• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN METODE PENELITIAN

G. Prosedur pe nelitian

26

G. Prosedur pe nelitian

Berdasarkan rancangan diatas maka prosedur penelitian in i adalah sebagai berikut:

1. Tahap Persiapan

Dala m tahap ini peneliti menyiapkan beberapa hal yang harus dila kukan sebelum penelit ian antara la in :

i. Pe mbuatan kesepakatan dengan kepala sekolah dan guru bidang studi Matematika d i sekolah yang akan dijadikan tempat penelit ian, me liputi:

a. Kelas yang akan digunakan dala m penelitian

b. Waktu yang akan digunakan untuk me laksanakan penelitian

c. Materi yang akan digunakan dala m penelit ian d. Pengamat yang akan mengikuti proses penelitian. ii. Penyusunan perangkat pembela jaran yang meliputi :

a. Rencana Pela ksanaan Pembe laja ran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembela jaran (RPP) yang terdiri dari sebuah RPP (terdapat pada lampiran A) untuk satu kali perte muan. RPP ini dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dosen pembimbing dan divalidasi.

b. Le mbar Keg iatan Siswa (LKS)

Le mbar Kegiatan Siswa (LKS) yang terdiri dari satu LKS untuk satu kali perte muan (terdapat pada la mpiran A). LKS in i dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dosen pembimb ing dan divalidasi.

iii. Penyusunan instrumen penelit ian yang me liputi :

a. Le mbar pengamatan pengelolaan pembelaja ran mate mat ika dengan Pendekatan Problem posing tipe pre solution posing untuk meningkat kan kreat ivitas siswa oleh guru

b. Soal tes kreat ivitas siswa

iv. Mengkonsultasikan instrumen kepada dosen pembimbing 2. Tahap Pelaksanaan

Tahap setelah itu adalah tahap pelaksanaan yang mana dala m tahap ini ada beberapa langkah yakni :

i. Sebelu m proses pembelaja ran diadakan pengamatan tentang kreativ itas siswa (pre-test kreativitas untuk mengetahui tingkat awa l kreativ itas siswa)

27

ii. Melakukan pe mbe laja ran dengan pendek atan Problem posing tipe pre solution posing.

Sela ma pe mbelaja ran berlangsung, dilaku kan pengamatan terhadap aktivitas guru dalam mengelola pembela jaran dan akt ivitas siswa selama meng ikuti pembela jaran. Proses pembelajaran tersebut berlangsung selama satu kali pertemuan dan peneliti bertindak sebagai guru yang mengelola pembela jaran sedangkan guru bidang studi sebagai pengamat untuk mengamat i pembe laja ran berlangsung.

iii. Setelah dila kukan pe mbela jaran dengan pendekatan Problem posing tipe pre solution posing diadakan post-test kreativ itas untuk mengetahui bagaimana peningkatan kreativ itas siswa.

iv. Mengumpulkan data yang diperoleh dari penelitian yang dila kukan

v. Menganalisis data hasil penelit ian

Data yang telah terku mpul berupa data pengelolaan kelas dan data tes kreativitas siswa dianalisis.

vi. Menyimpulkan hasil penelitian yang telah dila kukan. H. Instrumen Penelitian

Berdasarkan Instrumen penelitian yang digunakan sebagai alat pengumpul data dala m penelit ian in i adalah :

1. Le mbar Pengamatan Pengelolaan Kelas bagi guru untuk pembela jaran Matemat ika dengan Pendekatan Problem posing tipe Pre Solution Posing

Le mbar penga matan pengelolaan kelas (terdapat pada la mpiran A) untuk pembela jaran mate matika dengan pendekatan Problem posing tipe pre solution posing ini digunakan untuk menga mati pengelolaan ke las yang dila kukan oleh guru dengan mengacu pada RPP yang telah dibuat dan disepakati. Le mbar pengelolaan kelas ini berisi aspek-aspek yang menggambarkan pengelolaan pembela jarn di kelas me liputi persiapan, pengelolaan wa ktu dan suasana kelas. Pela ksanaan terdiri dari pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Le mbar pengamatan pengelolaan kelas ini digunakan sebagai data untuk mendiskripsikan kegiatan yang berlangsung dikelas selama pe mbe laja ran. Se mua aspek yang terdapat pada lembar pengamatan pengelolaan kelas untuk

