• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Prosedur Pengembangan Tes Hasil Belajar

Pengembangan tes hasil belajar matematika kompetensi dasar menggunakan faktor prima untuk menentukan KPK dan FPB untuk siswa kelas V sekolah dasar tahun ajaran 2016/2017 dikembangkan berdasarkan modifikasi langkah-langkah penelitian pengembangan Borg and Gall. Langkah-langkah yang digunakan peneliti meliputi tujuh langkah dan akan dijabarkan sebagai berikut :

a. Potensi dan Masalah

Potensi dan masalah dalam penelitian berangkat dari belum adanya tes hasil belajar yang sesuai dengan kriteria soal yang baik. Potensi dari penelitian ini adalah tes hasil belajar untuk mengukur kemampuan siswa rutin dilakukan setiap akhir

materi pelajaran, UTS, UAS, maupun UN. Masalah yang terdapat dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar yang dibuat belum mengikuti langkah-langkah penyusunan tes dan belum sesuai dengan kriteria tes yang baik.

Tes seringkali dibuat tanpa melalui pengujian validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran dan analisis pengecohnya. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan bahwa guru memerlukan contoh tes hasil belajar yang sesuai dengan kriteria soal yang baik dengan ketentuan validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan analisis pengecoh yang layak untuk menjadi alat ukur kemampuan siswa.

b. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara. Wawancara peneliti lakukan kepada dua guru kelas V A dan V B SD Kanisius Ganjuran yang dilakukan pada tanggal 2 Juli 2016. Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan terhadap dua guru dapat disimpulkan bahwa kedua guru tersebut mengalami kesulitan dalam membuat tes hasil belajar. guru juga belum memperhatikan langkah-langkah dan kriteria tes yang layak untuk dijadikan alat ukur sesuai dengan validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran dan analisis pengecohnya. Kedua guru tersebut juga memerlukan contoh tes hasil belajar yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan analisis pengecohnya sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur kemampuan siswa.

c. Desain Produk

Desain produk pada penelitian ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan guru yaitu prototipe tes hasil belajar kompetensi dasar menggunakan faktor prima untuk menentukan KPK dan FPB untuk siswa kelas V SD. Tes hasil belajar berbentuk soal pilihan ganda. Pembuatan produk diawali dengan pemilihan KD sesuai dengan kebutuhan guru, selanjutnya peneliti merumuskan indikator sejumlah 14 indikator yang sesuai dengan taraf kognitif taksonomi Bloom dan kisi-kisi soal yang akan dibuat. Peneliti membuat tiga tingkatan kesulitan soal menurut Sudjana (2009: 135) yaitu 30% mudah, 50% sedang, dan 20% sukar. Selanjutnya peneliti menjabarkan indikator menjadi tes hasil belajar beserta dengan kunci jawabannya sebanyak 60 butir soal.

d. Validasi Desain

Peneliti melakukan validasi kepada 5 ahli yaitu satu dosen matematika PGSD Universitas Sanata Dharma, tiga guru kelas V Sekolah Dasar, dan seorang guru pengampu mata pelajaran matematika kelas VI di Sekolah Dasar. Kelima validator akan diberikan lembar kuesioner expert judgement yang berfungsi untuk memberikan penilaian desain produk tes hasil belajar. Berikut adalah hasil validasi desain oleh 5 ahli:

Tabel 4.1 Hasil Validasi Ahli

No Validator Rerata

1 Dosen Matematika PGSD Universitas Sanata Dharma

3,7

2 Guru Kelas V SD Kanisius Ganjuran 3,8 3 Guru Kelas V SD Kanisius Bantul 3,4 4 Guru Kelas V SD Kanisius Kanutan 2,6 5 Guru Matematika Kelas VI SD Kanisius

Ganjuran

2,9

Rata-rata 3,3

Tabel 4.1 merupakan hasil validasi dari lima ahli, rata-rata perolehan validasi ahli adalah 3,3. Berdasarkan tabel 3.4 kategori skor kuesioner menurut (Widoyoko, 2015: 69) maka perolehan skor rata-rata validasi ahli termasuk dalam kategori “sangat baik” dan sudah layak untuk diujikan.

