• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Pembangunan Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik

5 PROGRAM DAN KEGIATAN

5.3 Program Pembangunan Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik

Domestik

Program pembangunan layanan terpusat meliputi: 1. Pengembangan jaringan dan layanan SPALD terpusat

2. Promosi sistem terpusat pada wilayah yang telah ada jaringan terpusat (sewerage)

Sedangkan untuk pembangunan layanan setempat, meliputi:

1. Promosi perubahan perilaku dan edukasi masyarakat tentang sanitasi aman melalui sistem setempat individu/komunal

2. Pengembangan layanan dan sistem pengelolaan SPALD on-site aman 3. Pengembangan pilihan pembiayaan layanan SPALD on site aman 4. Penataan kelembagaan penyelenggaraan layanan SPALD

Keterkaitan setiap program dengan strategi pengembangan layanan pengelolaan air limbah domestik selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 1.

5.3.1 Pengembangan Jaringan dan Layanan SPALD Terpusat

Program ini bertujuan untuk menambah luas wilayah pelayanan jaringan SPALD terpusat, dengan kegiatan-kegiatan meliputi:

1. Fasilitasi penyediaan lahan; kegiatan ini ditujukan untuk mempercepat penyediaan lahan yang dibutuhkan dalam perluasan jaringan. Pelaksana utama kegiatan ini adalah Bappeda dan Badan Pengelola Aset Daerah/BPAD.

2. Perluasan layanan jaringan sistem terpusat; kegiatan ini ditujukan untuk menambah layanan jaringan sistem terpusat. Pelaksana utama kegiatan ini adalah Bappeda, DSDA, dan PD PAL Jaya. 3. Pengintegrasian IPAL komunal yang telah ada/direncanakan dengan jaringan sewerage PDPAL;

kegiatan ini ditujukan agar setiap IPAL komunal menyambung ke jaringan sewerage PDPAL sehingga menambah cakupan masyarakat yang mengakses layanan terpusat. Pelaksana utama kegiatan ini adalah PDPAL dibawah pembinaan dan supervise DSDA.

4. Peningkatan kapasitas (kinerja) operator layanan terpusat; kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan jaringan terpusat sebagai magnet bagi masyarakat mau beralih dan tetap menggunakan layanan terpusat. Pelaksana utama kegiatan ini adalah PDPAL Jaya.

5.3.2 Promosi Sistem Terpusat pada Wilayah yang Telah Ada Jaringan Terpusat (Sewerage)

Program ini bertujuan untuk menambah rumah tangga yang mengakses/terhubung dengan SPALD terpusat. Kegiatan yang termasuk dalam program ini meliputi:

1. Diseminasi pilihan teknologi sanitasi (jamban dan tangki septik) yang siap menuju jaringan terpusat; kegiatan ini ditujukan untuk menyediakan edukasi/informasi bagi masyarakat akan pilihan jamban dan tangki septik yang dapat terhubung dengan jaringan terpusat. Pelaksana utama kegiatan ini adalah Bappeda, BPKLH, DSDA, dan PDPAL.

2. Edukasi masyarakat dan promosi sanitasi dan pengolahan air limbah aman melalui sistem terpusat; kegiatan ini ditujukan untuk menyediakan edukasi/informasi bagi masyarakat tentang sanitasi yang aman dan pengolahan air limbah aman melalui sistem terpusat. Pelaksana utama kegiatan ini adalah Dinas Kominfotik dalam pengemasan materi dan metoda komunikasi, dengan bekerjasama dengan PDPAL Jaya, Dinas Kesehatan, Dinas PPAPP, dan DSDA dalam pengembangan materi-nya.

3. Penegakan aturan Keputusan Gubernur nomor 45/1992 tentang Ketentuan Pengelolaan Air Limbah Sistem Perpipaan dalam Wilayah DKI Jakarta dan Peraturan Gubernur nomor 122/2005 (berlaku juga untuk sistem setempat) tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik di Propinsi DKI Jakarta; kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan setiap orang dan badan usaha untuk melaksanakan kewajibannya sehingga setiap bangunan rumah tinggal dan bangunan non rumah tinggal mengelola air limbah domestik-nya sebelum dibuang ke saluran umum/drainase kota. Pelaksana utama kegiatan ini adalah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang yang berwenang dalam penerbitan perijinan penggunaan tanah, perijinan mendirikan bangunan, penggunaan bangunan, dan kelayakan menggunakan bangunan.

