• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM LEMBAGA

F. Program Layanan

1. Layanan Perpustakaan a. Tujuan

Sebagai lembaga yang berupaya meningkatkan kualitas dan partisipasi tunanetra di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, adanya layanan perpustakaan merupakan salah satu pilar utama layanan Mitra Netra. Tujuan layanan perpustakaan Mitra Netra adalah:

1) Menyediakan layanan peminjaman buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh tunanetra, baik dalam bentuk buku Braille, buku bicara digital (buku dalam bentuk CD audio), serta buku elektronik (e-book).

2) Menjadi pusat layanan informasi bagi tunanetra.

3) Menjadi tempat belajar bersama (mini learning center) bagi tunanetra.

4) Membangun masyarakat tunanetra yang gemar membaca dan belajar.

5) Memberikan hak pada tunanetra untuk mendapatkan akses ke informasi melalui literasi.

b. Jenis Layanan

1) Peminjaman buku dalam bentuk buku Braille maupun buku bicara digital kepada anggota perpustakaan.

2) Mendistribusikan buku bicara kepada perpustakaan untuk tunanetra lain yang telah berafiliasi dengan Mitra Netra.

3) Memberikan informasi yang dibutuhkan tunanetra.

4) Menyelenggarakan kegiatan belajar bersama dengan nama Mini Learning Center (MLC), meliputi:

a) English Lesson : 2 kali dalam seminggu masing-masing 2 jam b) English Conversation Club : 1 kali dalam seminggu dengan

durasi 2 jam

c) Diskusi rutin dengan tema-tema menarik untuk memperluas wawasan serta mendukung kemandirian tunanetra : kurang lebih 2 kali sebulan, dengan durasi minimal 2 jam

d) Menulis kreatif : sekali seminggu, dengan durasi 2 jam

5) Layanan pemesanan buku, baik pembuatan buku Braille maupun buku bicara digital.

6) Layanan membaca buku diperpustakaan.

c. Fasilitas Layanan 1) Ruang perpustakaan

2) Alat untuk membaca (mendengarkan) buku bicara digital 3) Tempat untuk membaca/mendengarkan buku

4) Komputer dekstop yang dilengkapi perangkat lunak pembaca layar.

5) Buku braille koleksi perpustakaan Mitra Netra

6) Buku bicara digital

7) Loker penyimpanan barang

8) Gazebo untuk belajar bersama (MLC)

2. Layanan Rehabilitasi a. Latar belakang

Gangguan penglihatan baik buta (totally blind) maupun lemah penglihatan (low vision) yang dialami seseorang pada umumnya memberikan dampak, baik secara fisik maupun secara psikolgis.

Dampak ketunanetraan ini harus dikurangi seminimal mungkin. Dan layanan rehabilitasi yang disediakan Mitra Netra pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi dampak ketunanetraan yang dialami, khususnya baik oleh tunanetra sendiri maupun keluarga mereka.

b. Jenis Layanan

1) Layanan konseling yang diberikan oleh konselor sesama tunanetra 2) Kelompok dukungan untuk orang tua yang memiliki anak tunanetra

(parent supporting group)

Parent Support Group (PSG) atau kelompok dukungan orang tua adalah cara yang bagus untuk bertemu orang tua lain untuk mendapatkan dukungan praktis dan emosional. Dengan adanya kegiatan kelompok dukungan orang tua ini diharapkan orang tua dapat lebih aktif dalam memberikan stimulasi serta dukungan terrhadap anak pada saat dirumah maupun ditempat lain.

Parent Support Group (PSG) ini juga dapat memberikan informasi mengenai hal-hal penting yang dimana dapat membantu orang tua yang baru mengikuti layanan disini untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika memiliki anak disabilitas.

Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi orang tua bertemu orang tua lain yang juga memiliki anak disabilitas, para orang tua bisa saling mengenal, bisa saling diskusi bertukar pikiran, sehingga bisa mendapat informasi baru serta bisa saling mendukung satu sama lain.

Pada dasarnya Yayasan Mitra Netra ini memang berharap layanan yang diberikan baik kepada tunanetra maupun tunaganda-netra harus melibatkan orang tua, dimana orang tua sendiri memegang peranan penting dalam mengasuh dan mendidik anak.

Parent Support Group ini diadakan situasional dengan mengundang pembicara seperti dari Universitas luar baik dari Psikologi atau apapun, kemudian orang tua diundang untuk hadir.

Kegiatan ini seperti seminar, maupun diskusi dimana ada brainstorming dalam kegiatan tersebut. Untuk itulah setiap orang tua yang yang mengikuti layanan di Mitra Netra harus berkomitmen untuk aktif terlibat dalam pelayanan yang diberikan.

Karena dengan melibatkan orang tua, pelayanan tidak hanya diberikan di lembaga tetapi melanjutkan kembali dirumah, sehingga hasil yang diharapkan akan maksimal.

3) Supporting group untuk tunanetra sesuai kategori usia mereka;

remaja, dewasa

4) Kunjungan rumah (home visit) 5) Bimbingan karir studi

6) Bimbingan karir pekerjaan tahap awal c. Fasilitas Layanan

1) Ruang konseling pribadi

2) Gazebo untuk supporting group

3. Layanan Pendampingan Pendidikan a. Latar Belakang

Tempat belajar yang terbaik bagi tunanetra adalah di sekolah umum dan perguruan tinggi bersama teman-teman mereka yang tidak tunanetra, yang dikenal dengan pendidikan inklusif. Oleh karenanya, jika tidak memiliki disabilitas lainnya, Mitra Netra senantiasa mendorong siswa tunanetra untuk menempuh pendidikan di sekolah umum hingga ke perguruan tinggi, tunanetra memerlukan layanan

pendampingan, yang berupa penyediaan layanan dan fasilitas khusus yang mereka butuhkan.

b. Jenis Layanan

1) Persiapan pendaftaran sekolah dan perguruan tinggi 2) Pendampingan pendaftaran sekolah dan perguruan tinggi

3) Advokasi jika terjadi penolakan dari sekolah maupun perguruan tinggi

4) Pendampingan ujian memasuki perguruan tinggi 5) Orientasi lokasi sekolah dan perguruan tinggi 6) Pendampingan belajar dan tutorial

7) Pendampingan ujian

8) Pendampingan saat menyusun skripsi

9) Sosialisasi pendidikan inklusi untuk tunanetra di sekolah dan perguruan tinggi, baik kepada guru, dosen, siswa dan mahasiswa 10) Supporting group (kelompok dukungan) untuk siswa dan

mahasiswa

c. Fasilitas Layanan

1) Ruang pendampingan belajar

2) Komputer dekstop yang dilengkapi perangkat lunak pembaca layer untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah dan kuliah

3) Peminjaman komputer laptop untuk mahasiswa yang belum memiliki saranan sendiri guna memperlancar studi mereka

4) Peminjaman alat tulis (riglet/slade dan stylus) serta alat bantu mobilitas (tongkat) bagi yang belum memiliki sendiri

5) Peminjaman tape recorder untuk merekam proses belajar di kelas bagi yang belum memiliki dan memerlukan

4. Layanan Kursus Komputer Bicara a. Latar Belakang

Sebagai sumber daya manusia, tunanetra juga harus memiliki keterampilan-keterampilan, baik keterampilan dasar maupun

keterampilan tambahan, yang diperlukan untuk kemandirian hidup mereka, baik menjalani hidup sehari-hari, dalam menempuh pendidikan maupun dalam bekerja. Untuk itu, Mitra Netra menyelenggarakan pelatihan komputer bagi tunanetra.

b. Fasilitas Layanan

1) Materi kursus yang aksesibel untuk tunanetra

2) Ruang kursus ber-AC berikut sarana yang diperlukan

3) Komputer yang dilengkapi dengan perangkat lunak pembaca layer

4) Scanner 5) Akses internet

6) Tempat kursus yang mudah dijangkau dan memiliki fasilitas pendukung yang lengkap bagi tunanetra

5. Layanan Ketenagakerjaan a. Latar Belakang

Sebagaimana manusia lainnya, setelah menyelesaikan pendidikan tunanetra juga seharusnya bekerja, agar mereka dapat mandiri secara ekonomi, menjadi manusia yang bermakna di masyarakat, dan tidak lagi menjadi beban keluarga serta masyarakat. Melalui program

“diversifikasi peluang kerja bagi tunanetra”. Mitra Netra menyediakan serangkaian layanan yang bertujuan:

1) Secara berkesinambungan mencari peluang kerja yang dapat atau bahkan lebih produktif jika dilakukan tunanetra.

2) Mempersiapkan tunanetra baik dari sisi keterampilan fisik (hard skill) maupun keterampilan halus (soft kill) untuk memasuki peluang tersebut.

3) Membangun komunikasi dengan perusahaan maupun lembaga pemerintah untuk membuka peluang bagi tunanetra.

4) Mengupayakan magang kerja bagi tunanetra agar memiliki pengalaman kerja

5) Mempromosikan tunanetra ke masyarakat yang telah siap untuk ditempatkan sebagai karyawan

6) Mempersiapkan tunanetra yang berminat untuk berwirausaha agar dapar mulai merintis usaha sendiri.

b. Jenis Layanan

1) Memberikan bimbingan kepada generasi muda tunanetra yang sedang menempuh pendidikan, untuk membantu menggali potensi yang mereka miliki serta wawasan tentang kemungkinan pilihan bagi masa.

2) Mengembangkan model peluang kerja alternatif bagi tunanetra, yang berbasiskan keterampilan memanfaatkan teknologi informasi

3) Bimbingan karir pekerjaan lanjutan

4) Pelatihan keterampilan halus sebagai persiapan bekerja (soft skill pre employment training)

5) Magang kerja

6) Promosi tenaga kerja tunanetra ke masyarakat

7) Penempatan tenaga kerja tunanetra baik di perusahaan maupun di instansi pemerintah

8) Memberikan pendampingan intensif di tiga bulan pertama setelah penempatan kerja

9) Peminjaman alat kerja berupa komputer dan scanner jika tunanetra memerlukan untuk magang kerja.

c. Fasilitas Layanan 1) Tempat pelatihan 2) Komputer laptop 3) Scanner

4) Bahan pelatihan kerja (job training) yang dapat dibaca secara mandiri oleh tunanetra.

Dokumen terkait