BAB V PEMBAHASAN
C. Proses Pelayanan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
Bekasi
Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berperan dalan melakukan penanganan kasus kekerasan anak. guna menjalankan peranan tersebut dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak memberikan pelayanan atau suatu tindakan yang diberikan kepada para korban tindakan kekerasan. Menurut Kotler (BAB II, hal ) pelayanan sendiri merupakan tindakan atau kegiatan yang ditawarkan kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Dengan demikian dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak memiliki suatu peranan atau tindakan yang ditujukan dan ditawarkan kepada masyrakat yang membutuhkannya.
82
Hal tersebut sesuai dengan temuan yang telah peneliti paparkan pada (BAB IV, hal 73-74) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memiliki dua metode dalam menerima laporan kasus kekerasan anak. laporan yang ditujukan secara langsung maupun yang tidak secara langsung seperti melalui P2TP2A Kecamatan maupun PPA Desa.
Selain itu hal yang sama dalam melakukan penanganan telah dipaparkan. Seperti dalam proses penanganan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berkerja sama dengan pihak-pihak lain seperti halnya P2TP2A, PPA, dan dalam melakukan penanganan berupa pendampingan serta membantu dalam memfasilitasi korban yang membutuhkan penanganan medis, psikolog, maupun pedanmpingan hukum (BAB IV, hal 74).
83
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Dari hasil uraian temuan dilapangan dan analisis yang sudah dipaparkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bekasi telah menjalankan peranannya dalam melakukan penanganan terhadap kasus kekerasan anak.
Dalam memberikan pelayanan terkait penanganan kekerasan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah melakukan sosialiasi kepada satgas dilapangan dan masyarakat terkait dampak dari kekerasan terhadap anak. Selain itu dalam melakukan penanganan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bekasi memberikan pendampingan bagi anak korban tindakan kekerasan pendampingan ini dilakukan dari awal proses penerimaan sampai akhir proses, dalam proses pendamping Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memfasilitasi setiap apa yang menjadi kebutuhan klien. Seperti halnya perawatan medis, bantuan psikolog, pendampingan hukum dll.
84
Hal ini dikuatkan dengan kedua narasumber dari orangtua yang anaknya menjadi korban dari tidakan kekerasan merasa tertolong dengan adanya pelayanan yang diberikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bekasi dalam memberikan bantuan seperti pendampingan, perlindungan, dan menjadi fasilitator bagi para korban yang membutuhkan seperti halnya perawatan medis, psikolog, maupun pendampingan hukum.
B. Saran
Berdasarkan temuan observasi dan wawancara di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bekasi diharapkan bisa sesegera mungkin untuk menyediakan Rumah Aman bagi anak korban tindakan kekerasan dan diharapkan juga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bekasi bisa bekerjasama atau menyediakan Pekerja Sosial dalam melakukan penanganan kekerasan anak di Kabupaten Bekasi.
85
DAFTAR PUSTAKA Buku
Bae, H, PL Solomon, RJ Gelles. "Multiple Child Maltreatment Recurrence Relative to Single Recurrence and No Recurrence." 2018.
Bagong, Suyanto. 2010. Masalah Sosial Anak. Jakarta:
Kencana.
Huraerah, Abu. 2012. Kekerasan Terhadap Anak. Bandung:
Nuansa Cendekia.
—. 2018. Kekerasan Terhadap Anak. Bandung: Nuansa Cendikia.
Kartono. (1980). Pengantar Metodologi Research Sosial.
Bandung: Alumni.
Marlia, M. (2007). Marital Rape Kekerasan Seksual Pada Istri. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sarwono, Sarlito W. 2015. Teori-Teori Psikologi Sosial.
Jakarta: Rajawali Pers.
86
Soerjono, Soekanto. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar.
Jakarta: Rajawali Pers.
Soekanto, Soerjono. 2002. Teori Peranan. Jakarta: Bumi Aksara.
Chris, Goddard. Child abuse and child protection. Melbourne:
Churchill Livingstone, 1996.
Subhan, Z. Kekerasan Terhadap Perempuan. Yogyakarta:
Pustaka Pesantren, 2004.
Gigin, Mulyana Risna. "Penanganan Anak Korban Kekerasan." n.d
Walker, C.E & Roberts, M.C. Hand book of Clinical Child Psyhology. New York: John Willet & Sons, 1983.
Nurnally, E. W, Chilman C.S & Cox, F.M. Mental lliness, Delinquency, Addiction and Neglect. California: Sage Publication, 1988.
