• Tidak ada hasil yang ditemukan

TITRASI ASAM BASA

4.4. BEBERAPA PROSEDUR TITRASI ASAM BASA

a. STANDARDISASI LARUTAN HCl DENGAN LARUTAN STANDAR Natrium tetraborat atau Boraks (Na2B4O7.10H2O) 0,1000 N.

Tujuan :

Menstandarisasi larutan HCl (yang sudah disiapkan) dengan larutan standar Natrium tetraborat atau Boraks 0,1000 N.

Prinsip :

Larutan HCl sebagai larutan asam dapat distandarisasi dengan larutan Boraks yang merupakan garam berbasa dua (BE = ½ BM).

Cara Kerja :

- Siapkan larutan standar Boraks 0,1000 N dengan cara melarutkan 10,645 gram Boraks dengan aquades di dalam labu ukur 1000 ml.

- Siapkan larutan HCl 0,1N dengan cara melarutkan 8-9 ml HCl pekat dengan aquades di dalam labu ukur 1000 ml.

- Dipipet 25,00 ml larutan Boraks dengan pipet volume, tuangkan ke dalam erlenmeyer 250 ml, tambahkan 2-3 tetes indikator metil merah.

- Titrasi dengan larutan HCl tersebut (yang sudah diisikan ke dalam buret) sampai titik akhir (terjadi perubahan warna).

- Percobaan diulang 3 kali

- Hitung normalitas larutan HCl dengan persamaan : V Boraks x N Boraks

N HCl = __________________

V HCl

b. STANDARDISASI LARUTAN NaOH DENGAN LARUTAN HCl.

Tujuan :

Menstandarisasi larutan NaOH dengan larutan HCl yang telah distandarisasi.

Prinsip :

Larutan HCl yang telah distandardisasi misalnya dengan Boraks dapat digunakan untuk menstandardisasi larutan NaOH.

HCl + NaOH NaCl + H2O Cara Kerja :

- Siapkan larutan NaOH 0,1 N dengan cara 50 gram NaOH ditambah aquades 50 ml didalam beaker glass, biarkan beberapa lama sampai jernih. Setelah jernih ambil 6,5 ml dan encerkan dengan aquades sampai 1000 ml dalam labu ukur.

- Ambil 25,00 ml larutan NaOH diatas dengan pipet volume, tuangkan ke dalam erlenmeyer 250 ml, tambahkan 2-3 tetes indikator metil orange.

- Titrasi dengan larutan HCl yang telah distandarisasi dengan larutan Boraks, sampai titik akhir titrasi (terjadi perubahan warna).

- Percobaan diulang 3 kali

- Hitung normalitas NaOH dengan persamaan : V HCl x N HCl

N NaOH = _____________

V NaOH

c. STANDARDISASI LARUTAN NaOH DENGAN LARUTAN ASAM OKSALAT Tujuan :

Menstandarisasi larutan NaOH dengan larutan standar asam oksalat.

Prinsip :

Larutan NaOH dapat distandarisasi dengan larutan standar asam oksalat dengan BE = ½ BM.

NaOH + H2C2O4 → Na2C2O4 + 2 H2O Cara kerja :

- Siapkan larutan NaOH 0,1N dengan cara seperti pada standarisasi NaOH dengan HCl.

- Siapkan larutan standar asam oksalat 0,1000 N dengan cara melarutkan sekitar 12-13 gram asam oksalat (H2C2O4.2H2O) dengan aquades sampai 1000 ml dalam labu ukur.

- Diambil 25,00 ml larutan asam oksalat 0,1000 N dengan pipet volume, tuangkan kedalam erlenmeyer 250 ml, tambahkan 2-3 tetes indikator fenolftalin (pp).

- Titrasi dengan larutan NaOH yang sudah disiapkan sampai titik akhir titrasi (terjadi perubahan warna).

- Percobaan dilakukan 3 kali

- Hitung normalitas NaOH dengan persamaan : N As.oksalat x N As.oksalat

N NaOH = ______________________

V NaOH

d. PENENTUAN KADAR ASAM ASETAT DALAM CUKA MAKAN Tujuan :

Menentukan kadar asam asetat dalam cuka makan dengan cara menstandardisasi larutan cuka dengan larutan standar NaOH.

Prinsip :

Asam asetat sebagai larutan berasam satu dapat distandardisasi dengan larutan NaOH (BE asam asetat = BM asam asetat)

NaOH + HOAc → NaOAc + H2O Cara Kerja :

- Ambil 10,00 ml cuka makan dengan pipet volume, tuangkan ke dalam labu ukur 250 ml dan encerkan dengan aquades sampai tanda batas.

- Ambil 25,00 ml dengan pipet volume, tuangkan ke dalam erlenmeyer 250 ml, tambahkan 2-3 tetes indikator fenolftalin (pp).

- Titrasi dengan larutan NaOH yang telah distandardisasi dengan HCl atau asam oksalat sampai titik akhir titrasi (terjadi perubahan warna).

- Percobaan diulang 3 kali

- Hitung kadar (%) asam asetat dalam cuka makan dengan persamaan :

VNaOH x NNaOH x BE As.asetat x 100%

Kadar asam asetat (%) = ____________________________________

10,00 / 250,00 x 25,00 x BJ cuka x 1000 Catatan :

BJ cuka = berat / volume

e. PENENTUAN KADAR Na2CO3 DALAM SODA Tujuan :

Menetukan kadar Na2CO3 dalam soda dengan cara menstandardisasi larutan soda dengan larutan standar HCl.

Prinsip :

Na2CO3 sebagai garam yang berbasa dua (dimana BE = ½ BM) dapat distandarisasi dengan larutan standar HCl.

Karena pada titrasi ini terdapat dua titik ekivalen (TE) maka untuk TE I digunakan indikator fenolftalin (pp), sedangkan untuk TE II digunakan indikator methyl orange (MO).

Reaksinya :

I. CO32- + H+ HCO3

(Na2CO3) (HCl) TE I

II. HCO3- + H+ H2CO3 pH (HCl)

TE II

Volume penitrasi (HCl) Gambar 4.2. Kurva titrasi Na2CO3 dengan HCl

Cara Kerja :

- Larutkan 10,00 gram sampel soda dengan akuades di dalam labu ukur 250 ml.

- Diambil 25,00 ml larutan sampel tersebut dengan pipet volume, tuangkan ke dalam erlenmeyer 250 ml, tambahkan 2-3 tetes indikator pp untuk TE I.

- Titrasi dengan larutan standar HCl sampai terjadi perubahan warna.

- Setelah terjadi perubahan warna tambahkan 2-3 tetes indikator MO sampai terjadi perubahan warna (untuk memperjelas TE II larutan didihkan pada saat mendekati atau sebelum TE II dicapai, dan setelah dididihkan, larutan didinginkan kembali kemudian titrasi dilanjutkan sampai terjadi perubahan warna).

- Percobaan diulang 3 kali

- Hitung kadar Na2CO3 (%) dalam soda dengan persamaan berikut : VHCl x NHCl x BE Na2CO3 x 100%

Kadar Na2CO3 (%) = _______________________________

25,00 / 250,00 x 10 x 1000

BAB V ARGENTOMETRI

Salah satu jenis titrasi pengendapan adalah titrasi Argentometri. Argentometri merupakan titrasi yang melibatkan reaksi antara ion halida (Cl-, Br-, I-) atau anion lainnya (CN-, CNS-) dengan ion Ag+ (Argentum) dari perak nitrat (AgNO3) dan membentuk endapan perak halida (AgX).

Ag+ + X- AgX

Konstante kesetimbangan reaksi pengendapan untuk reaksi tersebut adalah ; Ksp AgX = [Ag+] [X-]

Iodida Ksp AgCl = 1,8 x 10-10

Bromida AgBr = 5,0 x 10-13 Klorida AgI = 6,3 x 10-17

- log [Ag+]

Volume AgNO3 (penitrasi)

Gambar 5.1. Kurva titrasi Argentometri METODE MOHR :

Prinsip :

AgNO3 akan bereaksi dengan NaCl membentuk endapan AgCl yang berwarna putih. Bila semua Cl- sudah habis bereaksi dengan Ag+ dari AgNO3, maka kelebihan sedikit Ag+ akan bereaksi dengan CrO42- dari indikator K2CrO4 yang ditambahkan, ini berarti titik akhir titrasi telah dicapai, yaitu bila terbentuk warna merah bata dari endapan Ag2CrO4.

Reaksinya : Ag+ + Cl- -Æ AgCl ( putih)

Ag+ + CrO42- -Æ Ag2CrO4 (merah bata)

Tingkat keasaman (pH) larutan yang mengandung NaCl berpengaruh pada titrasi.

Titrasi dengan metode Mohr dilakukan pada pH 8. Jika pH terlalu asam (pH < 6), sebagian indikator K2CrO4 akan berbentuk HCrO4-, sehingga larutan AgNO3 lebih

banyak yang dibutuhkan untuk membentuk endapan Ag2CrO4. Pada pH basa (pH >

8), sebagian Ag+ akan diendapkan menjadi perak karbonat atau perak hidroksida, sehingga larutan AgNO3 sebagai penitrasi lebih banyak yang dibutuhkan.

1. STANDARDISASI LARUTAN AgNO3 DENGAN LARUTAN STANDAR NaCl (MENGGUNAKAN METODE MOHR).

Cara Kerja :

- Siapkan larutan NaCl 0,1000 N sebanyak 1000 ml dengan cara melarutkan 5,80 gram NaCl p.a (telah dikeringkan dalam oven 110oC selama 1 jam) dengan aquades di dalam labu ukur 1000 ml.

- Siapkan larutan AgNO3 0,1000 N sebanyak 500 ml dengan cara melarutkan 9,00 gram AgNO3 dengan aquades di labu ukur 500 ml.

- Ambil 25,00 ml NaCl dengan pipet volume, tuangkan kedalam erlenmeyer 250 ml, tambah 1,0 ml larutan K2CrO4 2% sebagai indikator.

- Titrasi dengan larutan AgNO3 yang telah disiapkan sampai pertama kali terbentuk warna merah bata.

- Percobaan diulang 3 kali

- Hitung normalitas AgNO3 dengan persamaan : VNaCl x NNaCl

NAgNO3 = _____________

VAgNO3

2. PENENTUAN KADAR NaCl DALAM GARAM DAPUR Tujuan :

Menetapkan kadar NaCl dalam garam dapur dengan cara menstandarisasi larutan garam dapur dengan larutan standar AgNO3 menggunakan metode Mohr (Garam dapur telah dikeringkan didalam oven selama 1 jam dengan suhu 1100C) Cara Kerja :

- Larutkan 1,00 gram garam dapur dengan aquades di dalam labu ukur 250 ml.

- Ambil 25,00 larutan garam dapur tersebut, tuangkan ke dalam erlenmeyer 250 ml, tambahkan 1,0 ml larutan K2CrO4 2% sebagai indikator.

- Titrasi dengan larutan standar AgNO3 sampai terbentuk warna merah bata.

- Percobaan diulang 3 kali

- Hitung kadar NaCl dalam garam dapur.

VAgNO3 x NAgNO3 x BE NaCl x FP x 100%

Kadar NaCl (%) = _________________________________

Berat contoh (mg) FP = faktor pengenceran, dalam prosedur ini 250/25

3. PENENTUAN KADAR KLORIDA DALAM AIR LAUT