28

pembela jaran Matemat ika yang menggunakan Pendekatan Problem posing tipe pre solution posing ini diisi dengan kategori 1, 2, 3 dan 4. Kategori 1 bera rti kurang ba ik, diberikan jika guru tida k me la ksanakan kegiatan dala m RPP. Kategori 2 bera rti cukup baik, diberikan jika guru me la ksanakan kegiatan dala m RPP dengan kurang sempurna. Kategori 3 berart i baik, diberikan jika guru mala ksanakan kegiatan dala m RPP dengan sempurna. Kategori 4 berart i sangat baik, d iberikan jika guru ma laksanakan kegiatan dala m RPP dengan sangat sempurna. Le mbar penga matan pengelolaan kelas ini mengacu pada langkah – langkah dalam Pe mbela jaran kooperatif. Adapun sintaks atau fase-fase pembela jaran kooperatif, adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1

Sintaks atau Fase-fase Pembelajar an Kooper atif

Fase Peran Gur u

1. Menyampaikan tujuan dan

me mot ivasi peserta didik

Menyampaikan se mua tujuan pelaja ran yang ingin dicapai dala m pe mbela jaran tersebut dan me motivasi peserta didik untuk belajar

2. Menyajikan informasi

Menyajikan informasi kepada peserta didik dengan cara demonstrasi atau lewat bahan bacaan

3. Mengorganisasi siswa ke dala m kelo mpok-kelo mpok bela jar

Menjelaskan kepada siswa bagaimana cara me mbentuk ke lo mpok bela jar dan me mbantu setiap kelo mpok agar me la kukan transisi secara efisien 4. Memb imbing

kelo mpok bekerja dan belajar

Memb imbing ke lo mpok dala m bela jar, yaitu pada saat mereka mengerja kan tugas

5. Evaluasi Mengevaluasi hasil bela jar tentang materi yang telah dipela jari ke lo mpok atau masing-masing ke lo mpok me mp resentasikan hasil kerjanya. 6. Memberikan

penghargaan

Memberi penghargaan kepada individu ataupun kelo mpok yang mendapatkan

29

hasil yang baik. Misalnya me mberi hadiah

2. Le mba r Pengamatan Aktiv itas Siswa

Le mbar pengamatan aktivitas siswa (terdapat pada la mpiran A) digunakan untuk menga mati aktiv itas siswa selama pe mbela jaran mate mat ika dengan pendekatan Problem posing tipe pre solution posing berlangsung. Le mbar pengamatan aktivitas siswa ini berisi perila ku -perila ku yang ke mungkinan dila kukan siswa sela ma pe mbela jaran dike las antara lain :

1) Mendengarkan / me mperhatikan penjelasan guru 2) Merespon motivasi guru, me mbaca dan me maha mi LKS 3) Mengerjakan LKS secara berkelo mpok

4) Berd iskusi dengan teman sekelo mpok

5) Berd iskusi dengan guru, me mp resentasikan hasil pengerjaan kelo mpok

6) Menanggapi hasil pengerjaan ke lo mpok lain

7) Mendengarkan / me mperhatikan presentasi kelompok lain

8) Mencatat / menulis catatan yang relevan dengan kegiatan pembe laja ran

9) Perila ku yang tidak relevan dengan KBM (bergurau, berjalan-ja lan, mengganggu teman dalam ke lo mpok dan me la mun).

3. Le mbar Tes Kreat ivitas siswa.

Tes ini berupa perintah untuk me mbuat soal-soal atau masalah-masalah mate matika yang harus dikerja kan siswa dala m rentang waktu tertentu untuk mengetahui peningkatan kreativ itas siswa sbaik sebelum maupun s etelah mengikuti pembela jaran.

Pengajuan soal yang diajukan oleh siswa diukur desuai indikator kreativitas yaitu kefasihan, fle ksibilitas dan kebaruan.

