• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS STRUKTUR ORGANISASI DEPARTEMEN CSR DALAM PELAKSANAAN PROGRAM CSR

6.2 Community Development Section

6.2.2 Program Non-fisik

Seperti halnya pelaksanaan program fisik yang dilaksanakan oleh CD

Section, pelaksanaan program non-fisik juga dilakukan dalam kerangka Lima

Pilar. Berikut ini merupakan daftar beberapa program nonfisik yang dilaksanakan oleh CD Section:

1. Pelatihan Budidaya Jamur Tiram di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, 2. Pemberian bantuan beasiswa bagi siswa-siswi SLTA di dua belas desa binaan, 3. Penyelenggaraan khitanan massal gratis bagi anak-anak di dua belas desa

binaan,

19

CD Evaluation Sheet Departemen CSR, Project Rehab Total Musholla Nurul Yaqin dibuat pada tanggal 28 Oktober 2009.

20

Hasil wawancara dengan Bapak Romy Himawan, junior inspector CD Section pada hari Senin tanggal 21 Desember 2009.

4. Penyelenggaraan operasi katarak mata gratis bagi masyarakat di dua belas desa binaan,

5. Penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat di dua belas desa binaan,

6. Pemberian bantuan modal bergulir sebagai modal usaha bagi warga masyarakat desa di dua belas desa binaan, dan lain-lain.

Program pelatihan peternak ayam petelur merupakan program non-fisik

dari CD Section yang juga dijadikan salah satu program yang difokuskan dalam penelitian ini. Program ini termasuk ke dalam pilar pendidikan karena pelaksanaan program yang dilakukan berupa pelatihan budidaya ayam petelur yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menuju manusia cerdas serta turut membangun pendidikan bermutu. Program pelatihan ini diadakan untuk masyarakat di dua belas desa binaan.

Latar belakang diadakannya program pelatihan peternak ayam petelur ini adalah keberhasilan salah seorang warga masyarakat desa binaan yaitu Desa Nambo yang bernama Bapak Nurrohim dalam mengembangkan peternakan ayam petelur. Beliau merupakan salah seorang warga desa binaan yang memiliki minat untuk memanfaatkan pinjaman modal yang diberikan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa untuk membuka peluang usaha. Selain dilatarbelakangi oleh minat warga, program ini juga didasari oleh hasil social mapping keadaan desa, dan potensi desa sasaran yang dinilai sesuai sebagai lokasi pelaksanaan program.

Pada tahun 2004, Bapak Nurrohim tertarik untuk mengajukan pinjaman modal pada PT Indocement agar bisa memulai usaha ternak ayam petelur. Pengajuan pinjaman modal dilakukan pada saat diadakannya BILIKOM di Desa Nambo. Ketika itu, staf Departemen CSR yang menindaklanjuti pengajuan pinjaman modal ini adalah Bapak Suharnoto (biasa dipanggil Bapak Toto) yang merupakan penanggungjawab kegiatan CSR dalam pilar ekonomi. Bapak Toto sendiri secara pribadi menilai bahwa Bapak Nurrohim memiliki potensi untuk mengembangkan usaha ini. Beliau mengungkapkan bahwa:

“Bapak Nurrohim memulai usaha ini dari nol dan menekuninya dengan sungguh-sungguh. Sehingga hasil yang diperoleh Bapak Nurrohim adalah hasil berusaha dan bekerja keras serta mau memanfaatkan peluang yang diberikan oleh pihak perusahaan”

Ketika Bapak Nurrohim berhasil menunjukkan bahwa usaha ayam petelur ini memiliki prospek yang cukup bagus, maka banyak warga di desanya yang ikut tertarik untuk mengikuti bisnis ini. Oleh karena itu, seperti yang diceritakan kembali oleh Bapak Nurrohim, pada tahun 2004 Departemen CSR mengadakan pelatihan peternak ayam petelur di desa Nambo dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang dan memperoleh materi dari Dosen Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, yaitu Ibu Eti dan Bapak Hendri. Setelah mengikuti pelatihan ini, terdapat lima orang warga yang akhirnya benar-benar tertarik untuk memulai usaha ini. Pada tahun 2006, kelima orang warga Desa Nambo ini mendapatkan bantuan pinjaman modal dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk berupa bibit ayam petelur sebanyak 500 ekor. Usaha ternak ayam petelur ini menunjukkan perkembangan yang bagus di Desa Nambo. Oleh karena itu, pada tahun 2009 Departemen CSR merencanakan suatu kegiatan pelatihan ternak ayam petelur lagi dan kali ini diadakan untuk masyarakat di dua belas desa binaan.

Pelatihan peternak ayam petelur bagi masyarakat di dua belas desa binaan ini diadakan dengan tujuan untuk menambah wawasan berwirausaha serta membuka peluang usaha. Pelatihan ini diadakan pada tanggal 16-18 November 2009 dengan jumlah peserta sebanyak 22 orang yang mewakili dua belas desa binaan. Materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Nurrohim dan dua orang pemateri lainnya yaitu Bapak Ujang S dan Bapak Hengki Kumolontang. Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini adalah cara pembuatan pakan, pembuatan kandang, jamu ayam, dan pemberian vaksinasi untuk ayam. Meskipun waktu pelatihan ini singkat dan kurang memadai, namun program ini direspon dengan baik oleh masyarakat dan staf pemerintahan desa yang juga mengharapkan ada realisasi usaha melalui program UMKM.21

Dalam program pelatihan peternak ayam petelur ini dapat dilihat bahwa staf Departemen CSR yang paling berperan adalah Bapak Toto yang mengikuti perkembangan usaha ini sejak pengajuan peminjaman modal oleh Bapak Nurrohim pada tahun 2004 tersebut. Seperti halnya yang dikatakan oleh Bapak Nurrohim pada satu sesi wawancara mengenai asal mula keikutsertaannya dalam program ini.

21

CD Evaluation Sheet Departemen CSR, Program Pelatihan Peternak Ayam Petelor bagi

“Untuk usaha ayam petelur ini, saya lebih sering berkoordinasi dengan Bapak Toto baik dalam hal melaporkan kondisi ayam-ayam saya, memberikan laporan keuangan, dan mengembalikan cicilan pinjaman modal saya. Namun biasanya saya juga turut memberikan laporan mengenai kondisi usaha saya dalam rapat BILIKOM yang diadakan di desa ini tiga bulan sekali”.

Namun semenjak Bapak Toto memasuki masa pensiun, segala bentuk laporan mengenai usaha ayam petelur ini diberikan kepada Bapak Yadi selaku koordinator Desa Nambo. Demikian juga dalam pelaksanaan program pelatihan peternak ayam petelur ini, Bapak Yadi selaku koordinator desa turut mengumpulkan peserta yang memiliki minat mengikuti pelatihan ini dari Desa Nambo dan Desa Bantarjati yang merupakan dua desa yang menjadi tanggung jawabnya. Sama halnya dengan Bapak Yadi, para koordinator desa binaan yang lain juga turut menginformasikan dan mengumpulkan peserta dari desa binaannya masing-masing untuk mengikuti program pelatihan ini.

Dokumen terkait