• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Perbaikan Gizi Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan mutu konsumsi pangan dan gizi, sehingga berdampak terhadap perbaikan status gizi masyarakat.Peningkatan status gizi lebih diarahkan pada pendidikan gizi masyarakat, pelayanan gizi, Perbaikan Gizi melalui Pemberdayaan Masyarakat, survailance gizi dan dukungan manajemen. Hal ini tentunya diharapkan dapat berdampak terhadap perbaikan status gizi masyarakat.

Program Perbaikan Gizi Masyarakat difokuskan pada kegiatan pemberian tambahan makanan dan vitamin , dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp.1.263.803.600,00 terealisasi sebesar Rp.1.074.406.000,00 atau pencapaian (85,01%).

Anggaran kegiatan pemberian tambahan makanan dan vitamin dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1. Desiminasi & Informasi Program Gizi Tahun 2015 2. Pertemuan Survailans Gizi Tahun 2015

3. Kegiatan Bulan Penimbangan Balita (BPB)

4. Pengiriman Tenaga Magang di Rumah Sakit Umum Pemerintah Untuk Meningkatkan Kapasitas Bagi Petugas Gizi Puskesmas DTP dalam Penyelenggaraan Gizi institusi

5. Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan Bagi Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas 6. Workshop “Selamatkan Anak Bangsa” dengan gerakan 1000 hari pertama

kehidupan

7. Monitoring Kegiatan Perbaikan Gizi Tahun 2015

DINKES

KAB

8. Monitoring Tindak lanjut kegiatan magang bagi tenaga nutrisionis dalam meningkatkan koordinasi pelayanan gizi di Puskesmas DTP dan Puskesmas Mampu PONED

9. Pembuatan format program gizi 10. Pemberian Kapsul Vit. A

11. Pemberian PMT-Pemulihan Bagi Balita Sangat Kurus dan Kurus Tahun 2015 12. Buffer Stock MP-ASI

13. Pemberian MP-ASI

14. Monitoring penilaian akurasi pencatatan dan pelaporan vit.A

15. Pembekalan petugas untuk melaksanakan pemantauan garam beryodium tingkat RT

16. Sosialisasi pertemuan survey kadar Hb pada siswi SMP 17. Pelaksanaan survey kadar Hb pada siswi SMP dan SMA

7.10 Program Pengembangan Lingkungan Sehat

Sesuai Dokumen Perencanaan Anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung direncanakan anggaran kegiatan program Pengembangan Lingkungan Sehat bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 1.031.489.000,00 dan terealisasi sebesar Rp.980.016.000,00 atau pencapaian (95,01 %).

Anggaran program Pengembangan Lingkungan Sehat dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1. Kegiatan pengkajian pengembangan lingkungan sehat 2. Kegiatan penyuluhan pengembangan lingkungan sehat 3. Kegiatan Penyelenggaraan Penyehatan Lingkungan

7.10.1 Kegiatan Pengkajian Pengembangan Lingkungan Sehat

Kegiatan pengkajian pengembangan lingkungan sehat dilaksanakan dengan

DINKES

KAB

terealisasi sebesar Rp. 550.277.000,00 atau pencapaian (94,06%) dengan hasil kegiatan:

1. Terlaksananya Refresing Pelaksanaan Klinik Sanitasi melalui penerapan manajemen faktor risiko terintegrasi di Puskesmas

2. Terlaksananya Surveilance Kualitas Air (DAMIU dan AB/PDAM)Terlaksananya Pengawasan Kualitas Air Minum (DAMIU, SAB dan PDAM), yaitu 41 DAMIU dan 20 titik ait PDAM;

3. Pendampingan program PAMSIMAS II (PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT)Terlaksananya Pengawasan tempat pengelolaan pestisida dan pemeriksaan penjamah pestisida dalam rangka pengendalian pencemaran lingkungan DAS Citarum, untuk 300 petani di daerah aliran sungai citarum;

4. Terlaksananya Pengawasan tempat pengelolaan pestisida dan pemeriksaan penjamah pestisida dalam rangka pengendalian pencemaran lingkungan DAS 5. Terlaksananya Pemantauan dan pengawasan jentik berkala di daerah endemis

untuk mewujudkan Desa Bebas Jentik (DBJ)

6. Terlaksananya Pengawasan sanitasi TPM (jasaboga, RM, kantin, makjan,dll) dan Pelatihan Hygiene Sanitasi bagi pengelola kantin sekolah;

7. Terlaksananya Pendataan akses sanitasi di masyarakat

8. Terlaksananya Pelatihan fasilitator STBM untuk Kepala Puskesmas 9. Terlaksananya Monitoring dan evaluasi kelompok wirausaha sanitasi

