• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Pembayaran Program Tabungan Hari Tua (THT) Asuransi Kematian Untuk PNS

3. Whole life

2.8 Prosedur Pembayaran Program Tabungan Hari Tua (THT) Asuransi Kematian Untuk PNS

2.8.1 Pengertian Prosedur

Pengertian prosedur menurut Mulyadi (2008:5):

“Prosedur adalah suatu urut-urutan kegiatan klerikal yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi.” Kegiatan klerikal yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mencatat informasi dan formulir, buku besar, dan buku jurnal. Yakni meliputi menulis, mengadakan, menghitung, memberi kode, mendaftar, memilih, memindahkan dan membandingkan.

Pengertian prosedur menurut M. Nafarin (2009:9) adalah sebagi berikut:

“Pengertian prosedur adalah urutan-urutan seri tugas yang saling berkaitan dan dibentuk guna menjamin pelaksanaan kerja yang seragam”.

Uratan yang saling berkaitan yang berarti suatu kegiatan tidak akan berjalan apabila kegiatan sebelumnya belum selesai dilaksanakan dan hal ini dibentuk untuk menjamin pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan”.

Berdasarkan definisi prosedur diatas, maka dapat disimpulkan bahwa prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal yang terdiri atas beberapa tahapan

yang melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih yang bertujuan untuk menjamin agar suatu kegiatan usaha transaksi perusahaan yang dilakukan berulang-ulang telah selesai dengan tujuan yang diharapkan.

2.8.2 Prosedur Pembayaran Program Tabungan Hari Tua (THT) Asuransi Kematian untuk PNS pada PT. TASPEN (PERSERO)

Dengan berbagai definisi tersebut diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa prosedur pembayaran yaitu langkah-langkah atau cara-cara yang sistematis yang berkaitan dengan kegiatan bayar. Pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan sejumlah cara, yaitu dengan menggunakan beberapa alat bayar.

Alat bayar tersebut antara lain dapat dilakukan dengan menggunakan uang, kredit, kartu debit atau ATM, check, transfer dan lain sebagainya.

Pembayaran Asuransi Kematian bagi PNS dikelola oleh PT. TASPEN (Persero). Pembayaran dapat dilakukan dengan cara langsung tunai, yakni dapat diambil secara langsung di kantor cabang PT. TASPEN (Persero) atau dengan cara transfer, yakni pembayaran Asuransi Kematian dapat langsung ditransfer di rekening peserta. Pembayaran dengan cara transfer lebih menghemat waktu, efektif dan efisien karena peserta tidak perlu mengantri dan menunggu proses pembayaran di kantor cabang. Hal tersebut dilakukan PT. TASPEN (Persero) guna memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh peserta TASPEN.

Prosedur yang digunakan oleh PT. TASPEN (Persero) juga dilakukan dengan cara yang semudah dan sederhana mungkin serta tidak berbelit-belit.

Mengingat para peserta TASPEN kebanyakan adalah kaum lanjut usia, sehingga digunakan prosedur pembayaran yang mudah dan tidak berbelit-belit agar para peserta yang umumnya kaum senja atau lanjut usia tidak bingung dan dapat dengan mudah dimengerti bagaimana prosedur yang dijalankannya.

2.8.3 Mekanisme dan Persyaratan Pengajuan Manfaat Tabungan Hari Tua (THT)

a. Mekanisme Pengajuan Manfaat Tabungan Hari Tua (THT)

Menurut Peraturan Direksi PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) tentang Pedoman Pelaksanaan Program Tabungan Hari Tua, Program Pensiun, dan Manajemen Data Peserta dalam Pasal 223, mekanisme pengajuan manfaat THT dilakukan secara langsung atau tidak langsung.