Moenir, H.A.S. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia.
Jakarta: Bumi Aksara, 2014.
Kotler, P., & Keller, K. L. Manajemen Pemasaran. 2009.
87
Jurnal & Skripsi
Maknun, Lu'luil. "Kekerasan Terhadap Anak yang dilakukan oleh Orang Tua (Child Abuse)." Madrasah Ibtidaiyah, 2017.
Lastiti, Muhammad Ali Bambang Santoso Niken. Peran dan Koordinasi Stakeholder Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan Di Kecamatan Ngelegok Kabupaten Blitar, 2015.
Lailiya, Saidah. Peran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Terkait Perlindungan Anak Dari Kekerasan Psikis Dalam Rumah Tangga, 2018.
Ginanjar Gigin Kamil, Mulyana Nandang, Resnawaty Risna.
Penanganan Anak Korban Kekerasan. 2018.
Sri, Marsihah. "Kekerasan Terhadap Anak: Model Transisional dan Dampak Jangka Panjang." Edukid Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2006: 25-33.
88
Sumber Website
Sosial, Kementerian. Kementerian Sosial. n.d.
https://kemensos.go.id/uploads/topics/1587013016329 7.pdf (accessed February Sabtu 5, 2022).
Halim, D. (2019). Sepanjang 2018 KPAI Terima Laporan Kasus Pelanggaran Hak Anak. Dipetik November 11,
2020, dari Kompas:
https://nasional.kompas.com/read/2019/01/08/184725
51/sepanjang-2018-kpai-terima-4885-kasus-pelanggaran-hak-anak
Nurbaiti. (2020). Unicef Sekiat 1 Milliar Anak di Dunia Mengalami Kekerasan Setiap Tahunnya. Dipetik November 10, 2020, dari Kabar24Bisnis:
https://kabar24.bisnis.com/read/20200619/79/1254847 /who-sekitar-1-miliar-anak-di-dunia-alami-kekerasan-setiap-tahunnya
Pahrevi, D. (2018). Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Bekasi Meningkat. Dipetik November 12, 2020, dari Kompas:
https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/10/205 85781/kasus-kekerasan-terhadap-anak-di-bekasi-meningkat
89
Setiawan, R. (2020). Survei KPAI Kekerasan Anak Akibat Beratnya Beban Ibu Saat Covid 19. Dipetik November 23, 2020, dari Tirtoid: https://tirto.id/survei-kpai- kekerasan-anak-akibat-beratnya-beban-ibu-saat-covid-19-fS2L
Kemensos. Kemensos. n.d.
https://bppps.kemensos.go.id/bahan_bacaan/file_mater i/advokasi-sosial.pdf (accessed Maret 03, 2022).
Hasan, Rudi. Sekilas Tentang Teori Advokasi. n.d.
http://www.pusaka-community.org/2010/01/sekilas-tentang-teori-advokasi6241.html.
Undang-undang
Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002
Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak
90
LAMPIRAN
Lampiran Wawancara
91
Lampiran Surat Izin Penelitian
92
Lampiran Surat Bimbingan Skripsi
93
Lampiran Surat Keterangan Penelitian
94
Penerimaan Laporan
Proses Pendampingan Hukum
95
Proses Pendampingan Psikologi
96
97
Proses Penanganan Medis
Proses Berkordinasi dengan Pihak Kepolisian
98
PEDOMAN WAWANCARA KEPALA BIDANG DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN
PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN BEKASI Hari/Tanggal : Selasa, 30 Maret 2021
Waktu : 15.00-16.00
Nama Informan : Hj Titin Fatimah, SH, M.Si,
1. Bagaimana sejarah terbentuknya DP3A Kabupaten Bekasi?
2. Bagaimana peran DP3A dalam melakukan penganan kekerasan anak?
3. Apa saja tugas DP3A dalam penanganan kekerasan anak?
4. Apa saja fungsi DP3A dalam penanganan kekerasan anak?
5. Bagaimana kondisi kasus kekerasan anak di Kabupaten Bekasi?
6. Jenis kasus kekerasan anak apa saja yang mendominasi di Kabupaten Bekasi?
7. Faktor apa saja penyebab utama yang melatar belakangi terjadinya kasus kekerasan anak di Kabupaten Bekasi?
8. Apakah ada program dari DP3A Kabupaten Bekasi terkait penanganan kasus kekerasan anak?
99
9. Apa saja fasilitas yang ada di DP3A Kabupaten Bekasi dalam mendukung program tersebut?
10. Apa saja hambatan yang terjadi dalam mewujudkan program tersebut?
11. Bagaimana tahapan penerimaan kasus kekerasan terhadap anak atau pengaduan di DP3A Kabupaten Bekasi?
100
PEDOMAN WAWANCARA SEKRETARIS BIDANG DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN BEKASI Hari/Tanggal : Selasa, 30 Maret 2021
Waktu : 15.00-16.00
Nama Informan : Dra. Hj. Ranilsah, MM.
