DAFTAR LAMPIRAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2. Proses Produksi pada PT. ADM Casting Plant
PT. ADM Casting Plant adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen mesin yang digunakan pada mobil-mobil jenis Toyota dan Daihatsu. Saat ini, PT. ADM Casting Plant memproduksi 11 jenis produk yang terdiri dari Cylinder Block, Oil Pan Daihatsu, Oil Pan Toyota, DHC D16D, DHC, D38A, DHC D40D, Cylinder Head 1TR, Cylinder Head 2TR, Cylinder Head 2SZ. PT. ADM Casting Plant dapat berproduksi dengan rataan kapasitas dari 400 unit produk/hari untuk masing-masing jenis produk. Secara garis besar, proses produksi pada PT. ADM Casting Plant dapat dilihat pada Lampiran 4.
Proses produksi pada PT. ADM dikerjakan oleh mesin yang dikendalikan oleh operator. Proses produksi dalam ruang produksi terdiri dari dua jenis, yaitu High Presure Process (HPP) dan Low Presure Process (LPP). Bahan utama proses produksi merupakan alumunium batangan yang dicetak menjadi komponen mobil. Perbedaan mendasar antara HPP dan LPP adalah penggunaan pasir silika dalam proses produksi.
Tujuan dari sistem produksi yang digunakan oleh PT. ADM Casting Plant menekankan pada :
1. Fokus pada pelanggan
2. Meningkatkan produktivitas dan minimalisasi biaya
3. Pengelolaan partisipasi karyawan berjalan dengan maksimal
4. Pengelolaan keselamatan kerja dan lingkungan terhadap seluruh karyawan 4.3. Sistem Pengendalian Mutu pada ADM Casting Plant.
Telah menjadi kebijakan dan komitmen PT Astra Daihatsu Motor Casting Plant untuk menyerahkan produk Aluminium Casting kepada pelanggan dengan mutu yang sesuai persyaratan, biaya bersaing dan waktu penyerahan tepat waktu, serta mengikuti ketentuan persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Seluruh karyawan harus melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang memenuhi persyaratan standar ISO/TS
40
16949:2002 secara konsisten, sesuai tanggungjawab dan wewenang masing-masing, serta melakukan perbaikan secara terus menerus untuk mencapai sasaran perusahaan dan berusaha memenuhi kepuasan pelanggan.
SMM ditinjau dan dievaluasi secara berkala untuk dapat memenuhi tujuan perusahaan dan harapan pelanggan yang terus berkembang. Seiring dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan produk yang ramah lingkungan, Daihatsu telah melengkapi semua mobilnya dengan mesin yang menggunakan catalytic converter, agar gas buang hasil pembakarannya memenuhi peraturan pemerintah dan standart EURO II.
Daihatsu sangat memperhatikan proses produksi, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pabrik dengan menerapkan Sistem Mutu Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang sesuai dengan ISO 14001, OHSAS 18001 dan Green Company. Dengan fasilitas produksi yang lengkap, PT. ADM senantiasa berusaha menghasilkan produk dengan mutu global agar mampu diterima oleh konsumen domestik dan mancanegara. Saat ini, Daihatsu telah memenuhi standar mutu global dengan menerapkan sistem produksi Toyota (TPS) di setiap lini proses. Secara rutin, mutu proses produksi Daihatsu selalu ditinjau seperti yang diisyaratkan ISO : 9001 yang telah diterapkan di semua pabrik Daihatsu.
PT. ADM menerapkan beberapa cara pengendalian mutu yang berlandaskan nilai-nilai budaya Jepang seperti Keizen berupa peningkatan berkesinambungan dan Genchi Genbutsu, yaitu penanganan permasalahan dengan cara memahami permasalahan secara langsung (Liker, 2006). PT. ADM belum pernah menggunakan Six Sigma dalam pengendalian mutu. Proses pengendalian mutu dan manajerial dalam PT ADM lebih banyak menggunakan Toyota Way dengan 14 prinsip manajerial yang mencakup produksi, pengendalian mutu hingga penanganan SDM.
Keberhasilan pengendalian mutu perusahaan tidak lepas dari struktur organisasi dan pola birokrasi yang baik pada PT. ADM. Organisasi perusahaan disusun sebagaimana layaknya suatu badan usaha yang membagi-bagi unit
dalam organisasi secara fungsional. PT. ADM Casting Plant, posisi Director Manufacturing berada pada posisi tertinggi yang membawahi :
1. Casting Plant Division 2. Administration
3. Management Representative 4. Committee
PT. ADM Casting Plant sebagai bagian dari PT. ADM pusat terbagi dalam beberapa departemen, yaitu :
1. PPC Logistic 2. Production 3. Maintenance
4. Production Engineering
Selain beberapa departemen di atas, terdapat juga beberapa section yang berhubungan langsung dengan departemen-departemen yang berada di kantor pusat PT. ADM, yaitu :
1. Environment Health and Savety (EHS) 2. GSM
3. Quality Inspection 4. Quality Engineering
5. Human Resources Division and Personel Services 6. Finnance and Accounting
7. Purchasing
Untuk rincian dari tiap-tiap departemen, tugas dan pekerjaan, serta perbedaan dari tiap-tiap departemen dalam PT. ADM Casting Plant dapat dilihat pada Lampiran 5. Tugas dan wewenang masing-masing Departemen dan Section pada PT. ADM Casting Plant.
4.4. Analisis Identifikasi Faktor, Aktor dan Tujuan yang berpengaruh dalam Penerapan Strategi Six Sigma pada Sistem Pengendalian Mutu.
42
Identifikasi terhadap faktor, aktor dan tujuan yang berpengaruh pada pengambilan keputusan pengendalian mutu dilakukan untuk menentukan hirarki analitik demi mendapatkan pemilihan strategi penerapan Six Sigma pada PT. ADM. Identifikasi dilakukan dengan wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) bersama Divisi Pengembangan SDM PT. ADM, Tim Pengendali Mutu dan Divisi Produksi. Dari wawancara dan diskusi tersebut diperoleh faktor, aktor dan tujuan yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan penerapan Six Sigma pada PT. ADM.
FGD dipimpin oleh Divisi Pengembangan SDM yang bertindak sebagai moderator forum. Setiap peserta diminta menjelaskan dan menuliskan job description masing-masing untuk mengetahui pertimbangan apa yang penting dalam perumusan model penerapan Six Sigma. Peserta diminta menentukan faktor yang akan menjadi pertimbangan tiap aktor dalam pengambilan keputusan pengendalian mutu. Kemudian, setiap aktor akan menjelaskan tujuan yang ingin dicapai oleh masing-masing departemen yang akan menunjang tujuan utama perusahaan. Tahap selanjutnya pada FGD ini adalah pemilihan bersama faktor, aktor dan tujuan yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan penerapan Six Sigma pada PT. ADM. Tahap terakhir adalah penetuan alternatif dan penyusunan hirarki analitik
4.4.1. Faktor-faktor penyusun Strategi Penerapan Six Sigma dalam Sistem Pengendalian Mutu ADM
Sebagai pertimbangan dalam pemilihan strategi pengendalian mutu, PT ADM memilih beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi. faktor tersebut adalah efisiensi, kontrol, aplikasi dan keterlibatan. Faktor-faktor inilah yang memiliki peran penting dalam pemilihan strategi pengendalian mutu dan menyususn hirarki analitik dalam pemilihan strategi. Rinciannya sebagai berikut :
Efisiensi adalah pertimbangan utama dari hampir setiap keputusan bisnis. Efisiensi dapat menurunkan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan dan menjaga penggunaan sumber daya secara tepat. Tetapi efisiensi yang berlebihan dapat mengurangi mutu produk dan meningkatkan cacat dengan kata lain faktor efisiensi perlu memperhatikan pertimbangan mutu produk yang dihasilkan, apakah efisiensi yang dilakukan mengancam mutu produk atau tidak.
b. Kontrol
Kontrol atau pengendalian adalah faktor yang dipilih PT. ADM sebagai pertimbangan lain dalam pemilihan strategi pengendalian mutu. Pengendalian yang dimaksud dalam strategi ini adalah pengendalian terhadap sistem. Sistem yang akan diterapkan diharapkan mudah untuk diawasi dan dikendalikan pelaksanaannya oleh sumber daya yang dimiliki PT. ADM. c. Aplikasi
Faktor aplikasi menjadi pertimbangan dalam pemilihan strategi Six Sigma pada pengendalian mutu PT. ADM adalah kemudahan dalam aplikasi sistem pengendalian mutu. Aplikasi sistem yang tidak berbelit-belit dan mudah menjadi salah satu perhatian PT. ADM dalam mengambil keputusan sistem pengendalian mutu yang digunakan.
d. Keterlibatan
Keterlibatan dalam sebuah sistem pengendalian mutu menjadi penting mengingat mutu sebuah produk adalah tanggung jawab seluruh pihak dalam perusahaan. Sistem yang melibatkan banyak pihak dalam pengendalian mutu dapat meningkatkan tanggung jawab karyawan terhadap mutu produk yang dimiliki perusahaan. Tanggungjawab karyawan terhadap mutu produk dapat mempengaruhi peningkatan mutu produk secara berkelanjutan.
