PENGEMBANGAN MASYARAKAT DAN KONDISI WILAYAH PENELITIAN
C. Pelaksanaan Program Pengembangan Masyarakat
3. Program pengembangan masyarakat Perusahaan Total E&P Indonesie untuk ternak sapi bergulir Kelompok
patan KSU Apel Sejahtera yakni periode Tahun 2004/2005 dari laporan laba rugi Rp5.605.550,- dan periode 2006/2007 menjadi Rp27.277.800,-.
Pencapaian tujuan (misi) program pengembangan masya-rakat Perusahaan Total E&P Indonesie yakni dari keberlanjutan program yang diterima KSU Apel Sejahtera dan pemberian pengetahuan disamping modal berupa material untuk kelang-sungan usaha. Kerangka kerja logis program pengembangan masyarakat Perusahaan Total E&P Indonesie tersaji pada Tabel 80.
Tabel 80. Kerangka kerja logis (logical framework) program pengembangan masyarakat Total E&P Indonesie pada KSU
Apel Sejahtera
Sumber: Data primer, 2008 (diolah)
3. Program pengembangan masyarakat Perusahaan Total
Bantuan pengembangan ternak sapi bergulir Kelompok Mutiara telah disalurkan sebanyak dua kali yakni Tahun 2004 sebanyak 6 ekor dengan nilai bantuan Rp36.905.000,- dan Tahun 2006 sebanyak 9 ekor dengan nilai bantuan Rp25.405.890,-sebagaimana pada tabel berikut.
Tabel 81. Bantuan Perusahaan Total E&P Indonesie Ternak Sapi Bergulir Kelompok Mutiara
Sumber: Data Primer, 2008 (diolah)
Proses penyusunan program bantuan untuk ternak sapi ber-gulir Kelompok Mutiara dilaksanakan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang dilaksanakaan oleh Perusahaan Total E&P Indonesie bersama dengan Pemerintah Kelurahan Muara Jawa Ulu. Hasil musyawarah perencanaan pembangunan, selanjutnya bersama-sama dengan Pemerintah Daerah Kelurahan Muara Jawa Ulu menentukan prioritas pro-gram yang akan dilaksanakan yang ditindaklanjuti dengan pengajuan proposal bantuan dan peninjauan lapangan (observasi).
Pelaksanaan program dilakukan dengan cara membeli ternak sapi jenis bali bersama-sama dengan manajemen perusahaan Total E&P Indonesie dan masyarakat yang diserahterimakan dihadapan pemerintah daerah Kelurahan Muara Jawa Ulu dan stakeholder (LPM).
Bantuan sapi bergulir kelompok Mutiara di Galendrong Dock Kelurahan Muara Jawa Ulu bertujuan membantu pereko-nomian masyarakat yang mayoritas petani sekaligus menjadikan wilayah Galendrong Dock sebagai wilayah sentral sapi di Keca-matan Muara Jawa kedepan. Mekanisme pengguliran bantuan ternak sapi bergulir Kelompok Mutiara adalah sebagai berikut:
1). Peserta yang telah menerima undian pemeliharaan sapi
No Bantuan Ternak Sapi Bergulir Jumlah bantuan
sapi (ekor) Dana (Rp) 1 Ternak Sapi bergulir Kelompok Mutiara Tahun 2006 9 36.905.000 2 Ternak Sapi bergulir Kelompok Mutiara Tahun 2004 6 25.405.890
Jumlah 15 62.310.890
bergulir, dapat menggulirkan kepada anggota kelompoknya jika induk sapi tersebut telah melahirkan dan anaknya berumur sekurang-kurangnya 18 bulan atau siap hamil;
2). Peserta yang menerima pengguliran sapi jantan dapat dijual dan harus mengembalikan sapi betina untuk digulirkan pada anggota yang lain;
3). Kepemilikan hak atas ternak sapi adalah induk sapi, sedang-kan anaknya yang telah dilahirsedang-kan harus digulirsedang-kan kembali kepada anggota yang belum menerima;
4). Peserta yang ingin segera memiliki hak atas ternak sapi dapat menempuh dengan cara membeli sapi dengan umur setara yang diterima;
5). Sapi yang telah digulirkan induknya kepada anggota lain, maka anaknya telah menjadi sepenuhnya anggota yang meng-gulirkan;
6). Peserta yang ingin menjual harus memiliki 4 atau minimal 2 ekor sapi dan memberikan fee pada kelompok ternak;
7). Peserta yang menjual ternak sapi yang akan dipergunakan untuk menambah jumlah sapi;
8). Bantuan sapi bergulir Kelompok Mutiara digulirkan pada anggota setelah berumur 2 tahun;
9). Bantuan sapi yang digulirkan adalah anak dari induknya dan selanjutnya induk menjadi hak milik anggota yang telah meng-gulirkan.
Jenis sapi yang dikembangkan adalah jenis Sapi Bali yang diperoleh di Kuala Samboja Kecamatan Samboja, sapi yang dipe-roleh kelompok Mutiara selanjutnya dilaksanakan pembelian oleh Perusahaan Total E&P Indonesie, dan sebagian dari sapi yang dibeli telah ada yang hamil bahkan sudah ada yang memiliki anak sehingga proses perkembangbiakannya lebih cepat. Alur proses program pengembangan masyarakat untuk ternak sapi bergulir Kelompok Mutiara tersaji pada Gambar 26.
Musrenbang Proposal Ternak sapi Mutiara ke Total E&P Indonesia
Pengajuan Total E&P Indonesie ke BP Migas
Serah terima Material Sapi bergulir
Laporan kelompok Ternak sapi ke Total E&P Indonesie A. Penyusunan program
Peninjauan ke Ternak
sapi Mutiara bersama-Pengadaan barang
sama
B. Pelaksanaan program
Gambar 26. Diagram alir proses program pengembangan masyarakat ternak sapi bergulir Mutiara
Nilai bantuan (dana) Tahun 2004 Rp25.405.890,- dan pada Tahun 2006 Rp36.905.000,-. Output berupa ternak sapi Tahun 2004 berjumlah 6 kor dan Tahun 2006 dengan jumlah 9 ekor.
Kondisi bantuan sapi bergulir dari kriteria umur, sapi yang telah memiliki anak, hamil, tersaji pada tabel berikut.
Tabel 82. Kondisi bantuan sapi bergulir Tahun 2004 dan 2006
Sumber: Data Primer, 2008 (diolah)
Bantuan ternak sapi bergulir Tahun 2004 sebanyak 6 ekor sapi didistribusikan kepada 6 orang anggota kelompok dengan cara diundi. Kondisi bantuan sapi bergulir yang telah memiliki anak, mempercepat proses pengguliran kepada anggota yang lain. Hasil bantuan Tahun 2004 telah digulirkan kepada 4 anggota kelompok sedangkan dua anggota pada Tahun 2004 tidak meng-gulirkan karena sapi yang diterima mati sebelum melahirkan, sebagaimana pada Tabel 83.
No Bantuan sapi bergulir
Umur (Tahun) Kondisi sapi bantuan Jumlah
(ekor) Umur 3
(Tahun) Umur 4 (Tahun)
Memiliki Anak (ekor)
Hamil (ekor)
Tidak (hamil dan punya anak (Ekor)
1 Tahun 2004 1 5 3 1 2 6
2 Tahun 2006 1 8 0 2 0 9
Jumlah 2 13 3 3 2 15
Tabel 83. Anggota yang telah menggulirkan dan anggota yang menerima
Sumber: Data Primer, 2008 (diolah)
Kondisi bantuan sapi bergulir yang telah memiliki anak dan yang sedang hamil mempercepat proses pengguliran ke anggota lainnya. Bantuan sapi bergulir pada Tahun 2004 telah digulirkan kepada empat anggota kelompok pada Tahun 2006 yang disak-sikan oleh manajemen Perusahaan Total E&P Indonesie dan peme-rintah daerah. Pada tahun yang sama bantuan sapi bergulir tahap kedua kembali diluncurkan yakni 9 ekor sapi, sehingga jumlah sapi secara keseluruhan 25 ekor termasuk sapi yang telah dikem-bangbiakkan, sebagaimana tabel berikut.
Perkembangan ternak sapi bergulir di Galendrong Dock dari bantuan Tahun 2004 dengan jumlah 6 ekor dan pada Tahun 2006 berjumlah 9 ekor, pada Tahun 2008 telah berkembang menjadi 25 ekor dengan jumlah induk 13 ekor dan anaknya 12 ekor. In-duk sapi bantuan yang berjumlah 13 ekor karena 2 ekor mati telah mengembangkan (melahirkan) 12 ekor sapi.
