• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL TEMUAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Deskripsi Temuan dan Analisis Data

Pelaksanaan wawancara penelitian ini berlangsung mulai dari tanggal 26 September 2022 sampai dengan 20 November 2022 di Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi. Penelitian dilakukan dengan penggunaan metode penelitian kualitatif dan untuk pengambilan data menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, teknik wawancara, juga teknik dokumentasi. Pada tahapan ini, peneliti akan mengolah dan menganalisis data-data yang sudah dikumpulkan, yang mana data-data-data-data tersebut diperoleh dari kegiatan wawancara sebelumnya dan kemudian data-data wawancara akan di dukung dan diperkuat dengan diperolehnya data-data penelitian melalui kegiatan observasi dan dokumentasi.

Pada tahapan ini, analisis data dilakukan dengan menggunakan langkah pertama yaitu reduksi data, lalu dilanjutkan dengan penyajian data, dan terakhir penarikan kesimpulan. Saat dalam proses analisi data, pertama peneliti akan mengelompokkan data yang akan dijadikan sebagai data pokok agar peneliti dapat menghasilkan gambaran data yang jelas sehingga dapat membantu memudahkan peneliti untuk melakukan tahap penelitian selanjutnya.

Setelah menyelesaikan tahap reduksi data, peneliti dapat melaksanakan tahapan berikutnya yaitu tahap penyajian data. Data yang disajikan merupakan data yang telah di himpun dan dikelompokkan oleh peneliti pada tahap sebelumnya. Dengan adanya penyajian data ini, inti dan pokok data akan semakin jelas dan sudah tentu akan memberikan kemudahan bagi peneliti untuk mempersiapkan tahap aktifitas selanjutnya sesuai dengan pemikiran dan

pemahaman peneliti. Hingga akhirnya peneliti mencapai tahap penelitian akhir, yaitu tahap penarikan kesimpulan. Kesimpulan diambil dengan berdasarkan data-data yang telah dianalisis dan diolah tentunya. Sehingga hasil dari adanya pelaksanaan penelitian ini dapat menjawab berbagai pertanyaan dan rumusan penelitan tentang Penggunaan Media Youtube Sebagai Bentuk Media Pembelajaran (Studi Kasus Mahasiswa Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi).

Setelah melaksanakan wawancara penelitian terhadap 8 orang partisipan yang terpilih, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat beberapa poin penting terkait dengan penggunaan Youtube sebagai bentuk media pembelajaran mahasiswa Administrasi Pendidikan. Data-data dari hasil penelitian akan dideskripsikan oleh peneliti di bawah ini, sebagai berikut:

No Tema Sub Tema

1. Penggunaan Youtube Sebagai Media Pembelajaran

Berbagai strategi/bentuk penggunaan (implementasi) Youtube sebagai media pembelajaran mahasiswa

2. Respon dari penggunaan Youtube sebagai media pembelajaran

Respon (penerimaan dan pemahaman) penggunaan Youtube sebagai media pendukung proses pembelajaran.

Kendala-kendala yang dihadapi mahasiswa dan dosen saat menggunakan Youtube dalam proses pembelajaran.

Solusi dalam mengatasi kendala-kendala yang ada tersebut.

Tabel 4.3 Tema dan Sub tema Penelitian

Untuk mengetahui secara lebih rinci terkait penggunaan Youtube sebagai bentuk media pembelajaran mahasiswa di program studi Administrasi Pendidikan dan untuk mengetahui tentang bagaimana efek ataupun dampak dari penggunaan Youtube ini saat digunakan sebagai salah satu media pembelajaran mahasiswa

Program Studi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi, peneliti akan memaparkan hasil penelitiannya dari adanya pelaksanaan wawancara, observasi, dan dokumentasi kepada dosen dan juga mahasiswa Adminstrasi Pendidikan. Berikut ini peneliti menyajikan deskripsi data dari hasil penelitiannya seperti yang dapat dilihat dari isi tabel diatas, peneliti akan menjelaskan dalam uraian berikut:

4.2.1 Penggunaan Youtube Sebagai Media Pembelajaran

Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilaksanakan oleh peneliti di program studi Administrasi Pendidikan, fakta menunjukkan bahwa beberapa dosen Administrasi Pendidikan menggunakan Youtube sebagai bentuk media pembelajaran. Penggunaan Youtube dalam proses pembelajaran ini terlihat bahkan sebelum adanya pandemic Covid-19. Hal ini di dukung dengan adanya dokumen hasil penelitian terlihat beberapa materi pembelajaran dari Youtube yang digunakan dosen dan mahasiswa untuk mendukung proses pembelajaran.

