METODOLOGI PENELITIAN
F. Proses Penelitian
Indikator yang ingin dicapai dalam penelitian adalah meningkatnya prestasi belajar siswa melalui penguatan konsep diri, peningkatan rasa percaya diri, dan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran akuntansi pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Karanganyar melalui penerapan teknik penilaian Self Assessment. Setiap tindakan upaya peningkatan indikator tersebut dirancang dalam satu unit sebgai satu siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu : (1) Perencanaan Tindakan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) Observasi dan Interpretasi, dan (4) Analisis dan Refleksi untuk perencanaan siklus brikutnya. Dalam penelitian ini, direncanakan dalam dua siklus apabila sudah mencukupi. Akan tetapi kalau belum mencukupi, maka akan dilanjutkan kesiklus ketiga.
1. Siklus Pertama
a. Tahap Perencanaan, pada tahap ini peneliti menyusun skenario pembelajaran, instrumen untuk evaluasi yang berupa soal tes tertulis, dan menetapkan indikator ketercapaian yang akan dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Pada tahap ini peneliti dan guru kelas menyusun:
commit to user
1) Peneliti bersama guru menentukan jadwal pelaksanaan penelitian.
2) Merencanakan skenario pembelajaran akuntansi dengan menerapkan teknik penilaian Self Assessment, berupa :
a) Pertemuan pertama
(1) Salam pembuka, guru mengadakan absensi siswa. (2) Menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif.
(3) Guru mengajak siswa merumuskan tujuan pembelajaran secara bersama-sama dengan mengacu pada tujuan sekolah.
(4) Guru menjelaskan mengenai teknik penilaian Self Assessment yang akan diterapkan.
(5) Guru mengulangi sedikit materi tentang laporan keuangan dan mengaitkan dengan meteri yang akan diajarkan yaitu jurnal penutup.
(6) Guru mengadakan eksplorasi dengan bertanya kepada siswa mengenai jurnal penutup yang akan diajarkan.
(7) Guru menyampaikan garis besar materi tentang jurnal penutup. (8) Guru membagi siswa ke dalam 7 kelompok, setiap kelompok
terdiri dari 5 siswa.
(9) Guru membagikan lembar soal pada masing-masing kelompok dan memberikan waktu bagi masing-masing kelompok untuk mendiskusikan soal.
(10) Guru dan siswa mengadakan pembahasan soal secara bersama. (11) Guru membuat kesimpulan dari materi yang sudah diajarkan
sebelum menutup pelajaran, dan menutup dengan salam penutup.
b) Pertemuan kedua
(1) Salam pembuka, guru mengadakan absensi siswa. (2) Menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif.
commit to user
48 (4) Guru kolaborasi bersama peneliti membagikan soal berupa soal uraian dan meminta agar siswa dalam mengerjakan tidak saling bekerja sama.
(5) Guru kolaborasi bersama peneliti mengawasi dengan seksama agar hasil dari evaluasi dapat mencerminkan kemampuan mereka dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal dengan tertib dan tenang.
(6) Guru bersama siswa menetukan kriteria penilaian atas masing-masing soal ulangan, kemudian mengajarkan kepada siswa bagaimana menerapkan kriteria atas pekerjaan mereka sendiri. (7) Guru meminta siswa untuk menilai pekerjaannya sendiri.
Usahakan membangun suasana yang positif di dalam kelas sehingga membuat kesalahan adalah dianggap sebagai salah satu cara untuk perbaikan, bukan menjadi catatan kegagalan.
(8) Guru memberikan umpan balik atas penilaian pekerjaan siswa dengan cara membahas soal-soal kuis.
(9) Guru mangajak siswa untuk menentukan strategi pembelajaran berikutnya dan menentukan strategi untuk membantu siswa yang belum mencapai seluruh kriteria agar dapat menuntaskan kriteria penilaian yang ada. Kriteria penilaian yang belum tercapai akan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya dengan menerapkan teknik penilaian Self Assessment dan strategi pengajaran yang ditentukan bersama antara siswa dan guru sampai semua siswa dapat memenuhi seluruh kriteria dan mencapai tujuan pembelajaran.
(10) Guru membuat kesimpulan dari materi yang telah diajarkan sebelum menutup proses pembelajaran, dan menutup dengan salam penutup.
3) Peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk materi menyusun jurnal penutup dengan teknik penilaian Self Assessment.
commit to user
a). Kriteria keberhasilan proses dan prestasi belajar siswa berdasarkan pelaksanaan tindakan, kriteria dan indikator keberhasilan siswa ditentukan bersama guru berdasarkan situasi konkrit di kelas tempat penelitian berlangsung.
b). Instrumen observasi konsep diri siswa dalam mengikuti pembelajaran berupa lembar angket.
c). Instrumen observasi rasa percaya diri siswa dalam mengikuti pembelajaran berupa lembar angket.
d). Instrumen observasi motivasi berprestasi siswa dalam diskusi kelas berupa lembar angket.
e). Instrumen observasi ketuntasan hasil belajar siswa berupa soal kuis atau ulangan.
5) Mempersiapkan lembar kerja siswa dengan memperhatikan pertimbangan guru akuntansi.
6) Menetapkan indikator ketercapaian. Indikator ketercapain dinilai dari beberapa komponen, seperti yang disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 2. Indikator Ketercapain Belajar Siswa Aspek yang Diukur Persentase
Target Capaian
Cara Mengukur
Pelaksanaan teknik Self Assesment
80% Diamati menggunakan lembar observasi penerapan teknik penilaian Self Assesment Konsep diri yang menguat
dalam diri siswa
70% Dinilai dari hasil pengolahan
angket yang disebar Rasa percaya diri siswa
yang meningkat selama KBM
70% Dinilai dari hasil pengolahan
angket yang disebar Motivasi berprestasi siswa
mengikuti pembelajaran
70% Dinilai dari hasil pengolahan
angket yang disebar Ketentuan prestasi belajar
(standar nilai 70,00)
80% Dinilai dari hasil tes belajar akhir siklus yang dihitung dari persentase jumlah siswa yang mendapat nilai diatas 70,00
commit to user
50 b. Pelaksanaan tindakan
Dilakukan dengan melaksanakan skenario pembelajaran yang telah direncanakan yang dilakukan bersamaan dengan observasi terhadap dampak tindakan.
c. Pengamatan dan Interpretasi
Pengamatan dilakukan terhadap penerapan teknik penilaian Self Assessment dan tindakan siswa dalam pembelajaran menggunakan lembar observasi yang diisi oleh pengamat.
d. Analisis dan Refleksi
Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis semua kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini. Refleksi dilaksanakan setelah tindakan pada siklus I selesai dilaksanakan untuk mengetahui kelebihan, kekurangan serta kendala yang dialami selama pelaksanaan tindakan pertama. Refleksi dilaksanakan dengan memperhatikan hasil observasi dan diskusi dengan guru akuntansi kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Karanganyar. Diskusi tersebut bertujuan untuk mengevaluasi hasil tindakan dan merumuskan perencanaan berikutnya, yaitu siklus II.
2. Siklus II
Pada siklus II perencanaan tindakan dikaitkan dengan hasil yang telah dicapai pada tindakan siklus I sebagai upaya perbaikan dari siklus tersebut dengan materi pembelajaran sesuai dengan silabus mata pelajaran Akuntansi, termasuk perwujudan tahap pelaksanaan, observasi, serta refleksi dan analisis yang juga mengacu pada siklus sebelumnya.
Langkah-langkah yang dilaksanakan pada siklus II sama dengan langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus I, mencakup: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Apabila hasil refleksi pada siklus II belum terjadi peningkatan prestasi belajar siswa yang berarti indikator yang ditargetkan belum tercapai, maka masih perlu dilakukan tindakan siklus ke III, IV, dan seterusnya. Akan tetapi, apabila pada akhir siklus II target sudah tercapai dan terjadi peningkatan kualitas pembelajaran akuntansi, maka tindakan penelitian dapat dihentikan.
commit to user
51 BAB 1V