METODE PENELITIAN A.Setting Penelitian
H. Prosedur Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dilaksanakan dengan didasarkan pada
perencanaan yang telah disusun dengan menggunakan model siklus ( direncanakan 2 siklus ), yang setiap siklus tercakup 4 ( empat ) kegiatan, yaitu
(1) perencanaan ( planning ), (2) pelaksanaan ( acting ) (3) observasi
( observing ), dan interprestasi, dan (4) analisis dan refleksi ( reflecting ). Secara
visual tahapan pada setiap siklus.
commit to user PLANNING ( Perencanaan ) REFLECTING ACTING ( Refleksi ) ( Pelaksanaan ) OBSERVING ( Pengamatan )
Gambar 1. Tahapan Siklus Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan
Kelas terdiri dari 2 ( dua ) siklus yaitu siklus I dan siklus II. 1. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I.
a. Perencanaan ( Planning )
(1) Menyusun Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ).
(2) Menyiapkan media berupa alat peraga Dekak-dekak.
(3) Merancang skenario pembelajaran dengan Alat Peraga Dekak-dekak untuk memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran sehingga proses pembelajaran dapat meningkatkan pengetahuan tentang penjumlahan pada siswa.
commit to user b. Tahap pelaksanaan ( Acting )
Tindakan yang dilakukan penulis yang juga sebagai guru kelas D-I
Tunarungu dalam rangka meningkatkan perolehan pengetahuan
penjumlahan melalui Alat Peraga Dekak-Dekak sebagai berikut :
(1) Memberikan motivasi yang mudah tentang benda-benda disekitar melalui gambar, dan Alat Peraga Peraga Dekak-Dekak.
(2) Memberikan penguatan kepada siswa.
(3) Memberi contoh cara menggunakan Alat Peraga Dekak-dekak secara
bertahap.
(4) Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk melakukan penjumlahan dengan Alat Peraga Dekak-dekak.
(5) Mengajak siswa ke depan kelas untuk mengemukakan idea atau menjawab pertanyaan.
(6) Membantu siswa melakukan penjumlahan dengan Alat Peraga
Dekak-dekak.
(7) Menggunakan alat peraga untuk melakukan penjumlahan.
(8) Guru menuliskan penjumlahan bilangan 1 – 10 .
(9) Guru melanjutkan dengan latihan-latihan pengenalan hasil
penjumlahan bilangan 1 – 10.
(10) Siswa mengerjakan penjumlahan, kemudian menuliskan hasil
penjumlahan dengan bantuan guru. c. Tahap Pengamatan ( observasi )
Tahap observasi dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran ( aktivitas guru dan siswa ), observasi diarahkan pada poin-poin dalam
pedoman yang telah disiapkan, untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan tindakan.
Data keberhasilan penjumlahan bilangan 1 – 10 diperoleh dari nilai tes ulangan harian, sedang data aktivitas penggunaan Alat Peraga Dekak-dekak diperoleh dari observasi selama proses pemebelajaran berlangsung oleh guru. Adapun instrument pengamatan pada guru dapat dilihat pada lampiran halaman 66.
commit to user
Di bawah ini penulis sampaikan instrumen observasi siswa dalam pembelajaran penggunaan Alat Peraga Dekak-dekak untuk penjumlahan bilangan 1 – 10 dan kisi-kisi tes penjumlahan bilangan 1 – 10 :
Secara umum, langkah-langkah operasionl yang akan dilakukan peneliti meliputi tahap persiapan, tahap analis, dan tahap refleksi serta tahap tindak lanjut. 1. Tahap Persiapan
Permintaan izin kepada Kepada Sekolah untuk mengadakan
Penelitian Tindakan Kelas mata pelajaran Matematika Kelas D-I SLB-B YPPALB Kota Magelang. Observasi untuk mendapatkan gambaran awal tentang Kelas D-I SLB-B YPPALB Kota Magelang Indentifikasi masalah dalam kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Matematika yang telah dilakukan.
2. Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan meliputi tiga langkah yaitu : a. Apersepsi
Guru menyusun beberapa instrument penelitian yang digunakan dalam tindakan dengan menggunakan Alat Peraga Dekak-dekak, Instrument penelitian tersebut terdiri dari skenario pembelajaran, silabus, tugas, soal tes formatif, lembar observasi keaktifan siswa, dan lembar observasi kinerja guru.
b. Inti
Proses pembelajaran mata pelajaran Matematika dengan
menggunakan Alat Peraga Dekak-dekak. c. Penutup
Diakhir pembelajaran mata pelajaran Matematika diadakan tes. Dalam pembelajaran ini menggunakan bentuk tes tertulis.