1. Berbagai bentuk metode penggunaan Youtube sebagai media pembelajaran di program studi Administrasi Pendidikan

Dalam penggunaannya sebagai media pembelajaran di program studi Administrasi Pendidikan, Youtube ini di variasikan oleh dosen dengan berbagai macam fungsi seperti yang dikatakan partisipan yaitu (Fs) pada saat diwawancara tanggal 18 Nov 2022:

saya menggunakan beberapa metode sinkronus maupun asinkronus tapi Intinya saya menggunakan memanfaatkan YouTube itu untuk pembelajaran online Ya baik semi tatap muka maupun full non tatap muka Yang pernah saya lakukan Saya

sudah pernah melakukan dua metode baik tatap muka maupun non tatap muka, jadi mix ya campuran. Yang non muka itu benar-benar saya terapkan ketika Masa pandemi covid kemarin itu Full non tatap muka setelah itu saya untuk membuat video presentasi melalui YouTube kemudian yang sekarang ini YouTube tersebut sudah tersimpan ketika di dalam kelas saya berikan form penilaian online sama-sama mahasiswa dalam pembelajaran tatap muka menilai video tersebut. Bagaimana kualitas presentasinya, Bagaimana kualitas kontennya, materinya Kemudian ada beberapa pertanyaan baru kita diskusikan tapi tetap media YouTube sebagai materi utama sebagai materi utama ada selain presentasi mahasiswa kadang presentasi saya sendiri seperti kayak kemarin cara teknik mengenal Google side membuat situs gratis menggunakan Google Sides pas di tatap muka dibahas itu jadi bahan apa yang kurang ada pertanyaan apa nggak, Nah seperti itu. Tetap dipakai baik tatap muka maupun non tatap muka tetap di pakai.”

Selanjutnya (Bs) selaku partisipan menambahkan bentuk penggunaan Youtube saat beliau gunakan sebagai media pembelajaran.

“Jadi, Saya membuat konten yang sesuai dengan materi pembelajaran membuat kontennya dari slide divideokan kemudian linknya dikirimkan kepada mahsiswa kemudian mahasiswa diminta untuk memberikan komentar ataupun memberikan resume dari pembelajaran yang dari Youtube tadi. Jadi ada macam-macam ada yang dalam bentuk pemaparan materi, kemudian penugasan, dan lain sebagainya.” (Wawancara 18 November 2022)

Tambahan lain juga dipaparkan dipaparkan oleh partisian yaitu (Sf) selaku dosen pengajar yang aktif memanfaatkan kemajuan teknologi dalam kegiatan mengajarnya. Beliau mengatakan:

Youtube itu memberikan banyak ruang kepada mahasiswa dan dosen untuk mengelaborasi dan berkolaborasi dengan platform itu. Berelaborasi disini artinya disini mahasiswa dan dosen disini sebagai pengguna hanya menikmati Youtube sebagai penyedia, kemudian berkolaborasi disini maksudnya lebih memanfaatkan Youtube itu.

Misalnya Saya sebagai dosen membuat video pembelajaran tentang sebuah materi tertentu yang kemudian di upload di Youtube dan mahasiswa diarahkan untuk mengakses pembelajaran melalui perangkat-perangkat atau bisa juga Saya memberikan suatu topic pembelajaran tertentu yang nantinya akan dibahas oleh mahasiswa dengan membuat video. Dari video-video mahasiswa tersebut nantinya tentu akan Saya analisis dan pertimbangkan bagi video yang menurut Saya memenuhi syarat dan mumpuni, maka akan Saya upload di Youtube. Saya sudah menerapkan Youtube itu salah satu contohnya saya sudah membuat beberapa video konten yang kemudian mahasiswa mengaksesnya.

Sebaliknya, dalam konteks pembelajaran tertentu mahasiswa juga bisa memproduksi misalnya yang kita lakukan di matakuliah ICT dalam AP. Dalam konteks pendalaman suatu materi, mahasiswa diminta untuk menjelaskan suatu topic dalam durasi tertentu tidak terlalu panjang. Kemudian dia menyampaikan materi yang dimaksud atau yang diminta oleh dosen kemudian mahasiswa menjelaskan itu dalam sebuah video pendek yang kemudian diupload dan dievaluasi.” (wawancara terhadap partisipan ini dilakukan pada 26 Oktober 2022)

Kemudian variasi penggunaan lain yang kemungkinan bisa digunakan dijelaskan oleh partisipan yaitu (R) beliau memaparkan:

Kalau digunakan sebagai sumber belajar, ya Saya pikir itu hal yang menyenangkan baik bagi dosen maupun mahasiswa. Misalnya ada satu video yang terkait dengan pelajaran, dosen akan membagikan link video tersebut kepada mahasiswa “nih coba buka link video ini dan saudara cermati apa yang kiranya bisa kita tangkap, apa

yang bisa kita simpulkan” nah itu saya kira itu menarik untuk mahasiswa. Begitupun dengan misalnya mahasiswa diminta dosen untuk mencari “ayo coba cari video di Youtube yang sesuai dengan kajian materi kita” itu tentu akan mempermudah, cukup dengan ketik kata kunci akan ketemu video-video itu.” (wawancara terhadap partisipan dilaksanakan pada 17 Oktober 2022)

Pemaparan dari partisipan 1 yaitu (R) selaku ketua jurusan Ilmu pendidikan mengenai berbagai metode penggunaan Youtube sebagai media pembelajaran diperkuat dengan adanya pernyataan dari partisipan 10 dan 11 yaitu saudari (Mm) dan (Rae) selaku mahasiswa yang memang merasakan penggunaan Youtube dalam proses perkuliahan mereka. Keduanya menyatakan:

Biasanya kami akan diberikan link dari Youtube oleh dosen yang isi kontennya tentang materi pembelajaran kami.”(Mm) (wawancara ini dilaksanakan pada 21 September 2022)

Kemudian pernyataan saudari (Mm) diperkuat oleh teman seangkatan yang berbeda kelas yaitu saudari (Rae). Ia menyatakan:

Cara kami mengakses pembelajaran dengan Youtube itu dari dosennya yang memberikan link materi Youtube di grup matakuliah kelas kemudia kami diarahkan untuk mengakses dan menonton video pembelajaran itu.” (Wawancara ini dulaksanakan pada 21 September 2022)

Tak hanya beberapa pernyataan diatas, berbagai metode dalam penggunaan Youtube sebagai media pembelajaran juga dijelaskan oleh partisipan lain yaitu (Dd). Beliau menyatakan:

“Youtube sejauh ini sangat membantu ya, dari 2 tahun terakhir ini Saya mengumpulkan dari Youtube-youtube gitu. Saya lihat misalnya pengajaran manajemen perpustakaan di universitas A nanti dari universitas B dengan matakuliah serupa, nah Saya ambil terus Saya gabungkan dan Saya lihat dan Saya bandingkan mana yang lebih bagus itu nantinya yang akan jadi materi.” (wawancara terhadap partisipan ini dilaksanakan pada 27 Oktober 2022).

Berdasarkan wawancara terhadap partisipan, banyak ditemukan pernyataan-pernyataan yaitu, terlihat bahwa dengan media Youtube banyak sekali macam-macam penggunaanya khususnya di program studi Administrasi Pendidikan. Berbagai metode dosen dalam menggunakan Youtube tentu bertujuan untuk memudahkan mahasiswa dan dosen itu sendiri dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran di kelas perkuliahan mereka. Banyaknya berbagai metode penggunaan Youtube tersebut membuktikan bahwa dosen dan mahasiswa di program studi Administrasi Pendidikan tidak hanya berelaborasi namun juga mampu berkolaborasi dengan adanya platform Youtube ini.

Adanya penggunaan Youtube ini sebagai media pembelajaran, maka peneliti melaksanakan wawancara kepada beberapa dosen dan mahasiswa Administrasi Pendidikan untuk bisa menggali lebih dalam lagi mengenai penggunaan dan pemanfaatan Youtube ini. Dari aktifitas wawancara yang telah dilakukan, adanya penggunaan Youtube dalam proses pembelajaran mahasiswa diperkuat dengan pernyataan partisipan (Fs) selaku dosen pengajar mahasiswa Administrasi Pendidikan:

“Saya sudah pernah melakukan dua metode baik tatap muka maupun non tatap muka, jadi mix ya campuran. Yang non muka itu benar-benar saya terapkan ketika Masa pandemi covid kemarin itu Full non tatap muka” (18 November 2022).

Kemudian partisipan (Dd) yang juga merupakan dosen pengajar juga mengatakan:

Youtube sejauh ini sudah sangat membantu Saya. Karena sudah terbukti dari 2 tahun terakhir ini Saya mengumpulkan materi dari Youtube-youtube kemudian Saya bandingkan dan Saya analisis dan yang menurut Saya layak itu yang Saya jadikan materi.”

(wawancara terhadap partisipan ini dilaksanakan pada 27 Oktober 2022).

Kemudian pernyataan ini di dukung dengan adanya penjelasan dari (R) selaku ketua jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi yang memberikan kebebasan untuk para dosen dalam memilih media ajar yang mereka kehendaki, asalkan media yang digunakan tersebut dapat memudahkan dosen untuk mencapai pembelajaran, beliau mengatakan:

Ya, boleh saja dosen dalam upayanya untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran, mereka menggunakan media manapun apapun baik itu secara langsung dalam kelas ataupun melalui aplikasi misalnya Ms word atau melalui media social seperti Youtube, silahkan saja selagi itu dapat mendukung dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran itu bisa mudah dipahami, dan mahasiswa dapat berkreasi dari sumber Youtube tersebut. Apalagi Youtube sendiri merupakan media social yang memang banyak diminati dan diakses mahasiswa.” (wawancara terhadap partisipan dilaksanakan pada 17 Oktober 2022)

Tak hanya itu, penggunaan Youtube sebagai media pembelajaran ini diperkuat dengan pernyataan dari (Mad) selaku mahasiswa program studi Administrasi Pendidikan angkatan 2019 dan ketua kelas Ruang 1. Ia menyatakan:

Pembelajaran dengan Youtube mulai saya gunakan saat kita memasuki masa Covid-19, yang dimana seluruh dunia melakukan semua kegiatan secara online atau dirumah saja, jadi ditengah pembelajaran online, ada beberapa dosen yang menerapkan system pembelajaran dengan menggunakan Youtube kepada para mahasiswanya yang berkaitan dengan materi perkuliahan di setiap minggunya.” (wawancara terhadap partisipan ini dilaksanakan pada 15 Oktober 2022)

Berdasarkan dari pelaksanaan wawancara yang telah peneliti lakukan hasil wawancara menunjukkan bahwa dalam melaksanana proses pembelajaran di program studi Administrasi Pendidikan beberapa dosen menggunakan platform Youtube sebagai media untuk mendukung penyampaian materi perkuliahan dan memudahkan dosen serta mahasiswa untuk mencapai tujuan perkuliahan.

Dalam kegiatan wawancara yang telah peneliti lakukan terhadap partisipan-partisipan penelitian, peneliti juga menemukan mengenai kelemahan-dan keunggulan platform Youtube saat digunakan sebagai media pembelajaran.

Adapun temuan penelitian terkait dengan kelemahan dan keunggulan Youtube dijelaskan oleh partisipan 1 yaitu (R) selaku ketua jurusan, yang menyatakan:

Kalau pakai Youtube mungkin ada 3 jenis ya ada suara, ada gambar, ada video bergerak. Itu mungkin lebih memudahkan sebagai media belajar daripada hanya gambar saja atau suara saja, lebih pasnya audio visual. Nah itu kalau ada visual, lebih lengkap mahasiswa bisa merasakan langsung ada gambar, ada suara, ada video bergerak nah itu jadi lebih lengkap. Saya kira itu bagus juga dan lebih melengkapi pembelajaran, Saya

pikir demikian.” (Wawancara terhadap partisipan dilaksanakan pada 17 Oktober 2020)

Partisipan (Dd) juga menyatakan keunggulan menurutnya yang diperoleh saat menggunakan Youtube untuk mengajar materi perkuliahan. Beliau berkata:

Kelebihannya dosen ga perlu sibuk-sibuk lagi mempersiapkan materi perkuliahan kan sudah ada mater-materi pembanding dari tempat-tempat yang lain, kemudian untuk dosen dan mahasiswa yang tempat tinggalnya jauh dari kampus juga dimudahkan dengan tidak harus selalu setiap kuliah datang ke kampus karena mereka tetap bisa belajar dan mengajar dengan online dan dibantu Youtube itu.” (wawancara terhadap partisipan dilakukan pada 27 Oktober 2022)

Selanjutnya bapak (Bs) dan (Fs) juga menambahkan:

Responnya ya cukup tertarik, karena mereka tidak perlu repot-repot untuk datang ke kampus gitu ya. Apalagi kalau misalnya bapak sedang di luar kota, atau sedang ada penugasan dimana gitu kan, jadi itu adlah cara untuk meng-cover perkuliahan tatap muka yang tidak bisa dilaksanakan di kampus.” Wawancara pada 18 November 2022

(Fs) “1) Lebih fleksibel dalam sisi penggunaan data internet nya bisa disetel mau yang hemat apa enggak Kalau yang lain enggak bisa tuh mau pakai paling hemat, mau pakai paling hemat 144p atau mau yang full HD 1080 biar nampak lebih jelas, itu terserah mahasiswa, tergantung dari kemampuan dia untuk mengakses video Youtube tersebut. Kalau mau yang hemat ya pakai yang paling terkecil kualitas videonya mungkin sambil mendengar dapatlah gestur-gesturnya, tetapi cukup jelas kok walaupun 144p cukup jelas kok. Memang untuk hal-hal yang bersifat detail, mungkin harus ditingkatkan aja kualitasnya. 2) Di setiap mahasiswa, bukan semua tapi saya berani jamin semua mahasiswa bisa mengakses Youtube, makanya saya tetap bertahan menggunakan Youtube, mudah diakses oleh seluruh mahasiswa, kemudian dia fleksibel

dalam penggunaan, pemanfatn kuota. Bagi saya sendiri, karena video saya sudah banyak di Youtbe, jadi membuka akses mahasiswa untuk membuka akses vide-video saya yang lain juga, jadi seperti itu yang mungkin bisa bermanfaatn untuk mahasiswa tersebut.”

(Wawancara 18 November 2022)

Kemudian selain pernyataan diatas terdapat pula pandangan partisipan (Sf) selaku dosen pengajar aktif Administrasi Pendidikan. Beliau mengatakan:

Dalam konteks pendalaman suatu materi,mahasiswa diminta untuk menjelaskan dalam durasi tertentu tidak terlalu panjang. Kemudian dia menyampaikan materi yang dimaksud atau yang diminta oleh dosen kemudian mahasiswa menjelaskan itu dalam sebuah video pendek kemudian di-uploud dan dievaluasi. Artinya ada keterampilan-keterampilan disitu yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Ya critical thinking, kreativitas dalam memproduksi video, kemudian bagaimana dia berkomunikasi dengan baik secara diri sendiri maupun komunikasi interpersonal artinya melibatkan orang lain. Jika dosen menerapkan pemanfaatan Youtube sebagai platform dalam konteks pengembangan pembelajaran itu bagus. Artinya pembelajaran itu sudah mencerminkan kebutuhan belajar abad ke-21, menghendaki critical thinking, menghendaki kreativitas, kemudian menghendaki pola komunikasi interpersonal yang baik dengan banyak orang, dan berkolaborasi baik dengan kolega maupun dengan dunia luar, itu yang dimaksudkan.”

(wawancara pada 26 Oktober 2022). Kemudian beliau juga menambahkan:

Memang kelemahannya Youtube ini jika dosen atau pengguna tidak memahami aturan-aturan misalnya video-video yang akan dimuat itu akan menjadi kendala. Contoh misalnya pemilihan narasi yang tidak tepat, itu orang akan malas melihatnya. Durasi video terlalu panjang, ya padahal berdasarkan hasil riset orang hanya menonton video itu hanya kisaran 3 – 5 menit saja dan menit ke 5 itu saja sudah bosan. Kemudian ada ketentuan-ketentuan yang tidak boleh, misalnya meng-uploud video yang mengandung unsur copyright seperti lagu-lagu yang mengandung sara itu tidak boleh. Kemudian

foto-foto kalau itu bukan hasil produksi sendiri, foto-foto-foto-foto itu harus memperoleh izin dari yang punya baik foto maupun videonya. Nah oleh sebab itu, tentu harus memiliki proses yang panjang bagi dosen maupun mahasiswa ketika dia memproduksi mengetahui ketentuan itu.” (wawancara terhadap partisipan 2 dilaksanakan pada 26 Oktober 2022)

Pandangan (Sf) diatas mengenai keunggulan dan kelemahan Youtube, pandangan lain ditambahkan oleh (Fs) beliau mengatakan:

“Youtube kekurangannya kelemahannya ini bisa ditambahkan kurangnya interaksi antara penonton dengan penyaji, kecuali menggunakan live streaming. Di live streaming kita bisa mengajukan pertanyaan saat video itu dibuat. jadi bisa langsung direspon tapi kalau Youtube yang rekaman gabisa. (Wawancara 18 November 2022)

Kemudian pandangan mengenai kekurangan tersebut ditambahakan oleh (Az) selaku mahasiswa yang merasakan langsung proses pembelajaran dengan menggunakan Youtube. Ia menyatakan:

Menurut Saya, eksistensi Youtube ini sangat berperan di dunia pendidikan apalagi semua yang kita cari pasti ada disana. Untuk meningkatkan motivasi belajar itu pastinya benar, kemudian pembelajarannya mudah diakses, sehingga kita bisa belajar di manapun dan kapanpun, videonya juga bisa diputar dan ditonton secara berulang-ulang, dan banyak pula video-video yang penjelasannya menarik.” (wawancara ini lakukan pada 15 Oktober 2022)

Kemudian mengenai kelemahan penggunaan Youtube ini ditambahkan oleh partisipan yaitu (Mm). Ia menambahkan:

Untuk keefektifan kurang sih kak, karena dengan Youtube kami hanya terpaku pada materi yang tersedia di dalam video dan jika diantara kami ada yang kurang mengerti dan kurang memahami materi maka kami akan sulit untuk bertanya dan

meminta penjelasan materinya.” (wawancara terhadap partisipan ini dilakukan pada 21 September 2022).

Berdasarkan hasil analisis data wawancara, terdapat beberapa temuan penelitian yang menjawab mengenai apa-apa saja yang menjadi keunggulan Youtube saat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, seperti adanya tuntutan capaian pembelajaran di era digital sekarang mahasiswa harus menguasai keterampilan-keterampilan tertentu dalam memproduksi video pembelajaran. Hal ini tentu merangsang kriativitas dan critical thinking bagi mahasiswa. Kemudian mahasiswa sebagai partisipan penelitian ini juga mengakui dengan Youtube pembelajaran lebih fleksibel, dapat diulang dan diakses kapanpun dan dimanapun.

Namun beberapa kelemahan Youtube saat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran juga ditemukan disini. Dimana terdapat partisipan yang mengatakan dapat menimbulkan rasa bosan saat pembelajaran hanya terpaku pada Youtube, dan ada juga beberapa dari mereka yang kurang bisa mendalami materi mereka butuh penjelasan pendukung materi dari dosen secara langsung dengan penggunaan media-media lain.

4.2.2 Respon dari penggunaan Youtube sebagai media pembelajaran

Berdasarkan hasil pelaksanaan wawancara penelitian yang telah peneliti lakukan terhadap 11 subjek terpilih terkait penggunaan Youtube sebagai bentuk media pembelajaran, tentunya menimbulkan efek atau dampak bagi mahasiswa dan dosen prodi Administrasi Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi itu sendiri. Berikut ini beberapa yang dirasakan mahasiswa:

1. Respon (penerimaan dan pemahaman) mahasiswa Administrasi Pendidikan dari penggunaan Youtube sebagai bentuk media pembelajaran di program studi Administrasi Pendidikan

Dalam konteks respon, peneliti juga mempertanyakan tentang bagaimana efektivitas penggunaan media Youtube sebagai media pembelajaran di Administrasi Pendidikan. Untuk mengetahui respon mahasiswa dari penggunaan platform Youtube sebagai media pembelajaran, peneliti melakukan wawancara terhadap dosen dan mahasiswa. Hasil dari wawancara terhadap dosen pengajar yang merupakan partisipan (Sf). Beliau mengatakan:

“Ya ketika ini sudah menjadi tuntutan zaman dan menjadi apa ya trend bagi mahasiswa itu menjadi hal yang lumrah dan biasa. Artinya tidak terlalu kaget, Cuma kagetnya selama ini kan mahasiswa itu lebih banyak bertindak sebagai user, dia hanya sebagai penikmat atau penonton yang memberikan like jempol ataupun subscribe. Tapia da hal yang trend ya berdasarkan pengalaman bapak menggunakan Youtube dan melibatkan mahasiswa mengajak kepada mereka untuk bisa aktif bukan hanya pasif. Nah ini kan merupakan tuntutan revolusi industry 4.0 dan masyarakat 5.0 yang mana bagaimana dosen dan mahasiswa memanfaatkan itu. Nah sekarang platform Youtubenya sudah ada manfaatkan dong.

Jadi dalam konteks ini mahasiswa di ajak serta digiring dan respon mereka tentu positif dan bangga. Saudara sendiri kan sebagai yang telah merasakan menjadi mahasiswa bapak merasakan sendiri karya-karya saudara bersama teman-teman di era itu dan berikutnya adik-adik kelasmu itu banyak di akun Youtube bapak , bapak uploud ketika itu memenuhi persyaratan. Dan hal ini tentu memberikan rasa senang kepada mereka.

Sehingga ini bisa memotivasi mahasiswa lain untuk bisa berkarya. Nah ini bapak tunjukkan beberapa contoh videonya yang sudah dihasilkan oleh adik-adik kelasmu.

Sehingga ini nantinya tidak membuat mereka kaget karena sudah dibiasakan bagaimana memproduksi sebuah konten video, video belajar lebih tepatnya. Dan tentunya respon mereka sangat positif.” (wawancara terhadap partisipan dilakukan pada 26 Oktober 2022)

Selanjutnya, tambahan lain yaitu dari (Bs) juga mengatakan:

Responnya ya cukup tertarik, karena mereka tidak perlu repot-repot untuk datang ke kampus gitu ya. Apalagi kalau misalnya bapak sedang di luar kota, atau sedang ada penugasan dimana gitu kan, jadi itu adlah cara untuk meng-cover perkuliahan tatap muka yang tidak bisa dilaksanakan di kampus. Jadinya diberikan link materinya lalu mahasiswa diminta komentarnya dan juga itu tadi dibuat resumenya yang dikumpulkann di hari kemudian. Jadi mahasiswa benar-benar menyimak daripada video yang ditayangkan di Youtube tadi.” (Wawancara 18 November 2022).

Partisipan lain yaitu (Fs) ikut serta mengungkapkan pandangannya:

“Mahasiswa Alhamdulillaah, selama ini belum pernah terkendala Kendala dalam mengakses video yang saya unggah di Youtube itu belum pernah menghadapi kendala apapun juga respon mahasiswa tidak ada yang tidak, tidak terbatas dengan waktu dan tempat mau di pelosok mau di mana saja internet mereka bisa mendapatkan pembelajaran melalui video YouTube yang saya gunakan tidak pernah ada permasalahan lah.

Nggak ada karena nampaknya mahasiswanya juga sudah saya kasih tau juga bagaimana secara pribadi itu mengupload karyanya melalui YouTube kan saya kasih pilihan terbuka Apakah mau saya yang mengupload ataukah mereka yang mengupload itu ada di form ketika mereka mengirim hasil tugas mereka.” (Wawancara 18 November 2022)

Dokumen terkait