Bantuan ternak sapi bergulir sebagian besar berjenis jenis kelamin betina 17 ekor (68%) dan 8 ekor sapi jantan (32%). Kon-disi ternak sapi bergulir khususnya sapi jantan relatif belum dewasa atau berumur < 18 bulan sehingga belum siap untuk melaksanakan aktivitas kawin, sedangkan umur betina yang berumur rata-rata di atas 18 bulan memiliki tingkat birahi yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan perkembangbiakan sapi bergulir mengalami hambatan yakni kurangnya sapi jantan yang berfungsi seksual bagi sapi betina, sebagaimana pada Tabel 84.
No Penerima bantuan Tahun 2004 Jumlah
1 Penerima bantuan Tahun 2004 yang telah menggulirkan 4 2 Penerima bantuan Tahun 2004 yang tidak menggulirkan (mat i) 2
3 Jumlah anggota yang menerima pengguliran 4
4 Umur sapi yang digulirkan (36 bulan) 2
5 Umur sapi yang digulirkan ( 18 bulan) 2
Tabel 84. Persentase jenis kelamin dan umur sapi bergulir Tahun 2008 dari Perusahaan Total E&P Indonesie
Sumber: Data Primer, 2008 (diolah)
Kendala-kendala pada Tabel 84 telah diupayakan manajemen Perusahaan Total E&P Indonesie dengan bermitra Dinas Peterna-kan Kecamatan Muara Jawa, menggunaPeterna-kan sistem kawin suntik, namun alternatif ini juga mengalami kendala pada saat melahirkan.
Bibit sperma yang disuntikkan terkadang tidak sesuai dengan kemampuan organ sapi betina yang dikelola kelompok sehingga sebagian besar mengalami kesulitan pada saat melahirkan bahkan ada yang meninggal (maternal).
Program pengembangan masyarakat telah membawa pening-katan pendapatan kelompok ternak sapi bergulir dalam hal ini adalah anggota yang telah menggulirkan ternak sapinya kepada anggota kelompoknya. Pendapatan kelompok dari hasil ternak sapi yang dikurskan dengan harga pada wilayah di Kecamatan Muara Jawa yakni Rp5.000.000,- untuk sapi jantan dan Rp4.000.000,- untuk sapi betina dengan kriteria umur >18 bulan, sedangkan sapi yang berumur <18 bulan Rp4.000.000,- jenis sapi jantan dan Rp3.000.000,-jenis sapi betina, sebagaimana yang tersaji pada Tabel 85.
Tabel 85. Jumlah ternak sapi bergulir dan harga yang berlaku Kelompok Mutiara
Sumber: Data Primer, 2008 (diolah)
Catatan: * anggota yang masih dalam proses pengembangbiakan sapi
No Jenis Kelamin Sapi Umur (bulan)
Total Sapi %
>18 Bulan <18 Bulan
1 Betina 13 4 17 68
2 Jantan 0 8 8 32
Jumlah 13 12 25 100
No Umur sapi (bulan)
Jumlah anggota
Jumlah sapi
Jenis kelamin sapi jantan Jenis kelamin sapi betina Jumlah
(ekor) Satuan
(Rp)
Harga (Rp)
Jumlah (ekor)
Satuan (Rp)
Harga (Rp)
1 > 18 bulan 6 8 5 5.000.000 25.000.000 1 4.000.000 4.000.000
2 <18 bulan 6 6 2 4.000.000 24.000.000 4 3.000.000 12.000.000
3 Proses ternak*
8 11 0 0 0 0 0 0
Jumlah 20 25 7 49.000.000 5 20.000.000
Tabel 85 menjelaskan bahwa program pengembangan masya-rakat Perusahaan Total E&P Indonesie pada anggota ternak sapi bergulir kelompok Mutiara dari jumlah 20 orang yang telah memiliki anak sapi hasil pengguliran dengan umur >18 bulan yakni 6 orang, dan yang memiliki sapi dengan umur <18 bulan yakni 6 orang, sedangkan dalam proses pengembangbiakan 8 anggota. Harga jual rata-rata untuk sapi jenis kelamin jantan Rp5.000.000,- per ekor dan betina Rp4.000.000,-. Pendapatan rata-rata dari peternak sapi bergulir bantuan program pengembangan masyarakat Perusahaan Total E&P Indonesie yang didasarkan harga yang berlaku di wilayah Kecamatan Muara Jawa dengan jenis kelamin sapi jantan pada 12 anggota adalah Rp4.083.300,-dan sapi betina Rp1.428.570,- tersaji pada tabel berikut.
Tabel 86.Pendapatan rata-rata anggota ternak sapi bergulir yang telah menggulirkan
Sumber: Data Primer, 2008 (diolah)
Tabel 86 menjelaskan bahwa pendapatan rata-rata anggota ternak sapi bergulir yakni Rp5.750.000,- per 18 bulan menyesuaikan umur ternak sapi atau Rp319.440,- per bulan.