1. Bagaimana sejarah terbentuknya DP3A Kabupaten Bekasi?
2. Bagaimana peran DP3A dalam melakukan penganan kekerasan anak?
3. Apa saja tugas DP3A dalam penanganan kekerasan anak?
4. Apa saja fungsi DP3A dalam penanganan kekerasan anak?
5. Bagaimana kondisi kasus kekerasan anak di Kabupaten Bekasi?
6. Jenis kasus kekerasan anak apa saja yang mendominasi di Kabupaten Bekasi?
7. Faktor apa saja penyebab utama yang melatar belakangi terjadinya kasus kekerasan anak di Kabupaten Bekasi?
8. Apakah ada program dari DP3A Kabupaten Bekasi terkait penanganan kasus kekerasan anak?
101
9. Apa saja fasilitas yang ada di DP3A Kabupaten Bekasi dalam mendukung program tersebut?
10. Apa saja hambatan yang terjadi dalam mewujudkan program tersebut?
11. Bagaimana tahapan penerimaan kasus kekerasan terhadap anak atau pengaduan di DP3A Kabupaten Bekasi?
102
PEDOMAN WAWANCARA SEKSI PERLINDUNGAN ANAK DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN
PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN BEKASI Hari/Tanggal : Selasa, 30 Maret 2021
Waktu : 15.00-16.00 Nama Informan : Pak Iwan
1. Bagaimana proses tahapan penanganan kasus kekerasan anak?
2. Membutuhkan waktu berapa lama dalam proses penanganan kasus kekerasan anak?
3. Bagaimana hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses penanganan kasus kekerasan anak?
4. Dampak apa saja yang terjadi pada anak korban dari tindakan kekerasan?
5. Apa saja solusi dalam memberikan perlindungan pada anak agar terhindar dari kekerasan?
6. Bagaimana dalam melihat tanda-tanda terjadinya kekerasan pada anak?
7. Pasal berapa yang mengatur bagi pelaku tindakan kekerasan anak?
103
PEDOMAN WAWANCARA ORANG TUA ANAK PENERIMA MANFAAT LAYANAN DINAS
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN BEKASI Hari/Tanggal : 8 April 2021
Waktu : 09.00-09.40 Nama Informan : Ibu S
1. Apa yang terjadi? Kasus kekerasan seperti apa yang dialami?
2. Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut?
Pelaku, korban?
3. Mengapa terjadi demikian? Apa penyebab utamanya?
4. Kapan kejadiannya?
5. Dimana tempat terjadinya kekerasan?
6. Bagaimana proses kejadianya?
7. Dampak yang dialami anak seperti apa?
8. Pelayanan seperti apa yang sudah diterima anak Bapak/Ibu di DP3A?
9. Apa yang dirasakan anak Bapak/Ibu setelah menerima layanan dari DP3A?
10. Hukuman seperti apa yang sudah di terima pelaku dalam proses penyelesaian kasus tersebut?
104
PEDOMAN WAWANCARA ORANG TUA ANAK PENERIMA MANFAAT LAYANAN DINAS
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN BEKASI Hari/Tanggal : 5 April 2021
Waktu : 09.00-09.40 Nama Informan : Pak D
1. Apa yang terjadi? Kasus kekerasan seperti apa yang dialami?
2. Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut?
Pelaku, korban?
3. Mengapa terjadi demikian? Apa penyebab utamanya?
4. Kapan kejadiannya?
5. Dimana tempat terjadinya kekerasan?
6. Bagaimana proses kejadianya?
7. Dampak yang dialami anak seperti apa?
8. Pelayanan seperti apa yang sudah diterima anak Bapak/Ibu di DP3A?
9. Apa yang dirasakan anak Bapak/Ibu setelah menerima layanan dari DP3A?
10. Hukuman seperti apa yang sudah di terima pelaku dalam proses penyelesaian kasus tersebut?
105
PEDOMAN WAWANCARA KEPALA BIDANG DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN
PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN BEKASI Hari/Tanggal : Selasa, 30 Maret 2021
Waktu :
Nama Informan : Hj Titin Fatimah, SH, M.Si,
1. Bagaimana sejarah terbentuknya DP3A Kabupaten Bekasi?
Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Bekasi terbentuk dari pemikiran bahwa Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak harus dibentuk dinas atau badan tersendiri. Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Bekasi sendiri awalnya menjadi satu kesatuan dengan Dinas Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sendiri terbentuk pada tahun 2017 menjadi Dinas tersendiri Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dengan keputusan Bupati Bekasi yang tercantum pada Pertaturan Daerah No 71 Tahun 2016.