3. Tahap Pelaksanaan/tindakan a. Apersepsi
Guru mempimpin do’a bersama-sama, mengabsen siswa, serta mengulas kembali pelajaran yang lalu.
commit to user b Inti
Pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Matematika dengan menggunakan Alat Peraga Dekak-dekak.
c. Penutup
Diakhir pembelajaran mata pelajaran Matematika dengan
menggunakan Alat Peraga Dekak-dekak diadakan tes. Dalam pembelajaran ini menggunakan bentuk tes tertulis.
4. Tahap pengamatan
Pengamatan dilakukan dengan melihat data nilai hasil ulangan harian sebagai kondisi awal kemudian nilai rata pada pembelajaran mata pelajaran Matematika tidak menggunakan Alat Peraga Dekak-dekak. Serta proses pembelajaran mata pelajaran Matematika dengan menggunakan Alat Peraga Dekak-dekak, terhadap kualitas kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Matematika secara menyeluruh meliputi hasil dan proses belajar siswa, yang dibantu oleh guru kolaborasi.
5. Tahap Analisis dan Refleksi
Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap pelaksanaan proses Kegiatan Belajar Mengajar, dan penguasaan materi (nilai tes). Berdasarkan pelaksanaan tahap observasi dan evaluasi sebelumnya, data yang diperoleh selanjutnya menjadi bahan refleksi bagi peneliti untuk perbaikan penggunaan Alat Peraga Dekak-dekak dalam mata pelajaran Matematika.
6. Tahap Tindak Lanjut
Melakukan perbaikan dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan pengelolaan kelas serta dalam penggunaan Alat Peraga Dekak-dekak. Guru perlu memberikan penguatan-penguatan serta dorongan kepada siswa agar siswa lebih bersemangat dan aktif melakukan latihan-latihan untuk mengerjakan soal.
2). Instrumen Observasi Peneliti selama melakukan tindakan : Refleksi ( Reflecting )
Pada tahap ini dianalisis perubahan yang terjadi : (1) pada siswa, (2) suasana kelas. Pada tahap ini guru sebagai peneliti bersama guru pelaksana yang telah
commit to user
mengamti perubahan yang terjadi dan hal-hal yang dialami selama proses pembelajaran berlangsung, untuk mengetahui apakah pembelajaran sudah tercapai sesuai dengan indikator yang ditetapkan atau belum, dan akan diperoleh kesimpulan fase mana yang harus diperbaiki atau disempurnakan dan fase mana yang telah memenuhi target kualitas pembelajaran, yaitu penggunaan Alat Peraga Dekak-dekak untuk penjumlahan bilangan 1 – 10. Apabila belum ada peningkatan dan atau belum sesuai dengan tujuan, maka perlu dilanjutkan pada siklus berkutnya ( siklus II ), yaitu memperbaiki kelemahan atau kekurangan sehingga proses pembelajaran menjadi lebih baik dan meningkat.
2. Rancangan Siklus II
a). Perancanaan Tindakan Siklus II.
Perencanaan tindakan siklus ke II merupakan revisi rencana tindakan pada siklus I. kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari siklus I. Bentuk rencana tindakan ke II adalah peningkatan kemampuan menghitung penjumlahan bilangan 1 – 10 pada siswa kelas D-I.
b). Pelaksanaan Tindakan Siklus II.
Pelaksanaan tindakan siklus II pada hakekatnya sama dengan tindakan siklus I. Perbedaannya terletak pada peningkatan tindakan perbaikan. Inti sasaran adalah meningkatkan kemampuan menggunakan Alat Peraga Dekak-dekak untuk penjumlahan bilangan 1 – 10.
Target prosentase perubahan yang diharapkan adalah lebih dari 30 % menuju kearah yang lebih baik dari siklus I.
c). Pengamatan.
Pengamatan pada siklus II terhadap pelaksanaan tindakan siklus II dilakukan secara cermat terhadap proses tindakan pada siklus II. Dengan instrument pengamatan pada lampiran halaman 73.
d). Refleksi.
Kegiatan ini bertujuan untuk menilai seluruh kegiatan pembelajaran dengan Alat Peraga Dekak-dekak dan analisis kesalahan dalam rangka meningkatkan kemampuan menggunakan Alat Peraga Dekak-dekak. Atau lebih konkretnya untuk mengetahui seberapa besar prosentase perubahan
commit to user
terhadap peningkatan kemampuan berhitung penjumlahan bilangan 1 – 10 menggunakan Alat Peraga Dekak-dekak, melalui dua siklus yang telah ditentukan.
commit to user BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN