C. METODOLOGI PENELITIAN
4. Prosedur Penelitian
Model penelitian yang digunakan adalah model PTK yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Tagart yang dikutip Ani Widayati (2014) yang terdiri dari empat tahap pada tiap siklusnya. Pada penelitian ini peneliti akan memberikan tes pada diakhir setiap siklus. Peneliti pada tahap refleksi pada siklus I dan II akan memberikan soal tes untuk mengetahui kemampuan siswa terhadap perlakuan yang diberikan. Selanjutnya membandingkan serta menganalisis hasil tes dari setiap akhir siklus (akhir siklus I dan siklus II) yang diberikan kepada siswa serta mencari tahu apakah ada peningkatan yang signifikan antara pembelajaran pada siklus I dan Siklus II sesuai tujuan penelitian.
Berikut penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan dalam penelitian sesuai desain PTK:
a. Tahap Perencanaan
Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap perencanaan, antara lain:
1) Melakukan perizinan kepada pihak SMP PGRI 1 Batu yaitu kepada kepala sekolah dan guru mata pelajaran matematika untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut
2) Menentukan kelas yang dipilih untuk penelitian sekaligus waktu pelaksanaan
3) Membuat Lembar observasi 4) Membuat RPP
5) Mempersiapkan materi ajar 6) Membuat soal tes
17 Pada penelitian ini, indikator tentang pemahaman matematis yang digunakan mengadopsi milik Nursaadah (Nursaadah & Amelia, 2018).
Selain berdasarkan indikator pemahaman matematis, soal posttest yang diberikan pada tiap akhir siklus juga disesuaikan dengan kriteria penalaran logis menurut Hartono (2013).
7) Mempersiapkan media yang dibutuhkan untuk penelitian daring b. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini penelitian dilakukan secara daring dikarenakan adanya keterbatasan akibat pandemi Covid-19 yang membuat sekolah masih belum melaksanakan kegiatan tatap muka karena adanya himbauan protokol kesehatan. Kegiatan ini dilakukan dengan mengikuti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat sekaligus penerapan model pembelajaran Knisley berbasis SRL.
Pelaksanaan PTK Siklus I dilakukan pada pertemuan 1 dan 2 sesuai dengan RPP yang dibuat. Selanjutnya, pelaksanaan siklus II dilakasanakan pada pertemuan 3 dan 4. Pelaksanaan siklus II ini diharapkan sebagai penyempurna pada siklus sebelumnya dan juga sebagai pembanding hasil tes pada tahap I.
c. Tahap Pengamatan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah mengamati aktivitas siswa dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Knisley berbasis SRL.
d. Tahap Refleksi
1) Mengkaji hasil pelaksanaan pembelajaran siklus pertama
2) Mengevaluasi proses dan hasil siklus pertama untuk selanjutnya dilaksanakan siklus kedua
3) Menganalisis data yang diperoleh berupa hasil posttest dalam tiap akhir siklus
4) Mendeskripsikan hasil analisis data yang diperoleh dan menarik kesimpulan dari rumusan masalah serta hasil pelaksanaan
5) Menyusun laporan penelitian
18 5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Tes dalam penelitian ini berupa soal uraian berjumlah 4 soal. Tes diberikan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yakni tes pada akhir siklus I dan akhir siklus II (yaitu pada tahap refleksi PTK). Tes yang diberikan pada setiap siklus masing-masing berjumlah 2 soal uraian. Bentuk tesnya disesuaikan dengan indikator pemahaman matematis dan juga penalaran logis.
6. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah sebagai berikut:
a. Lembar Tes
Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah postes di tiap akhir siklus. Tes yang digunakan berbentuk uraian untuk melihat proses pengerjaan siswa agar dapat diketahui kemampuan pemahaman matematis dan penalaran logisnya setelah diterapkannya model pembelajaran knisley berbasis strategi SRL. Sebelum soal tes disusun, kisi-kisi soal, pedoman penskoran, dan kriteria tingkat pemahaman matematis dibuat terlebih dahulu tertera pada lampiran. Selain itu juga diberikan kriteria pedoman penskoran pada soal tes yang dibuat sebagai berikut.
