Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup Target
Total 37.73% 44.19% 68.87% Proposi rumah
tangga dengan akses berkelanjutan terhadap air minum layak (Kota dan Desa)
Kota 50.58% 42.51% 75.29%
Desa 31.61% 45.85% 65.81%
Total 37.73% 44.19% 68.87% Proposi rumah
tangga dengan akses berkelanjutan terhadap sanitasi layak
(Kota dan Desa)
Kota 53.64% 72.78% 76.82%
Desa 11.10% 38.50% 55.55%
Total 24.81% 55.54% 62.41%
50.58%
7 KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT |
Prinsip :
• Meningkatkan dukungan pemerintah dan pemangku kepeningan lainnnya dalam meningkatkan perilaku higienis dan saniter.
Pokok Kegiatan :
• Melakukan advokasi dan sosialisasi kepada pemerintah dan pemangku kepeningan lainnya secara berjenjang,
• Mengembangkan kapasitas lembaga pelaksana di daerah,
• Meningkatkan kemitraan antara pemerintah, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan swasta.
2. Peningkatan kebutuhan (demand creaion) Prinsip :
• Menciptakan perilaku komunitas yang higienis dan saniter untuk mendukung terciptanya sanitasi total.
Pokok Kegiatan :
• Meningkatkan peran seluruh pemangku kepeningan dalam perencanaan dan pelaksanaan sosialisasi pengembangan kebutuhan,
• Mengembangkan kesadaran masyarakat tentang konsekuensi dari kebiasaan buruk sanitasi (buang air besar) dan dilanjutkan dengan pemicuan perubahan perilaku komunitas,
• Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilih teknologi, material dan biaya sarana sanitasi yang sehat.
• Mengembangkan kepemimpinan di masyarakat (natural leader) untuk memfasilitasi pemicuan perubahan perilaku masyarakat,
• Mengembangkan sistem penghargaan kepada masyarakat untuk meningkatkan dan menjaga keberlanjutan sanitasi total.
3. Peningkatan penyediaan suplai (supply improvement) Prinsip :
• Meningkatkan ketersediaan sarana sanitasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pokok Kegiatan :
• Meningkatkan kapasitas produksi swasta lokal dalam penyediaan sarana sanitasi,
• Mengembangkan kemitraan dengan kelompok masyarakat, koperasi, lembaga keuangan dan pengusaha lokal dalam penyediaan sarana sanitasi,
• Meningkatkan kerjasama dengan lembaga peneliian perguruan inggi untuk pengembangan rancangan sarana sanitasi tepat guna.
4. Pengelolaan pengetahuan (knowledge management) Prinsip :
• Melestarikan pengetahuan dan pembelajaran sanitasi lokal.
Pokok Kegiatan :
• Mengembangkan dan mengelola pusat data dan informasi,
• Meningkatkan kemitraan antar program-program pemerintah, non pemerintah dan swasta dalam peningkatan pengetahuan dan pembelajaran sanitasi di Indonesia,
• Mengupayakan masuknya pendekatan sanitasi total dalam kurikulum pendidikan.
5. Pembiayaan Prinsip :
• Meniadakan subsidi untuk penyediaan fasilitas sanitasi dasar.
Pokok kegiatan :
• Menggali potensi masyarakat untuk membangun sarana sanitasi sendiri,
• Mengembangkan solidaritas sosial (gotong royong),
9 KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT |
• Menyediakan subsidi diperbolehkan untuk fasilitas sanitasi komunal.
6. Pemantauan dan evaluasi Prinsip :
• Melibatkan masyarakat dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi.
Pokok kegiatan :
• Memantau kegiatan dalam lingkup komunitas oleh masyarakat,
• Pemerintah daerah mengembangkan sistem pemantauan dan pengelolaan data,
• Mengopimumkan pemanfaatan hasil pemantauan dari kegiatan-kegiatan lain yang sejenis,
• Pemerintah dan pemerintah daerah mengembangkan sistem pemantauan berjenjang.
Dari 6 (enam) strategi tersebut, 3 (iga) strategi pertama merupakan strategi utama dalam pelaksanaan STBM. Tiga strategi ini disebut Komponen Sanitasi Total.
c. Pemetaan Peran dan Tanggung Jawab Stakeholder di Masing-Masing Tingkatan
STBM dilakukan di semua ingkatan dengan memperhaikan koordinasi lintas sektor dan lintas pemangku kepeningan, termasuk lintas program pembangunan air minum dan sanitasi, sehingga keterpaduan dalam persiapan dan pelaksanaan STBM dapat tercapai.
Tabel 2:
Tahapan Pelaksanaan STBM Pelaksanaan - Tingkat Kecamatan dan desa/ kelurahan
1. Pelaksanaan peningkatan permintaan selaras dengan pemicuan di masyarakat 2. Pelaksanaan rencana
pemantauan - mengenalkan metode pemantauan partisipatif oleh masyarakat melalui pemicuan
3. Mengoperasikan sistem veriikasi sesuai indikator masing-masing pilar
Pelaksanaan - Tingkat Pusat dan Provinsi
1. Memfasilitasi pengelolaan pengetahuan dan
pemantauan lintas kabupaten/kota 2. Advokasi dalam
rangka perluasan dan pengembangan program
Pelaksanaan - Tingkat Kabupaten/ Kota dan Kecamatan
1. Advokasi dan sosialisasi program STBM kepada stakeholder kecamatan 2. Menyusun rencana dan implementasi komunikasi perubahan perilaku 3. Membangun kemampuan penyediaan/ suplai lokal untuk melaksanakan strategi pemasaran yang dipilih 4. Mengakomodasi permintaan masyarakat dalam proses STBM 5. Membangun kapasitas kabupaten/kota dan kecamatan untuk mengimplementasikan rencana pelaksanaan, pemantauan dan pengelolaan pengetahuan, termasuk pemantauan dan veriikasi akses sanitasi sesuai indikator (contoh:veriikasi SBS untuk pilar 1) Persiapan STBM - Tingkat Kabupaten/ Kota 1. Advokasi kepada pemerintah kabupaten/ kota dengan melibatkan SKPD terkait dan kecamatan 2. Penyusunan strategi pengelolaan program STBM kabupaten/kota meliputi, komitmen, rencana aksi, segmentasi/ zoning/clustering/ pentahapan rencana penerapan strategi pemasaran, rencana pemantauan, pengelolaan bantuan dan rencana strategi pelaksanaan, pemantauan, rencana pengelolaan bantuan, rencana pengelolaan pengetahuan serta anggaran 1-5 tahun 3. Bersama instasi kecamatan mengidentiikasi dan mulai melaksanakan mekanisme pemicuan berdasarkan kepeminatan Persiapan STBM - Tingkat Provinsi
1. Riset pasar tingkat provinsi dan kajian terhadap lingkungan pendukung pada kabupaten/kota sasaran 2. Membangun strategi pemasaran kemitraan dan kebijakan bekerjasama dengan stakeholder provinsi 3. Mengidentiikasi berbagai pilihan pembiayaan bersama kabupaten/kota dalam pengelolaan anggaran Persiapan STBM - Tingkat Pusat 1. Penyiapan NSPK (Norma, Standar, Pedoman, Kriteria) 2. Advokasi dan komunikasi ke pemerintah daerah 3. Menggali potensi pembiayaan 4. Mengembangkan peningkatan kapasitas institusi 5. Mengembangkan sistem pemantauan, evaluasi dan pengelolaan pengetahuan
Tahapan
pelaksanaan
STBM :
Tugas dan fungsi pemangku kebijakan (stakeholder) dalam menfasilitasi penyelenggaraan STBM di seiap ingkatan, digambarkan pada bagan dibawah:
a. Advokasi kebijakan program, penggalian pendanaan, koordinasi dan penyediaan bantuan teknis b. Penyiapan NSPK, modul
pelaihan, sistem monitoring dan evaluasi a. Advokasi program,
pendanaan dan koordinasi b. Menyapkan panel pelaih
master STBM provinsi c. Pemantauan dan fasilitasi
pembelajaran d. Bekerjasama dengan
lembaga riset pasar untuk mengembangkan strategi pemasaran & komunikasi perubahan perilaku
a. Mengelola dan memantau program b. Advokasi dan komunikasi kepada Bupai/
DPRD untuk pendanaan dan dukungan program.
c. Mengorganisir pelaihan fasilitator STBM d. Memfasilitasi wirausaha sanitasi
melayani konsumen warga ekonomi rendah.
a. Memicu masyarakat & melakukan pendampingan indak lanjut pasca pemicuan.
b. Memantau, melaporkan data secara regular ke kabupaten, veriikasi ODF. c. Melakukan fasilitasi kepada masyarakat
dalam memilih teknologi sanitasi. d. Melakukan fasilitasi di antara
masyarakat yang dipicu dan wirausaha sanitasi
Tugas dan Fungsi Provinsi
Tugas dan Fungsi Kabupaten
Tugas dan Fungsi Kecamatan
Tugas dan Fungsi Puskesmas/Mitra LSM di tingkat masyarakat Gambar 1: Tupoksi STBM Tugas dan Fungsi Pusat
VIII. REFERENSI
1. Bappenas, Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan Sanitasi, Jakarta: 2003,
2. Setneg RI, Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang RPJPN 2005-2025, Jakarta: 2005,
3. Depkes RI, Kepmenkes No. 852/2008, tentang Strategi Nasional STBM, Jakarta: 2008,
4. Depkes RI, Strategi Nasional STBM, Jakarta: 2008,
5. Setneg RI, Undang-undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Jakarta: 2009,
6. Kemenkes RI, Renstra 2010-2014, Jakarta: 2010,
7. Kemenkes RI, Buku Proil Program Penyehatan Lingkungan Ditjen P2PL, Jakarta: 2013.
8. Update terkait STBM juga dapat diakses melalui www.stbm- indonesia.org
13 KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT |