JALAN KESELAMATAN (II)
SUATU PROSES ATAU SUATU PERISTIWA?
Banyak orang Kristen yang karena ketidak mengertiannya tentang tahapan-tahapan Keselamatan ini lalu menyimpulkan bahwa Keselamatan adalah suatu proses yang panjang, bahkan seumur hidup. Jadi Keselamatan tidak dapat diketahui kapan terjadinya. Konsep seperti ini menimbulkan adanya keraguan akan adanya Keselamatan itu dan tidak adanya Kepastian akan Keselamatan itu. Konsep ini didasari oleh konsep yang salah tentang Keselamatan itu sendiri. Konsep itu menyatakan bahwa Keselamatan seseorang hanya dapat diketahui saat pengadilan akhir nanti. Konsep ini BUKANLAH konsep iman Kristen, tetapi konsep agama-agama lain didunia ini yang berlandaskan kepada usaha- usaha manusia.
Konsep yang salah yang kedua adalah adanya konsep bahwa Keselamatan dapat hilang, sehingga tidak ada jaminan bahwa ia pasti akan kesorga. Seperti katanya “yang menentukan bukan awalnya, tetapi akhirnya.” Jadi Keselamatan dimengerti merupakan suatu proses panjang yang akhirnya akan ditentukan hasilnya pada akhir hidup orang itu, apakah akan tetap didalam imannya atau akan meninggalkan imannya (murtad).
Pengajaran Alkitab yang benar adalah bahwa Keselamatan merupakan suatu peristiwa tunggal yaitu saat seseorang dilahirkan kembali oleh Roh Kudus (Yoh. 3:1-13 - peristiwa mana dapat dilihat dari adanya perpalingan seseorang). Saat itu juga orang tersebut dimeteraikan oleh Roh Kudus (Roh Kudus berdiam didalam orang itu) yang merupakan suatu konfirmasi bahwa ia telah menjadi anak Allah (Rom. 8:15-17; Gal. 4:6-7), sekaligus merupakan jaminan (seperti uang muka/uang tanda jadi/mahar) bahwa ia akan memperoleh Keselamatan itu secara penuh saat kebangkitan orang-orang benar (Ef. 1:13-14). Memang Keselamatan juga mencakup suatu proses yang disebut
penyucian/pengudusan (sanctification) yang berlangsung selama hidup, namun itu merupakan proses SETELAH diselamatkan, bukan proses UNTUK diselamatkan (lihat diskusi lebih lanjut didalam Bab-6).
Jadi Keselamatan adalah suatu peristiwa tunggal yang kemudian akan diikuti oleh proses pengudusan hidup dan pada saatnya akan digenapi secara penuh saat orang-orang percaya dimuliakan pada kebangkitan orang-orang benar. Karena itu Keselamatan sering dijelaskan dalam bentuk masa lalu “telah” (band. Yoh. 5:24; 1 Yoh. 5:13; Ef. 2:5, 8; Rom. 5:9, 10, dsb.).
130 13
Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. (Kel. 12:12-13)
27b
Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah.
28
Pergilah orang Israel, lalu berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka. (Kel. 12:27-28)
Apakah Jalan Keselamatan yang ditetapkan Tuhan? Darah domba Paskah pertama yang harus dioleskan diambang pintu rumah mereka (ay. 13). Dan bagaimanakah bangsa Israel diselamatkan dari hukuman Tuhan? Dengan MEMPERCAYAI jalan Keselamatan itu. Bukti bahwa mereka percaya adalah dari TINDAKAN mereka dengan mentaati perintah Tuhan untuk mengoleskan darah domba Paskah itu diambang pintu mereka. Jadi IMAN mereka dibuktikan dengan TINDAKAN melakukan perintah Tuhan.
Jadi sekali lagi, Keselamatan didapat dengan mempercayai Jalan Keselamatan yang ditentukan Allah. Tanda dari mempercayai (beriman) itu adalah adanya suatu tindakan, sekalipun tindakan itu sesuatu yang sederhana sekalipun. Berikut kita rangkumkan dari beberapa gambaran Keselamatan yang diajarkan Alkitab tentang cara untuk memperoleh Keselamatan itu melalui suatu tindakan sederhana yang dituntut Allah.
Gambaran KESELAMATAN JALAN KESELAMATAN yg ditentukan Allah
TINDAKAN sebagai ungkapan iman mempercayai Jalan Keselamatan itu Paskah Eksodus (Kel. 12:1-28) Darah domba Paskah harus dioleskan
diambang pintu agar diluputkan dari hukuman Tuhan (Kel. 12:12-13)
Bangsa itu melakukan semua yang diperintahkan Tuhan (MEMOLESKAN darah domba paskah keambang pintu mereka) sebagai bukti iman mereka (Kel. 12:28) Keselamatan dari kematian
pagutan ular berbisa dipadang gurun (Bil. 21:4-9)
Patung ular tembaga ditongkat Musa. Siapa yang melihatnya tidak akan mati walaupun dipagut ular berbisa (Bil. 21:8)
Dengan MELIHAT ular tembaga itu. Tindakan melihat itu merupakan cerminan iman bahwa ia mempercayai Jalan Keselamatan yang ditentukan Allah (Kel. 21:9)
Perumpamaan anak yang hilang (Luk. 15:11-32)
Bertobat (meninggalkan kekotoran kandang babi) dan kembali kerumah bapanya.
Anak itu “BANGKIT” meninggalkan dunianya dan “PERGI” kepada bapanya dan memohon pengampunan bapanya (Luk. 15:20-21)
Demikian halnya dengan penggenapan Keselamatan kita:
KESELAMATAN Jalan Keselamatan yg disediakan Allah
TINDAKAN iman yang akan menyelamatkan Keselamatan dari hukuman
murka Allah (Yoh. 3:36; 1Tes. 1:10; 2Tes. 1:9)
Kristus/Mesias disalibkan sebagai penebus dosa (Yoh. 3:14, 16)
Percaya kepada penebusan Kristus yang dimanifestasikan dengan pertobatan (meninggalkan dosa) dan mempercayai janji/perkataan Kristus (Yoh. 3:15, 16, 18; Kis. 2:38)
Sekalipun jalan untuk memperoleh Keselamatan itu sangat sederhana (“hanya percaya saja”), namun manusia yang selalu merasa dirinya masih memiliki kebenaran didalam dirinya, tidak percaya bahwa cara memperoleh Keselamatan itu demikian sederhana. Manusia cenderung INGIN MENAMBAH persyaratan untuk keselamatannya karena pada dasarnya manusia itu sombong dan ingin menambah jasa baiknya untuk keselamatannya. Sikap inilah yang memperkeruh pengertian mengenai keselamatan itu selama ini, sehingga arti PERCAYA yang sederhana itu menjadi kabur (misalnya “harus percaya 100% supaya diselamatkan”,
5. JALAN KESELAMATAN (II)
131
“percaya itu artinya harus berbuat baik, begini begitu...”, “percaya saja tidak cukup, harus diiringi perbuatan baik, penyangkalan diri, pikul salib...” dst.). Padahal percaya itu sederhana saja. Misalnya saat anda membaca buku ini, dan duduk dikursi anda. Adakah terbersit dalam pikiran anda bagaimana ya kalau kursi ini tiba-tiba rubuh? Tidak terpikirkan sama sekali? Itu artinya anda PERCAYA kepada kursi tersebut bahwa ia dapat mendukung anda tanpa harus kuatir. Tindakan anda yang duduk TANPA KESANGSIAN akan rubuh merupakan TINDAKAN IMAN kepada kursi tersebut.
Demikian juga arti percaya kepada Kristus yang menghasilkan Keselamatan: Saat anda mendengar/membaca Injil, anda disadarkan oleh Roh Kudus akan dosa-dosa anda dan anda merasakan duka & penyesalan yang mendalam akan keadaan anda itu, maka kemudian Roh Kudus memampukan anda untuk mengambil keputusan untuk bertobat meninggalkan dosa anda dan mempercayai Keselamatan yang dijanjikan Tuhan Yesus Kristus – Juruselamat anda.
5.F.4.a. Jadi, apakah arti percaya kepada Kristus?
Apakah artinya anda percaya kepada seseorang? Artinya anda mempercayai apa yang dikatakannya. Perhatikan illustrasi dibawah ini:
132
Golongan pertama adalah mereka yang berada diluar iman Kristen, yang tidak percaya bahkan mengolok-olok iman Kristen. Atau mungkin juga mereka yang berprofesi sebagai Kristen (“beragama Kristen”), namun tidak mengerti bahkan menganggap sepele tawaran pengampunan dari Allah. Golongan dua dan tiga adalah orang-orang Kristen yang serius. Namun dari illustrasi diatas kita melihat bahwa golongan dua bukanlah golongan orang yang disebut percaya karena mereka tidak mempercayai perkataan sang Gubernur. Sekalipun mereka menyesali perbuatannya, tetapi tidak pernah memperoleh amnesti (pengampunan) karena tidak mempercayai perkataan sang Gubernur dan tidak menandatangani surat
Illustrasi: