BAB XI KUNCI KEBERHASILAN DALAM BERUSAHA
E. Proses Menuju Keberhasilan
Setiap keberhasilan seseorang tidak akan mungkin datang dengan tiba-tiba, tetapi pasti akan selalu melalui proses yang dilakukan dan tentunya bukan dalam waktu yang singkat. Umumnya orang melihat bukan tanpa mengetahui apa yang pernah dilakukan atau aktivitas apa yang dijalani oleh mereka yang dapat mencapai
Buku Ajar Kewirausahaan Kehutanan
keberhasilan, itu semua tentunya melalui suatu proses dan memerlukan waktu. Sebaliknya, bila terjadi peningkatan kesejateraan seseorang dalam waktu yang singkat justru akan menimbulkan kecurigaan dan ini dinilai kurang baik sehingga banyak bukti terbukti bahwa yang bersangkutan telah melakukan penyimpangan di jalan keliru, tentunya berakibat buruk dalam menjalani kehidupan pada masa yang akan datang.
Seseorang memiliki jiwa kewirausahaan tentunya tidak akan berpikir ingin mencapai keberhasilan dalam waktu yang singkat tanpa ada aktivitas yang dilakukannya. Oleh karen itu, tugas atau pekerjaan yang sempurna adalah tugas yang dapat tepat waktu. Ini tentu saja membutuhkan energi, tetapi pekerjaan yang tidak sempura akan lebih menguras energi dan waktu. Oleh sebab itu, para wirausaha yang mampu mengerjakan tugas-tugasnya dengan segera dan tidak ditunda-tunda, termasuk memotivasi bawahan bila ada melaksanakan setiap tugasnya dengan tepat waktu. Oleh sebab itu, para wirausaha harus mampu mengerjakan tugas-tugasnya dengan segera dan tidak ditunda-tunda, termasuk memotivasi bawahan bila ada untuk melaksanakan setiap tugasnya dengan tepat waktu. Oleh karena itu, perlu ada program kerja untuk mencapai tujuan yang akan dicapai dalam waktu yang telah ditetapkan , termasuk pemberian insentif bagi bawahannya bila ada.
Sikap mental yang positif ditunjukan dengan perilaku positif bisa dilihat dengan ciri-ciri antara lain:
1. Pantang menyerah dan tetap sabar mengejar ketinggalan.
Orang yang memiliki karakter ini akan selalu mengerjakan setiap pekerjaannya dengan sungguh-sungguh, tidak ogah-ogahan, tidak setengah-setengah, dan tidak pernah menyerah dalam menghadapi setiap kesulitan
Buku Ajar Kewirausahaan Kehutanan
2. Disiplin, dan selalu memegang teguh dan apa yang telah diucapkannya. Orang ini memiliki karakter ini akan selalu menghargai waktu orang lain, sehingga jika sudah janji dia lebih baik menunggu daripada orang lain yang harus menunggu, tepat waktu dalam menyelesaikan setiap tugas, dan jika sudah berjanji akan selalu menepatinya
3. Selalu berupaya untuk meningkatkan kemampuannya, baik yang berhubungan dengan knowledge, skill, dan attitude-nya. Orang yang memiliki karakter ini tidak mau diam untuk bertanya dan belajar, kepada siapapun, dimanapun, dan apa pun. Prinsipnya adalah belajar dan belajar sehingga kinerja akan selalu lebih baik. Setiap kesulitan selalu dijadikannya sebagai tantangan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya
4. Selalu melakukan evaluasi diri. Jika ada kesalahan dalam pekerjaannya tidak pernah mencari-cari siapa yang salah, tetapi dia akan selalu bertanya apa salahnya dan dimana letak kesalahan berkesinmabungan, yang pada akhirnya kinerja yang dihasilkannya pun akan selalu lebih baik dari waktu ke waktu.
5. Menghargai setiap pendapat orang lain, dan diterimanya kritikan sebagai input yang berharga, sehingga pengetahuannya selalu bertambah.
