• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Tahap Operasi Pertambangan Batubara

1. Proses Penambangan Konvensional a. Tujuan

Untuk mengetahui proses penambangan yang dilakukan PT. Indominco Mandiri Bontang mulai dari persiapan lahan, pengolahan batubara sampai pengapalan batubara.

b. Dasar Teori

Dalam mengeksploitasi batubara maupun bahan galian lainnya, setiap perusahaan memiliki metode yang berbeda-beda dalam sistem penambangannya, PT Indominco Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang menggunakan

metode sistem penambangan yang dilakukan adalah tambang terbuka (open pit) kemudian mengisi kembali (back filling) lahan bekas penambangan tersebut setelah operasi penambangan selesai dilakukan.

c. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan : Dokumen Identifikasi Analisis Dampak Lingkungan PT. Indominco Mandiri Bontang dan alat tulis menulis.

d. Prosedur kerja

Membaca dan memahami proses penambangan yang dilakukan PT.

Indominco secara umum dan mengamati proses tersebut.

e. Hasil yang dicapai

Tahap-tahap kegiatan penambangan batubara adalah sebagai berikut : 1) Pembersihan Lahan (Land Clearing)

2) Pemindahan Topsoil 3) Pengupasan Over Burden 4) Pengolahan Batubara 5) Kegiatan rehabilitasi lahan f. Pembahasan

Kegiatan penambangan batubara yang dilaksanakan PT. Indominco Mandiri Bontang berada di 2 (dua) area penambangan yaitu blok barat (pit - 3S, pit-11SE2, pit 11S, pit L13W1, pit-6SW1, pit-40, L11N, dan pit 13 exp). di blok timur (pit Seam 10B, Pit 10C & 11A, Pit 19D).

Untuk lebih rinci, sistem penambangan akan dijelaskan sebagai berikut : 1) Land Clearing

Land clearing atau pembersihan lahan merupakan kegiatan untuk membersihkan dan membabat tumbuhan yang berada di atas lapisan topsoil.

Kegiatan land clearing dilakukan bila di bawah lapisan tanah tersebut terdapat bahan galian yang akan ditambang atau daerah tersebut akan digunakan untuk dumping area. Contoh tumbuhannya adalah rumput, pohon-pohon, dan semak belukar.

Pekerjaan ini dilakukan sebelum tahap pengupasan lapisan tanah penutup dimulai. Pekerjaan ini meliputi pembabatan dan pengumpulan pohon yang tumbuh pada permukaan daerah yang akan ditambang dengan tujuan untuk membersihkan daerah tambang tersebut sehingga kegiatan penambangan dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus terganggu dengan adanya gangguan tumbuh-tumbuhan yang ada di lokasi penambangan.

Pembersihan dilakukan pada daerah yang akan ditambang dengan menggunakan Bulldozer dan bantuan Backhoe, dilakukan secara bertahap sesuai dengan pengupasan lapisan tanah penutup. Dalam pembabatan, pohon didorong kearah bawah lereng untuk dikumpulkan, dimana penanganan selanjutnya diserahkan pada pihak berwenang yang memiliki Izin Pengelolaan Kayu (IPK).Izin Pengelolaan Kayu (IPK) untuk industri pertambangan diatur oleh Pemerintah melalui Kementrian Kehutanan.

Untuk PT. Indominco Mandiri , kayu dikelola oleh Puyuh, kontraktor yang ditunjuk pemerintah. Alat-alat yang digunakan untuk land clearing adalah : a) Bulldozer Komatsu D85, digunakan untuk membersihkan dan membabat

pohon-pohon dan semak belukar yang memiliki diameter kurang dari 30 cm dan panjang kurang dari 4 meter

b) Gergaji rantai (chainsaw), digunakan untuk memotong pohon-pohon yang relatif besar dengan diameter lebih dari 30 cm dan panjang lebih dari 4 meter. Pohon-pohon ini selanjutnya diinventarisasi, diberi nama dan dihitung volumenya kemudian dikumpulkan di Logstock.

2) Pemindahan Topsoil

Kegiatan topsoil removal atau pengupasan lapisan tanah penutup untuk mengupas lapisan tanah yang paling atas, dimana tanah ini biasanya terdiri dari lapisan humus dan tanah yang strukturnya tidak keras, sehingga lapisan topsoil berguna sebagai tanah yang akan dipakai kembali untuk kegiatan reklamasi. Topsoil biasanya terbentuk dari clay atau tanah liat. Pengupasan tanah ini dilakukan dengan cara menggali, memuat , kemudian mengangkut tanah tersebut ke topsoil stock. Lapisan topsoil yang diambil adalah dengan ketebalan 30 – 60 cm.

Alat-alat yang digunakan untuk kegiatan topsoil removaladalah :

a) Alat gali muat adalah excavator backhoe PC 300 dengan kapasitas gali 1,8 m3

b) Alat angkut, yaitu Articulated Dump Truck (ADT) tipe Komatsu HM 400 dengan kapasitas 22,3 m3

c) Alat bantu untuk merapikan lapisan topsoil sesudah dikupas, yaitu Bulldozer d155.

Timbunan di lapisan topsoil dipersiapkan untuk melapisi lapisan tanah di dumping area. Setelah dumping area siap untuk direklamasi maka lapisan tersebut di spreading (disebarkan) dahulu dengan menggunakan lapisan topsoil. Alat yang digunakan untuk spreading

tersebut sama dengan alat yang digunakan untuk topsoilremoval yaitu Excavator Backhoe PC 300 dan Articulated Dump Truck HM 400.

