• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN EVALUASI DATA TAPPING BOX TERHADAP PAJAK

3. Faktor-Faktor Penghambat Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota

Hotel dari Perangkat Tapping Box dan Upaya-Upaya yang Dilakukan Untuk Mengatasi Hambatan Tersebut

Dengan adanya pemasangan perangkat tapping box sebagai salah satu sumber percepatan penerimaan daerah secara real time yang masih berlangsung kurang lebih 6 bulan, terdapat beberapa masalah yang ditemui oleh tim Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah. Hal ini tentu harus dicari solusinya untuk kedepan dalam rangka upaya peningkatan penerimaan pajak hotel.

Sebagaimana hasil penelitian penulis di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan untuk memperoleh data-data yang benar dari Wajib Pajak, permasalahan yang dihadapi adalah:

1. Kurangnya sumber daya manusia ketika diawal akan memasang perangkat tapping box. Tim dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah masih harus melakukan penyesuaian di beberapa bulan awal lalu. Salah satu kondisi yang dihadapkan yaitu masih harus mendatangi Wajib Pajak dalam survei ketika kondisi sumber daya manusia yang terbatas.

2. Kurangnya jumlah sumber daya manusia yang mengerti tentang teknologi, kualifikasi, punya daya analis.

3. Diawal pemasangan adanya miskomunikasi di Wajib Pajak tentang pencabutan tapping box yang seharusnya tidak boleh. Misal di tempat hotel atau restoran ada beberapa orang atau pegawai yang tidak tahu bahwa tidak boleh dicabut. Ketika itu sudah ada penyampaian dari tim

Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan, namun dikarenakan miskomunikasi ke orang lain yang bekerja di tempat tersebut akhirnya tapping box tersebut mati dan tidak dipasang kembali. Pun dikarenakan waktu itu belum ada segel pemerintah.

4. Diawal Memerlukan waktu bagi yang menggunakan database. Tim harus mengumpulkan dan masuk ke server untuk memasukkan data dan melakukan pencocokan data di hotel. Karena dalam transaksi di hotel, tidak hanya dihitung kamar hotel saja melainkan fasilitas-fasilitas lain seperti restoran, laundry, dan sebagainya.

Upaya-upaya yang dilakukan oleh Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan dalam menghadapi hambatan dalam melakukan pengawasan penerimaan pajak hotel dari perangkat tapping box:

1. Adanya penambahan Sumber Daya Manusia untuk membantu dalam survei tapping box ke depan. Hal ini tentu meringankan pekerjaan menjadi lebih mudah dan efisien.

2. Adanya penambahan Sumber Daya Manusia yang mengerti tentang teknologi dan membantu seputar perangkat tapping box, sehingga bila ada kendala bisa langsung diatasi dengan cepat.

3. Pemerintah menerapkan pasang segel pada perangkat tapping box untuk memudahkan tim jika melakukan pengawasan langsung. Juga sebagai bukti bila ada terjadi pencabutan perangkat yang terbaca pada dashboard Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah. Pun sosialisasi juga digencarkan lebih baik

4. Kerjasama antara tim IT atau programer hotel yang turut membantu tim monitoring untuk melakukan pengecekan data hotel agar semakin mempermudah pencocokan data

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini penulis akan memberikan simpulan dan saran terhadap hasil penelitian ini. Hal ini bertujuan untuk sarana pembelajaran bagi penulis, bagi Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan dan bagi pembaca Laporan Tugas Akhir ini. Adapun simpulan dan saran penulis adalah:

A. SIMPULAN

Dari penyajian yang disampaikan penulis dalam Laporan Tugas Akhir maka penulis dapat mengambil kesimpulan yaitu:

1. Sebagai wujud dari adanya perkembangan teknologi di bidang perpajakan, maka Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah dalam upaya meningkatkan penerimaan pajak daerah khususnya hotel memasang alat perekam transaksi bernama tapping box.