Langkah-langkah kerja untuk membangun dan mempertahankan sikap mental positif ini merupakan gambaran tahap-tahap yang harus dilalui sebagai akumulasi dari proses, agar dapat mencapai sasaran yang diingikan. Tahap-tahap ini mencakup:
1. Mengubah fokus dan melihat ke arah positif 2. Kembangkan sikap mensyukuri
3. Membangun self-ensteem yang positif
Buku Ajar Kewirausahaan Kehutanan
4. Hindarilah pengaruh-pengaruh negatif
5. Belajar menyukai sesuatu dan melaksanakannya 6. Memulai hari dengan sesuatu yang positif.
Salah satu bagian yang sangat penting dari setiap proses adalah menghadapi perubahan, karena setiap saat orang dalam kehidupannya menghendaki perubahan. Demikian pula, sebagai wirausaha harus selalu siap dengan perubahan-perubahan yang terjadi, agar tercapainya keberhasilan dalam usahanya. Setiap orang tentu memiliki pendekatan yang berbeda terhadap perubahan. Dalam kaitannya dalam tahap-tapap perubahan yang dilakukan didalam suatu organisasi, mungkin beberapa individu akan menjadi proaktif terhadapa perubahan tesebut, atau mungkin juga terdapat sebagian orang yang sangat antusias dengan perubahan, sedangkan yang lainnya tampak lebih hati-hati. Pada umumnya manakala dihadapkan pada opsi atau pilihan sebagian orang akan mampu menciptakan solusinya sendiri dan yang lain memerlukan lebih banyak dukungan.
Bila diamati secara seksama, sebenarnya perubahan itu terjadi karena adanya pembelajaran, karena dengan pembelajaran tentunya menambah wawasan dan biasanya orang yang ingin maju tentu akan belajar dan kemudian mengalami perubahan pada dirinya. Demikian pula wirausaha untuk mengubah dalam menjalani kehidupannya tentu akan melakuka pembelajaran, sebab belajar adalah suatu proses terjadinya perubahan pada dirinya, gagasan inti dari proses belajar antara lain: (i) belajar akan menyebabkan terjadinya perubahan tingkah lau yang di observasi maupun yang tidak.
Perubahan itu biasanya akan meningkatkan kualitas kapabilitas dalam berbagai penampilan, dan dalam hal disposis yang berubah sikap, minat, atau pandangannya tentang nilai-nilai. (ii) perubahan tingkat laku sebagai akibat peristiwa belajar dan perubahan tingkah
Buku Ajar Kewirausahaan Kehutanan
laku akibat kematangan peristiwa atau proses belajar terjadi bila individu yang sedang belajar berinteraksi dengan lingkungan sedang kematangan terjadi karena pertumbuhan dalam diri individu tersebut (Hilgard, dalam Sudjana, 1999;34).
Dengan demikian, suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, pembelajaran.
Peningkatan kapabilitas SDM pada suatu organisasi antara lain dapt dilakukan dengan melukukan transformasi organisasi untuk menjadi organisasi pembelajar atau learning organization.
Lingkungan kerja yang produktif tentu menjadi dambaan semua pemilik dan manajemen perusahaan serta seluruh kayawan.
Menciptkan lingkungan kerja yang produktif memerlukan usaha dan kerja keras.
Berdasarkan penjelasan diatas, pada dasarnya dalam mengimplementasikan kegiatan bagi para wirausaha perlu memperhatikan proses untuk mencapai keberhasilan. Oleh karenanya, proses tersebut berkaitan dengan waktu yang dibutuhkan untuk tercapainya tujuan yang hendak dicapai, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pencapai keberhasilan yaitu memerlukan waktu, maka gunakan time schedule;
apa yang bisa dilakukan, lakukanlah jangan tergantung pada sesuatu yang belum jelas; selalu berpikir positif; perhatikan aspek-aspek yang terdapat di lingkungan; peduli terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan; manfaatkan fasilitas yang tersedia semaksimal mungkim; dan tentukan sistem operasional yang sesuai dengan usahanya.