106
2. Bagaimana peran DP3A dalam melakukan penganan kekerasan anak?
Melakukan sosialisasi dan advokasi terkait pencegahan, pendampingan dan penanganan kekerasan terhadap anak. membentuk lembaga-lembaga terkait pencegahan, pendampingan dan penanganan kekerasan terhadap anak seperti KPAD, layanan PPA, P2TP2A, Satgas PPA dan UPTD PPA.
3. Apa saja tugas DP3A dalam penanganan kekerasan anak?
Tugasnya ada beberapa tugas salah satunya seperti membantu melakukan penanganan kepada anak korban kekerasan fisik, seksual ataupun anak yang berhadapan dengan hukum. Contohnya kami menerima laporan dari salah satu masyarakat bahwa anaknya menjadi korban dari tindakan kekerasan fisik oleh orang terdekat, maka kami akan mendatangi untuk mengetahui secara detail kejadian tersebut.
Biasanya kami juga merujuk anak untuk ke rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan kami, dan pihak-pihak lain jika membutuhkannya
4. Apa saja fungsi DP3A dalam penanganan kekerasan anak?
Salah satu fungsi kami memberikan penyuluhan sosialisasi terkait bahaya kekerasan terhadap anak kepada masyarakat, masyarakat yang dimaksud
107
diwakili oleh tingkat desa dan kecamatan. Dengan memberikan pemahan berupa apa saja perlindungan anak itu, sosialisasi terkait anak sebagai suatu aset bangsa, anak berusia 0 (dalam kandungan) sampai 18 tahun yang harus kita lindungi baik dari keselamatannya maupun hak-haknya. Membentuk layanan TESA telepon sahabat anak, dimana anak yang membutuhkan perlindungan maupun bantuan lain untuk melakukan layanan melalui layanan yang sudah dibentuk TESA.
5. Bagaimana kondisi kasus kekerasan anak di Kabupaten Bekasi?
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bekasi sendiri terus mengalami peningkatan kasusnya, kenaikan kasus ini bisa dilihat di tahun 2018, 2019 dan 2020 yang terus mengalami peningkata.
6. Jenis kasus kekerasan anak apa saja yang mendominasi di Kabupaten Bekasi?
Jenis kasus kekerasan anak yang mendominasi sendiri seperti kasus pelecehan seksual pada anak, pemerkosaan, dll itu data di tahun 2019 sama 2020.
7. Faktor apa saja penyebab utama yang melatar belakangi terjadinya kasus kekerasan anak di Kabupaten Bekasi?
Faktor utama penyebab kekerasan anak salah satunya anak melakukan kenakalan sehingga menyebabkan
108
kekerasan fisik. Selai itu banyak yang disebabkan oleh orang-orang terdekat dalam melakukan kekerasan seperti halnya kasus pelecehan seksual.
8. Apakah ada program dari DP3A Kabupaten Bekasi terkait penanganan kasus kekerasan anak?
Program di Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sendiri berkaitan dengan penanganan terhadap anak program kasih perlindungan khusus anak. program ini memiliki kegiatan diantaranya kegiatan melakukan sosialisasi anak berhadap dengan hukum, sosialisasi perlindungan khusus hak anak. serta bagaimana dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam mensosialisasikan badan-badan yang dipunya kepada masyarakat seperti KPAD, SATGAS, PPA.
9. Apa saja fasilitas yang ada di DP3A Kabupaten Bekasi dalam mendukung program tersebut?
Fasilitas yang dimiliki dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam mendukung program tersebut, dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Bekasi memiliki P2TP2A tingkat Kabupaten serta P2TP2A tingkat Kecamatan. Dari informasi yang ada hanya dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Bekasi yang memiliki P2TP2A sampai tingkat Kecamatan, P2TP2A biasanya hanya sampai
109
tingkat Kota atau Kabupaten. P2TP2A ditingkat Kecamatan memiliki 23 pengurus yang terdiri dari 4 orang. Serta dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Bekasi memiliki Satgas TPA Satgas perlindungan perempuan dan anak di tingkat Desa, di 180 Desa 7 Kelurahan dan memiliki layanan PPA yang memiliki tenaga Psikolog, Konseling Hukum dan sahabat TESA.
