BAB IV : PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN
B. Paparan Data Penelitian
3. Proses Mencari Dukungan Sosial
56
Dukungan sosial sangatlah penting bagi mahasiswa akhir terutama yang sedang menyelesaikan skripsi. Banyak dari beberapa mahasiswa yang memang mendapatkan dukungan sosial secara langsung tanpa meminta, hal tersebut memang sering dilontarkan berbagai pihak yang memang support mereka, akan tetapi beberapa mahasiswa justru mencari sendiri dukungan sosial yang mereka butuhkan sehingga proses dalam menyelesaikan skripsi berjalan sesuai dengan rancangan para mahasiswa. Sebelum mereka mendapatkan dukungan sosial yang sesuai terlebih dahulu mereka melalui proses mendapatkannya. Berbagai macam Motivasi yang muncul dalam diri subyek, baik itu motivasi yang sengaja didapatkan maupun motivas yang secara tidak sengaja didaptkan.
Seperti halnya yang diungkapkan oleh Ar1 yang dengan sengaja memunculkan motivasinya dalam menyelesaikan skripsi
Sebenarnya pengen membuktikan ya kepada keluarga atau teman-teman kalau saya ini pasti bisa gitu menyelesaikan skripsi. (Ar1/03.10/B.253-256)
Meskipun saya telat lulusnya tapi saya gak mau hasil dari skripsi saya yang biasa-biasa saja, saya pengennya yang lebih lah yaaa. Kan waktu buat mengerjakan skripsi saya banyak tuh, jadi harus dan itu wajib yaa (tantangan) bagi saya harus lebih baik dan lebih bermanfaat bagi banyak orang (Ar1/03.10/B.266-273)
Ar1 ketika mengalami low motivation tidak segan-segan mencari dukungan dari berbagai pihak, hal tersebut dilakukan agar motivasinya dalam menyelesaikan skripsi tetap mengebu-gebu, sehingga perasaan malas pun dapat di minimalisir
Kalau motivasi itu jelas harus di cari itu motivasi biar gak low motivation. Kayak dukungan-dukungan sosial gtu juga perlu bagi saya sendiri sih (Ar1/03.10/B.134-138)
Berbeda dengan Ab2 yang mendapatkan motivasi secara tidak langsung dari teman-temannya, yang tanpa sengaja menjadi motivasi dalam diri Ab2
Kadang kalau lagi ngumpul gitu malah skripsi saya yang dibahas, jadi gak enak sama mereka akhirnya saya sedikit termotivasi mau mengerjakan. (Ab2/17.10/B.119-122)
Sama hal nya dengan Sr3 yang tanpa sengaja mendapatkan motivasi yakni ketika diajak bermain dengan teman-temannya Sr3 justru keingat dengan orang tuanya dan tugasnya Sr3 yang belum menyelesaikan skripsinya
Keinget banget dengan orang tua kalau lagi maen gitu. Soalnya kan aku udah nelat agak lama ya ini jadi merasa gak enak aja sama orang tua (Sr3/25.10/B.210-213)
Selain motivasi yang sengaja dicari, adapula beberapa motivasi yang benar-benar murni datang kepada diri subyek. Seperti halnya yang dipaparkan oleh Ar1 karena kemampuannya yang terbatas dalam penulisan karya ilmiah maka dengan sendirinya motivasi itu muncul
Karena saya kurang di bidang tulis menulis. Padahal itu penting buat mengerjakan skripsi akhirnya saya mau belajar dari awal. (Ar1/03.10/B.292-295)
Usaha Ar1 yang mau belajar dari awal tentang karya tulis ilmiah, menjadi semangat baru bagi diri Ar1. Akan tetapi Ar1 tetap mencari bantuan kepada orang yang expert dalam hal tersebut dan juga diyakini Ar1 kalau orang tersebut adalah orang yang tepat yang akan membantu Ar1
Dari situ lah saya termotivasi sekali sama guru spiritual saya, saya yakin beliau bisa membantu saya saat ini untuk menyelesaikan skripsi. saya jarang sekali bertemu sama
58
beliau, ketika saya lagi kebinggungan pasti saya pergi mencari beliau. (Ar1/03.10/B.334-339)
Berbeda dengan Ab2 yang mengakui membutuhkan motivasi dari lingkungannya, karena Ab2 adalah tipe orang yang behaviourism apapun yang dilakukan benar-benar dipengaruhi oleh lingkungannya
Saya butuh dukungan sosial dari lingkungan terutama teman untuk penyusunan skripsi. (Ab2/17.10/B.106-108)
Selain itu, adanya press dari luar yang dialami Ab2, sehingga press yang datang memunculkan motivasi baru buat Ab2 bukan malah menjadi beban meskipun di awal di anggapnya sebagai beban tetapi setelah beberapa waktu
press pun menjadi motivasi tersendiri bagi Ab2
[...] saya punya yayasan dan yayasan itu lagi menunggu saya karena orang tua sudah tidak mampu mengelola jadi ya saya harus segera selesai skripsi dan membantu mereka, itu yang selalu diingatkan orang tua kepada saya
(Ab2/17.10/B.125-131)
Adanya tanggung jawab sebuah yayasan yang saya ditugaskan disana tetapi dengan syarat saya harus selesai skripsi dulu (Ab2/17.10/B.170-171)
Begitupula yang dipaparkan oleh Sr3 ketika mengingatk orang tuanya, maka motivasinya pun mulai mulai, meskipun dulunya juga beberapa kali tidak ada pengaruhnya dalam diri Sr3, tetapi alasan tersebesar Sr3 untuk melanjutkan skripsi yaitu orang tuanya
Karena yang bikin aku ngelanjutin skripsi lagi ya karena dukungan-dukungan mereka itu (keluarga)
(Sr3/25.10/B.145-147)
Setelah proses memunculkan motivasi dalam diri Ar1, Ab2 dan Sr3, selanjutnya yaitu usaha mereka untuk mencari bantuan maupun dukungan sosial yang sesuai dengan karakteristik mereka, karena setiap manusia
mempunyai karakteristik masing-masing dalam mencari dukungan sosialnya sendiri, beda otak beda pula pemahaman dan cara mereka dalam mencari dukungan sosial.
Banyaknya usaha Ar1 dalam mencari dukungan sosial sangat membantu Ar1 dalam menyelsaikan skripsisinya terutama untuk membantu kemampuannya dalam karya tulis ilmiah.
Iya lah, saya belajar dari awal tentang karya tulis ilmiah itu, (Ar1/03.10/B.35-36)
Proses belajar Ar1 pun tidak hanya belajar sendiri tetapi Ar1 juga meminta bantuan kepada senior-seniornya yang expert dalam karya tulis ilmiah, begitupun dengan teman-teman Ar1 yang dianggap mampu dalam hal tersebut, maka Ar1 tidak segan-segan dalam meminta bantuan kepada teman-temanya
Saya pasti nyari senior-senior yang expert dalam karya ilmiah (Ar1/03.10/B.41-42)
Temen-temen juga sih kan banyak yang udah kelar skripsian jadi minta tolong sama mereka juga. (Ar1/03.10/B.43-45)
Selain ke senior dan ke teman-temannya, Ar1 juga belajar pada dosen-dosennya yang ahli dalam karya tulis ilmiah, karena Ar1 merasa benar-benar belum bisa untuk menulis karya ilmiah yang benar dan tepat
Sering ke dosen-dosen juga buat tanya-tanya tentang karya ilmiah itu bagaimana, penulisan dalam skripsi itu yang benar itu seperti apa (Ar1/03.10/B.49-52)
Harus belajar dari awal tentang penulisan skripsi (Ms.Word saja saya belajar dari awal), (Ar1/03.10/B.64-66)
Selain meminta tolong kepada senior dan teman-temannya, Ar1 juga berusaha sendiri yaitu dengan mengikuti pelatihan-pelatihan tentang karya
60
tulisan ilmiah, hal tersebut dilakukan agar wawasan dan kemampuannya dalam karya tulis ilmiah juga semakin dalam, bukan hanya untuk penyeusunan skripsi saja
Sering ikut pelatihan tulis menulis juga sih saya, biar wawasannya tentang karya ilmiah semakin luas dan dalam yaaa... (Ar1/03.10/B.46-48)
Hal tersebut juga dialami oleh Sr3 yang kesulitan karena dosen pembimbingnya mempunyai format sendiri dalam penyusunan skripsi, Sr3 sendiri pun merasa harus mencari format yang sesuai dengan dosen pembimbingnya, yaitu dengan mencari informasi ke senior yang dulunya sama-sama dosen pembmbingnya agar nantinya tidak tersesat ditengah jalan
Aku nyari ke temen-temen sama ke kakak tingkat belajar ke mereka gimana format yang biasanya (Sr3/25.10/B.79-81) Aku belajar sama temen-temen yang sama-sama kuantitatif, (Sr3/25.10/B.114-115)
Kesulitan lain yang dialami Ar1, Ab2 dan Sr3 yaitu bukan hanya penulisan tetapi juga karena kesulitan mencari judul serta referensi, kurangnya wawasan dan wacana menjadikan Ar1 dan Sr3 kurang mampu dalam mencari rereferensi untuk teorinya serta pembuatan metode penelitian, seperti yang dipaparkan Ar1, Ar1 sendiri pun berusaha mencari referensi bukan hanya mencari di toko buku tetapi juga menghubungi dosen-dosennya, barangkali ada referensi yang sesuai dengan penelitiannya
Beberapa hari sudah mencoba nyari referensi-referensi dari guru spiritualku, nyari jurnal juga. (Ar1/03.10/B.114-116) Tanya-tanya ke dosen juga barangkali ada yang punya referensi tentang penelitianku (Ar1/03.10/B.114-118)
Begitupun dengan Sr3 yang kesulitan dalam pemahamn metode penelitian, Sr3 pun tidak berhenti untuk tidak mencari bantuan, justru Sr3 mencari bantuan kepada teman-teman, yang pada akhirnya juga meminta bantuan kepada dosennya.