10. Terlaksananya Kelengkapan penunjang kegiatan program penyehatan lingkungan

11. Terlaksananya Pemantauan dan pengawasan kualitas air di masyarakat 12. Terlaksananya Pengawasan sanitasi Pasar

13. Terlaksananya Penyusunan UPL/UKL

DINKES

KAB

7.10.2 Kegiatan Penyuluhan Pengembangan Lingkungan Sehat

Kegiatan pengkajian pengembangan lingkungan sehat dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten bandung sebesar Rp. 446.489.000,00 terealisasi sebesar Rp.429.739.000,00 atau pencapaian (96,25%), dengan hasil kegiatan :

1. Terlaksananya Sosialisasi perbup STBM

2. Terlaksananya Road show penerapan STBM (CTPS, stop BABs dan Buang sampah pada tempatnya) di sekolah/pontren/permukiman/institusi lainnya 3. Terlaksananya Percontohan sarana cuci tangan dalam rangka penerapan

STBM di sekolah/pontren/institusi lainnya

4. Terlaksananya Penerapan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dan pengawasan RAKSA sebagai upaya peningkatan kualitas lingkungan;

5. Terlaksananya Verifikasi Hasil Penerapan STBM 6. Terlaksananya City Sanitation Summit

7. Terlaksananya Belanja cetak majalah interview edisi sanitasi Kab Bandung 8. Terlaksananya Pelatihan fasilitator dan wirausaha sanitasi

7.10.3 Kegiatan Penyelenggaraan Penyehatan Lingkungan

Kegiatan Penyelenggaraan Penyehatan Lingkungan dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten bandung sebesar Rp. 333.081.000,00 terealisasi sebesar Rp. 333.081.000,00 atau pencapaian (100%), dengan hasil kegiatan terlaksananya Forum Kabupaten Bandung Sehat

7.11 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

Sesuai Dokumen Perencanaan Anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung di rencanakan pelaksanaan kegiatan program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung

DINKES

KAB

(91,94 %). Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1. Kegiatan Penyemprotan / Fogging Focus DBD

2. Kegiatan Pengadaan Alat Fogging dan Bahan-bahan Fogging 3. Kegiatan Pelayanan vaksinasi bagi balita dan anak sekolah

4. Kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular 5. Kegiatan Pencegahan Penularan Penyakit Endemik / Epidemik

6. Kegiatan Peningkatan Imunisasi

7. Kegiatan Peningkatan Surveillance Epidemiologi dan Penanggulangan Wabah

7.11.1 Kegiatan Penyemprotan / Fogging Focus DBD

Kegiatan Penyemprotan / Fogging Focus DBD dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 325.000.000,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 324.250.000,00 atau 99,77%. Hasil kegiatan yang direalisasikan meliputi :

1. Terlaksananya penyemprotan/ fogging pada 80 lokasi penderita DBD ; 2. Tersedianya data dari RS dan terlaporkan di Dinas Kesehatan

3. Penggandaan leaflet, poster dan form PE sebagai bahan informasi dan edukasi.

7.11.2 Kegiatan Pengadaan Alat Fogging dan Bahan-bahan Fogging

Kegiatan Pengadaan Alat Fogging dan Bahan-bahan Fogging dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 157.804.200,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 157.331.700,00 atau 99,70%. Hasil kegiatan yang direalisasikan meliputi :Pengadaan bahan foging untuk pencegahaan dan penanggulangan kasus DBD

DINKES

KAB

7.11.3 Kegiatan Pelayanan vaksinasi bagi balita dan anak sekolah

Kegiatan pelayanan vaksinasi bagi balita dan anak sekolah dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 59.230.000,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 52.880.000,00 atau 89,27%. Hasil kegiatan yang direalisasikan meliputi :

1. Persiapan BIAS Campak, DT&TD yang dilakukan oleh 62 koordinator imunisasi puskesmas di SD/ MI;

2. Pelaksanaan BIAS Campak, DT&TD untuk anak SD/ MI kelas 2 dan 3 di 62 puskesmas.

3. Evaluasi BIAS Campak, DT&TD untuk anak SD/ MI kelas 2 dan 3 di 62 puskesmas.

7.11.4 Kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

Kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 546.565.000,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 520.879.450,00 atau 95,30%. Hasil kegiatan yang direalisasikan meliputi :

1. Program diare, melalui evaluasi dan validasi data diare oleh 62 puskesmas, monitoring pemberdayaan Keluarga balita untuk CTPS

