BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
F. Program Katekese Bagi Tarekat MSC Indonesia Daerah Jawa
1. Program
Setiap biarawan dalam kongregasi MSC mewarisi semangat hidup pendiri yang akan diejahwantahkan dalam tugas pelayanan dan pengalaman hidup hariannya. Semang
mimpinan perlu ditingkatkan tidak hanya dalam jabatan kepemi
al (14)).
at hidup yang diwarisi termasuk juga semangat kepemimpinan. Kemungkinan besar para anggota MSC suatu saat akan mendapat tugas pelayanan menjadi pemimpin lebih banyak lagi, maka perlu mengetahui semangat kepemimpinan pendiri sehingga dalam melaksanakan tugasnya tetap sesuai dengan visi misi kongregasi. Setiap anggota MSC akan menjadi pemimpin dalam hidupnya, bagi dirinya sendiri dan dalam tugas pelayanannya, dan semangat kepe
mpinan. Dari hasil penelitian penulis melihat adanya kesenjangan antara pemahaman dan penghayatan Kepemimpinan Pater Jules Chevalier dengan Spiritualitas Hati. Kesenjangan itu dapat lihat dari hasil deskripsi variabel pemahaman dan penghayatan kepemimpinan Pater Jules Chevalier dengan Spiritualitas Hati seperti terurai dalam (data deskripsi variabel tabel 14 hal. 93 dan tabel 15 hal. 94).
Dari tabel 14 tampak bahwa rata-rata skor skala pemahaman adalah 112.82 dengan standar deviasi 12.129. Rentang skor adalah 45, dengan skor minimum adalah 94 dan maksimum 139. Jumlah skor total 4513. Ini berarti bahwa menurut hasil penelitian terhadap anggota MSC, ketidakpahaman terhadap kepemimpinan Pater Jules Chevalier relatif tinggi, karena lebih tinggi dari 111 (nilai tengah 94-139 adalah 111).(Deskripsi data lihat lampiran 2.a h
Dari tabel 14 tampak bahwa rata-rata skala penghayatan adalah 104.57, dengan standar deviasi 14.336. Rentang skor adalah 49, dengan skor minimum 86 dan maksimum 135. Jumlah skor total 4183. Ini berarti bahwa menurut anggota MSC
ketidaksetujuan (asumsi tidak menghayati) relatif tinggi, karena lebih dari 102 (nilai tengah dari 86-135). ).(Deskripsi data lihat lampiran 2.b hal. (14)).
Dari tabel 15 tampak bahwa rata-rata skor skala pemahaman Spiritualitas Hati adalah 109.200 dengan standar deviasi 11.334 Rentang skor adalah 57, dengan skor minimum adalah 90 dan maksimum 147. Jumlah skor total 4368. Ini berarti bahwa menurut anggota MSC, ketidakpemahaman terhadap spiritualitas hati relatif tinggi, karena lebih tinggi dari 108 (nilai tengah 90-147 adalah 80).(Deskripsi data lihat lampiran 2.b hal. (15)).
Dari tabel 15 tampak bahwa rata-rata skala penghayatan adalah 116.725, dengan standar deviasi 10.102. Rentang skor adalah 46, dengan skor minimum 100 dan maksimum 146. Jumlah skor total 4669. Ini berarti bahwa menurut anggota MSC ketidaksetujuan (asumsi tidak menghayati) relatif tinggi, karena lebih dari 117 (nilai tengah dari 100-146). ).(Deskripsi data lihat lampiran 2.b hal.(15)).
Berdasarkan hasil penelitian tersebut ternyata anggota MSC daerah Jawa Tengah belum seluruhnya memahami Kepemimpinan Pater Jules Chevalier dengan Spiritualitas Hati sehingga berpengaruh pada tingkat penghayatannya. Masalah yang paling mengganggu adalah relasi antar pribadi atau dimensi komunikasi yang ditandai dengan ketidakpedulian satu dengan yang lain. Kenyataan ini dapat dilihat dari hasil penelitian tentang dimensi Kepemimpinan komunitas, persaudaraan, pengambilan keputusan, spirit, hidup rohani, hidup bersama dan komunikasi diperoleh tingkat pemahaman dan penghayatan kepemimpinan Pater Jules Chevalier dengan spiritualitas hati adalah 0.591 untuk pemahamannya dan 0.531 untuk penghayatannya. Dengan melihat nilai korelasi
komunikasi yang relatif rendah menunjukkan bahwa segi komunikasi yang dihidupi oleh tarekat MSC perlu mendapat perhatian serius dari semua anggota MSC Jawa Tengah.
