• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.1 Profil Informan

4.1.1 Profil Warga Pendatang di Kecamatan Kramat Jati

Sub bagian ini akan menjelaskan profil dari tujuh informan (warga pendatang) yang peneliti wawancarai. Informan pertama yaitu Pak Sumarno. Saat ini, Pak Sumarno berusia 54 tahun. Pak Sumarno hanya menempuh pendidikan hingga SD. Pak Sumarno berasal dari daerah Solo.Beliau pindah ke Jakarta dari tahun 1987. Beliau pindah ke Jakarta karena ingin meningkatkan kondisi ekonominya. Selain itu, Pak Sumarno pernah mendengar dari tetangga di Kampung halamannya bahwa Jakarta merupakan daerah yang memiliki peluang dan pendapatan yang besar. Kramat Jati dipilih oleh Pak Sumarno sebagai tempat merantaunya karena potensi sebagai daerah perdagangan dan banyak orang sedaerahnya yang tinggal di daerah tersebut. Sebelum ke daerah Kramat Jati, Pak Sumarno bekerja di Sumatra sebagai pengangkat dan penggergaji kayu. Selama Pak Sumarno tinggal di Kramat Jati, beliau pernah bekerja menjadi pengemudi becak, pengemudi motor, dan pengemudi angkutan umum. Saat ini, beliau mendirikan usaha warung sembako dan kontrakan di daerah Kramat Jati. Selain usaha tersebut,

27

Universitas Indonesia

Pak Sumarno juga memiliki tiga kepemilikan lahan di Kampung halamannya dan satu kepemilikan tanah di Kampung halamannya.

Informan selanjutnya yaitu Ibu Cici. Ibu Cici saat ini berusia 58 tahun. Beliau berasal dari daerah Solo.. Beliau menempuh pendidikan hingga SMA di Solo. Ibu Cici memutuskan pindah ke Jakarta dari tahun 2010. Awalnya, beliau pindah ke daerah Kramat Jati karena ingin tinggal bersama saudara-saudaranya. Pada akhirnya, beliau mencoba untuk mendirikan berbagai usaha di daerah Kramat Jati. Usaha yang pernah digeluti oleh Ibu Cici di Kramat Jati yaitu usaha minuman dan ayam bakar. Usaha ayam bakarnya di Jakarta sempat tidak lanjut, karena ingim mencoba membuka usaha tersebut di Kampung halaman. Namun, usaha ayam bakar di Kampung halamannya tidak memiliki keuntungan yang besar sehingga Ibu Cici melakukan perpindahan ke Kramat Jati lagi dan mendirikan usaha ayam bakarnya kembali hingga saat ini. Sebelum pindah ke Jakarta, Ibu Cici pernah bekerja di Salon dan berdagang tiket bis di Kampung halamannya.

Pak Kien merupakan informan berikutnya. Saat ini, Pak Kien berusia 40 tahun. Beliau menempuh pendidikan hingga S1. Pak Kien berasal dari daerah Pacitan. Awalnya, beliau pindah ke Jakarta karena mengikuti tempat kerja orang tua di Jakarta. Kemudian, Pak Kien melanjutkan pendidikan dari SD hingga S1 di Jakarta. Pak Kien mulai pindah ke Kramat Jati tahun 2007. Alasan beliau pindah ke Kramat Jati karena mampu membeli rumah di daerah tersebut serta sarana dan prasara yang tersedia lengkap. Beliau pernah bekerja sebagai Junior IT, dan IT

Developer di Perusahaan tertentu. Saat ini, beliau bekerja menjadi IT Technicalit di

Perusahaan tertentu.

Informan keempat, yaitu Pak Bayu. Saat ini, Pak Bayu berusia 40 Tahun. Pak Bayu menempuh pendidikan hingga S1. Beliau berasal dari daerah Banyuwangi. Pak Bayu pindah ke Jakarta saat berusia 8 tahun. Alasannya pindah ke Jakarta yaitu mengikuti tempat kerja orang tua di Jakarta. Beliau mulai pindah ke Kramat Jati setelah statusnya sudah menikah pada tahun 2010. Alasan beliau memilih pindah ke Kramat Jati karena tempat kerja beliau di daerah Kramat Jati, mampu membeli rumah di Kramat Jati, dan fasilitas lengkap didaerah tersebut.

28

Universitas Indonesia

Beliau pernah bekerja sebagai pelayan di Kedai kopi, kasir di Toko buku, Junior Auditor di Kantor Akuntan Publik, Supervisor di Bank Swasta, Back Office di Bank Swasta, dan Financial Advisor di Perusahaan saham. Saat ini, beliau bekerja sebagai Kepala Cabang di Bank Swasta.

Ibu Wati adalah informan berikutnya. Pada saat ini, Ibu Wati berusia 67 tahun. Pendidikan terakhir beliau adalah S1. Beliau berasal dari Yogyakarta. Ibu Wati pindah ke Jakarta sejak beliau duduk dibangku SMP. Alasan beliau pindah ke Jakarta karena ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di Jakarta. Hal ini karena fasilitas pendidikan di Jakarta lebih memadai dibandingkan didaerah asal. Beliau mulai pindah ke Kramat Jati setelah sudah menikah. Alasan beliau memilih daerah tersebut karena mampu untuk membeli rumah di Kramat Jati. Selain itu, Kramat Jati merupakan daerah yang nyaman dan tidak bising pada zaman dahulu. Selama hidupnya, Ibu Wati pernah bekerja menjadi guru, namun saat ini beliau sudah berganti status menjadi pensiunan guru. Saat ini, Ibu Wati hanya berdagang sembako di tempat tinggalnya.

Informan keenam yaitu Pak Dukri. Pak Dukri saat ini berusia 63 tahun. Beliau menempuh pendidikan hingga SD didaerah asalnya. Pak Dukri berasal dari Brebes. Beliau mulai pindah ke Jakarta sejak berusia 15 tahun. Beliau pindah ke Jakarta karena sudah tidak ada orang tua di Kampung halamannya dan diajak untuk bekerja di tempat usaha saudaranya. Sebelum pindah ke Kramat Jati, beliau sempat menjadi pedagang rokok dan minuman. Setelah modal material (uang) sudah terkumpul, beliau pindah ke Kramat Jati untuk mendirikan usaha warung makan Tegal. Beliau memilih Kramat Jati untuk daerah pindah dan tempat mendirikan usaha karena melihat lokasi tempat usahanya yang strategis. Kemudian, peluang untuk mendirikan usaha warung makan Tegal pada saat itu masih besar.

Warga pendatang terakhir yang peneliti wawancarai yaitu Pak Suharto. Saat ini, Pak Suharto berusia 72 tahun. Beliau menempuh pendidikan hingga SMA di daerah asalnya. Daerah asal beliau yaitu Wonogiri. Beliau pindah ke Jakarta tahun 1970. Alasan beliau pindah ke Jakarta adalah untuk meningkatkan kondisi perekonomiannya dan diajak serta ditawarkan pekerjaan oleh teman untuk pindah

29

Universitas Indonesia

ke Jakarta. Beliau pindah ke daerah Kramat Jati semenjak beliau menikah dengan istrinya yang bekerja di daerah tersebut. Alasan beliau memilih Kramat Jati sebagai daerah pindahnya karena istri bekerja di daerah tersebut sehingga beliau membeli rumah di daerah Kramat Jati. Sebelum pindah ke Jakarta, Pak Suharto pernah berdagang lotre di Kampung halamannya. Sebelum menjadi pensiunan PNS, beliau pernah bekerja sebagai pembuat furniture dan kepala bagian akuntan di perusahan tertentu.

Dokumen terkait