4. Pengembangan mekanisme insentif untuk penegakan aturan yang berlaku (seperti KepGub nomor 45/1992 dan PerGub nomor 122/2005) (berlaku juga untuk sistem setempat); kegiatan ini

5.3.3 Promosi Perubahan Perilaku dan Edukasi Masyarakat tentang Sanitasi Aman Melalui Sistem Setempat Individu/Komunal

Program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah rumah tangga yang berubah perilaku dari kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) menjadi tidak BABS. Kegiatan yang dilakukan dalam program ini meliputi:

1. Kegiatan pemicuan dan tindak lanjut pasca pemicuan perubahan perilaku melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM); kegiatan ini ditujukan untuk mengubah perilaku warga yang masih BABS untuk menggunakan askes sanitasi/limbah domestik yang aman. Pelaku utama kegiatan ini adalah Dinas Kesehatan, Dinas PPAPP, dan Dinas Kominfotik.

2. Promosi dan penegakan aturan penggunaan IPAL dan penyedotan berkala (mengacu pada PerGub nomor 122/2005); kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan cakupan warga yang memenuhi kewajibannya dalam pengolahan air limbah domestik, dalam hal ini melalui sistem setempat dengan menggunakan jamban sehat, tangki septik standar, dan melakukan penyedotan lumpur tinja secara berkala. Pelaku utama kegiatan ini adalah PD PAL, Dinas PPAPP, DSDA dengan dukungan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, DLH, Walikota, dan DPM-PTSP.

5.3.4 Pengembangan Layanan SPALD Setempat

Program ini bertujuan untuk menambah luas wilayah dengan layanan SPALD setempat. Untuk tujuan tersebut, kegiatan yang dilakukan dalam program ini meliputi:

1. Kajian kapasitas layanan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) eksisting untuk pemenuhan layanan sampai dengan 2022 (termasuk kajian dukungan teknologi); kegiatan ini ditujukan untuk menilai kesiapan layanan IPLT saat ini dan identifikasi kebutuhan yang harus disediakan guna memenuhi target cakupan penduduk dengan layanan setempat sampai dengan 2022. Pelaksana utama kegiatan ini adalah PDPAL Jaya, dengan dukungan dari DSDA, BPBUMD, serta Dewan Riset Daerah DKI.

2. Penyusunan peta jalan/rencana induk pengelolaan air limbah domestik melalui sistem setempat di DKI Jakarta; kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan peta jalan pemenuhan target layanan pengelolaan air limbah domestik, khususnya melalui sistem setempat, menuju 100% coverage. Pelaksana utama kegiatan ini adalah Bappeda, DSDA, BPKLH, PD PAL, dengan dukungan Kem- PUPR.

3. Pengembangan pilihan teknologi sanitasi dan layanan SPALD sistem individu/komunal bagi kawasan MBR dan prioritas; kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan pilihan teknologi sanitasi dan SPALD sistem individu/komunal bagi kawasan MBR dan prioritas, yang teruji dapat diterapkan dan memenuhi prinsip cost-effective. Pelaksana utama kegiatan ini adalah DSDA, Bappeda, PD PAL, PPAPP, dengan dukungan BPKLH dan Kem-PUPR.

4. Pengembangan pilihan teknologi/layanan penyedotan tinja untuk kawasan sulit diakses truk tinja (misal Temporary Sludge Storage/TSS, motor tinja, dan lain-lain); kegiatan ini ditujukan untuk menyediakan pilihan layanan bagi kawasan yang sulit diakses truk tinja. Pelaksana utama kegiatan ini adalan Bappeda dan PDPAL.

6. Peningkatan jumlah dan kapasitas WUSAN/penyedia jasa; kegiatan ini ditujukan untuk menyediakan tenaga wusan/penyedia jasa terlatih/professional dalam jumlah yang cukup, sebagai salah satu stakeholders penting dalam percepatan penggunaan jamban sehat dan tangki septik yang aman di masyarakat. Pelaksana utama kegiatan ini adalah Dinas Kesehatan, Dinas PPAPP, dan Dinas UMKM.