Pengajuan manfaat THT secara langsung dilakukan oleh yang berhak yaitu datang secara langsung ke Kantor Cabang. Pengajuan manfaat THT secara tidak langsung dilakukan oleh yang berhak melalui jasa pengiriman atau melalui sistem elektronik.

b. Persyaratan Pengajuan Manfaat THT

Menurut Peraturan Direksi PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) tentang Pedoman Pelaksanaan Program Tabungan Hari Tua, Program Pensiun, dan Manajemen Data Peserta dalam Pasal 224 huruf (c), syarat-syarat pengajuan manfaat THT Asuransi Kematian adalah sebagai berikut:

1. Persyaratan pengajuan manfaat THT Asuransi Kematian bagi peserta PNS yang masih aktif:

a. Mengisi formulir Akt. 2 dan 3 yang telah disahkan oleh kepala instansi/pejabat yang berwenang 1 (satu) lembar.

b. Mengisi surat keterangan ahli waris asuransi 1 (satu) lembar.

c. Mengisi blangko Kutipan Perincian Penerimaan Gaji (KPPG) yang diterbitkan oleh instansi 1 (satu) lembar.

d. Fotocopy identitas diri (KTP/SIM) yang masih berlaku 1 (satu) lembar.

e. Surat pengatar dari isntansi 1 (satu) lembar.

f. Fotocopy surat kematian dari Lurah/Rumah sakit/Puskesmas yang telah dilegalisir oleh Lurah/Camat/Sekcam 1 (satu) lembar.

g. Fotocopy surat nikah yang dilegalisir oleh KUA/Catatan Sipil 1 (satu) lembar.

h. Fotocopy SK Penangkatan Pegawai Pertama (Capeg) yang dilegalisir oleh instansi 1 (satu) lembar.

i. Fotocopy SK Kenaikan Pangkat atau Kenaikan Pangkat Berkala yang terakhir dilegalisir oleh instansi 1 (satu) lembar.

j. Fotocopy Surat Keterangan Gaji (SKG) terakhir 1 (satu) lembar.

k. Fotocopy Kartu Pegawai (KARPEG) 1 (satu) lembar.

l. Fotocopy Kartu Peserta Taspen (KPT)

m. Fotocopy buku rekening (BRI, BPD, BTPN, BBAI, Bank Saudara) 1 (satu) lembar.

2. Persyaratan pengajuan manfaat THT Asuransi Kematian bagi suami/isteri/anak yang meninggal dunia ketika PNS masih aktif:

a. Mengisi formulir Akt. 4 yang telah disahkan oleh kepala instansi/pejabat yang berwenang 1 (satu) lembar.

b. Mengisi blangko Kutipan Perincian Penerimaan Gaji (KPPG) 1 (satu) lembar.

c. Fotocopy surat kematian dari Lurah/Rumah sakit/Puskesmas yang telah dilegalisir oleh Lurah/Camat/Sekcam 1 (satu) lembar.

d. Fotocopy surat nikah yang dilegalisir oleh KUA/Catatan Sipil 1 (satu) lembar.

e. Fotocopy SK Kenaikan Pangkat atau Kenaikan Pangkat Berkala yang terakhir dilegalisir oleh instansi 1 (satu) lembar.

f. Fotocopy Kartu Peserta Taspen (KPT) 1 (satu) lembar.

g. Fotocopy identitas diri (KTP/SIM) yang masih berlaku 1 (satu) lembar.

h. Fotocopy surat kelahiran yang dilegalisir oleh Camat/Lurah/Sekcam apabila yang meninggal anak PNS 1 (satu) lembar.

i. Surat keterangan sekolah, apabila yang meninggal anak PNS 1 (satu) lembar.

3. Persyaratan pengajuan manfaat THT Asuransi Kematian bagi PNS/isteri/suami/anak meninggal dunia setelah pensiun:

a. Mengisi formulir Akt. 5 yang telah disahkan oleh kepala desa 1 (satu) lembar.

b. Fotocopy surat kematian dari Lurah/Rumah sakit/Puskesmas yang telah dilegalisir oleh Lurah/Camat/Sekcam 1 (satu) lembar.

c. Fotocopy surat nikah yang dilegalisir oleh KUA/Catatan Sipil 1 (satu) lembar.

d. Fotocopy surat kelahiran yang dilegalisir oleh Camat/Lurah/Sekcam apabila yang meninggal anak PNS 1 (satu) lembar.

e. Fotocopy SK pensiun 1 (satu) lembar.

f. Fotocopy Kartu Identitas Pensiun (KARIP) atau struk gaji 1 (satu) lembar.

g. Fotocopy identitas diri (KTP/SIM) yang masih berlaku 1 (satu) lembar.

h. Surat keterangan masih sekolah/kuliah dari sekolah/perguruan tinggi apabila anak tertanggung berusia 21-25 tahun yang meninggal.

Dokumen terkait