• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Upaya Kesehatan Masyarakat

AKUNTABILITAS KINERJA

NO INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET REALISASI (%)

B.3. Program Upaya Kesehatan Masyarakat

A. Kegiatan Dalam Program Upaya Kesehatan Masyarakat

Dalam rangka mencapai misi “Mewujudkan, Memelihara dan Meningkatkan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu, Merata dan Terjangkau” dan tujuan “Meningkatnya Akses, Pemerataan dan Kualitas Pelayanan Kesehatan melalui Rumah Sakit , Balai Kesehatan, Puskesmas dan Jaringannya” maka dilaksanakan Program Upaya Kesehatan Masyarakat.

Program Upaya Kesehatan Masyarakat didukung oleh 9(sembilan) kegiatan yaitu (1)Pengobatan Gratis, (2)Peningkatan kesehatan anak, remaja dan usila, (3)Peningkatan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas beserta jaringannya, (4)Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi, balita dan anak pra sekolah, (5)Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana, (6)Perluasan fungsi pelayanan Pondok Bersalin Desa (polindes), dari hanya melayani pasien bersalin menjadi Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) yang juga melayani kesehatan dasar dengan menempatkan tenaga paramedis, (7)Peningkatan Pelayanan Kesehatan Khusus (Indra, Jiwa, Olahraga, Batra dan Kesehatan Kerja), (8)Peningkatan Mutu Pelayanan dan Jangkauan Kesehatan Penunjang (Laboratorium, Darah, Radiomedik, Bengkel Alkes) dan (9)Peningkatan Kesehatan Penduduk Miskin, Daerah Terpencil dan Tertinggal di Puskesmas dan Jaringannya.

B. Sasaran

Program Upaya Kesehatan Masyarakat dengan sasaran “Meningkatnya

akses dan mutu pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, remaja, lanjut usia, kesehatan reproduksi, serta pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan Jaringannya, Balai Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan Penunjang”; indikator sasaran sebagai berikut:

a). Angka Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Hidup (KH) b). Angka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup (KH) c). Persentase Kunjungan Neonatal (KN) Lengkap

d). Persentase Pertolongan Persalinan oleh tenaga kesehatan (Linakes) e). Persentase Kunjungan Bayi

f). Persentase Kunjungan Ibu Hamil (K4)

g). Persentase Puskesmas yg ada menjadi Puskesmas Rawat Inap Standar h). Persentase Puskesmas Rawat Inap yg ada menjadi Puskesmas Rawat Inap

PLUS

i). Persentase Puskesmas PONED sesuai Standar

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2014 35

k). Persentase Polindes yang berkembang menjadi Ponkesdes sesuai Standar

C. Anggaran Belanja

Pada tahun anggaran 2014, Program Upaya Kesehatan Masyarakat mendapatkan alokasi anggaran belanja sebesar Rp. 5.693.500.000,00 dengan realisasi belanja sebesar Rp. 4.665.806.802,00 atau sebesar 81,95%.

Tabel 3.6. TUJUAN 3 dan SASARAN 3.1

TUJUAN 3 SASARAN 3.1

Meningkatnys Akses , Pemerataan dan Kualitas Pelayanan Kesehatan melalui Rumah Sakit, Balai

Kesehatan, Puskesmas dan Jaringannya

Meningkatnya akses dan mutu

pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, remaja,lanjut usia, kesehatan

reproduksi, kesehatan dasar di Puskesmas dan jaringannya, balai kesehatan serta pelayanan kesehatan

Indikator kinerja, target dan reaslisasi dari sasaran ini disajikan dalam Tabel 3.7. sebagai berikut :

TABEL : 3.7. Pengukuran Kinerja Sasaran Meningkatnya akses dan

mutu pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, remaja,lanjut usia, kesehatan reproduksi, kesehatan dasar di

Puskesmas dan jaringannya, balai kesehatan serta pelayanan kesehatan.

NO INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET REALISASI (%)

1 2 3 4 5

1 Angka Kematian Bayi per 1000

Kelahiran Hidup

25,95 27,23 92,31

2 Angka Kematian Ibu per

100.000 Kelahiran Hidup

80 93,52 116,90

3 Cakupan Kunjungan Neonatal

(KN) Lengkap

95 % 97,42 % 102,55

4 Cakupan Pertolongan

Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan (Linakes)

95 % 92,45 %

97,32

5 Cakupan Kunjungan Bayi 90 % 95,43 % 106,03

6 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil

K4

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2014 36

7 Persentase Capaian Peserta KB

Aktif

70 % 66,48 % 94,97

Rata-Rata Persentase Capaian Sasaran 100,63

KATEGORI CAPAIAN : SANGAT BAIK

Dari tabel 3.7. diatas terdapat 7(tujuh) indikator kinerja dengan 5(lima) indikator kinerja tercapai sedangkan 2(dua) indikator kinerja belum mencapai. Indikator kinerja yang belum mencapai adalah persentase kunjungan ibu hamil K4 dan persentase pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (linakes ).