2. Program TB, dengan melaksanakan Evaluasi dan Validasi data TB, Tatalaksana kasus TB MDR, Pengantaran Cross Check Slide TB Paru ke Labkesda, Monitoring Lab TB dan Pengambilan Cross Check Slide TB Paru ke PRM dan PPM, Monitoring penatalaksanaan kasus TB MDR di Puskesmas, Monitoring dan evaluluasi Program TB, Pelatihan TB DOTS bagi DPS, Refres dokter Puskesmas Tentang Penatalaksanaan TB terbaru. 3. Program P2 ISPA, melalui : Evaluasi dan Validasi data ISPA Pneumonia,

DINKES

KAB

7.11.5 Kegiatan Pencegahan Penularan Penyakit Endemik / Epidemik

Kegiatan Pencegahan Penularan Penyakit Endemik / Epidemik dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 618.236.600,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 595.884.425,00 atau 96,38%. Hasil kegiatan pencegahan penularan penyakit endemik/ epidemik adalah: Tertanganinya kasus kronis filariasis, tertanganinya kasus penyakit endemik dan ketersediaan bahan dan alat penanggulangan

7.11.6 Kegiatan Peningkatan Imunisasi

Kegiatan Peningkatan Imunisasi dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 830.593.000,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp.674.498.750,00 atau 81.21%. Hasil kegiatan yang direalisasikan adalah:

1. Refreshing Program Imunisasi bagi Korim Puskesmas 2. Monitoring Pelayanan Vaksinasi CJH

3. Pertemuan POKJA KIPI dalam rangka Audit Kasus KIPI 4. Pertemuan Konsultasi Program Imunisasi

5. Sweeping Peningkatan Cakupan UCI Desa Tingkat Puskesmas 6. Supervisi checklist program imunisasi

7. Supervisi penanganan vaksin di BPS

8. Validasi Data hasil cakupan program imunisasi 9. Penanggulangan kasus KIPI

10. Pengadaan Lemari Es Vaksin dan Suku cadangnya 11. Pemeliharaan/perbaikan lemari es vaksin

DINKES

KAB

7.11.7 Kegiatan Peningkatan Surveillance Epidemiologi dan Penanggulangan Wabah

Kegiatan Peningkatan Imunisasi dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 162.349.500,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 156.459.500,00 atau 96,37%. Hasil kegiatan yang direalisasikan adalah :

1. Penanggulangan KLB (Kejadian Luar Biasa) Penyakit dan Keracunan Pangan

2. Tersedianya data surveilans dari Rumah Sakit (PD3I & PTM) ; 3. Tersosialisasikannya dan Terevaluasi Program Surveilans PD3I;

4. Tersedianya Pengadaan Format Laporan Rutin Kegiatan Surveilans Penyakit dan Keracunan Pangan;

5. Memberikan bimbingan teknis program surveilans kepada 62 orang petugas di puskesmas;

6. Pelacakan dan tatalaksana kasus AFP sebanyak 31 kasus; 7. Pelacakan dan tatalaksana kasus Campak sebanyak 15 kasus;

8. Terlaksananya Penguatan algoritma penyakit bagi dokter fungsional dan tenaga surveilans di UPTD/ UPF.

9. Pertemuan Evaluasi Kegiatan Seksi P3 10. Pelacakan K3JH

11. Pengadaan Unit Transcarver/Transmiter UHF(Rig 2 meter)

7.12 Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

Sesuai rencana kegiatan anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung di rencanakan pelaksanaan kegiatan program standarisasi pelayanan kesehatan dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp.1.497.184.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp. 1.344.706.437,00 atau

DINKES

KAB

Kegiatan – kegiatan yang termasuk dalam program standarisasi pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan Penyusunan Standar Pelayanan Kesehatan

2. Kegiatan Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan

3. Kegiatan Pembangunan dan Pemutakhiran Data Dasar Standar Pelayanan Kesehatan

4. Kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

7.12.1 Kegiatan Penyusunan Standar Pelayanan Kesehatan

Kegiatan Penyusunan Standar Pelayanan Kesehatan dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 52.447.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp. 52.447.000,00 atau 100 % . Hasil yang dicapai dari kegiatan Penyusunan Standar Pelayanan Kesehatan adalah terlaksananya Sosialisasi PERDA Bidang Perizinan dan Penyusunan Perbup turunan PERDA Bidang Perizinan

7.12.2 Kegiatan Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan

Kegiatan Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp.295.146.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp. 162.496.000,00 atau 55,06 % .

