2.3 Prioritas Provinsi DKI Jakarta .1 Prioritas Daerah
2.3.1.1 Program Dedicated
Terdapat 15 jenis program kegiatan yang dikategorikan ke dalam program dedicated, antara lain :Banjir Kanal Timur (BKT), Kebutuhan pembebasan tanah adalah 401,2 ha, diantaranya terdiri dari 101 ha lahan fasum yang merupakan kewajiban pengembang yang harus diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
a) Normalisasi Sungai, Situ dan Saluran serta Waduk, kegiatan ini didasarkan pada keinginan kuat Pemda untuk mewujudkan sungai dan situ yang tertata baik, serta mampu menjalankan fungsinya bagi lingkungan kehidupan kota. Pada tahun 2007 dilakukan penataan situ di DKI Jakarta, yaitu terlaksananya Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Waduk Sunter Hulu, Cimanggis, Cilangkap, Rawa Lindung dan Rawa Badung, Pembangunan Situ Rawa Lindung dan Parkir Air Kali Sunter Hulu Pondok Ranggon serta Normalisasi Kali Sekretaris, Kali Banglio, Kali Tanjungan dan Kali Ciliwung Gajah Mada.
b) Pembebasan Tanah Banjir Kanal Timur (BKT) , Untuk pembangunan BKT diperlukan biaya Rp4,99 Triliun terdiri dari pembebasan tanah sebesar Rp2,47 Triliun dan pembangunan fisik sebesar Rp2,52 Triliun. Pembebasan tanah BKT seluas 401,2 Ha merupakan kewajiban Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedangkan pembangunan fisik menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat.
Sampai akhir tahun 2005, telah dilakukan pembebasan tanah seluas 104,2 Ha.
c) Pelabuhan Muara Angke, Tahun 2007 dialokasikan anggaran untuk penyelesaian Pelabuhan Muara Angke, yang meliputi : pengerukan alur laut kolam pelabuhan, dermaga, break water, dan fasilitas pelengkap pelabuhan.
d) Busway, Dari 15 koridor Busway sesuai Pola Transportasi Makro telah dibangun Busway koridor 1 (Blok M-Kota) pada tahun 2003-2004, koridor 2 (Pulo Gadung-Harmoni) dan koridor 3 (Harmoni-Kali Deres) pada tahun 2005, dan pada tahun 2006 diselesaikan koridor 4 (Pulogadung-Dukuh Atas), koridor 5 (Kampung Melayu-Ancol), koridor 6 (Ragunan-Kuningan) dan koridor 7 (Kampung Rambutan-Kampung Melayu).
Pada tahun 2007 dialokasikan anggaran untuk pembangunan Busway koridor 8, 9, dan koridor 10. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO),
halte, separator, pool dan ticketing sistem, struktur jalan, simpang, AMDAL, trase, penataan taman dan pohon, relokasi utilitas dan penataan lampu PJU, penertiban PKL dan penghuni liar, koordinasi penertiban di lima wilayah, park and ride serta pool Busway.
e) Mass Rapid Transit (MRT)/Subway, Dalam rangka pembangunan MRT, pada tahun 2007 dilakukan Detail Design dan pembentukan MRT Company, sedangkan konstruksinya akan dimulai pada tahun 2008. Segmen Lebak Bulus-Patung Pemuda (Ratu Plaza), akan dibangun di atas jalan, sedangkan Patung Pemuda-Dukuh Atas dibangun di dalam tanah.
Pada saat pembangunan segmen Lebak Bulus-Patung Pemuda, sebagian lalu lintas harus dialihkan ke jalan alternatif yang meliputi Jl. TB Simatupang, Jl. RA. Kartini dan Jl. Fatmawati. Oleh karena itu, pada tahun 2007 jalan alternatif tersebut perlu dilebarkan guna menampung arus lalu lintas pada saat pembangunan segmen tersebut sedang dilaksanakan. Disamping itu, untuk kepentingan Depo MRT direncanakan lanjutan pembebasan tanah di sekitar Terminal Lebak Bulus.
