• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Peningkatan Kapasitas Pelayanan Pertamanan dan Pemakaman

Dalam dokumen BAB IV PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (Halaman 128-133)

KESEMPATAN KERJA

B. PROGRAM PRIORITAS MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN

13) Program Peningkatan Kapasitas Pelayanan Pertamanan dan Pemakaman

a) Pelaksanaan Gali Tutup Memakamkan Jenazah dan Pelayanan Pemakaman Jenazah Bagi Keluarga Miskin

b) Pengadaan Kain Kafan, Kantong Jenazah, dan Peti Jenazah. c) Pengadaan Peralatan Pertamanan dan Pemakaman

d) Pengadaan Sarana Pemakaman Provinsi DKI Jakarta e) Pengadaan Tikar dan Ramuan.

f) Upah Petugas Pelayanan Angkutan dan Pemulasaraan Jenazah Orang Terlantar dan Tidak Mampu.

Adapun hasil dari pelaksanaan program dan kegiatan Urusan Lingkungan Hidup, antara lain :

1) Pemantauan kualitas sumber air untuk ditetapkan dan diinformasikan status mutu airnya sebanyak 79 titik pantau (2013), 80 titik pantau (2014), 80 titik pantau (2015), 90 titik pantau (2016) dan 90 titik pantau (2017)

2) Terpenuhinya baku mutu air limbah dan berkurangnya beban air limbah proses yang terbuang pada 200 kegiatan usaha. (2013), 193 kegiatan usaha. (2014), 581 kegiatan usaha. (2015), 1.325 kegiatan usaha. (2016) dan 56 kegiatan usaha (2017)

3) Jumlah titik pantau kualitas air sebagai berikut : air tanah 100 titik, air laut/ muara teluk 43 titik dan air situ/ waduk 40 titik (2013), air tanah 150 titik, air laut/ muara teluk 43 titik dan air situ/ waduk 40 titik (2014), air tanah 200 titik, air laut/ muara teluk 45 titik dan air situ/waduk 40 titik (2015), air tanah 267 titik, air laut/ muara teluk 45 titik dan air situ/ waduk 41 titik (2016) dan air tanah 267 titik, air laut/ muara teluk 45 titik dan air situ/ waduk 40 titik (2017) 4) Monitoring pemanfaatan air tanah berupa 30 sumur pantau/

AWLR, 4.365 pelanggan air tanah, 47 lokasi pemboran, dan 187 lokasi sumur eksisting (2013), 85 sumur pantau/ AWLR, 4.447 pelanggan air tanah, 41 lokasi pemboran, dan 150 lokasi sumur eksisting (2014), dan 97 sumur pantau/ AWLR, 4.473 pelanggan

air tanah, 41 lokasi pemboran, dan 150 lokasi sumur eksisting (2015)

5) Monitoring informasi kualitas udara ambient sebanyak 18 kali pemantauan. (2013), 24 kali pemantauan (2014), 24 kali pemantauan (2015), dan mulai tahun 2016 telah menggunakan sistem pemantauan kualitas udara yang termonitor setiap harinya. 6) Tingkat penyelesaian pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/ atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti sebanyak 50 kasus (2013), 43 kasus (2014), 138 kasus (2015), 78 kasus (2016) dan 47 kasus (2017)

7) Penyelesaian penegakan hukum lingkungan hidup yang tertangani berupa 54 kasus pelanggaran baku mutu, 8 kasus pidana, 50 kasus sengketa, 187 pengelola Kawasan Dilarang Merokok (KDM) (2013), 68 kasus penanganan sanksi administrasi, 11 kasus pidana lingkungan, 38 kasus sengketa lingkungan dan 250 lokasi Kawasan Dilarang Merokok (2014), 125 kasus pelanggaran baku mutu, 12 kasus pidana lingkungan, 50 kasus sengketa lingkungan dan 324 lokasi Kawasan Dilarang Merokok (2015), 336 kasus pelanggaran baku mutu dan 712 lokasi Kawasan Dilarang Merokok (2016) dan 28 kasus pelanggaran baku mutu (2017)