4. Le mbar wa wancara

Pedoman wa wancara dibuat oleh penulis yang digunakan untuk mengetahui kreativitas siswa setelah mengikuti pe mbela jaran dengan pendekatan poblem posing tipe pre solution posing setelah diberikan uji ke ma mpuan

30

akhir. Adapun jadwal wawancara dengan masing -masing subyek penelitian dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.2

Jadwal Pel aksanaan Wawanc ara No No.

Absen Nama Kode L/P Tanggal

1 13 Ira Agustina S1 P 2 Juni

2016 2 9 Ginanja r Ariya Saputra S2 L 2 Juni

2016

3 1 Ahmad Sebta S3 L 2 Juni

2016 4 11 Herlina Putri Kusuma S4 P 2 Juni

2016

5 10 Fika Aprilia S5 P 2 Juni

2016

I. Metode Pe ngumpulan Data

Metode pengumpulan data pada penelitian ini ya itu: 1. Pengamatan

Pengamatan, me liputi kegiatan pe muatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Dala m penelitian in i, pengamatan dila kukan pada saat kegiatan pembela jaran. Pengamatan dilaku kan dengan menggunakan le mbar pengamatan. Le mba r pengamatan terdiri dari:

a. Le mbar Peng amatan Pengelol aan Pe mbelajar an Mate matika de ngan Pendekatan Problem Posing tipe Pre Solution Posing

Dala m me mperoleh data tentang pengelolaan kelas pada materi limas dila kukan dengan menggunakan le mbar pengamatan pengelolaan pe mbelaja ran mate mat ika dengan pendek atan Problem posing tipe pre solution posing. Pengamatan dila kukan oleh dua orang pengamat yang sebelumnya telah diberi pe mbeka lan me la lui diskusi antara peneliti dengan pengamat berkaitan dengan cara menggunakan lembar pengamatan keterla ksanaan sintaks pembelajaran o leh guru.

31

b. Le mbar Pe ngamatan Akti vi tas Siswa

Dala m me mpero leh data aktivitas siswa selama berlangsungnya pembela jaran dengan pendekatan Problem posing tipe pre solution posing pada materi limas dila kukan pengamatan dengan menggunakan le mbar penga matan aktiv itas siswa yang berisi ite m-ite m mengenai ke jadian dan tingkah laku yang digambarkan akan terjad i.

Siswa yang diamati sebanyak 2 kelo mpok yang beranggotakan 6 siswa heterogen yang dipilih secara acak untuk dia mati bagaimana akt ivitasnya selama pembela jaran berlangsung. Pengamatan dilakukan oleh 2 orang pengamat yang sebelumnya telah d iberi pembeka lan me lalu i diskusi antara penelit i dengan pengamat yang berkaitan dengan cara menggunakan le mbar penga matan aktiv itas siswa.

2. Wawancar a

Wawancara digunakan untuk mengetahui aspek kreat ivitas siswa pada aspek fleksibilitas dan kebaruan. Dalam penelitian ini wawancara dilaku kan setelah menganalisis ja waban siswa pada saat tes. Penelit i a kan me milih 5 responden untuk diwa wancarai berdasarkan tingkat berpikir kreat if. 5 subyek tersebut diantaranya:

Tabel 3.4

Nama-nama Subyek Wawanc ara No No.

Absen Nama Kode L/P Tingkat

1 13 Ira Agustina S1 P Tingkat 3

2 9 Ginanja r Ariya

Saputra S2 L

Tingkat 1

3 1 Ahmad Sebta S3 L Tingkat 1

4 11 Herlina Putri Kusuma S4 P Tingkat 4

32

3. Le mbar Tes kreati vi tas siswa

Tes yang digunakan terdiri dari dua tahap, yaitu : a. uji ke ma mpuan a wal

Uji ke ma mpuan awa l adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui ke ma mpuan kreativitas matemat ika siswa dalam mengajukan soal pada materi prisma sebelum diberikan perlakuan. Perlakuan dala m penelian ini ya itu pembe laja ran dengan pendekatan Problem posing tipe pre solution posing.

b. Uji ke ma mpuan a khir

Uji ke ma mpuan akh ir adalah tes yang digunakan untuk mengetahui ke ma mpuan kreativitas matemat ika siswa setelah mendapatkan perlakuan pembelaja ran mate mat ika dengan menggunakan teknik Problem posing tipe pre solution posing.

Dokumen terkait