Hasil dari kegiatan Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan : 1. Tersosialisasikannya konsep Akreditasi Puskesmas

2. Terlaksananya lokakarya Akreditasi Puskesmas;

3. Terlaksananya kegiatan pendampingan persiapan Akreditasi Puskesmas; 4. Terlaksananya penilaian Akreditasi Puskesmas

5. Terlaksananya pertemuan evaluasi hasil verifikasi PKP.

DINKES

KAB

6. Terlaksananya kegiatan pertemuan Evaluasi dan Revisi Standar aoperasional Prosedur ( SOP) Pelayanan Kesehatan

7. Terlaksananya Pertemuan Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan pengendalian infeksi (PPI)

8. Terlaksananya Pertemuan Evaluasi Instrumen Standar Prosedur Operasional Pencegahan pengendalian Infeksi

7.12.3 Kegiatan Pembangunan dan Pemutakhiran data dasar standar pelayanan kesehatan

Kegiatan pembangunan dan pemutakhiran data dasar standar pelayanan kesehatan dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp.428.343.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp. 417.115.920,00 atau 97.38 %.

Hasil kegiatan pembangunan dan pemutakhiran data dasar standar pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Tersedianya 62 data dasar inventory puskesmas yang akurat sesuai dengan kondisi ;

2. Tersedianya 150 buah buku saku tentang info / hasil kegiatan program kesehatan

3. Tersedianya Draft Sistem Kesehatan Dasar 4. Tersedianya Draft Master Plan Dinas Kesehatan

5. Tersedianya Draft Kajian Pemetaan Sumber Daya Kesehatan

7.12.4 Kegiatan Monitoring, evaluasi dan pelaporan

Kegiatan Monitoring, evaluasi dan pelaporan dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 721.248.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp.712.647.517,00 atau 98,81 %. Dengan demikian

DINKES

KAB

terdapat selisih sebesar Rp. 8.600.483,00 atau 1,19%. Hasil kegiatan Monitoring, evaluasi dan pelaporan adalah sebagai berikut:

1. Tersedianya data dan buku Profil Kesehatan Kabupaten Bandung 2. Tersedianya buku LAPTAH Kabupaten

3. Terlaksananya kegiatan Peningkatan kapasitas pengelola program SP3 di Pusk, Validasi Data SP3, Pengolahan, Analisis data SP3

4. Tersedianya Visualisasi Data

5. Terlaksanananya Monitoring dan Evaluasi SIMPUS, Bintek SIMPUS

6. Pengembangan Softwere Aplikasi SIMPUS (Sistem Informasi Manajemen Puskesmas) di 31 UPTD

7. Penyediaan Jasa Internet (Astinet, Speedy & SMS GateWay) 8. Terlaksananya kegiatan Informasi Publik

9. Terlaksananya program call center

7.13 Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin

Sesuai Dokumen Perencanaan Anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung di rencanakan pelaksanaan program pelayanan kesehatan penduduk miskin dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 35.647.735.300,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp. 28.695.783.007,00 atau pencapaian 80,50 %. Dengan demikian terdapat selisih sebesar Rp. 6.951.952.293,00 atau 10,50%. Kegiatan dalam program ini adalah :

1. Pelayanan Operasi Katarak

2. Kegiatan Pelayanan Kegiatan Dasar dan Rujukan bagi Masyarakat Miskin

7.13.1 Kegiatan Pelayanan Operasi Katarak

Sumber anggaran kegiatan Pelayanan Operasi Katarak berasal dari dana APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 28.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp.

DINKES

KAB

28.000.000,- (100%). Adapun hasil kegiatannya berupa terlaksananya operasi penderita katarak bagi pasien dari keluarga miskin.

7.13.2 Kegiatan Pelayanan Kesehatan Dasar Masyarakat Miskin

Kegiatan Pelayanan Kesehatan Dasar Masyarakat Miskin dilaksanakan dengan dana sebesar Rp.24.845.719.400,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp. 18.079.133.632,00 atau 72,77 %. dan hasil Kegiatan Pelayanan Kegiatan Dasar dan Rujukan bagi Masyarakat Miskin adalah sebagai berikut :

1. Terverifikasinya pengajuan klaim pelayanan kesehatan bagi penerima SKTM di RSUD dan RSHS sebanyak 44 dokumen

2. Terbiayainya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui PBI Pemda

3. Terkoordinasikannya proses penetapan kepesertaan Jaminan Kesehatan dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

4. Terlaksananya Pelatihan Service Excellent dengan 30 orang peserta 5. Terlaksananya Evaluasi Manajemen Pelkes di Puskesmas.

6. Terlaksananya Bimbingan Teknis Pelkesdas

7. Terlaksananya Workshop pelayanan medis tk PPK I

8. Terlaksananya Pengadaan media informasi pelayanan kesehatan dasar.

Dokumen terkait