4.4.2. Aktor yang terlibat dalam Strategi Penerapan Six Sigma dalam Sistem Pengendalian Mutu ADM
44
Manajer Produksi pada PT. ADM Casting Plant adalah salah satu aktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pemilihan penerapan strategi Six Sigma pada pengendalian mutu perusahaan. Bagian produksi yang terdiri dari bagian HPP, LPP dan Improvement mengambil peran utama dalam pelaksanaan produksi untuk menghasilkan produk bermutu. Bagian produksi yang dipimpin oleh Manajer Produksi merupakan aktor berhubungan langsung pada proses perubahan input menjadi output, maka Manajer Produksi menjadi aktor penting yang mempengaruhi pengambilan keputusan.
b. Kepala Tim Pengendalian Mutu (Maintenance)
Kepala Tim Pengendali Mutu pada PT. ADM mengepalai dua bagian, yaitu Quality Engineering dan Quality Inspection. Tim Pengendali Mutu mempengaruhi pengambilan keputusan terhadap sistem yang digunakan perusahaan dalam melakukan pengendalian mutu produk. Tim Pengendali Mutu membuat rancangan dan mengkaji sistem apa yang akan digunakan, sertifikasi apa yang akan diambil perusahaan dan rencana pengembangan mutu perusahaan.
c. Kepala Bagian Raw Material (PPT Logistic)
Kepala Bagian Raw Material adalah bagian dari departemen yang ada pada PT. ADM Casting Plant yang disebut PPC & Logistic. Seksi pada departemen PPC & Logistic ini memiliki deskripsi pekerjaan utama adalah menjaga mutu material input produk dan hal-hal yang berkaitan dengan pengendalian material input produksi. Input yang baik dalam sebuah proses produksi dapat menunjang terciptanya produk yang baik. Dalam penentuan mutu produk, bagian Raw Material memiliki peran penting menjaga mutu produk dari bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.
d. Operator (Production Engineering)
Operator pada PT. ADM adalah bagian dari Departemen Production Engeneering yang memiliki tugas utama mendukung produksi. Pada PT. ADM Casting Plant, hampir keseluruhan proses produksi dilakukan
dengan mesin, maka peran operator sangat penting dalam hal pengendalian proses produksi secara langsung.
4.4.3. Tujuan yang Ingin Dicapai dalam Strategi Penerapan Six Sigma dalam Sistem Pengendalian Mutu PT. ADM Casting Plant
a. Efisiensi Biaya dan Waktu
Efisiensi dapat memberikan tambahan keuntungan pada perusahaan. Dengan proses produksi yang efisen, biaya dan penggunaan yang diperlukan dalam proses produksi lebih sedikit dan meningkatkan margin dari penjualan produk. Agar produk memilik daya saing tinggi, PT. ADM sebagai perusahaan bertaraf Internasional, bertujuan melakukan pengendalian mutu dengan mengaplikasikan sistem yang efisien dan efektif. b. Sistem yang Mudah Dikendalikan
Sistem yang mudah dikendalikan oleh sumber daya yang ada pada perusahaan adalah sistem yang diharapkan PT. ADM dapat diaplikasikan pada perusahaan. Dengan adanya kemudahan pengendalian, PT ADM Casting Plant dapat meningkatkan mutu produk dengan mengawasi sejauhmana sistem tersebut berhasil meningkatkan mutu produk.
c. Sistem yang Mudah Diaplikasikan
Sistem yang mudah diaplikasikan memudahkan perusahaan melakukan pengawasan, menghemat biaya pelatihan dan mengurangi lead time pada proses produksi. Kemudahan aplikasi sistem menjadi perhatian pada pengambilan keputusan pengendalian mutu, sehingga dapat mendukung efisiensi perusahaan.
d. Sistem yang Melibatkan Berbagai Pihak
Sistem yang melibatkan berbagai pihak dalam perusahaan berarti mendayagunakan SDM secara maksimal. Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak dalam perusahaan, pengendalian mutu produksi bukan hanya menjadi tanggung jawab tim pengendali mutu, tetapi menciptakan rasa tanggung jawab pada setiap karyawan yang terlibat.