Kunjungan ibu hamil K4 merupakan indikator yang terkait dengan kunjungan ibu hamil K1. Kunjungan K1 yang dilakukan setelah melewati usia kehamilan 3 bulan akan menyebabkan indikator K4 tidak tercapai. Masyarakat masih mempunyai budaya tabu untuk memeriksakan kehamilan semenjak awal.

Jumlah proyeksi sasaran program yang berubah – ubah juga merupakan faktor penghambat pencapaian target indikator kinerja. Perubahan target akan menyebabkan perencanaan kegiatan dan kerja petugas mengalami perubahan. Indikator linakes merupakan salah satu indikator yang mengalami dampak dari perubahan proyeksi sasaran program. Penambahan sasaran program menyebabkan persentase menurun karena jumlah yang dilayani tetap sedangkan sasaran program secara perhitungan bertambah.

Disamping indikator kinerja, terdapat beberapa kegiatan dalam Program Upaya Kesehatan Masyarakat pada Seksi Pelayanan Kesehatan Keluarga adalah sebagai berikut :

1) Peningkatan Kesehatan Anak Remaja dan Usila.

Kegiatan Peningkatan Peningkatan Kesehatan Anak Remaja dan Usila bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak remaja sehingga siap melaksanakan fungsi reproduksi dengan optimal; sementara untuk usila bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian hidup lansia. Semua indikator kegiatan peningkatan kesehatan anak remaja dan usila telah memenuhi target yang telah ditetapkan.Upaya lanjutan yang perlu dilakukan terkait program ini adalah perluasan sasaran program dan peningkatan kualitas capaian program sehingga memberikan dampak yang optimal terhadap peningkatan kesehatan masyarakat di Provinsi Jawa Timur.

2) Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah

Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan ( PN ) merupakan indikator terpilih untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan ibu. Peningkatan cakupan PN akan menyebabkan menurunnya Angka Kematian Ibu. Kunjungan Neonatal lengkap

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2014 37

merupakan indikator terpilih untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan anak khususnya bayi. Risiko terbesar terjadinya kematian bayi adalah pada masa neonatal. Dengan cakupan cakupan neonatal yang tinggi diharapkan akan diikuti dengan penurunan Angka Kematian Bayi.

Kualitas Pelayanan kesehatan ibu dan bayi terjadi peningkatan selama periode tahun 2009 – 2013. Pada tahun 2014 terjadi penurunan capaian indikator program pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Penurunan terjadi salah satunya adalah karena belum tersedianya data proyeksi sasaran. Ketiadaan data proyeksi sasaran yang valid menyebabkan pelaksana program kesehatan ibu dan bayi sulit untuk melakukan pemantauan rutin hasil pelaksanaan program. Tantangan lainnya adalah masih adanya dukun yang menolong persalinan. Di beberapa daerah jumlah dukun yang ada lebih besar dari jumlah bidan yang ada di wilayah tersebut.

3) Kegiatan Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Reproduksi dan KB

Kegiatan Peningkatan mutu pelayanan kesehatan reproduksi dan KB dimaksudkan untuk mengoptimalkan fungsi reproduksi pada pasangan usia subur. Cakupan KB aktif menunjukkan prosentase PUS yang mengikuti program KB. Tata laksana penanganan KtP/A ditunjukan untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, serta kesetaraan gender. Konseling PMTCT pada ibu hamil yang ANC bertujuan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani kasus infeksi menular seksual khususnya HIV/AIDS pada anak yang dikandungnya.

Semua indikator program Peningkatan mutu pelayanan kesehatan reproduksi dan KB telah memenuhi target yang telah ditetapkan.Indikator yang belum tercapai adalah cakupan KB aktif. Namun demikian indikator KB aktif jika dibandingkan dengan Standar Pelayanan Minimal yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan target MDG’s sebenarnya telah mencapai target yang ditetapkan. Kemenkes dan MDG’s menargetkan capaian KB aktif sebesar 65 %, sedangkan provinsi Jawa Timur telah mencapai KB aktif sebesar 66, 48 %.

Program Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) juga dilaksanakan oleh Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar. Pelayanan Program UKM pada Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dengan capaian kinerja sebagai berikut:

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2014 38