Pendapatan ternak sapi merupakan pekerjaan sampingan, sedangkan pekerjaan utamanya adalah petani atau tenaga buruh pada perusahaan.
Program pengembangan masyarakat pada ternak sapi bergulir Kelompok Mutiara selanjutnya dapat dievaluasi mengenai efektivitas program, sebagaimana yang tersaji pada tabel berikut.
Jumlah anggtota
Jumlah sapi
Jenis sapi jantan Jenis sapi betina Jumlah
(ekor)
Satuan
(Rp) Harga (Rp) Jumlah
(ekor) Satuan (Rp) Harga (Rp)
6 8 5 5.000.000 25.000.000 1 4.000.000 4.000.000
6 6 2 4.000.000 24.000.000 4 3.000.000 12.000.000
12 14 7 49.000.000 5 20.000.000
Pendapatan rata -rata (Rp) 4.083.300 Pendapatan rata -rata (Rp)
1.428.570 Pendapatan rata -rata total (Rp) 5.750.000 per 18 bulan
Tabel 87. Evaluasi program pengembangan masyarakat Total E&P Indonesie pada Ternak sapi bergulir Kelompok Mutiara
Sumber: Data primer, 2008 (diolah)
Hasil evaluasi pada Tabel 87 menjelaskan bahwa Input pro-gram pengembangan masyarakat Perusahaan Total E&P Indonesie tercapai yakni tersedianya ternak sapi bergulir dan tepat sasaran pada kelompok Mutiara (observasi), proses program meliputi respon masyarakat, perusahaan dan pemerintah daerah terhadap proses penyusunan dan pelaksanaan program yakni terlibat secara aktif. Pencapaian proses program lebih disebabkan adanya penjaringan aspirasi dari semua unsur masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di Kantor Kelurahan Muara Jawa Ulu. output program pengembangan ternak sapi bergulir Kelompok tercapai yakni tersedianya ternak sapi betina dalam kondisi sehat, sebagaimana Gambar 27.
Gambar 27. Sapi Sistem Bergulir Bantuan Perusahaan Total E&P Indonesie
Variabel Indikator/kriteria Parameter Pencapaian
Tujuan (Misi)
Meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat yang tinggal disekitar daerah kerja Total E&P Indonesie
Meningkatnya pendapatan untuk kebutuhan hidup sehari-hari
Tercapai, dengan meningkatnya pendapatan yakni laba bersih Rp5.750.000,- (per 18 bulan)
Output Ternak sapi betina Tersedianya ternak sapi betina 9 ekor
Tercapai, dengan tersedianya ternak sapi betina 9 ekor dalam kondisi sehat dan tepat sasasran.
Proses Respon kelompok ternak sapi bergulir, perusahaan dan pemerintah daerah terhadap proses penyusunan dan pelaksanaan program
Semakin baik tingkat partisipasi perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah semakin efektif proses program.
Tercapai, dengan tingkat partisipasi perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah secara aktif dalam acara musrenbang dan pengambilan keputusan mengenai kebijakan program seca ra bottom up (observasi lapangan) dan pelaksanaan program secara transparansi, kerjasama dan pelibatan stakeholders
Input Pengembangan ternak sapi bergulir kelompok Mutiara
Tersedianya ternak sapi yang diberikan dan tepat sasaran
Tercapai, dengan tersed ianya ternak sapi bergulir yang diberikan.
Tujuan (misi) program pengembangan masyarakat Perusa-haan Total E&P Indonesie yakni “meningkatkan taraf kesejah-teraan masyarakat yang tinggal disekitar area kerja Total E&P Indonesie” tercapai yang didasarkan pada peningkatan penda-patan ternak sapi bergulir Kelompok Mutiara yakni Rp5.750.000,-pada 12 anggota yang telah memiliki hasil dari ternak sapi bergulir.
Pencapaian tujuan (misi) program pengembangan masya-rakat Perusahaan Total E&P Indonesie yakni dari keberlanjutan program yang diterima kelompok ternak sapi bergulir. Kerang-ka kerja logis program pengembangan masyaraKerang-kat Perusahaan Total E&P Indonesie tersaji pada tabel berikut.
Tabel 88. Kerangka kerja logis (logical framework) program pengembangan masyarakat Total E&P Indonesie pada Ternak
sapi bergulir Mutiara
Sumber: Data primer, 2008 (diolah)
4. Program pengembangan masyarakat Perusahaan Total