f) Perumahan, Dalam rangka menyediakan rumah susun bagi penduduk miskin, buruh berpenghasilan tetap, pekerja lepas dan karyawan berpenghasilan rendah, pada tahun 2007 direncanakan untuk membangun rumah susun sebanyak 2.000 Unit dan fasilitas penunjangnya (jalan dan saluran). Disamping itu, juga akan dilakukan perbaikan kampung di lima Kotamadya. Untuk itu, dialokasikan anggaran dalam APBD 2007.
g) Ijo Royo-royo, Dalam rangka menunjang program ijo royo-royo, pada tahun 2007 dialokasikan anggaran yang difokuskan untuk : pengembangan hutan kota di setiap wilayah kota administrasi dimana meliputi pembangunan taman kota, taman-taman interaktif dan menambah areal ruang terbuka hijau serta berfungsinya Taman Persija Menteng.
h) Intermediate Treatment Facility (ITF), Berdasarkan hasil kajian WJEMP (Departemen PU), untuk menangani sampah di DKI Jakarta diperlukan empat ITF yang berbasis teknologi tinggi (Waste To Energy). Dari empat ITF tersebut, direncanakan ITF pertama akan dibangun dengan APBD sepenuhnya. Guna mempercepat realisasi pembangunan ITF dimaksud, maka pada tahun 2007 dialokasikan anggaran untuk AMDAL ITF Duri Kosambi.
i) Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK), Total alokasi dana PPMK Rp267.000.000.000, sehingga rata-rata alokasi per Kelurahan sebesar Rp1.000.000.000. Anggaran tersebut dialokasikan pada Belanja Bantuan Keuangan. Penggunaan Dana PPMK lebih difokuskan untuk pemberdayaan ekonomi. Oleh sebab itu, pembahasan PPMK merupakan lingkup kerja Komisi B.
Pengelola dana PPMK untuk bina ekonomi dapat dilakukan oleh Lembaga Keuangan Mikro, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) ataupun Badan Layanan Umum (BLU) Daerah. Penyaluran dana PPMK untuk bina ekonomi tanpa agunan.
j) Peningkatan kualitas pelayanan publik Kelurahan, Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan,
pada Tahun 2007 direncanakan alokasi anggaran untuk peningkatan kualitas pelayanan publik Kelurahan rata-rata sebesar Rp1,5 Milyar per Kelurahan dalam bentuk Bantuan Keuangan. Penggunaan anggaran tersebut adalah untuk operasional kantor dan pelaksanaan kegiatan yang merupakan hasil musyawarah masyarakat di tingkat RW dan Kelurahan.
k) Peningkatan kualitas pelayanan publik Kecamatan, Dalam upaya mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat melalui pendelegasian kewenangan dari Sudin Teknis Kotamadya/Kabupaten ke Pemerintahan Kecamatan di bidang PU Jalan, PU Tata Air, Pertamanan, Kebersihan, Perumahan dan Penerangan Jalan Umum. Alokasi anggaran dalam APBD 2007 untuk setiap Kecamatan sebesar Rp3,25 Milyar.
l) Pendidikan, Dalam rangka meningkatkan pelayanan pendidikan, pada tahun 2007 dialokasikan anggaran untuk rehab berat dan rehab total gedung SDN/SMPN (sesuai AMP), pembangunan gedung SMA baru dan pembangunan SMK Kelautan di Kepulauan Seribu.
m) Kesehatan, Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan bagi pasien miskin, pasien tidak mampu, pasien korban bencana dan pasien korban Kejadian Luar Biasa (KLB), pada tahun 2007 direncanakan alokasi anggaran sebesar Rp200 Milyar.
Sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005, Daerah berkewajiban mengembangkan Sistem Jaminan Sosial secara menyeluruh yang meliputi kesehatan, tenaga kerja dan sosial (pengangguran, hari tua). Pada tahun 2007 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengembangkan Sistem Jaminan Sosial Bidang Kesehatan. Untuk itu, alokasi anggaran pada tahun 2007 akan dikelola Satuan Kerja Daerah Penyelenggara Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat.
n) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Program ini bertujuan untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur masa jabatan 2007-2012.
o) Revitalisasi Kota Tua, Program ini bertujuan untuk melestarikan sejarah kota Jakarta dan tempat tujuan wisata melalui peremajaan dan penataan kota tua. Tahun 2007 akan dilaksanakan Pengembangan Zona 1.