KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori 1. Konsep Kemampuan dan Kecerdasan
2. Program Pendidikan Bagi Anak Cerdas Istimewa dan atau Berbakat Pemerintah berupaya untuk memberikan kesempatan pendidikan
yang sama kepada semua warga negara Indonesia, baik yang normal maupun yang memiliki potensi luar biasa. Selama ini perhatian terhadap siswa-siswa yang berprestasi dan berbakat di sekolahnya hanya sebatas memberikan beasiswa sehingga memungkinkan mereka untuk meneruskan pendidikannya. Meskipun bantuan berupa beasiswa sudah diberikan kepada siswa-siswa yang berbakat dan berprestasi, namun hal tersebut belum dapat memenuhi ke-butuhan pendidikan anak berbakat. Mereka masih memerlukan perhatian khusus dari pemerintah yaitu berupa program pendidikan yang khusus. Perhatian khusus tersebut tidak dimaksudkan untuk melakukan diskriminasi, tetapi pemberian perhatian sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anak. Melalui penyelenggaraan program pendidikan khusus bagi siswa yang me-miliki kecerdasan istimewa dan atau berbakat agar dapat berkembang secara optimal sesuai potensi yang mereka miliki. Program pendidikan yang sesuai untuk anak cerdas dan atau berbakat adalah program pendidikan yang
ber-commit to user
diferensiasi yaitu pelayanan pendidikan yang berbeda dengan siswa-siswa normal lainnya.
Depdikbud berpendapat “Penyelenggaraan program pendidikan khusus bagi anak cerdas istimewa/berbakat istimewa dapat dilakukan dalam bentuk kelas khusus, kelas inklusi, dan satuan pendidikan khusus” (Pedoman Penyelenggaraan Program Akselerasi, 2007: 43). Hal tersebut dapat dijelas-kan sebagai berikut:
a. Kelas khusus adalah kelas yang dibuat untuk kelompok peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan istimewa dalam satuan pendidikan reguler pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Mata pelajaran yang di-berikan adalah mata pelajaran yang termasuk dalam rumpun matematika dan ilmu pengetahuan alam (IPA).
b. Kelas inklusif adalah kelas yang memberikan layanan kepada peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan istimewa dalam proses pembelajaran bergabung dengan peserta didik program reguler. Mata pelajaran yang di-berikan adalah mata pelajaran lain di luar rumpun matematika dan ilmu pengetahuan alam (IPA).
c. Satuan pendidikan khusus adalah lembaga pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar (SD) dan pendidikan menengah (SMP/SMA) yang semua peserta didik memiliki potensi kecerdasan istimewa/bakat istimewa.
Depdikbud berpendapat “Layanan pendidikan untuk siswa cer-das/bakat istimewa dapat berupa program pengayaan (enrichment) dan gabungan program percepatan dengan pengayaan (acceleration-enrichment)” (Pedoman Penyelenggaraan Program Akselerasi, 2007: 44). Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Program pengayaan adalah pemberian pelayanan pendidikan kepada siswa yang memiliki kecerdasan/bakat istimewa dengan penyediaan kesempatan dan fasilitas tambahan yang bersifat pendalaman. Bentuk layanan ini antara lain dengan memperkaya materi melalui kegiatan-kegiatan pe-nelitian dan sebagainya. Fokus layanan ini adalah pada perluasan/
commit to user
13
pedalaman materi yang dipelajari dan bukan pada kecepatan belajar di kelas.
b. Gabungan program percepatan dan pengayaan adalah pemberian pe-layanan pendidikan kepada siswa yang memiliki kecerdasan/bakat isti-mewa untuk dapat menyelesaikan pendidikannya dalam jangka waktu yang lebih singkat disbanding teman-teman yang lainnya. Jadi siswa dapat menyelesaikan pendidikan di SD dalam jangka 5 tahun dan di SMP atau SMA dalam waktu 2 tahun. Dalam program ini, siswa tidak semata-mata memperoleh percepatan waktu penyelesaian studi di sekolah, tetapi se-kaligus memperoleh pengayaan materi dengan penyediaan kesempatan dan fasilitas belajar tambahan.