3) Pengupasan Overburden

Tahap pengupasan overburden dilakukan setelah semua proses topsoil removal selesai dilaksanakan. Lapisan tanah penutup (overburden) dibongkar hingga ditemukan lapisan batubara. Karakteristik dari berbagai jenis overburden menentukan cara untuk mengupasnya, lapisan overburden ada yang memiliki kekerasan yang ekstrem sehingga perlu dilakukan blasting dan ada juga yang lunak sehingga cukup digalisaja dengan excavator backhoe.

Overburden pada East Block terdiri dari material PAF dan NAF. Komposisi perbandingan material PAF dan NAF sekitar 60% : 40%. Pada lapisan material pertama overburden biasanya komposisinya adalah tanah liat dan lapisan berikutnya berupa sandstone. Alat yang biasa digunakan untuk pengupasan overburdenadalah :

a) Excavator backhoe Komatsu PC 1250 dengan kapasitas bucket 7 m3 b) Excavator backhoe Komatsu PC 2000 dengan kapasitas bucket 12 m3 c) Excavator backhoe Komatsu PC 3000 dengan kapasitas bucket 16 m3 d) Dump truck HD 785 kapasitas bak angkut 48 m3 dan sekarang juga telah

digunakan HD1500.

Dalam pembongakaran overburdenakan membentuk bench, geometri bench sesuai SOP adalah :

(1) Tinggi jenjang = 8 meter (2) Single slope = 70 o

(3) Overall slope = 65o (west block)

= 60o (east block)

(4) Lebar jenjang = 1,7 meter (west block)

= 3,8 meter (east block)

4) Proses Pengolahan Batubara

Pada saat pertama kali batubara diangkut oleh Dump Truck menuju mine stockyard masih berukuran lebih dari > 50 mm, lalu dari mine stockyard dimasukan kedalam hopper dengan alat angkut truck dan alat muatnya Wheel Loader.Saat pertama kali batubara memasuki hopper, terlebih dahulu batubara disiram dengan sebuah alat water spray , yang mana penyiraman ini bertujuan untuk pengikatan material-material batubara yang berbutir halus (fine coal).

Batubara dari lokasi tambang diangkut dengan menggunakan truk pengangkut batubara untuk selanjutnya diangkut menuju ROM pada coal processing plant, maupun langsung ditumpahkan ke hopper.

Hopper berkapasitas 200 ton, dilengkapi dengan grizzly berukuran 600 mm x 1200 mm yang berfungsi untuk menyortir ukuran boulder batubara agar tidak masuk dalam feeder breaker. Sementara feeder breaker itu sendiri adalah sebuah alat untuk penghancur batubara dari ukuran yang boulder menjadi – 200 mm.

Produk batubara berukuran -200 mm merupakan tahap awal dari penghancuran batubara yang berukuran bongkahan boulder.Tahap kedua penghancuran batubara menggunakan alat crusher yang terhubung dengan belt conveyor dan dilengkapi dengan magnet cathcer dan metal

detector.Magnet catcher adalah alat untuk menangkap besi (metal yang mempunyai sifat magnetik) yang terkontaminasi dengan batubara pada saat feeding, sedangkan metal detector berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi adanya material besi/metal yang tidak tertangkap oleh magnet catcher.

Setelah melalui magnet catcher dan metal detector, batubara berukuran -200mm tersebut masuk dalam tahap penghancuran kedua batubara menjadi ukuran -50mm dengan crusher.

Pada belt conveyor dari alat crusher menuju twin boom stacker, terdapat sebuah alat berupa automaticsampler yang berfungsi sebagai pengambil sampel batubara secara otomatis untuk diuji kualitasnya di laboratorium analisa kualitas batubara.

Produk batubara hasil tahap penghancuran kedua merupakan produk yang sudah siap untuk dipasarkan. Namun dalam pemuatannya terdapat suatu manajemen untuk mengatur pemuatan batubara hingga menuju ke pelabuhan, karena produk batubara di CPP 1 mempunyai dua produk, yaitu Low Total Sulfur dan High Total Sulfur. Oleh karena itu, produk dari crusher akan dibawa dengan belt conveyor menuju twinboomstacker untuk pemisahan produk Low TS dan High TS menuju mine stockyard.

Batubara dengan dua jenis produk yang disimpan di tempat penyimpanan sementara (mine stock yard), akan dibantu oleh bulldozer untuk didorong menuju reclaimer feeder, dimana reclaimer feeder tersebut adalah alat untuk memindahkan batubara hasil crushing dari mine stockyard ke loading bin melalui belt conveyor untuk selanjutnya di kirim ke port menggunakan doubletrolley.

Pemindahan hasil produk batubara Lo-TS dapat menggunakan dua cara, yang pertama yaitu melewati reclaimerfeeder melalui beltconveyor menuju loadingbin dan yang kedua dengan menggunakan wheelloader langsung dimuat dari minestockyard ke doubletrolley.Batubara yang telah dimuat oleh doubletrolley selanjutnya siap untuk diangkut menuju pelabuhan.

2. Kegiatan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan PT.Indominco Mandiri

Dokumen terkait