e. Revisi Desain

Revisi desain pada penelitian ini dilakukan setelah melewati proses validasi desain oleh lima ahli matematika. Revisi desain dilakukan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan dan mendapatkan perangkat tes yang lebih baik. Revisi desain dilakukan pada semua soal yang telah dibuat untuk memperbaiki konsep soal, bahasa yang digunakan sulit dimengerti siswa dan pengecoh pada setiap soal. Komentar validator dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2 Komentar Validator

Validator Komentar / Saran

Dosen matematika

PGSD Universitas Sanata Dharma

Ada beberapa soal yang tidak terdapat jawaban yang benar. Jika soal memahami pilihan jawaban menggunakan definisi. Guru kelas V

SD Kanisius Ganjuran

Kurangi kata-kata yang sulit dipahami siswa.

Guru Kelas V SD Kanisius Bantul

Secara umum soal sesuai dengan indikatordan baik, perlu ketelitian dalam option jawaban agar sesuai dengan kunci jawaban.

Guru Kelas V

SD Kanisius Kanutan

Pemetaan indikator sudah sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dicapai tetapi masih ada beberapa soal yang harus direvisi karena tidak ada jawabannya.

Guru Matematika Kelas VI SD Kanisius Ganjuran

- Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu mohon disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut atau kronologinya.

- Dalam soal pilihan ganda, kalimat tanya sebaiknya diakhiri dengan titik-titik bukan tanda tanya.

f. Uji Coba Desain

Produk yang telah dilakukan revisi oleh peneliti kemudian diuji cobakan dilapangan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan produk yang dihasilkan.

Uji coba dilakukan kepada 62 siswa kelas V SD Kanisius Ganjuran dan SD Kanisius Bantul. Soal dibagi menjadi dua tipe soal, tipe soal A dan tipe soal B dengan tingkat kesulitan yang sama. Peneliti memberikan dua tipe soal kepada masing-masing kelas, setengah dari jumlah siswa mendapatkan tipe soal A dan setengah lagi mendapatkan tipe soal B, setiap meja mendapatkan dua tipe soal yang berbeda. Hasil uji coba tes hasil belajar kemudian dianalisis menggunakan aplikasi TAP (Test

Analysis Program) untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat

kesukaran, dan fungsi pengecoh pada setiap butir soal. Hasil analisis uji coba produk tes dapat dilihat pada (lampiran hal. 159).

g. Revisi Produk

Berdasarkan hasil analisis uji coba produk, kemudian peneliti memilih soal-soal yang memiliki validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan analisis pengecoh yang sesuai dengan kategori yang telah ditentukan peneliti. Peneliti akan mengetahui kualitas soal mana yang sudah memenuhi kriteria soal yang baik, soal mana yang membutuhkan revisi, dan soal mana yang harus dibuang. Peneliti sendiri sudah memiliki kriteria soal yang akan direvisi. Revisi pada langkah ini merupakan langkah terakhir dalam penelitian, sehingga produk yang dihasilkan setelah melalui tahap revisi ini sudah dianggap layak untuk digunakan sebagai soal tes yang baik. Peneliti akan melakukan revisi pada pengecoh-pengecoh yang tidak berfungsi dengan baik. Berikut ini adalah daftar pengecoh yang tidak berfungsi:

Tabel 4.3 Daftar Pengecoh yang Tidak Berfungsi Tipe

Soal

Nomor Soal

Pengecoh yang tidak Berfungsi

A

2 Option B (23, 27, 32, 38, dan 43)

3 Option D (1, 2, dan 6)

26 Option A (Menghitung KPK 26 dan 34)

B 3 Option C (74, 94, 102, dan 122) Option D (74, 94, 104, dan 122) 6 Option A (2, 3 dan 5) 7 Option B (2 dan 5) Option D (5 dan 7) 8 Option B (96) Option D (288) 11 Option A (72) 19 Option D (20.45) 28 Option B (37 hari)

Berdasarkan tabel 4.3 di atas soal tipe A memiliki tiga pengecoh yang tidak berfungsi dengan baik yaitu pada soal nomor 2, 3, dan 26. Soal tipe B memiliki sepuluh pengecoh yang tidak berfungsi dengan baik yaitu pada soal nomor 3, 6, 7, 8, 11, 19, dan 28.

Dokumen terkait