Tabel 5. Pedoman Penskoran Tes Kemampuan Pemahaman Matematis
Aspek yang Diukur Keterangan Skor
Menyatakan ulang sebuah konsep
Dapat menyatakan ulang permasalahan yang diketahui menggunakan bahasa sendiri dengan benar dan tepat
3
Dapat menyatakan ulang permasalahan yang diketahui menggunakan bahasa sendiri tetapi kurang tepat
2
Dapat menyatakan ulang permasalahan yang diketahui menggunakan bahasa sendiri tetapi salah
1
Tidak dapat menyatakan ulang permasalahan dengan bahasa sendiri
0 Mengklasifikasi
objek-objek menurut sifat-sifat tertentu
Dapat mengklasifikasi sifat-sifat akar dan pangkat yang tersaji dalam permasalahan dengan benar dan tepat
3
Dapat mengklasifikasi sifat-sifat akar dan pangkat yang tersaji dalam permasalahan tetapi kurang tepat
2
Ada jawaban tetapi tidak sesuai dengan sifat-sifat akar dan pangkat yang tersaji dalam permasalahan
1
Tidak ada jawaban untuk menjawab soal 0
19 Menyajikan konsep atau
algoritma pemecahan masalah
Dapat menuliskan yang diketahui dan yang ditanyakan dengan benar dan tepat
3 Dapat menuliskan yang diketahui dan
yang ditanyakan tetapi kurang tepat
2 Dapat menuliskan yang diketahui dan
yang ditanyakan dari soal tetapi salah
1 Tidak ada jawaban untuk menjawab soal 0 Mengaplikasikan konsep
atau algoritma pemecahan masalah
Menggunakan algoritma dalam pemecahan masalah dengan benar dan tepat
3
Menggunakan algoritma dalam pemecahan masalah tetapi masih salah
2 Ada jawaban tetapi tidak sesuai dengan
algoritma pemecahan masalah
1 Tidak menggunakan algoritma dalam
pemecahan masalah
0 Sumber: (adaptasi penelitian Nursaadah & Amelia, 2018)
Tabel diatas merupakan tabel yang berisi pedoman penskoran pemahaman matematis yang diadaptasi dari penelitian Nursaadah & Amelia (2018). Selanjutnya hasil skor yang diperoleh dideskripsikan sesuai kategori kemampuan pemahaman matematis seperti tabel dibawah:
Tabel 6. Kategori Kemampuan Pemahaman Matematis Kategori Pencapaian Kemampuan Pemahaman Matematis
Tinggi x > 70%
Sedang 55%< x ≤ 70%
Rendah x ≤ 55%
Sumber: (adopsi penelitian Nursaadah & Amelia, 2018)
Selain pedoman penskoran pemahaman matematis, juga dibuat pedoman penskoran kemampuan penalaran logis seperti tabel dibawah ini.
Tabel 7. Pedoman Penskoran Tes Kemampuan Penalaran Logis
Aspek yang Diukur Keterangan Skor
Mengumpulkan fakta Dapat menuliskan yang diketahui dan yang ditanyakan dengan benar dan tepat
3 Dapat menuliskan yang diketahui dan
yang ditanyakan tetapi kurang tepat
2 Dapat menuliskan yang diketahui dan
yang ditanyakan dari soal tetapi salah
1 Tidak ada jawaban untuk menjawab soal 0 Membangun dan menetapkan
asumsi
Dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian masalah dengan benar dan tepat
3
Dapat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian masalah tetapi kurang tepat
2 Ada jawaban tetapi tidak menjelaskan
langkah-langkah penyelesaian masalah
1
20 Tidak ada jawaban untuk menjawab soal 0 Menilai atau menguji asumsi Dapat menyelesaikan permasalahan
sesuai langkah-langkah yang ditetapkan dengan benar dan tepat
3
Dapat menyelesaikan permasalahan sesuai langkah-langkah yang ditetapkan namun kurang tepat
2
Ada jawaban tetapi langkah-langkah yang ditetapkan
1 Tidak ada jawaban untuk menjawab soal 0 Menetapkan generalisasi Dapat membuat penyataan atau
kesimpulan dari penyelesaian masalah dengan benar dan tepat
3
Dapat membuat penyataan atau kesimpulan dari penyelesaian masalah tetapi kurang tepat
2
Ada jawaban tetapi tidak sesuai dengan penyelesaian masalah
1 Tidak membuat kesimpulan dalam
pemecahan masalah
0 Membangun argumentasi yang
mendukung
Dapat menentukan langkah-langkah/cara lain untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara yang benar dan tepat
3
Dapat menentukan langkah-langkah/cara lain untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara yang kurang tepat
2
Dapat menentukan langkah-langkah/cara lain untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara yang salah
1
Tidak menentukan langkah-langkah/cara lain untuk menyelesaikan permasalahan
0 Memeriksa atau menguji
kebenaran argumen
Dapat menyelesaikan permasalahan dengan langkah-langkah/cara lain yang telah ditentukan dengan benar dan tepat
3
Dapat menyelesaikan permasalahan dengan algoritma lain yang telah ditentukan tetapi kurang tepat
2
Ada jawaban tetapi tidak menggunakan algoritma lain yang telah ditentukan
1 Tidak ada jawaban untuk menjawab soal 0 Menetapkan kesimpulan Mampu menarik kesimpulan secara
menyeluruh dari setiap langkah-langkah yang telah dilakukan dengan tepat dan lengkap
3
Mampu menarik kesimpulan secara menyeluruh dari setiap langkah-langkah yang telah dilakukan tetapi tidak lengkap
2
Membuat kesimpulan tetapi salah 1
Tidak membuat kesimpulan 0
Sumber: (Adaptasi penelitian Bancong & Subaer, 2013)
21 Tabel 8. Kategori Kemampuan Penalaran Logis
Kategori Pencapaian Kemampuan Pemahaman Matematis
Tinggi x > 75%
Sedang 60%< x ≤ 75%
Rendah x ≤ 60%
b. Lembar Observasi
Observasi dilakukan untuk mengetahui apakah proses pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. Selain itu juga untuk mengamati respon siswa ketika model pembelajaran Knisley berbasis SRL dilaksanakan. Lembar observasi dibuat oleh peneliti dan tertera pada lampiran.
c. RPP
RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dibuat sebagai acuan jalannya proses pembelajaran dikelas agar sistematis. RPP dibuat dengan menggunakan model pembelajaran Knisley berbasis strategi SRL dengan mengambil materi Statistika.
7. Teknik Analisis Data a. Reduksi Data
Pada tahap ini peneliti menganalisis data melalui hasil tes yang diberikan kepada siswa. Peneliti menganalisis hasil jawaban siswa dari hasil tes materi perpangkatan dan bentuk akar sesuai dengan indikator-indikator pemahaman matematis dan penalaran logis siswa. Selanjutnya adalah dengan memberikan skor dari jawaban setiap siswa dan mengklasifikasi skor tersebut sesuai kriteria tingkat pemahaman matematis dan penalaran logis.
b. Penyajian Data
Pada tahap ini peneliti menyajikan asil analisis yang telah dilakukan dalam bentuk teks naratif dan tabel hasil analisis. Peneliti menampilkan hasil jawaban dari tes yang diberikan pada siswa dan mendeskripsikan sesuai indikator pemahaman matematis dan penalaran logis. Dalam penyajian data dipilih 3 siswa dengan kriteria tingkat pemahaman matematis dan penalaran logis tinggi sejumlah 1 siswa, sedang sejumlah 1 siswa, dan rendah sejumlah 1 siswa.
c. Simpulan
Pada tahap simpulan peneliti mengambil kesimpulan dari data yang diperoleh hasil reduksi dan juga penyajian data. Kesimpulan diambil dari data hasil tes siswa.
Hasil tes pemahaman matematis dan penalaran logis masing-masing akan
22 dikategorikan menjadi tiga, yaitu tinggi, sedang, rendah. Kategori disesuaikan dengan pedoman pada tabel 6 untuk pemahaman matematis dan tabel 8 untuk penalaran logis
8. Kriteria Keberhasilan Penelitian
Penelitian tindakan kelas yang dilakukan dapat dikatakan berhasil apabila terjadi peningkatan prosentase kemampuan pemahaman matematis dan penalaran logis siswa kelas IX-A pada siklus yang dilakukan. Penetapan kriteria tersebut sesuai pedoman penskoran indikator-indikator pemahaman matematis dan penalaran logis siswa.
D. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP PGRI 1 Batu pada siswa kelas IX-A sebanyak 32 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman matematis dan penalaran logis siswa melalui penerapan model pembelajaran Knisley berbasis strategi Self Regulation Learning (SRL). Data dari penelitian ini diperoleh dengan melakukan tes di akhir siklus I dan siklus II pada PTK yang dilaksanakan.
1. Deskripsi Hasil Siklus I a. Tahap Perencanaan
Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap perencanaan, antara lain:
1) Melakukan perizinan kepada pihak SMP PGRI 1 Batu yaitu kepada kepala sekolah dan guru mata pelajaran matematika untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut
2) Menentukan kelas yang dipilih untuk penelitian sekaligus waktu pelaksanaan.
Kelas yang dipilih adalah kelas IX-A yang semula para siswanya berasal dari kelas VIII-A. Namun akibat adanya kendala waktu saat akan dilakukan penelitian di kelas VIII sehingga pelaksanaan penelitian dilakukan ketika subjek/siswa berada di kelas IX.
3) Membuat Lembar observasi 4) Membuat RPP
5) Mempersiapkan materi ajar yaitu perpangkatan dan bentuk akar sesuai materi awal semester ganjil kelas 9
23 6) Membuat soal tes
Pada penelitian ini, indikator tentang pemahaman matematis yang digunakan mengadopsi milik Asnawati (2015). Selain berdasarkan indikator pemahaman matematis, soal posttest yang diberikan pada tiap akhir siklus juga disesuaikan dengan kriteria penalaran logis menurut Hartono (2013).
7) Mempersiapkan media yang dibutuhkan untuk penelitian daring seperti laptop, hp, grup wa
b. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini penelitian dilakukan secara daring dikarenakan adanya keterbatasan akibat pandemi Covid-19 yang membuat sekolah masih belum melaksanakan kegiatan tatap muka karena adanya himbauan protokol kesehatan.
Kegiatan ini dilakukan dengan mengikuti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat sekaligus penerapan model pembelajaran Knisley berbasis SRL. Adapun kegiatannya adalah sebagai berikut:
1) Pertemuan I
Pertemuan I dilaksanakan pada tanggal 7 September 2021 dengan materi pengertian bilangan berpangkat dan sifat-sifat bilangan berpangkat bilangan bulat positif. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa sesuai dengan RPP langkah pembelajaran pertemuan 1 (terlampir). Pada pertemuan I ini dilaksanakan secara daring melalui video conference (Zoom) dan WhatsApp grup untuk pendistribusian soal dan pengumpulan tugas/tes.
2) Pertemuan II
Pertemuan II dilaksanakan pada 9 September 2021 dengan materi pangkat nol dan pangkat negatif. Pada pertemuan II ini juga mengikuti langkah pembelajaran 2 yang terlampir pada RPP. Pada pertemuan II materi yang diberikan hanya sedikit dikarenakan pada akhir pembelajaran akan dilaksanakan tes Siklus I. Tes siklus I yang diberikan berjumlah 2 soal dengan keterangan 1 soal pemahaman matematis dan 1 soal penalaran logis.
c. Tahap Pengamatan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah mengamati kegiatan pembelajaran dalam penerapan model pembelajaran Knisley berbasis SRL.
Kegiatan pembelajaran pada siklus I sudah sesuai dengan langkah-langkah
24 pembelajaran peertemuan 1 dan 2 pada RPP yang telah dibuat. Siswa sudah terlibat secara aktif dalam pembelajaran siklus I pada penerapan model pembelajaran Knisley berbasis SRL ini.
d. Tahap Refleksi
Pada tahap refleksi siklus I ini dilaksanakan pengkajian hasil pelaksanaan pembelajaran/penelitian pada siklus I yang sudah dilakukan. Hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini mendapat kendala yaitu koneksi internet siswa yang kurang baik sehingga proses pembelajaran sedikit terganggu.
Selain mengkaji proses pembelajaran, dalam tahap ini juga dilakukan analisis data hasil tes Siklus I yang dilakukan oleh siswa. Penerapan model pembelajaran Knisley berbasis strategi SRL membawa pengaruh baik terhadap pemahaman matematis dan penalaran logis siswa. Berikut analisis jawaban siswa dari hasil tes yang dilakukan:
1) Pemahaman Matematis
Hasil analisis jawaban siswa terhadap pemahaman matematis mendapat tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kategori tersebut disesuaikan dengan pedoman pemahaman matematis yang terdapat pada tabel 6. Berikut diambil contoh pengerjaan siswa pada soal nomor 1 (pemahaman matematis):
a) Siswa dengan kategori tinggi
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 18 yang memperoleh hasil skor sempurna. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
25 Gambar 2 Jawaban Pemahaman Matematis Siswa 18
Dari hasil pengerjaan diatas, siswa nomor absen 18 memenuhi indikator pemahaman matematis yang pertama yaitu menyatakan ulang sebuah konsep. Siswa tersebut mampu menuliskan kembali permasalahan yang ada di soal menggunakan pemahaman dan bahasanya sendiri dengan benar dan tepat. Siswa tersebut juga memenuhi indikator kedua yakni mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu. Indikator kedua dipenuhi dengan menuliskan sifat-sifat bilangan berpangkat yang berlaku dalam penyelesaian masalah tersebut dengan benar. Pada indikator ketiga yaitu menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis. Siswa dapat menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam permasalahan yang disajikan. Siswa menuliskan kecepatan air (debit) dan waktu yang dibutuhkan secara lengkap. Pada indikator keempat yaitu mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Siswa tersebut mampu menyelesaikan permasalahan sesuai apa yang diketahui dan yang ditanyakan dengan jawaban yang benar dan lengkap. Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator pemahaman matematis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
26 Tabel 9. Skor Pemahaman Matematis Kategori Tinggi (Siswa No. 18)
Indikator Skor
Menyatakan ulang sebuah konsep 3
Mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu 3 Menyajikan konsep dalam bentuk representasi
matematis
3 Mengaplikasikan konsep atau algoritma
penyelesaian masalah
3 Total Skor 12 Skor Akhir 12/12 = 100%
Kategori Tinggi
b) Siswa dengan kategori sedang
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 11 yang memperoleh hasil skor pada kategori tingkat sedang. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
Gambar 3. Jawaban Pemahaman Matematis Siswa 11
Dari hasil pengerjaan diatas, siswa nomor absen 11 belum sepenuhnya memenuhi indikator pemahaman matematis yang pertama yaitu menyatakan ulang sebuah konsep. Siswa tersebut hanya menuliskan ulang soal dan tidak menuliskan menggunakan pemahaman dan bahasanya sendiri. Siswa tersebut tidak memenuhi indikator kedua yakni mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu. Siswa tidak menuliskan sifat-sifat bilangan berpangkat yang berlaku dalam penyelesaian masalah tersebut. Pada indikator ketiga yaitu menyajikan konsep dalam bentuk
27 representasi matematis, siswa dapat menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam permasalahan yang disajikan. Siswa menuliskan kecepatan air dan waktu yang dibutuhkan secara lengkap dan benar. Pada indikator keempat yaitu mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Siswa tersebut mampu menyelesaikan permasalahan sesuai apa yang diketahui dan yang ditanyakan dengan jawaban yang benar tetapi kurang lengkap pada tahap mengambil kesimpulan. Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator pemahaman matematis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 10. Skor Pemahaman Matematis Kategori Sedang (Siswa No. 11)
Indikator Skor
Menyatakan ulang sebuah konsep 2
Mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu 1 Menyajikan konsep dalam bentuk representasi
matematis
3 Mengaplikasikan konsep atau algoritma
penyelesaian masalah
2 Total Skor 8 Skor Akhir 8/12 = 66,67%
Kategori Sedang c) Siswa dengan kategori rendah
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 16 yang memperoleh hasil skor paling rendah. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
Gambar 4. Jawaban Pemahaman Matematis Siswa 16
Dari hasil pengerjaan diatas, siswa nomor absen 16 tidak memenuhi indikator pemahaman matematis yang pertama yaitu menyatakan ulang sebuah konsep. Siswa tersebut tidak bisa menuliskan ulang permasalahan menggunakan pemahaman dan bahasanya sendiri. Siswa tersebut juga tidak memenuhi indikator kedua yakni mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu. Siswa tidak menuliskan sifat-sifat bilangan berpangkat yang
28 berlaku dalam penyelesaian masalah tersebut dengan tepat. Pada indikator ketiga yaitu menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis.
Siswa tidak dapat menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam permasalahan yang disajikan. Siswa hanya menulis jawaban yang tidak sesuai dengan permaslahan yang disajikan. Pada indikator keempat yaitu mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Siswa tersebut tidak dapat melakukan penyelesaian dari permasalahan yang disajikan. Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator pemahaman matematis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 11. Skor Pemahaman Matematis Kategori Rendah (Siswa No. 16)
Indikator Skor
Menyatakan ulang sebuah konsep 0
Mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu 1 Menyajikan konsep dalam bentuk representasi
matematis
1 Mengaplikasikan konsep atau algoritma
penyelesaian masalah
0 Total Skor 2 Skor Akhir 2/12 = 16,67%
Kategori Rendah
Dari analisis jawaban siswa pada tes pemahaman matematis, secara keseluruhan skor yang diperoleh siswa kelas IX-A dari setiap indikator adalah sebagai berikut:
Tabel 12. Hasil Penskoran Pemahaman Matematis siswa kelas IX-A untuk Setiap Indikator pada Siklus I
No
Soal Indikator
Jumlah siswa yang
memperoleh skor Jumlah Siswa
0 1 2 3
Menyajikan konsep dalam bentuk
representasi matematis 3 10 5 14 32
Mengaplikasikan konsep atau
algoritma pemecahan masalah 1 4 13 14 32
Total 13 29 30 56 128
Skor Akhir 0 29 60 168 257/384 = 66,93%
Kategori Sedang
29 2) Penalaran Logis
Hasil analisis jawaban siswa terhadap penalaran logis mendapat tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kategori tersebut disesuaikan dengan pedoman penalaran logis yang terdapat pada tabel 8. Berikut diambil contoh pengerjaan siswa pada soal nomor 2 (penalaran logis):
a) Siswa dengan kategori tinggi
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 18 yang memperoleh hasil skor sempurna. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
30 Gambar 5. Jawaban Penalaran Logis Siswa 18
Dari gambar diatas, siswa dengan nomor absen 18 memenuhi indikator pertama penalaran logis yaitu mengumpulkan fakta. Siswa dapat mengumpulkan fakta dari permasalahan yang disajikan dengan menuliskan apa yang diketahui berupa volume darah dan kandungan sel darah putih dalam darah. Kemudian ditanyakan berupa jumlah sel darah putih dalam satu kantung darah. Pada indikator kedua yaitu membangun dan menetapkan asumsi. Siswa dapat menjelaskan rencana/langkah-langkah penyelesaian permasalahan dengan lengkap. Indikator ketiga yaitu menilai atau menguji asumsi. Siswa sepenuhnya melakukan penyelesaian masalah dengan benar sesuai rencana yang telah dibuat. Indikator keempat yaitu menetapkan generalisasi. Siswa dapat membuat kesimpulan atas langkah-langkah penyelesaian masalah hingga menemukan hasil akhir.
