BAB III METODE PENELITIAN

C. Prosedur Penelitian

Langkah-langkah yang digunakan adalah mengacu pada langkah-langkah penggunaan metode R&D menurut teori Sugiyono (2014) dan Borg & Gall (1989 dalam Sukmadinata). Adapun langkah-langkah penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono dapat dilihat pada bagan di bawah ini:

Gambar 3.1 Langkah-langkah penggunaan Metode Research and Development (Sugiyono, 2014: 409)

Sugiyono (2014) memaparkan bahwa penelitian dan pengembangan dapat berangkat dari: (1) adanya potinsi atau masalah. Potensi merupakan segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai lebih. (2) Pungumpulan data atau

Potensi dan Masalah Pengumpulan data Desain Produk Validasi Desain Revisi Desain Ujicoba Produk Revisi Produk Ujicoba Pemakaian Revisi Produk Produksi Masal

mengumpulkan segala informasi yang diperlukan dalam penelitian. Segala informasi yang didapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah. (3) Desain produk dalam bidang pendidikan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan, yaitu lulusan yang jumlahnya banyak, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan. (4) Validasi desain digunakan untuk menilai hasil produk yang dibuat. Validasi desain produk dilakukan dengan cara meminta masukan dari beberapa pakar atau ahli yang berpengalaman untuk menilai desain tersebut. Hasil dari penilaian pakar atau ahli adalah untuk mengetahui kekurangan atau kelebihan dari prooduk yang dibuat. (5) Perbaikan desain digunakan untuk memperbaiki kekurangan- kerurangan yang ada pada produk berdasarkan masukan dari para ahli. (6) Uji coba produk dilakukan pada sebuah kelompok yang terbatas. Tujuan dari uji coba adalah untuk mendapatkan informasi apakah produk yang baru dibuat tersebut dapat efektif atau efisien. (7) Revisi Produk dilakukan jika dalam masa percobaan dalam rentang waktu tertentu masih terdapat kekurangan pada produk. (8) Uji coba pemakaian merupakan penerapan penggunaan produk pada lembaga yang lebih luas, namun dalam masa uji cobanya, produk tersebut tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul agar dapat dilakukan perbaikan lebih lanjut. (9) Revisi Produk dilakukan apabila dalam masa percobaan pada tingkat yang lebih luas masih terdapat kekurangan. (10) Pembuatan produk masal dilakukan apabila produk telah dinyatakan efektif dalam beberapa kali tahap pengujian.

Penjelasan di atas merupakan langkah-langkah penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2014). Dalam penelitian ini, peneliti juga menggunakan teori penelitian dan pengembangan menurut Borg & Gall (1989) yang telah dikaji dalam buku Sukmadinata (2011) sebagai bahan pertimbangan lain dalam melakukan penelitian. Adapun langkah-langkah penelitian menurut Borg & Gall (1989) dalam Sukmadinata (2011) dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 3.2 Langkah-langkah penggunaan metode Research and Development (Borg & Gall, 1989)

Bagan 3.2 di atas merupakan sepuluh langkah pengembangan menurut Borg & Gall (1989) yang meliputi: (1) riset dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal (preliminary form of product), (4) uji lapangan produk awal, (5) revisi, (6) uji lapangan terhadap produk yang telah

Penelitian dan

Pengumpulan Data Perencanaan

Pengembangan Draf Produk

Uji Coba Lapangan Awal Merevisi Hasil Uji

Coba Uji Coba Lapangan

Penyempurnaan Produk Hasil Uji

Coba Uji Pelaksanaan Lapangan Penyempurnaan Produk Akhir Diseminasi dan Implementasi

diperbaiki, (7) revisi produk, (8) uji lapangan pada skala yang lebih luas, (9) revisi akhir produk, dan (10) desiminasi dan melaporkan produk akhir. Prosedur pengembangan menurut Borg & Gall (1989) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Sugiyno (2014). Perbedaan hanya terletak pada langkah keempat. Jika pada prosedur penelitian pengembangan milik Sugiyono (2014) melakukan validasi desain terlebih dahulu dan setelah itu masih melakukan revisi, maka pada prosedur pengembangan milik Borg & Gall (1989) langsung melakukan uji coba lapangan awal dan setelah itu baru melakukan revisi produk.

Berdasarkan dua teori mengenai langkah penelitian dan pengembangan yang telah dikemukakan oleh Sugiyono (2014) dan Borg & Gall (1989), maka dalam penelitian ini peneliti akan memodifikasi prosedur pengembangan menurut Sugiyono (2014) dan Borg & Gall (1989) menjadi 5 tahap. Berikut skema tahap penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini.