Secara pribadi aku memang punya temen-temen deket yang mereka bisa diajakin belajar bareng. (Sr3/25.10/B.120-122) Kalau sama-sama gak bisa baru deh kita pergi ke dosen yang expert dalam kuantitatif (Sr3/25.10/B.124-125)
Karena kesibukan dosen pembimbing, dan jarangnya waktu untuk konsiltasi akhirnya Sr3 mencari dan meminta bantuan dosen lainnya yang
expert dalam penelitiannya, tujuannya agar nanti ketika menemui dosen
pembimbing Sr3 tidak mengalami kebinggungan yang begitu banyak, sehingga bisa dimanfaatkan untuk konsultasi bab lainnya
Sering konsultasi ke dosen-dosen lainnya sebagai pengganti bimbingan sama dosen pembimbing (Sr3/25.10/B.82-84)
Selain bantuan secara akademik yang di cari dan diperoleh oleh Ar1, Ab2 dan Sr3. Mereka pun berusaha mencari dukungan secara non-akademik. Seperti hal nya yang dilakukan Ar1, Ar1 mendapatkan wejangan dari guru spiritualnya yakni untuk bertaffakur kepada Allah SWT agar diberi bantuan sehingga pengerjaan skripsinya diperlancar
Beliau hanya mengatakan Tafakuro le (merenung) yakinkan dirimu terlebih dahulu, minta sama yang punya ilmu bahwa saat ini kamu lagi butuh belas kasih dari ilmunya.
(Ar1/03.10/B.319-323)
Begitupun dengan Sr3, Sr3 pun mendapatkan dukungan dari orang tuanya berupa non-akademik yakni dalam hal spiritual yaitu do’a
62
Bantuan spiritual dari orang tua (doa-doa gitu)
(Sr3/25.10/B.143-144)
Mangkanya seringan telp mama sama ayah gitu ya buat
memunculkan motivasi lagi kalau lagi down.
(Sr3/25.10/B.237-239)
Selain menemukan motivasi dan usaha untuk mencari dukungan sosial. Pastinya ada sisi yang menjadi sumber dukungan sosial Ar1.Ab2 dan Sr3. Sumber-sumber dukungan sosial tersebut yang menjadi sumber utama Ar1,Ab2 dan Sr3 sehingga mau untuk memulai mengerjakan skripsi.
Sumber dukungan sosial sangatlah penting bagi subyek, karena dengan adanya sumber dukungan sosial maka subyek sudah menemukan dukungannya yang selama ini memberikan bantuan secara langsung sehingga subyek mampu dan dapat meneyelesaikan skripsi dengan baik. Sumber dukungan diperoleh bukan hanya karena orang terdekat saja tetapi banyak berbagi pihak yang mampu menjadi sumber dukungan sosial subyek dalam proses menyekesaikan skripsi
Seperti halnya yang di ungkapkan oleh Ab2 Dukungan yang berasal dari orang-orang yang selalu ada sepanjang hidupnya, yang selalu bersama dengannya dan mendukungnya yakni keluarga terdekat
Keluarga adalah alasan utama saya untuk menyelesaikan skripsi keluarga selalu tanya tentang perkembangan skripsi (Ab2/17.10/B.42)
Begitupun dengan Sr3 mendapatkan dukungan sosial yang bersumber dari orang terdekatnya yakni orang tua, karena orang tuanya lah Sr3 mendapatakn suntikan support yang berharga dalam proses menyelsaikan skripsi
Orang tua yang paling ngena Kalau lagi down gitu saya pasti larinya ke orang tua. Curhat ke mereka gitu, bagaimana
kesulitan menyelesaikannya. Itung-itung nambah energi ya (Sr3/25.10/B.199)
Selain itu ada juga beberapa sumber lainnya yang yang berasal dari individu lain yang sedikit berperan dalam hidupnya dan cenderung mengalami perubahan sesuai dengan waktu, teman dekat, saudara ataupun rekan kerja, seperti halnya yang diungkapkan Ab2
Bagi saya teman itu guru terbaik deh, bisa jadi teman bisa jadi orang tua dan bisa jadi guru hidup saya(Ab2/17.10/B.18-20)
Berbeda halnya dengan sumber dukungan sosial yang diperoleh Ar1, Ar1 mendapatkan dukungan yang berasal dari individu lain yang sangat jarang memberi dukungan dan memiliki peran yang sangat cepat berubah. Intensitas bertemu dengan sumber dukungan sosial Ar1 sangatlah jarang tetapi kualitas pemberian dukungan sosial sangatlah ampuh, meskipun jarang bertemu tetapi Ar1 mendapatkan dukungan sosial yang berkualitas
Guru spiritual saya, jadi saya punya guru, beliau inilah yang bisa mengubah saya dari yang gagap sampai sekarang ini (Ar1/03.10/B.227)