Selanjutnya pada indikator kelima yaitu membangun argument yang mendukung. Pada tahap tersebut siswa dapat membuat rencana lain untuk menyelesaikan permasalahan. Indikator keenam adalah memeriksa atau menguji argument. Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sesuai rencana lain yang telah dibuat dengan benar. Indikator yang ketujuh adalah membuat kesimpulan atas semua penyelesaian yang telah dilakukan. Pada tahap terakhir siswa dapat menarik kesimpulan dengan benar dan lengkap.
Sehingga siswa tersebut mendapatkan skor pada tiap indikator penalaran logis seperti yang disajikan dalam tabel berikut:
31 Tabel 13. Skor Penalaran Logis kategori Tinggi (Siswa No. 18)
Indikator Skor
Mengumpulkan fakta 3
Membangun dan menetapkan asumsi 3
Menilai atau menguji asumsi 3
Menetapkan generalisasi 3
Membangun argumentasi yang mendukung 3
Memeriksa atau menguji kebenaran argument 3
Menetapkan kesimpulan 3
Total Skor 21 Skor Akir 21/21 = 100%
Kategori Tinggi b) Siswa dengan kategori sedang
Pada kategori ini diambil satu subjek dengan nomor absen 11 yang memperoleh hasil skor pada kategori sedang. Berikut hasil jawaban siswa tersebut:
32 Gambar 6. Jawaban Penalaran Logis Siswa 11
Dari gambar diatas, siswa dengan nomor absen 11 memenuhi indikator pertama penalaran logis yaitu mengumpulkan fakta. Siswa dapat mengumpulkan fakta dari permasalahan yang disajikan dengan menuliskan apa yang diketahui berupa volume darah dan kandungan sel darah putih dalam darah. Kemudian ditanyakan berupa jumlah sel darah putih dalam satu kantung darah dengan tepat. Pada indikator kedua yaitu membangun dan menetapkan asumsi. Siswa tidak dapat menjelaskan rencana/langkah-langkah penyelesaian permasalahan. Indikator ketiga yaitu menilai atau menguji asumsi. Siswa melakukan penyelesaian masalah dengan benar namun kurang lengkap karena tidak memberi penjelasan langkah yang dilakukan. Indikator keempat yaitu menetapkan generalisasi. Siswa kurang
Dari gambar diatas, siswa dengan nomor absen 11 memenuhi indikator pertama penalaran logis yaitu mengumpulkan fakta. Siswa dapat mengumpulkan fakta dari permasalahan yang disajikan dengan menuliskan apa yang diketahui berupa volume darah dan kandungan sel darah putih dalam darah. Kemudian ditanyakan berupa jumlah sel darah putih dalam satu kantung darah dengan tepat. Pada indikator kedua yaitu membangun dan menetapkan asumsi. Siswa tidak dapat menjelaskan rencana/langkah-langkah penyelesaian permasalahan. Indikator ketiga yaitu menilai atau menguji asumsi. Siswa melakukan penyelesaian masalah dengan benar namun kurang lengkap karena tidak memberi penjelasan langkah yang dilakukan. Indikator keempat yaitu menetapkan generalisasi. Siswa kurang