat perempuan melanjutkan ke jenjang yang paling tinggi ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki.

3. Mahasiswa

Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar pada jenjang pendidikan tinggi. Mahasiswa dirinci menurut empat jenis program, yaitu S-0 atau diploma,

No. Jenjang Program Laki2 % Perempuan % Jumlah %

1 S-0 1.173 45,38 1.412 54,62 2.585 14,06 a. Negeri 704 59,56 478 40,44 1.182 11,35 b. Swasta 469 33,43 934 66,57 1.403 17,61 2 S-1 7.593 51,28 7.214 48,72 14.807 80,55 a. Negeri 3.911 47,22 4.372 52,78 8.283 79,51 b. Swasta 3.682 56,44 2.842 43,56 6.524 81,91 3 S-2 579 61,79 358 38,21 937 5,10 a. Negeri 552 61,40 347 38,60 899 8,63 b. Swasta 27 71,05 11 28,95 38 0,48 4 S-3 35 68,63 16 31,37 51 0,28 a. Negeri 35 68,63 16 31,37 51 0,49 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 5 Profesi 1 0,00 1 0,00 2 0,01 a. Negeri 1 0,00 1 0,00 2 0,02 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 6 Jumlah 9.381 51,03 9.001 48,97 18.382 100,00 a. Negeri 5.203 49,95 5.214 50,05 10.417 100,00 b. Swasta 4.178 52,45 3.787 47,55 7.965 100,00

S-1 atau sarjana, S-2 dan S-3 atau pascasarjana. Mahasiswa juga dirinci menurut jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.

Tabel 5 menunjukkan jumlah mahasiswa PT provinsi Kalimantan Timur sebesar 83.593 orang, bila dirinci menurut lima jenjang program, mahasiswa yang terbanyak pada jenjang S-1 sebesar 67.470 orang atau 80,71% dengan rincian di PT negeri sebanyak 33.131 orang atau 39,63% dan PT swasta sebanyak 34.339 orang atau 41,08%. Besarnya mahasiswa di PT swasta karena memang lembaga PT swasta lebih besar jika dibandingkan dengan lembaga PT negeri. Jumlah mahasiswa terkecil adalah pada jenjang profesi sebanyak 11 orang atau 0,01% dengan rincian di PT negeri sebesar 11 orang atau 0,01% dan tidak ada mahasiswa pada PT swasta. Hal ini berarti minat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi ternyata masih sangat kecil.

Tabel 5

Jumlah Mahasiswa menurut Jenjang Program, Status Lembaga, dan Jenis Kelamin serta Penduduk Usia 19-23 tahun menurut Jenis Kelamin

Perguruan Tinggi, Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP dan Proyeksi BPS

Berdasarkan jenis kelamin, proporsi mahasiswa laki-laki terbesar pada jenjang S-3 sebanyak 69,31% atau 140 orang jika dibandingkan dengan perempuan sebanyak 30,69% atau 62 orang. Proporsi mahasiswa laki-laki terkecil pada jenjang S-0 sebanyak 43,60% atau 5.282 orang dan lebih kecil jika dibandingkan dengan perempuan sebanyak 56,40% atau 6.832 orang. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa makin tinggi jenjang pendidikan laki-laki ternyata makin banyak bersekolah di PT. Sebaliknya, makin rendah jenjang pendidikan makin banyak perempuan bersekolah di PT. Hal ini berarti kesempatan perempuan bersekolah di jenjang yang paling tinggi ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki.

No. Jenjang Program Laki2 % Perempuan % Jumlah %

1 S-0 5.282 43,60 6.832 56,40 12.114 14,49 a. Negeri 2.815 59,54 1.913 40,46 4.728 11,35 b. Swasta 2.467 33,40 4.919 66,60 7.386 17,62 2 S-1 35.024 51,91 32.446 48,09 67.470 80,71 a. Negeri 15.644 47,22 17.487 52,78 33.131 79,51 b. Swasta 19.380 56,44 14.959 43,56 34.339 81,91 3 S-2 2.352 61,96 1.444 38,04 3.796 4,54 a. Negeri 2.208 61,40 1.388 38,60 3.596 8,63 b. Swasta 144 72,00 56 28,00 200 0,48 4 S-3 140 69,31 62 30,69 202 0,24 a. Negeri 140 69,31 62 30,69 202 0,48 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 5 Profesi 7 0,00 4 0,00 11 0,01 a. Negeri 7 0,00 4 0,00 11 0,03 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 6 Jumlah 42.805 51,21 40.788 48,79 83.593 100,00 a. Negeri 20.814 49,95 20.854 50,05 41.668 100,00 b. Swasta 21.991 52,45 19.934 47,55 41.925 100,00 7 Penduduk 19-23 th 173.748 51,38 164.416 48,62 338.164

Dilihat dari penduduk usia PT maka penduduk usia 19-23 tahun provinsi Kalimantan Timur sebesar 338.164 orang dengan rincian laki-laki sebesar 173.748 atau 51,38 % lebih kecil daripada perempuan sebesar 164.416 orang atau 48,62 %.

4. Lulusan

Lulusan adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliahnya berdasarkan pada hasil ujian dan paper/tesis/disertasi yang disiapkan pada suatu jenjang pendidikan tinggi. Lulusan dapat dirinci menurut empat program, yaitu S-0, S-1, S-2, dan S-3. Lulusan S-0 juga dirinci menurut diploma 1, diploma 2, diploma 3, dan diploma 4. Lulusan diploma 1 dengan masa kuliah selama 1 tahun, diploma 2 selama 2 tahun, diploma 3 selama 3 tahun, dan diploma 4 selama 4 tahun. Lulusan S-1 dengan masa kuliah selama 4 tahun sedangkan lulusan S-2 dan S-3 selama 2 tahun.

Tabel 6

Jumlah Lulusan menurut Jenjang Program, Status Lembaga, dan Jenis Kelamin Perguruan Tinggi, Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Tabel 6 merupakan jumlah lulusan PT provinsi Kalimantan Timur sebanyak 12.318 orang, dari kelima jenjang program tersebut, jumlah lulusan yang terbanyak pada jenjang S-1 sebesar 9.917 orang atau 80,51 % dengan rincian di PT negeri sebanyak 5.714 orang dan PT swasta sebanyak 4.203 orang. Jumlah lulusan terkecil adalah pada jenjang profesi pada PT sebanyak 2 orang atau -0,33% dengan rincian PT negeri sebesar 9 orang dan PT swasta sebanyak 2 orang. Hal ini berarti sejalan dengan jumlah mahasiswa maka lulusan di jenjang yang paling tinggi ternyata masih sangat kecil.

Berdasarkan jenis kelamin, proporsi lulusan laki-laki terbesar pada jenjang S-3 sebesar 68,57% atau 24 orang, jika dibandingkan dengan perempuan sebesar

No. Jenjang Program Laki2 % Perempuan % Jumlah %

1 S-0 787 45,78 932 54,22 1.719 13,96 a. Negeri 485 59,51 330 40,49 815 11,34 b. Swasta 302 33,41 602 66,59 904 17,61 2 S-1 5.070 51,12 4.847 48,88 9.917 80,51 a. Negeri 2.698 47,22 3.016 52,78 5.714 79,52 b. Swasta 2.372 56,44 1.831 43,56 4.203 81,90 3 S-2 399 61,86 246 38,14 645 5,24 a. Negeri 381 61,45 239 38,55 620 8,63 b. Swasta 18 72,00 7 28,00 25 0,49 4 S-3 24 68,57 11 31,43 35 0,28 a. Negeri 24 68,57 11 31,43 35 0,49 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 5 Profesi 1 0,00 1 0,00 2 0,02 a. Negeri 1 0,00 1 0,00 2 0,03 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 6 Jumlah 6.281 50,99 6.037 49,01 12.318 100,00 a. Negeri 3.589 49,94 3.597 50,06 7.186 100,00 b. Swasta 2.692 52,46 2.440 47,54 5.132 100,00

31,43% atau 11 orang. Proporsi lulusan laki-laki terkecil pada program profesi sebesar 45,78% atau 787 orang, jika dibandingkan dengan lulusan perempuan sebesar 54,22% atau 932 orang. Hal ini berarti seperti halnya mahasiswa maka lulusan perempuan di jenjang yang paling tinggi ternyata juga lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki.