Berdasarkan bentuk-bentuk layanan pendidikan tersebut, berbagai pihak baik pengambil keputusan di lingkungan Ditjen, Dikdasmen, Dep-dikbud maupun pihak pelaksana yaitu yayasan atau sekolah lebih condong untuk menerapkan program akselerasi. Hal ini dikarenakan pemilih-an bentuk program pendidikan bagi siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa/anak berbakat tidak hanya tergantung pada individu-individu yang terlibat, melainkan juga pada situasi dan kondisi lingkungan tempat program akan dilaksanakan. Selain itu, tidak lepas dari pertimbangan ekonomis yaitu mudah dan murah dalam pelaksanaanya.
Penyelenggaraan program akselerasi berupaya untuk mengoptimal-kan pengembangan potensi kecerdasan luar biasa atau bakat siswa sehingga menghasilkan keluaran/output yang unggul. Untuk mencapai keunggulan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Herry berpendapat “Faktor-faktor itu meliputi: masukan atau input, kurikulum, guru, sarana prasarana, dana, manajemen, lingkungan, dan proses belajar mengajar” (1999: 9). Faktor-faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Masukan atau input
Peserta didik/siswa sebagai masukan harus diseleksi secara ketat dan komprehensif dengan kriteria tertentu. Seleksi tidak hanya
me-commit to user
nyangkut prestasi akademik, tetapi juga menyangkut tes psikologis, tes kreativitas, dan tanggungjawab pada tugas.
b. Kurikulum
Kurikulum sengaja dikhususkan dengan memberikan kedalaman dan keluasan materi serta tantangan penyelesaian yang lebih berat. Kurikulum bagi anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa atau anak berbakat memiliki format yang berlainan dengan kurikulum pada umumnya yaitu dengan adanya penambahan unsur-unsur substansial.
c. Guru
Tenaga kependidikan yaitu guru diupayakan memenuhi kriteria yang baik dan profesional. Pengetahuan guru yang luas, memiliki pe-mahaman tentang karakteristik siswa dengan kemampuan yang luar biasa serta apresiatif dalam mengajar harus menjadi standar bagi guru yang melayani pembelajaran akselerasi.
d. Sarana prasarana
Sarana prasarana disesuaikan dengan sifat siswa yang memang memiliki tingkat kecerdasan tinggi sehingga dapat menunjang pemenuhan kebutuhan belajar siswa. Sarana dan prasarana dapat berupa ruang kelas yang dilengkapi dengan media pembelajaran seperti komputer, LCD, dan alat peraga.
e. Dana
Segi material sangat penting dalam program akselerasi mengingat perluasan kegiatan. Ketersediaan dana yang memadai lebih dari sekedar pelaksanaan program reguler harus diusahakan terpenuhi karena tidak mungkin tenaga pengajar yang ekstra kerjanya tidak diberikan insetif lebih. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk pemenuhan alat pen-dukung lainnya. Sumber dana dapat berasal dari pemerintah dan sumbang-an orsumbang-ang tua.
commit to user
15
f. Manajemen
Manajemen dalam program akselerasi yang meliputi pengaturan waktu belajar, mobilisasi tenaga pengajar atau guru, keterkaitan dengan orang tua, maupun kerjasama dengan instansi luar sekolah harus di-selenggarakan secara optimal sehingga program akselerasi dapat berjalan lancar. Manajemen tidak terbatas pada pengaturan aspek fisik dan material personal, tetapi juga aspek motivasi psikologik.
g. Lingkungan
Lingkungan belajar baik secara fisik maupun sosial psikologis yang kondusif sangat diperlukan untuk berkembangnya potensi kecerdasan dan bakat yang dimiliki siswa. Menjadikan lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai lingkungan belajar yang kompak dengan sekolah perlu diciptakan oleh semua pihak.
h. Proses belajar mengajar
Pembelajaran bagi siswa cerdas dan berbakat tidak cukup hanya dengan mengacu pada standar isi maupun standar kompetensi yang sudah ada saat ini. Proses belajar mengajar pada kelas akselerasi ditandai dengan adanya proses yang kreatif diikuti dengan pengayaan serta mengundang tantangan bagi siswa.
3. Kurikulum Berdiferensiasi Untuk Anak Cerdas Istimewa dan atau