Dalam program ini anggota MSC perlu memahami kembali dasar kepemimpinan Kristiani yang menjiwai kepemimpinan Pater Jules Chevalier dengan spiritualitas hati oleh Pater Jules Chevalier, mengetahui dimensi komunikasi seorang mim
alitas ati yang akan mewarnai perjalanan hidup kongregasi MSC akan tetap lestari dari waktu
asi MSC.
engah, harus dilaksanakan secara kontinyu, mempunyai arah
r dengan spiritualitas hati dan merealisasikannya dalam tugas pelayanan yang telah dihidupi
pe pin, dan juga usaha untuk meningkatkan relasi kepemimpinan dalam komunitas. Tanpa adanya usaha memahami semangat pendiri, maka setiap orang akan memimpin komunitas sesuai dengan selera pribadi, relasi kepemimpinan dalam komunitas berkembang dengan selera masing-masing, dan sosok pemimpin yang dipilih adalah pemimpin yang mampu memenuhi selera pribadi juga. Dengan demikian pokok-pokok yang telah dipaparkan di atas adalah unsur penting didalami, diresapi, dan dihayati, agar semangat kepemimpinan pater pendiri tetap menyatu pada para anggota MSC dalam perbedaan yang ada. Dengan usaha terus menerus, maka harta berharga yakni spiritu h
ke waktu bagi generasi penerus kongreg
c. Tujuan Program
Adapun tujuan program adalah demi kemantapan dan kelancaran suatu tugas (Suhardiyanto, 1993: 3). Pelaksanaan rekoleksi yang akan dilangsungkan di Wisma Hati Kudus Purworejo Jawa T
yang jelas dan tegas. Tujuan program bagi para anggota MSC adalah para peserta diharapkan menjadi peka untuk menemukan semangat kepemimpinan Pater Jules Chevalie
sehingga para anggota MSC senantiasa siap sedia mengemban tugas kepemimpinan demi kelangsungan kongregasi sesuai dengan visi misi pendiri.
apabila dibutuhkan
d. Tema Yang Dip
Tema yan secara
yang memperlihatkan betapa rendahnya pemahaman dan penghayatan anggota MSC Jaw
dengan Spiritualita
untuk mendalami pemahaman dan
berikut:
1) Tema Umum :
ta MSC Daerah Jawa Tengah
les
s
) Sub Tema I : Dasar Kepemimpinan Kristiani dalam diri Pater Jules Chevalier dengan itas Hati
Tuj
ilih dan Tujuannya
g akan dipilih dalam program ini adalah tema-tema yang
langsung untuk menjawab keprihatinan penulis berkaitan erat dengan hasil penelitian
a Tengah dalam memahami dan menghayati kepemimpinan Pater Jules Chevalier s Hati.
Berdasarkan hasil penelitian, tema yang cocok
penghayatan kepemimpinan Pater Jules Chevalier dengan spiritulitas hati adalah sebagai
Meningkatkan semangat kepemimpinan Pater Jules Chevalier dengan Spiritualitas Hati bagi para anggo
Tujuan Umum: Agarpeserta semakin menginternalisasikan Kepemimpinan Pater Ju Chevalier dan Spiritualitas Hati dalam kehidupan berkomunitas dan dalam tugas perutusan sebagai Misionaris Hati Kudus Yesu
2
Spiritual
uan Sub Tema: Membantu peserta untuk memahami dasar kepemimpinan yang telah dihayati oleh Pater Jules Chevalier.
Tujuan Sub Tema: Membantu peserta untuk mengenal daya-daya dalam diri sendiri dan orang lain sehingga dapat menciptakan komunikasi yang baik lewat kebersamaan yang membebaskan dan membangun kehidupan bersama dalam komunitas MSC.
itas, membangun persaudaraan, pengambilan keputusan, omunikasi, hidup rohani dan bersama.
C dimampukan untuk memperkaya diri dengan bekal-bekal yang diperol
a saat ada liburan yang
telah disediak an rekoleksi,
4) Sub Tema III : Keanekaragaman hidup dalam komunitas dan cara menghadapinya Tujuan Sub Tema: Agar peserta memahami unsur-unsur kepemimpinan, sehingga
semakin siap untuk bekerja sama dalam komunitas/karya.
e. Proses yang Ditempuh
Dalam rekoleksi ini para peserta diharapkan menjadi peka terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepemimpinan dan spiritualitas hati dalam memimpin. Diharapkan rekoleksi membuat mereka mampu dan terampil melaksanakan tugasnya terutama dalam menjalankan setiap tugas yang membutuhkan keterampilan memimpin. Rangkaian bahan yang akan diterima kiranya mampu membantu para anggota MSC dalam mendalami Kepemimpinan Pater Jules Chevalier dengan spiritualitas hati yang teraktualisasi dalam kepemimpinan komun
k
Para anggota MS
eh dalam rekoleksi. Waktu yang disediakan untuk rekoleksi ini adalah selama dua hari. Pada umumnya para anggota MSC terikat dengan tugas pelayanan masing-masing dan akan kesulitan mengambil waktu untuk mengikuti rekoleksi. Maka untuk membantu peserta dalam mengikuti rekoleksi ini, akan dilangsungkan pad
akan dibentuk panitia y
m p m m r pro
r pen erta ngkinkan aka na
untuk meleng yang telah di . P da akhir rekoleksi ak ada evaluasi mengenai materi, cara penyam enjadi bahan masukan untuk penulis.