10. Apa saja hambatan yang terjadi dalam mewujudkan program tersebut?
Hambatan dalam mewujudkan program tersebut seperti dalam melakukan kordinasi dengan dinas lain termasuk dari pihak kepolisian, serta memiliki kendala sarana. Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang seharunya memiliki Rumah Aman namun sampai saat ini masih belum memiliki Rumah Aman Anak, sehingga untuk saat ini pihak dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berkerja sama dengan Dinsos Bekasi terkait Rumah Aman untuk menitipkan anak korban kekerasan pada Dinsos Bekasi jika terjadi keadaan darurat. Serta para pegawai-pegawai yang bertugas dibawah seperti PPA serta P2TP2A yang cenderung masih memiliki kekurangan tentang kekerasan terhadap anak, yang disebabkan kurang sosialisasi.
110
Sosialisasi sendiri membutuhkan waktu cukup alama untuk memberikan pemahan kepada mereka.
11. Bagaimana tahapan penerimaan kasus kekerasan terhadap anak atau pengaduan di DP3A Kabupaten Bekasi?
Tahapan dalam penerimaan kasus kekerasan terhadap anak di dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sendiri terdiri dari 2 (dua) metode penerimaan yaitu jika secara langsung kepada dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak maka layanan dari atas ke bawah dengan berkordinasi dengan pihak P2TP2A yang di Kecamatan terkait yang menjadi lokasi kejadian atau tempat tinggal korban.
Sedangkan jika pengaduan dilakukan dari bawah maka dari pihak PPA Desa terlebih dahulu ke pihak P2TP2A Kecamatan, jika pihak P2TP2A Kecamatan tidak mampu menangani maka dirujuk ke dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
sedangkan jika bisa diselesaikan ditingkat Desa maka tidak harus sampai ke tingkat Kecamatan.
111
PEDOMAN WAWANCARA SEKRETARIS BIDANG DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN BEKASI Hari/Tanggal : Selasa, 30 Maret 2021
Waktu :15.00-.16.00
Nama Informan : Dra. Hj. Ranilsah, MM.
1. Bagaimana sejarah terbentuknya DP3A Kabupaten Bekasi?
Sejarah terbentuknya DP3A Kabupaten Bekasi berawal dari pemikiran kurang cocoknya sebuah dinas terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan dinas keluarga berencana. Tujuan yang tidak menjadi pencetus munculnya pemikiran untuk membetuk dinas tersendiri, jadi di tahun 2017 kira-kira keluarlah perpu no 5 tahun 2017 pembentukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sesuai dengan keputusan Bupati.
2. Bagaimana peran DP3A dalam melakukan penganan kekerasan anak?
Peranan yang kami lakukan dalam melakukan penanganan kekerasan terhadap anak salah satunyatuh membentuk satgas penanganan kekerasan anak yang bertugas langsung dari proses penerimaan laporan, penanganan sampai penyelesaian. Terus membentuk
112
P2TP2A tingkat kecamatan sama Satgas PPA tingkat Desa tujuannya supaya masyakarat yang lokasinya jauh dari pemda bekasi terus ingin melapor bisa dilakukan melalui pihak Desa maupun Kecamatan.
3. Apa saja tugas DP3A dalam penanganan kekerasan anak?
Untuk tugas kami melakukan penanganan dalam hal ini melakukan pendampingan pada anak korban dari tindak kekerasan, dengan membantu menyelesaikan permasalahan sampai membantu anak dalam pemulihan akibat dampak dari kekerasan yang dia terima, seperti anak yang membutuhkan pendampingan psikolog maka kami akan bekerjasama dengan pihak psikolog yang sudah kami sediakan atau anak yang membutuhkan perawatan rumah sakit, akibat kekerasan fisik yang dialami maka akan kami rujuk ke rumah sakit yang telah berkerja sama dengan kami.
4. Apa saja fungsi DP3A dalam penanganan kekerasan anak?
Pertama melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pihak kecamatan dan desa, yang diharapkan agar pihak kecamatan dan desa bisa meneruskan kepada masyarakat terkait dampak yang ditimbulkan dari kekerasan anak dan diharapkan jika terjadi kekerasan anak untuk melaporkan kejadian tersebut.
113
Membentuk layanan TESA yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam melaporkan kejadian kekerasan.
5. Bagaimana kondisi kasus kekerasan anak di Kabupaten Bekasi?
Dari data yang kami minta, menunjukan kalo dari tahun sebelum dengan tahun sekarang mengalami peningkatan ditambah situasi pandemi yang menyebabkan kasus kekerasan mengalami peningkatan yang signifikan.
6. Jenis kasus kekerasan anak apa saja yang mendominasi di Kabupaten Bekasi?
Untuk jenis kasusnya dari data KPAD tuh menunjukan beberapa kasus yang terjadi seperti kasus pelecehan seksual, kekerasan fisik, penelatanran anak, sampai pemerkosaan.
7. Faktor apa saja penyebab utama yang melatar belakangi terjadinya kasus kekerasan anak di Kabupaten Bekasi?
Kekerasan anak selain faktor ekonomi banyak juga disebabkan faktor pola asuh yang salah dari orangtua, seperti halnya orangtua mungkin lepas kontrol disaat membantu anaknya dalam proses belajar di rumah, namun anak yang tidak bisa menangkap apa yang diberikan orangtua, sehingga menyebabkan orangtua lepas kontrol yang menyebabkan kekerasan pada anak.
114
dalam hal ini untuk melihat tindakan itu termasuk ke dalam bentuk kekerasan atau bukan maka perlu adanya pembuktian dengan melakukan visum, jadi tujuan visum ialah tidak semata-mata saat melihat orangtua memukul menimbulkan kekerasan, bisa saja dia memukul pada bagian-bagian yang tidak membahayakan. Serta menurut saya kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bekasi sendiri sangat variatif dari psikis, fisik, seksual dll semuahnya ada di Kabupaten Bekasi.
8. Apakah ada program dari DP3A Kabupaten Bekasi terkait penanganan kasus kekerasan anak?
Untuk program kami memliki program kasih perlindungan khusus anak, program ini memliki beberapa kegiatan diantaranya seperti sosialisasi, memberikan perlindungan kepada anak, serta untuk memperkenalkan seperti KPAD, SATGAS, PPA.
9. Apa saja fasilitas yang ada di DP3A Kabupaten Bekasi dalam mendukung program tersebut?
Kami memiliki beberapa fasilitas untuk menunjang berjalannya program, salah satunya pembentukan Satgas penanganan kekerasan anak, layanan TESA, P2TP2A tingkat Kecamatan se Kabupaten Bekasi sama PPA Desa. Tujuannya untuk mempemudah kalo misalnya pelaporan kasus kekerasan anak bisa melakukan melalui pihak Desa maupun Kecamatan
115
jika jarak rumah dengan Kecamatan mungkin dan yang terdekat Kantor Desa maka bisa melapor lewat sana. Sama halnya dengan kami kalo menerima laporan dan jarak yang jauh, kami bisa meminta ke pihak Desa atau Kecamatan untuk menghandle terlebih dahulu.
10. Apa saja hambatan yang terjadi dalam mewujudkan program tersebut?
Hambatannya ada beberapa seperti halnya kami belum memiliki Rumah Aman untuk anak korban kekerasan, jadi jika ada sebuah kasus dan membutuhkan Perlindungan Rumah Aman maka kami harus berkordinasi dengan Dinas Sosial Bekasi dulu. Selain itu petugas-petugas kami dilapangan seperti di P2TP2A Kecamatan maupun PPA Desa cenderung masih kurang akan pemahan terkait kekerasan anak.
11. Bagaimana tahapan penerimaan kasus kekerasan terhadap anak atau pengaduan di DP3A Kabupaten Bekasi?
Tahapan penerimaan kami pertama bisa melakukan laporan ke TESA (telepon sahabat anak) dengan melakukan laporan melalui TESA maka laporan akan kami identifikasi permasalahannya seperti apa.
sedangkan untuk cara lainnya bisa melakukan laporan melalui pihak PPA Desa maupun P2TP2A Kecamatan
116
PEDOMAN WAWANCARA SEKSI PERLINDUNGAN ANAK DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN
PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN BEKASI Hari/Tanggal : Selasa, 30 Maret 2021
Waktu : 15.00-16.00 Nama Informan : Pak Iwan
1. Bagaimana proses tahapan penanganan kasus kekerasan anak?
1. Bagaimana proses tahapan penanganan kasus kekerasan anak?