5. Dosen

Dosen adalah tenaga pengajar pada perguruan tinggi. Dosen dapat dikategorikan sebagai dosen tetap dan tidak tetap. Dosen juga dirinci menurut enam tingkat pendidikan yang pernah diikuti, yaitu <S-1, S-1/D-4, S-2, S-3, spesialis, dan profesi menurut status kepegawaian.

Berdasarkan Tabel 7, jumlah dosen PT di provinsi Kalimantan Timur sebanyak 3.356 orang, dari keenam tingkat pendidikan tersebut, dosen yang terbanyak adalah lulusan S-2 sebesar 1.595 orang atau 84,35% dengan rincian di PT negeri sebanyak 1.075 orang atau 99,54% dan PT swasta sebanyak 520 orang atau 64,12%. Proporsi dosen terkecil adalah lulusan S-1/D-4 sebanyak 61,41% atau 748 orang dengan rincian di PT negeri sebesar 86,89% atau 232 orang dan PT swasta sebesar 54,26% atau 516 orang. Dengan demikian, sebagian besar dosen sudah memiliki ijazah sesuai dengan ketentuan kelayakan mengajar, yaitu S-2 dan yang lebih tinggi.

Tabel 7

Jumlah Dosen menurut Pendidikan Tertinggi, Status Lembaga, dan Status Kepegawaian Perguruan Tinggi, Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP 1 < S-1 6 66,67 3 33,33 9 0,27 a. Negeri 2 0,00 1 0,00 3 0,09 b. Swasta 4 66,67 2 33,33 6 0,18 2 S-1/D-4 748 61,41 470 38,59 1.218 36,29 a. Negeri 232 86,89 35 13,11 267 7,96 b. Swasta 516 54,26 435 45,74 951 28,34 3 S-2 1.595 84,35 296 15,65 1.891 56,35 a. Negeri 1.075 99,54 5 0,46 1.080 32,18 b. Swasta 520 64,12 291 35,88 811 24,17 4 S-3 197 92,49 16 7,51 213 6,35 a. Negeri 159 100,00 0 0,00 159 4,74 b. Swasta 38 70,37 16 29,63 54 1,61 5 Spesialis 11 78,57 3 21,43 14 0,42 a. Negeri 8 100,00 0 0,00 8 0,24 b. Swasta 3 50,00 3 50,00 6 0,18 6 Profesi 11 100,00 0 0,00 11 0,33 a. Negeri 9 0,00 0 0,00 9 0,27 b. Swasta 2 100,00 0 0,00 2 0,06 7 Jumlah 2.568 76,52 788 23,48 3.356 100,00 a. Negeri 1.485 97,31 41 2,69 1.526 45,47 b. Swasta 1.083 59,18 747 40,82 1.830 54,53 Jumlah %

No. Pendidikan Tertinggi Tetap

L+P %

Tidak Tetap

Dosen layak mengajar adalah tenaga pengajar yang memiliki ijazah tertinggi S-2 dan yang lebih tinggi. Dosen layak mengajar di program diploma dan S-1 adalah dosen lulusan S-2 dan yang lebih tinggi sedangkan dosen layak mengajar di program pascasarjana adalah dosen lulusan S-3. Oleh karena keterbatasan data yang dimiliki maka dosen layak dimaksud adalah dosen yang memiliki ijazah S-2 dan yang lebih tinggi. Dosen dirinci menurut layak mengajar dan tidak layak mengajar serta menurut status kepegawaian.

Tabel 8

Jumlah Dosen menurut Jenis Kelayakan Mengajar, Status Lembaga, dan Status Kepegawaian Perguruan Tinggi, Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Tabel 8 menunjukan jumlah dosen layak mengajar sebesar 2.129 orang atau 63,44% lebih besar jika dibandingkan dengan tidak layak mengajar sebesar 1.227 orang atau 36,56%. Selain itu, proporsi dosen layak di PT negeri sebesar 82,31% atau 1.256 orang lebih besar daripada di PT swasta sebesar 47,70% atau 873 orang atau. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dosen layak di PT negeri lebih baik jika dibandingkan dengan PT swasta, terutama untuk dosen tetap. Oleh karena itu, peningkatan kelayakan dosen mengajar di PT swasta sangat diperlukan.