7. Ekspansi Layanan Lumpur Tinja Terjadwal, termasuk untuk IPAL komunal dan Rusunawa; kegiatan ini ditujukan untuk menambah jangkauan layanan lumpur tinja terjadwal, dengan pelaku utama kegiatan ini adalah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, PDPAL, dan penyedia layanan swasta, serta DSDA.

5.3.5 Pengembangan Pilihan Pembiayaan Layanan SPALD Setempat

Program ini bertujuan untuk menyediakan pilihan pembiayaan layanan SPALD stempat bagi MBR/informal/kawasan prioritas rawan sanitasi. Pilihan pembiayaan diperlukan guna meminimalkan kendala pembiayaan dalam mengakses layanan setempat. Program ini memiliki dua kegiatan kunci, yaitu:

1. Studi/kajian pilihan pembiayaan layanan air limbah domestik dan SPALD sistem individu/komunal bagi kawasan MBR dan prioritas; kegiatan ditujukan untuk mendapatkan pilihan pembiayaan yang teruji mampu meningkatkan animo dan kemampuan masyarakat segmen tertentu untuk mengakses layanan. Pelaksana utama kegiatan ini adalah DSDA, PDPAL, Biro Perekonomian, BPKLH, dan Bappeda.

2. Regulasi bagi penerapan pilihan pembiayaan Layanan SPALD setempat bagi MBR/Informal/ kawasan prioritas; kegiatan ini ditujukan untuk menyediakan landasan aturan/kebijakan penerapan pilihan pembiayaan layanan SPALD stempat bagi MBR/Informal/ kawasan prioritas. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pelaksana utama DSDA, PDPAL, BPKLH, Biro Hukum/Biro Organisasi. 5.3.6 Penataan Kelembagaan Penyelenggaraan Layanan SPALD

Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesesuaian kewenangan penyelenggara dalam upaya percepatan penyediaan jaringan sistem setempat. Kegiatan yang dilakukan dalam program ini meliputi: 1. Penataan wewenang, hak, dan kewajiban operator dan regulator dalam percepatan perluasan

layanan; kegiatan ini ditujukan untuk menyediakan landasan pengaturan kelembagaan yang sesuai dengan kebutuhan percepatan perluasan layanan penyelenggaraan SPALD. Pelaksana utama kegiatan ini adalah DSDA, PDPAL, BPKLH, dan Biro Hukum/Biro Organisasi.

2. Peningkatan kapasitas (kinerja) operator layanan setempat (PD PAL Jaya); kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan setempat, sebagai salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan cakupan dan kepuasan masyarakat menggunakan layanan. Pelaksana utama kegiatan ini adalah PD PAL Jaya di bawah pembinaan dan supervisi DSDA dan BPBUMD.

3. Review/pengembangan regulasi terkait pelaksanaan/implementasi layanan SPALD setempat; kegiatan ini ditujukan untuk menyediakan regulasi yang sesuai dengan kebutuhan terkini dalam rangka percepatan perluasan layanan penyelenggaraan SPALD. Pelaksana utama kegiatan ini adalah Bappeda, DSDA, BPKLH, Biro Hukum/Biro Organisasi, PDPAL, dan DLH.

5. Pengawasan kualitas pengolahan (pemenuhan standar effluent) IPAL komunal dan Rusunawa; kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan pemenuhan standar effluent IPAL komunal dan rusunawa. Pelaksana utama kegiatan ini adalah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, DLH, DSDA, dan PD PAL.

6. Pendampingan dan pemberdayaan masyarakat dalam operasi dan pemeliharaan layanan air limbah domestik komunal; kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan dan mengelola layanan air limbah domestik komunal, sehingga akses masyarakat terhadap layanan ini terpelihara dan berkelanjutan. Pelaksana utama kegiatan ini adalah Dinas PPAPP, Dinas Kesehatan, DSDA, dan DLH.

7. Kajian alternatif kerjasama pembiayaan pelayanan air limbah domestik; kegiatan ini ditujukan untuk menyediakan alternatif mekanisme kerjasama Pemerintah DKI Jakarta dengan para mitra-nya dalam pemenuhan kebutuhan pembiayaan pengembangan pelayanan air limbah domestik. Pelaksana utama kegiatan ini adalah Bappeda, DSDA, BPBUMD, Biro Perekonomian, BPKD, dan BPKLH.