Gambar 3.3 Bagan Pengembangan RPPH Berbasis Permainan Anak

TAHAP 4 INSTRUMEN UJI COBA

TERBATAS

Instrumen Siap Digunakan Istrumen Observasi Validasi

Pengembangan Kuesioner Siswa

Wawancara Guru

Soal Tes

Revisi

TAHAP 1 STUDI PENDAHULUAN

Analisis Potensi Masalah

Instrumen Pengumpulan Data Awal

Pengumpulan Data Awal

Deskripsi Temuan Data Awal Kajian Literatur Instrumen Siap Digunakan Penyusunan Instrumen Validasi Instrumen Revisi TAHAP 3 VALIDASI PRODUK Instrumen Terstandar Revisi Produk Validasi Ahli Analisis Data Kuatitatif & Kualitatif

TAHAP 2 PEMBUATAN PRODUK

Penilaian Identitas, Tema, Subtema, KD, Indikator,

& Tujuan Pembelajaran Penulisan, Indikator, Tujuan Pembelajaran Analisis KD, Indikator, Tujuan Pembelajaran Analisis Konteks Siswa Mengembangkan Materi

Mengembangkan Proses Pembelajaran

TAHAP 5 UJI COBA TERBATAS

Gambar 3.3 merupakan paparan tahapan-tahapan yang akan dilakukan oleh peneliti dalam mengembangkan RPPH berbasis permainan anak. Adapun tahap pengembangan tersebut meliputi: (1) Studi Pendahuluan, (2) Pembuatan Produk, (3) Validasi Produk, (4) Revisi Produk, dan (5) Uji Coba Produk. Berikut uraian dari tahapan-tahapan penelitian dan pengembangan yang akan dilakukan oleh peneliti:

1. Studi Pendahuluan

Studi pendahuluan merupakan langkah pertama dalam melakukan penelitian ini. Tahap pertama dalam penelitian ini menggunakan langkah pertama pada penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2014), yaitu menganalisis potensi dan masalah yang ada di lapangan. Pada tahap ini, peneliti terlebih dahulu melakukan studi literatur mengenai hal yang sedang hangat dibicarakan masyarakat mengenai pendidikan. Langkah berikutnya adalah peneliti melakukan analisis potensi dan masalah yang ada. Setelah menganalisis potensi dan masalah, peneliti menyusun sebuah instrumen untuk pengumpulan data awal dan kemudian melakukan validasi terhadap instrument tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner dilima SD di Yogyakarta, yaitu SD KJB, SDN SB, SDN JK, SDN NP, dan SD KGJ. Berdasarkan pengmpulan data awal, maka peneliti dapat mendeskripsikan temuan awal yang ada pada sekolah tersebut.

2. Pembuatan Produk

Tahap ini merupakan tindak lanjut yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan temuan awal yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. Tahap kedua ini merupakan tahap yang diadopsi dari langkah penelitian dan pengembangan menurut Borg & Gall (1989), yaitu perencanaan dan pengembangan draf produk. Perencanaan dan pengembangan draf produk pada tahap 2 ini adalah penyusunan dan pengembangan produk RPPH. Produk yang dibuat adalah instrumen pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yang kemudian dikembangkan dengan menggunakan media permainan tradisional. Pertama-tama peneliti mengkaji tema, subtema, Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD) yang akan digunakan untuk menyusun RPPH. Produk RPPH yang disuusun oleh peneliti adalah RPPH kelas I SD pada tema Diriku subtema Tubuhku. Produk yang dibuat oleh peneliti merupakan RPPH dari subtema Tubuhku yang terdiri dari enam pembelajaran, sehingga terdapat enam produk RPPH yang dikembangkan oleh peneliti.

3. Validasi Produk

Langkah ketiga dalam penelitian ini mengambil langkah penelitian dan pengembangan milik Sugiyono (2014), yaitu melakukan validasi produk sebelum dilakukannya uji lapangan. Produk RPPH yang telah dibuat divalidasi oleh 12 orang pakar/ahli yang berkompeten di bidangnya. Validasi kepada para pakar bertujuan agar peneliti mengetahui kelebihan dan kelemahan dari produk yang dibuat. Hasil validasi dari pakar/ahli yang berupa penilaian dan komentar/masukan digunakan peneliti untuk melakukan perbaikan terhadap

produk yang dibuat. Produk yang telah digunakan untuk melakukan uji coba terbatas adalah produk yang telah divalidasi berdasarkan penilaian dan komentar/masukan dari pakar/ahli.

4. Instrumen Uji Coba Terbatas

Tahap ini merupakan tahap penyusunan instrumen yang akan digunakan peneliti pada saat melakukan uji coba terbatas. Instrumen yang disusun oleh peneliti antara lain adalah instrumen kuesioner tanggapan siswa setelah melakukan pembelajaran dan instrumen kisi-kisi soal tes. Instrumen kuesioner tanggapan siswa divalidasi oleh ahli dan kemudian direvisi kembali. Sedangkan instrumen soal tes divalidasi melalui uji validitas dan reliabilitas. Data untuk menguji validasi soal tes adalah hasil penyebaran soal tes kepada 30 responden siswa kelas I SD. Setelah mendapatkan instrumen yang layak pakai, maka langkah berikutnya adalah melakukan uji coba terbatas terhadap produk yang dikembangkan.

5. Uji Coba Terbatas

Tahap kelima dalam penellitian ini menggunakan langkah penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2014) dan Borg & Gall (1989). Tahap ini dilakukan setelah dilakukannya revisi produk. Setelah produk di revisi berdasarkan masukan dari para ahli dan seluruh instrumen sudah layak untuk digunakan, langkah selanjutnya adalah peneliti melakukan uji coba terbatas terhadap produk yang dibuat kepada beberapa orang siswa kelas I SD KJB. Peneliti melakukan penelitian hanya sampai pada ujicoba terbatas dikarenakan adanya keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya.

Dalam dokumen Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) berbasis permainan anak kelas I SD pada Tema Diriku Subtema Tubuhku. (Halaman 69-77)