C. Analisis Indikator Pendidikan Tinggi

Indikator pendidikan merupakan salah satu dari sejumlah faktor yang sangat penting dalam upaya mengetahui tercapainya tujuan sistem pendidikan nasional. Indikator pendidikan dapat digunakan sebagai peringatan awal terhadap permasalahan pendidikan yang ada di lapangan.

Indikator pendidikan disusun untuk mengetahui kinerja suatu daerah dengan mendasarkan pada data kuantitatif pendidikan. Kinerja pendidikan diukur dengan menggunakan misi pendidikan 5K. Misi pendidikan 5K terdiri dari 1) misi K-1 meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan, 2) misi K-2 memperluas keterjangkauan layanan pendidikan, 3) misi K-3 meningkatkan kualitas dan relevansi layanan pendidikan, 4) misi K-4 mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan, dan 5) misi K-5 menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan. Penggabungan kelima misi pendidikan tersebut menghasilkan kinerja program pendidikan.

1 Tidak layak 754 29,36 473 60,03 1.227 36,56 a. Negeri 234 15,76 36 87,80 270 17,69 b. Swasta 520 48,01 437 58,50 957 52,30 2 Layak 1.814 70,64 315 39,97 2.129 63,44 Negeri 1.251 84,24 5 12,20 1.256 82,31 Swasta 563 51,99 310 41,50 873 47,70 3 Jumlah 2.568 100,00 788 100,00 3.356 100,00 Negeri 1.485 57,83 41 5,20 1.526 45,47 Swasta 1.083 42,17 747 94,80 1.830 54,53 Jumlah %

No. Kriteria Tetap

L+P %

Tidak Tetap

Berdasarkan kelima misi pendidikan tersebut, disusun enam jenis komposit indikator, yaitu 1) ketersediaan layanan, 2) keterjangkauan layanan, 3) kualitas layanan, 4) kesetaraan layanan, 5) kepastian layanan, dan 6) kinerja program pendidikan. Analisis misi K-1 digunakan untuk mengukur ketersediaan layanan pendidikan pada suatu daerah. Analisis misi K-2 digunakan untuk mengukur keterjangkauan layanan pendidikan pada suatu daerah. Analisis misi K-3 digunakan untuk mengukur kualitas layanan pendidikan pada suatu daerah. Analisis misi K-4 digunakan untuk mengukur kesetaraan layanan pendidikan. Analisis misi K-5 digunakan untuk mengukur kepastian memperoleh layanan pendidikan. Kinerja program pendidikan untuk mengukur sejauh mana ketercapaian program pembangunan yang telah dilakukan pada tahun berjalan. 1. Ketersediaan Layanan Pendidikan: Misi K-1

Berdasarkan Rencana Strategi Pembangunan Pendidikan tahun 2010-2014, diperlukan indikator pendidikan yang dapat menilai kemajuan pendidikan, termasuk kemajuan program pembangunan PT. Indikator ketersediaan layanan PT digunakan rasio mahasiswa per lembaga. Indikator keterjangkauan layanan PT digunakan daerah terjangkau. Indikator kualitas layanan PT digunakan empat jenis indikator, yaitu rasio mahasiswa per dosen, rasio dosen per lembaga, angka produktivitas, dan kelayakan dosen mengajar. Indikator kesetaraan layanan Pendidikan digunakan tiga jenis indikator, yaitu PG APK, IPG APK, dan persentase mahasiswa swasta. Indikator kepastian layanan pendidikan digunakan dua jenis indikator, yaitu APK dan AM ke PT.

Tabel 9

Indikator Ketersediaan Layanan Pendidikan Misi K-1 Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

Rasio mahasiswa per lembaga menggambarkan kepadatan mahasiswa pada suatu lembaga baik untuk universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, maupun politeknik. Semakin besar nilainya berarti semakin padat mahasiswa yang ada pada lembaga tersebut. Berdasarkan Tabel 9 dan Grafik 4, rasio mahasiswa per lembaga sebesar 1.306 dengan rincian di negeri sebesar 8.334 orang dan di swasta sebesar 711 orang. Bila dirinci menurut jenis lembaga maka PT terpadat pada universitas sebesar 6.265 dan terjarang pada akademi sebesar 173 Bila dirinci menurut status dan jenis lembaga maka PT negeri pada universitas yang terpadat sebesar 18.879 dan terjarang pada politeknik sebesar 1.303 sedangkan PT swasta pada universitas yang terpadat sebesar 2.660 dan terjarang pada akademi sebesar 173.

No. Indikator Universitas Institut ST Akademi Politeknik Rata2

1 Rasio Mahasiswa per Lembaga 6.265 1.666 605 173 858 1.306

a. Negeri 18.879 0 0 0 1.303 8.334

Grafik 4

Ketersediaan Layanan Pendidikan Misi K-1 Provinsi Kalimantan TimurTahun 2012/2013

2. Keterjangkauan Layanan Pendidikan: Misi K-2

Untuk melihat keterjangkauan layanan maka digunakan indikator kepadatan lembaga dan kepadatan penduduk usia PT dengan daerah terjangkau lembaga dan mahasiswa. Daerah terjangkau dihitung dari jarak 25 km2 dengan rincian daerah terjangkau mahasiswa dibagi dengan daerah terjangkau lembaga. Bila nilainya tinggi maka keterjangkauan makin luas, bila nilainya rendah maka keterjangkauannya makin kecil. Oleh karena itu, makin tinggi nilainya berarti makin baik karena jangkauannya makin luas.

Tabel 10

Indikator Keterjangkauan Layanan Pendidikan Misi K-2 Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

Berdasarkan Tabel 10, kepadatan lembaga hanya sebesar 0,0003 lembaga per km2 sedangkan kepadatan penduduk usia 19-23 sebesar 1,65 orang per km2.

Daerah terjangkau lembaga dalam radius 25 km2 sebesar 1,00 lembaga per km2

sedangkan daerah terjangkau mahasiswa sebesar 3.248 mahasiswa per km2.

Dengan demikian, daerah terjangkau sebesar 3.248 mahasiswa per km2.

3. Kualitas Layanan Pendidikan: Misi K-3

Analisis indikator peningkatan mutu dan relevansi pendidikan digunakan untuk mengukur mutu pendidikan suatu daerah. Peningkatan mutu bisa dilakukan melalui proses belajar mengajar yang efektif dan ditunjang oleh sumber daya, sarana/prasarana serta biaya yang memadai. Proses belajar yang bermutu akan menghasilkan lulusan yang mampu mengikuti perkembangan ilmu

Daerah Lembaga P19-23 Lembaga Mahasiswa terjangkau 1 Daerah terjangkau 0,0003 1,65 1,00 3.248 3.248

Kepadatan Daerah terjangkau

dan teknologi. Sejalan dengan ketersediaan layanan maka peningkatan mutu untuk semua program pendidikan tinggi juga dilaksanakan.

Berdasarkan Rencana Strategi Pembangunan Pendidikan 2010-2014 dan kualitas layanan pendidikan maka indikator pendidikan yang digunakan untuk pendidikan tinggi dapat dilihat dari tiga jenis, yaitu mahasiswa, dosen, dan lembaga. Berdasarkan ketiga jenis strategi tersebut maka dijabarkan menjadi empat indikator, yaitu 1) rasio mahasiswa per dosen (R-M/D), 2) rasio dosen per lembaga (R-D/L), 3) angka produktivitas (APro), dan 4) persentase dosen layak (%DL). Indikator 1, 2, dan 4 dilihat dosen, dan indikator 3 dilihat dari mahasiswa.

Tabel 11

Indikator Kualitas Layanan Pendidikan Misi K-3 Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

Tabel 11 (lanjutan)

Indikator Kualitas Layanan Pendidikan Misi K-3 Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

Grafik 5

Rasio Mahasiswa per Dosen menurut Jenis Lembaga Perguruan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012/2013

No. Indikator Universitas Institut ST Akademi Politeknik Rata2