8) Kegiatan Gali Tutup Memakamkan Jenazah dan Pelayanan Pemakaman Jenazah Bagi Keluarga Miskin sebanyak 37.466 makam dan pemakaman jenazah bagi keluarga miskin 2.016 jenazah (2013), 61.843 makam dan dan pemakaman jenazah bagi keluarga miskin 2.123 jenazah (2014), 33.588 makam dan pemakaman jenazah bagi keluarga miskin 2.381 jenazah (2015), dan 32.482 makam dan pemakaman jenazah bagi keluarga miskin 1.654 jenazah (2016)

9) Jumlah Lokasi RTH Kebun yang dikembangkan sebagai Agrowisata sebanyak 5 lokasi (2013), 10 lokasi (2014), dan 10 lokasi (2015)

10) Luas Tanah Hutan Kota yang dikembangkan sebanyak 5 lokasi (2013), 5 lokasi (2014), dan 5 lokasi (2015)

11) Terpenuhinya baku mutu emisi sumber bergerak dan emisi tidak bergerak 3.361 kendaraan dan 227 kegiatan usaha (2013), 9.577 kendaraan dan 241 kegiatan usaha (2014), 9600 kendaraan dan 340 kegiatan usaha (2015), 10.232 kendaraan dan 470 kegiatan usaha (2016) dan 12.143 kendaraan dan 480 kegiatan usaha (2017)

12) Pemantauan kualitas udara pada pelaksanaan HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor) sebanyak 113 kali (2013), 78 kali (2014), 78 kali (80 kali) (2015), 96 kali (2016) dan 31 Kali (2017)

13) Penerbitan perijinan pengelolaan lingkungan sebanyak 124 ijin IPAL, 92 ijin TPS B3, 287 ijin bor perpanjangan , 37 ijin bor baru, 61 ijin pantek baru, dan 95 ijin pantek perpanjangan (2013), dan 114 ijin pembuangan air limbah, 157 ijin tempat pembuangan sementara limbah B3 dan 543 ijin pemanfaatan air tanah (2014) 14) Pengawasan implementasi dokumen lingkungan pada tahap

konstruksi dan operasi sebanyak 1.074 dokumen (2013), 844 dokumen (2014), 1.143 dokumen (2015), 1.237 dokumen (2016) dan 350 Dokumen (2017)

15) Jenis tumbuhan dan satwa yang dikonservasi sebanyak 171 jenis tumbuhan dan 252 jenis satwa (2013), 171 jenis tumbuhan dan 254 jenis satwa (2014), 150 jenis tumbuhan dan 113 jenis satwa (2015), dan 171 jenis tumbuhan dan 258 jenis satwa (2016) 16) Jumlah Pohon yang Ditanam Pada Kawasan Hutan Mangrove,

Hutan Kota, Pesisir dan Permukiman sebanyak 71.400 pohon (2013), 126.928 pohon (2014), 45.420 pohon (2015), dan 59.996 pohon (2016)

17) Peran serta masyarakat, dunia pendidikan dan instansi dalam pengelolaan lingkungan hidup sebanyak 411 kegiatan usaha dan 3 kelompok (2013), 75 kegiatan usaha dan 3 kelompok (5 Kota Adm. Peserta Adipura, 21 sekolah peserta Adiwiyata, 6 Kelurahan peserta Stop Nyampah di Kali) (2014), 225 kegiatan usaha dan 3

kelompok (5 Kota Adm. Peserta Adipura, 16 sekolah peserta Adiwiyata dan 7 peserta Kalpataru) (2015), 300 kegiatan usaha dan 3 kelompok (2016) dan 125 kegiatan dan 3 kelompok (2017) 18) Pelaksanaan peran serta dunia usaha dalam ketaatan

pengelolaan lingkungan melalui Program Peningkatan Perusahaan (PROPER) sebanyak 104 kegiatan usaha (2015), dan 300 kegiatan usaha (2016)

19) Pengelolaan limbah lingkungan pada Usaha Skala Kecil (USK) sebanyak 100 USK (2013), 19 USK (2014), 143 USK (2015), 68 USK (2016) dan 74 USK (2017)

20) Jumlah RTH yang dikembangkan oleh masyarakat bekerjasama dengan pengusaha swasta melalui program CSR (Corporate Social Responsibility). sebanyak 19 lokasi (2013), 14 lokasi (2014), 49 lokasi (2015), dan 10 lokasi (2016)

21) Pembebasan Lahan untuk Pengembangan Hutan Kota seluas 85,79 Ha (2013), 13,98 Ha (2014), dan 4,83 Ha (2015),

22) Pembebasan lahan pertamanan dan pemakaman seluas 18,02 Ha (2016)

23) Pengendalian pencemaran limbah B3 pada 150 kegiatan usaha. (2013), 129 kegiatan usaha. (2014), 364 kegiatan usaha. (2015), 170 kegiatan usaha. (171 kegiatan usaha) (2016) dan 47 kegiatan usaha (2017)

24) Luas lahan yang dibebaskan untuk sentra tanaman pangan dan hortikultura seluas 14,29 Ha

25) Tingkat pencemaran udara pada 119 kegiatan usaha dan 3361 kendaraan bermotor

26) Pembangunan Taman Interaktif/Terpadu PKK sebanyak 12 taman (2013), 1 taman (2014), dan 10 taman (2015)

27) Penaatan dunia usaha dalam pengolahan limbah B3 sebanyak 92 ijin (2013), dan 157 ijin (2014)

29) Penerbitan dokumen rekomendasi lingkungan (AMDAL) sebanyak 119 rekomendasi (2013), 91 rekomendasi (2014), 120 rekomendasi (2015), 159 rekomendasi (2016) dan 16 rekomendasi (2017)

30) Penilaian dan evaluasi implementasi dokumen lingkungan pengembangan Kawasan Pantura sebanyak 2 lokasi (2013), 4 lokasi (2014), 5 lokasi (2015), dan 5 lokasi (2016)

31) Pemeliharaan dan Penataan Pemakaman di 5 Wilayah Kota 32) Terkendalinya kondisi lingkungan dan kualitas Sumber Daya Air di

DKI Jakarta melalui Penetapan Daya Tampung Beban Pencemar Sungai di 3 sungai (Sungai Cakung, Kamal, dan Buaran) (2013), 5 sungai (Sungai Jati Kramat, Kalibaru Barat, Kalibaru Timur, Mampang dan Tarum Barat), Penyusunan Perencanaan Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kualitas Danau dan Situ dan Penyusunan Masterplan Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kualitas Air Sungai Ciliwung, Sungai Grogol, Sungai Angke dan Sungai (2014)

33) Pembebasan tanah untuk RTH taman dan makam seluas 9,18 Ha (2013), 13,75 ha (2014), 50,49 ha (2015), dan 18,02 Ha. (2016) 34) Peningkatan Penghijauan RTH dalam rangka Asian Games di 2

Lokasi

35) Lokasi hutan kota dan hutan mangrove yang dikembangkan sebagai Ekowisata/ Interaksi Publik sebanyak 11 lokasi (2013), 16 lokasi (2014), 21 lokasi (2015), dan 37 lokasi (2016)

36) Luas kawasan yang dapat direhabilitasi dan dikonservasi seluas 140 ha (2013), 141 ha (2014), 140,34 ha (2015), dan 187,78 ha (2016)

37) Keragaman flora dan fauna di Taman Margasatwa Ragunan yang dapat dikonservasi sebanyak 16.159 flora dan 1.967 fauna (2013), 19.229 flora dan 2.001 fauna (2014), 52.734 flora dan 2.044 fauna (2015), dan 52.733 Flora dan 2.080 Fauna (2016)

38) Spesies/ jenis flora dan fauna yang dikonservasi dalam kawasan hutan dan hutan kota 171 jenis flora dan 252 jenis fauna (2013), 171 flora dan 254 fauna (2014), 150 flora dan 113 fauna (2015), 171 Flora dan 258 Fauna (2016) dan (2017)

39) Pengkayaan jenis pohon di hutan kota sebanyak 9.040 pohon 40) Pembebasan lahan untuk RTH Taman dan Taman Pemakaman

Umum (TPU) seluas 9,32 Ha (2013), 13,75 Ha (2014), 50,45 Ha (2015), dan 18,02 Ha (2016)

9. URUSAN KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL

a. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Selama tahun 2013 sampai dengan tahun 2017, telah dilaksanakan program dan kegiatan antara lain sebagai berikut :

1) Program Pengembangan dan Evaluasi Kebijakan Sistem

Dalam dokumen BAB IV PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (Halaman 128-133)

Dokumen terkait