Model perangkat Tapping Box yaitu printer data capture, server data capture, dan online cash register dengan umumnya yang dipasang merk Serial RS-232 / Parallel LPT / USB v.1.1

2. Proses awal yang dilakukan oleh tim Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah yaitu dimulai dari adanya studi wacana, studi banding, sosialisasi Wajib Pajak, survei terhadap Wajib Pajak, dan terakhir pemasangan perangkat. Adapun tim yang berperan yaitu tim survei, tim pendamping, tim monitoring, dan Tim Evaluasi.

3. Beberapa faktor penghambat proses pengawasan tapping box yaitu masih perlunya adaptasi dan penyesuaian di awal. Pun dikarenakan

kurangnya sumber daya manusia yang memadai dan proses komunikasi instan dengan Wajib Pajak yang perlu ditingkatkan.

B. SARAN

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan, penulis dapat memberikan saran sebagai berikut:

1. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan hendaknya dapat menambah beberapa unit tapping box di objek pajak potensial lainnya demi penerimaan pajak daerah yang lebih optimal. Spesifikasi dan tipe tapping box yang sudah mumpuni bisa sudah bisa menjadi salah satu keunggulan.

2. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan harus menambah jumlah sumber daya manusia yang akan ikut membantu mengurus perangkat tapping box. Tidak hanya sekadar banyak tetapi juga berkualitas terutama yang memahami teknologi dan punya daya analis.

3. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan lebih meningkatkan lagi sistem sosialisasi dan komunikasi dan memberi pemahaman kembali kepada Wajib Pajak yang akan memasang perangkat tapping box di tempat usahanya.

DAFTAR PUSTAKA Sumber Buku

Anwar, Saiful. 2004. Sendi-Sendi Hukum Administrasi Negara. Glora Madani Press.

Mardiasmo. 2015. Perpajakan Edisi Revisi. Andi Offset: Yogyakarta.

Prayudi. 1981. Hukum Administrasi Negara. Ghalia Indonesia: Jakarta.

Resmi, Siti. 2016. Perpajakan Indonesia. Salemba Empat: Jakarta.

Siagian, Sondang. P. 2000. Administrasi Pembangunan. Gunung Agung: Jakarta.

Suandy, Erly. 2013. Hukum Pajak. Salemba Empat: Jakarta.

Sujarweni, V Wiratna. 2015. Metodologi Penelitian Bisnis & Ekonomi. Pustaka Baru Press: Yogyakarta.

Peraturan Perundang-Undangan

Republik Indonesia. Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2011 Tentang. Pajak Hotel.

_______________________________. No 28 Tahun 2009 Tentang. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Republik Indonesia. Peraturan Wali Kota No. 1 Tahun 2008 Tentang Pendaftaran, Pelaporan, Pembayaran Pajak Daerah Non PBB/BPHTB Melalui Sistem Online dan Sistem Informasi Manajemen Pelaporan Data Transaksi Wajib Pajak Daerah Secara Online. Tangga menurut Kabupaten/Kota, 2016. Diperoleh dari:

https://sumut.bps.go.id/statictable/2018/04/09/893/jumlah-penduduk-dan-rumah-tangga-menurut-kabupaten-kota-2016/

Rani, Rezita (25 September 2018) Pajak Daerah: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Tarifnya diperoleh dari https://www.online-pajak.com/pajak-daerah

Ris (25 SEPTEMBER 2018) BPPRD Pasang Tapping Box, Upaya Tingkatkan PAD Kota Medan. Diperoleh dari https://sumutpos.co/2018/09/25/bpprd-pasang-tapping-box-upaya-tingkatkan-pad-kota-medan/

Qelanaputra, Diurnanta (20 SEPTEMBER 2008) Medan Kota MICE yang

Dipromosikan Kemenpar. Diperoleh dari

http://www.medanbisnisdaily.com/news/online/read/2018/09/20/51718/med an_kota_mice_yang_dipromosikan_kemenpar/

Tj, Putra (12 JANUARI 2019) Realisasi Pajak Daerah 2018 Capai Rp1,3 Triliun.

Diperoleh dari https://www.gatra.com/detail/news/379963-Realisasi-Pajak-Daerah-2018-Capai-Rp13-Triliun/

Dokumen terkait