• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Pengumpulan Data dan Keterangan Kerugian Dampak Tumpahan

IV. HASIL KEGIATAN

4.5 Kajian Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Perhitungan

4.5.2 Prosedur Pengumpulan Data dan Keterangan Kerugian Dampak Tumpahan

Kejadian tumpahan minyak memberi dampak yang negatif bagi lingkungan pesisir dan laut baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun penghitungan kerugian yang ditimbulkan seringkali sulit dilakukan karena tidak tersedianya data awal sebagai landasan perubahan nilai manfaat yang diberikan oleh lingkungan dan pesisir kepada manusia. Oleh karena itu pula seringkali pembuatan laporan penuntutan nilai kerugian dipertanyakan oleh sejumlah pihak mengenai keakuratan nilai yang dhitung. Atas dasar tersebut, penghitungan nilai kerugian harus diawali dengan pembuatan database terkait nilai ekonomi dari jasa-jasa yang diberikan oleh lingkungan pesisir dan laut.

Pada saat kejadian tumpahan minyak, proses penghitungan diawali dengan penerimaan laporan dan bukti permulaan dari tim pengumpulan bukti permulaan. Data laporan awal akan diproses lebih lanjut setelah terkonfirmasi dari penanggungjawab di tingkat lapangan. Secara umum proses yang akan dilakukan terdiri dari 4 langkah yaitu :

1. Perencanaan survey lapangan

Studi awal dilakukan dengan membuka kembali dokumen database nilai ekonomi sumberdaya pesisir dan laut pada lokasi kejadian. Dokumen-dokumen pendukung terkait kondisi geografis, ekosistem, kependudukan, pemanfaatan sumberdaya

79 kelautan dan perikanan juga dipersiapkan sebagai bahan perumusan design survey lapangan. Langkah yang paling penting selanjutnya adalah penyusunan personil yang akan melakukan ke lapangan. Penyiapan personil tidak dapat serta merta mengingat pengambilan data lapangan tidak dapat dilakukan secara terstandar bila dilakukan oleh personil yang tidak memahami struktur data dan teknik pengambilan data. Masalah yang sangat potensial terjadi adalah tidak adanya personil ketika tumpahan minyak terjadi di lapangan karena personil sedang survey penelitian lainnya. Langkah antisipasi yang dapat dilakukan adalah dengan memperbanyak jumlah personil peneliti yang terlibat. Selain itu diperlukan tim cadangan sebagai enumerator tambahan yang sewaktu-waktu dapat mengambil data yang dibutuhkan. Agar hasil yang diperoleh memenuhi standar yang diinginkan maka pembuatan panduan survey serta pelatihan bagi tim tersebut harus dialokasikan.

Desain survey disesuaikan dengan perkiraan potensi areal dan pemanfaat terdampak. Pada areal terdampak akan terlihat luas area dan jenis ekosistem yang terpengaruh. Pada tiap-tiap ekosistem akan diketahui pula jenis-jenis pemanfaatan yang ada melalui database yang telah dikumpulkan. Setelah informasi awal tersebut diperoleh kemudian baru dapat dibuat rencana pengambilan data lapangan mulai dari kerangka dan teknik survey, waktu, personil, instrumen, klasifikasi dan jumlah responden serta pembiayaan yang diperlukan.

2. Survey lapangan

Pelaksanaan survey lapangan dilakukan dalam jarak yang tidak jauh dari waktu kejadian perkara. Tujuan utama pelaksanaan survey adalah pengumpulan data-data yang dibutuhkan untuk menghitung nilai total kerugian yang dialami akibat adanya tumpahan minyak. Secara umum terdapat tiga kategori kerugian yang akan dihitung yaitu Nilai Kompensasi, Biaya Restorasi dan Biaya Penilaian.

Nilai kompensasi adalah nilai yang harus dikompensasikan akibat hilangnya nilai ekonomi dari sumberdaya pesisir dan laut yang terdampak tumpahan minyak baik.

80 Nilai ekonomi dimaksud mencakup nilai manfaat (use value) dan nilai bukan manfaat (non use value) yang sudah dikenal konsepsinya secara umum dalam kerangka nilai total ekonomi/ total economic value (TEV). Nilai manfaat terdiri dari manfaat langsung dan tidak langsung. Contoh manfaat langsung adalah nilai manfaat penangkapan ikan, budidaya ikan, wisata bahari dan sejenisnya. Contoh manfaat tidak langsung diantaranya adalah manfaat ekosistem mangrove sebagai perangkap karbon (carbon sink), pelindung wilayah pesisir, dan bioremediasi. Nilai bukan manfaat terdiri dari nilai eksistensi dan nilai pewarisan. Contoh nilai eksistensi adalah nilai estetika, budaya, religi yang diberikan oleh masyarakat atas keberadaan ekosistem. Contoh nilai pewarisan adalah nilai yang rela dibayarkan oleh masyarakat untuk menjaga ekosistem dengan tujuan pewarisan kepada generasi mendatang.

Biaya restorasi adalah biaya yang diperlukan untuk mengembalikan fungsi ekosistem pesisir dan laut yang mengalami gangguan akibat adanya tumpahan minyak. Biaya ini mencakup mulai dari biaya pembersihan sampai dengan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut seperti kondisi semula. Biaya pembersihan meliputi biaya yang dilakukan oleh pemerintah dan non pemerintah seperti masyarakat, pelaku usaha, atau lembaga swadaya masyarakat. Rehabilitasi yang dimaksud meliputi biaya pembibitan dan penanaman/ transplantasi yang setara dengan jumlah luasan yang mengalami gangguan.

Biaya penilaian adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh pihak pihak pemerintah dalam melakukan penilaian kerugian tumpahan minyak yang meliputi biaya persiapan, biaya survey, biaya pelaporan, biaya negosiasi dan penuntutan dan biaya administrasi. Biaya survey dan pelaporan mencakup semua aspek yang dibutuhkan seperti biofisik, penginderaaan jauh, dan sosial ekonomi.

Kegiatan survey meliputi beberapa hal yaitu pengumpulan data dan informasi dari instansi-instansi terkait, wawancara, dan observasi lapangan. Wawancara merupakan teknik yang digunakan untuk menggali permasalahan yang ada dalam suatu wilayah (Sugiyono, 2008). Kegiatan wawancara ini secara lebih spesifik menggunakan wawancara secara terstruktur karena sudah cukup jelas informasi

81 yang dibutuhkan dari responden. Untuk itu diperlukan alat bantu berupa kuesioner dengan pertanyaan-pertanyaan tertulis agar informasi yang dibutuhkan tidak terlewat ditanyakan dan agar setiap pertanyaan memiliki arah tujuan yang jelas. Meskipun demikian dalam pelaksanaannya dapat dilakukan secara lebih fleksibel agar tidak terkesan kaku yang justru dapat menghambat keluarnya informasi yang sebenarnya.

Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Teknik ini digunakan karena penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Arikunto (2002) mengartikan observasi sebagai kegiatan pengamatan yang meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh teknik indra.

3. Pengolahan dan analisis data

Pengolahan data yang terkumpul dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari veriikasi data lapangan, entry data, validasi data terentry, pembuatan tabel kerja lalu baru kemudian dianalisis.

Verifikasi data lapangan mutlak diperlukan untuk perbedaan informasi yang besar antar satu responden dengan responden lain dengan karakteristik yang sama. Perbedaan data yang terkumpul seringkali disebabkan oleh adanya bias informasi yang diterima baik oleh responden ketika mendapat pertanyaan dari enumerator maupun dari enumerator itu sendiri ketika menerima jawaban dari responden. Dalam hal ini menjadi tugas tim peneliti dari pusat untuk memastikan data terverifikasi sebelum data di entry ke dalam sistem database.

Data yang sudah terentry ke dalam database memiliki kemungkinan terjadi kesalahan input. Hal ini umumnya lebih disebabkan oleh kesalahan manusia (human error) ketika input data dilakukan. Contoh yang paling sering ditemui adalah kelebihan atau kekurangan digit angka yang diinput atau salah

82 memasukkan data. Oleh karena itu, validasi kembali data yang terinput harus dilakukan.

Data yang berupa variabel-variabel detil seringkali akan membingungkan ketika ditampilkan secara utuh. Proses penyederhanaan penampilan data untuk penyajian disebut sebagai tabel kerja. Tabel kerja juga membuat proses analisis data lebih mudah dan seragam bila dilakukan oleh beberapa personil pada saat yang bersamaan.

4. Laporan dan dokumentasi

Pembuatan laporan telah memuat hasil kunjungan lapangan, analisis data, kesimpulan dan rekomendasi kegiatan. Pembuatan laporan dibuat dalam versi ringkas dan versi lengkap. Versi ringkas ditujukan bagi pengambil kebijakan yang membutuhkan informasi singkat tetapi tajam dan langsung menjurus pada kebijakan yang akan diambil. Versi lengkap ditujukan sebagai dokumen pendukung yang menjelaskan hasil penelitian secara utuh agar dapat dimengerti tiap-tiap tahapan dari hasil yang diperoleh.

Laporan dan Bukti Kejadian Tumpahan Minyak Pulbake

Tidak Cukup Bukti H1

83 Gambar 18. Flowchart Prosedur Penilaian Dampak Kerugian Ekonomi Akibat Tumpahan Minyak Pada Sumberdaya Kelautan dan Perikanan

84

4.6 Kajian Ketersediaan Stok Ikan Menjelang Hari Raya Lebaran