• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

4. Proses Upacara Kenduri Sko

berkumpul untuk berdoa dan kita juga akan mengunjungi makam nenek moyang kita, nenek Si Gindo Kuning. 69

Dengan demikian, dapat penulis simpulkan bahwa upara Sakral Kenduri Sko memiliki fungsi bagi masyarakat, yaitu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidahnya, sehingga memberikan hasil panen padi, dan untuk yang akan datang supaya diberikan kesuburan tanaman dan panen yang berlimpah.

Selain itu untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada Nenek moyang yang telah merintis menemukan tanah yang subur untuk bercocok tanam, sehingga dapat dirasakan oleh anak cucu dari generasi ke generasi hingga pada saat ini. Dan upacara Sakral ini, mengandung fungsi sebagai mempererat hubungan silaturrahmi antar keluarga atau dengan sanak saudara, karena pada saat upacara berlangsung semua warga berkumpul untuk berdoa atas hasil panen yang telah diberikan Allah SWT, serta berziarah ke makam nenek Sigindo Kuning, sebagai Nenek moyang masyarakat Desa Sleman.

4. Proses Upacara Kenduri Sko Masyarakat Desa Seleman Kecamatan

rasa terima kasih kepada nenek moyang Si Gindo Kuning yang telah bersusah payah mencari tempat atau tanah yang subur untuk bercocok tanam.

Setelah hasil panen padi, maka masyarakat bersama-sama mengadakan upacara Kenduri Sko.

Proses pelaksanaan upacara Kenduri Sko, dilakukan oleh lurah serah bumi, yang melakukan ritual upacara Kenduri Sko adalah para kaum adat, orang tuo cerdik pandai, dan yang memimpin acara kenduri sko adalah depati Nenek mamak yang merupakan salah satu lurah serah bumi sebagai lurah yang paling besar .

Hal ini sesuai dengan pendapat Bapak Karaman, mengatakan bahwa:

“ketika upacara kenduri sko dilaksanakan, maka yang melakukan ritual upacara tersebut adalah para kaum adat, orang tuo cerdik pandai, dan yang meminpin acara tersebut adalah nenek mamak salah satu dari lurah serah bumi sebagai lurah yang paling besar”70 Hal ini juga dipertegas oleh bapak afrizal, mengatakan bahwa:

“adapun yang menjadi pemimpin dalam proses upacara kenduri Sko Desa Seleman ini adalah Nenek mamak yang merupakan salah satu lurah serah bumi yang dianggap lurah yang lebih besar, serta para kaum adat, orang tuo-tuo cerdik pandai. “.71

Berdasarkan hasil wawancara, dan penelitian lapangan bahwa upacara Kenduri Sko ini merupakan upacara sakral, yang harus dipinpin oleh lurah serah bumi, acara adat semua para tokoh adat, dan masyarakat akan melaksanakan upacara Kenduri Sko pada setiap hasil panen. Adapun bahan-bahan yang harus dibawa ketika upacara Kenduri Sko yaitu Sekapur

70 Hasil Wawancara Dengan Bapak Karaman, Umur: 53 Tahun, Pendidikan Terakhir:

SMP, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 15 Maret 2018

71 Hasil Wawancara Dengan Bapak Afrizal, Umur: 294Tahun, Pendidikan Terakhir:

Sarjana strata I Hukum, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Stap pemerintah Desa, Interview Pada Tanggal 17 Maret 2018

Sirih untuk acara pembukaan, selain itu, nasi tumpeng atau nasi kunyit, lemang, bunga tujuh warna atau sembilan warna, dan nasi gulai. Ada ketuntuan dari upacar ini dimana yang memasak nasi kunyit atau nasi tumpek tersebut harus anak perempuan dari Lurah Serah Bumi, dengan keadaan suci atau tidak haid. Sebelum memasak nasi kunyit tersebut, anak perempuan Lurah serah bumi yang memasak nasi tersebut haruslah berwudhu. Hal ini sesuai dengan pendapat Bapak Ja’far Kadir, mengatakan bahwa:

“ pada acara kenduri Sko ini bahan-bahan yang harus dibawa yaitu sekapur sirih untuk acara pembukaan, nasi tumpeng atau nasi kunyit, sebagai makanan sakral, lemang, bunga sembilan warna, dan nasi gulai untuk acara makan bersama. Pada acara ini ada ketentuan sndiri, dimana yang memasak nasi kunyit tersebut harus anak perempuan Lurah serah bumi dengan kondisi yang suci atau tidak haid, harus berwudhu’72

Hal ini juga dipertegas oleh bapak karaman, mengatakan bahwa:

“untuk memasak nasi kuning atau nasi kunyit ini, harus anak perempuan dari lurah serah bumi, dalam keadaan suci atau tidak haid, haruslah berwudhu, artinya masakan atau nasi kuning ini adalah makanan sakral tidak boleh dimasak oleh perempuan lain, harus benar-benar anak perempuan lurah serah bumi dan memang makanan ini harus dihormati seperti tadi itu kalu masak nasi kuning harus berwudhu’ itu adalah contoh kalu kita benar-benar bersyukur terhadap apa yang di berikan Allah Swt. Untuk acara pembukaan ini kita menggunakan Sekapur Sirih sebagai tanda pembukaan acara Kenduri Sko.”73

Hal ini juga di peregas oleh bapak Abuzar, mengatakan bahwa:

“ acara pembukaan bahan yang dibawa yaitu sekapur sirih, nasi kunyit atau nasi kuning ini, harus dimasak oleh anak perempuan

72 Hasil Wawancara Dengan Bapak Ja’far Kadir, Umur: 47 Tahun, Pendidikan terakhir:

SI (Starata I), Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Ketua Adat Sekaligus PLS UPTD Kec. Tanah Kampung, Interview Pada Tanggal 20 Maret 2018

73 Hasil Wawancara Dengan Bapak Karaman, Umur: 53 Tahun, Pendidikan Terakhir:

SMP, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 15 Maret 2018

dari Lurah Serah bumi, dimana ketika memasak nasi dan membawanya harus dalam keadaan suci dan berwudhu”.74

Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat penulis simpulkan bahwa dalam mengadakan suatu ritual atau upacara harus dalam keadaan suci, begitupun dengan upacara kenduri Sko, semua bahan yang dibawa untuk upacara sekra ini harus di masak dan dibawa oleh anak perempuan Serah Bumi dalam keadaan suci. Begitupun untuk peraturan makan nasi kuning harus sesuai dengan aturan dalam upacara sakral ini, dimana Nasi kuning atau nasi kunyit yang dibawa pada saat upacara Kenduri Sko tersebut, sebelum di makan oleh depati ninik mamak serah bumi belum boleh dimakan atau diganggu oleh masyarakat. Setelah ninik mamak serah bumi makan nasi tersebut baru boleh diberikan kepada masyarakat.

Berkaitan dengan masalah ini, sesuai dengan pendapat Bapak Ja’far Kadir, mengatakan bahwa:

“dalam upacara kenduri Sko ini, ada aturan untuk makan nasi kuning ini, sebelum di makan oleh depati ninik mamak serah bumi belum boleh dimakan atau diganggu oleh masyarakat. Setelah ninik mamak serah bumi makan nasi tersebut baru boleh diberikan kepada masyarakat.75

Hal ini juga sesuai dengan pendapat bapak Karaman, mengatakan bahwa:

“ nasi tumpeng atau nasi kunyit ini, merupakan makanan sakral dalam upacara kenduri Sko ini. Nasi kuning ini dimakan terlebih dahulu oleh depati nenek mamak serah bumi, setelah itu baru boleh dimakan oleh masyarakat. Sebelum nasi ini di makan maka tidak boleh sama sekali di sentuh oleh orang lain, selain ninik mamak

74 Hasil Wawancara Dengan Bapak Abuzar, Umur: 38 Tahun, Pendidikan terakhir: SMA Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 18 Maret 2018

75 Hasil Wawancara Dengan Bapak Ja’far Kadir, Umur: 47 Tahun, Pendidikan terakhir:

SI (Starata I), Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Ketua Adat Sekaligus PLS UPTD Kec. Tanah Kampung, Interview Pada Tanggal 20 Maret 2018

Lurah serah bumi ini, begitulah aturannya dalam upacara sakral ini”76

Berdasarkan hasil wawancara tersebut, maka nasi kuning ini memiliki makna sakral dalam upacara Kenduri Sko bagi masyarakat Desa Sleman Kecamatan Danau kerinci ini, dimana untuk memakan nasi inipun harus sesuai dengan aturan, dimakan terlebih dahulu oleh petinggi, seperti Lurah Serah Bumi. Selain dari nasi tumpeng atau nasi kunyit ada bahan juga yang harus dibawa ketika upacara Kenduri Sko ini, yaitu bunga yang dijadikan benda sakral dalam upacara sakral ini. Adapun bunga yang dibawa pada saat kenduri Sko ini adalah kembang sembilan macam, di antara nya bunga terasih gunung, bunga terasih hitam, bunga melur, bunga pandan, bunga calek gadang maupun bunga kuning, bunga merah dan bermacam warna bunga lainnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Bapak Sumarin, mengatakan bahwa:

“ setelah nasi kunyit ttersebut, adapula bahan yang harus dibawa, yaitu bunga sembilan macam, diantaranya ada bunga terasih gunung, bunga terasih hitam, bunga melur, bunga pandan dan bunga calek gadang, maupun bunga kuning bunga merah. Bunga ini akan ditaburkan di lahan persawahan dengan bearas kunyit.

Untuk pertanda rasa syukur karena hasil panen padi sehingga memohon supaya hasil panen padi yang selanjutkan akanberlimpah”.77

Hal ini juga dipertegas oleh bapak Abuzar, mengatakan bahwa;

“ bunga yang dibawa ketika upacara Kenduri Sko ini, meliputi bunga terasih gunung, bunga terasih hitam, bunga melur,, bunga merah, bunga kuning dan bunga yang lainnya dengan syarat sembilan macam. Bunga ini di anggap sakral bagi masyarakat untuk upacara kenduri sko ini, setelah itu maka bahan ini akan ditaburkan di persawahan, menurut kepercayaan masyarakat, untuk

76 Hasil Wawancara Dengan Bapak Karaman, Umur: 53 Tahun, Pendidikan Terakhir:

SMP, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 15 Maret 2018

77 Hasil Wawancara Dengan Bapak Sumarin, Umur: 29 Tahun, Pendidikan Terakhir:

Sarjana strata I, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 24 Maret 2018

tanda terima kasih atas hasi panen yang didapat dan untuk harapan bahwa yang akan datang nanti diberkati panen padi yang berlimpah.”78

Berdasarkan hasil wawancara tersebut, maka bunga juga termasuk salah satu benda sakral yang digunakan oleh masyarakat Desa Seleman kecamatan danau Kerinci dalam upacara kenduri Sko yang diadakan setiap tahun ketika selesai hasil panen padi. Adapun susunan acara upacara kenduri Sko ini, yaitu: menyiapkan bahan-bahan untuk pelaksanaan upacara sakral, seperti bunga terasih, nasi kuning disebut juga nasi kunyit. Dalam hal ini semua bahan dipersiapkan oleh anak perempuan serah bumi dan dibawa oleh anak perempuan serah bumi dalam keadaan suci. Selain itu, masyarakat juga membawa nasi putih, lauk pauk atau disebut juga dengan nasi gulai, dan membawa lemang79, untuk makan bersama-sama.

Selanjutnya ada Upacara Adat, dimana upacara adat ini dipinpin oleh lurah serah bumi dan depati ninik mamak, untuk memberikan arahan atau ucapan syukur karena telah diberkati rezki atas panen yang diperoleh masyarakat.

Pada acara ini juga diadakan acara berbalas pantun tentang kehidupan oleh masyarakat. Selanjutnya acara penutup, yaitu berdo’a, setelah selesai berdoa maka dilakukan Penaburan bahan-bahan di sawah, berupa bunga terasih, beras kunyit dengan harapan bahwa panen padi yang akan datang akan mendapatkan lebih banyak dan rasa syukur yang mendalam.

Setelah selesai acara adat tersebut, maka masyarakat akan mengunjungi atau menziarahi makam Nenek Sigindo Kuning, nenek

78 Hasil Wawancara Dengan Bapak Abuzar, Umur: 38 Tahun, Pendidikan terakhir: SMA Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 18 Maret 2018

79 Lemang: nasi ketan yang di masak atau di bakar di dalam bambu, biasanya menggunakan santan kelapa. Lemang ini digunakan untuk makanan yang di bawa pada saat kenduri Sko di Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci.

moyang yang membawa peradaban pada masyarakat Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci. Masyarakat akan membacakan do’a bersama-sama di makam tersebut, atas rasa terima kasih kepada nenek moyang yang telah mewariskan cara bercocok tanam, sehingga dapat dirasakan oleh anak cucu dari generasi ke generasi seperti yang dirasakan hingga saat ini.

Setelah selesai berdo’a dimakam nenek moyang tersebut, maka acara selanjutnya adalah makan bersama, memakan nasi yang dibawa yaitu nasi kuning atau disebut juga nasi tumpeng. Dalam hal ini tidak sembarangan orang yang melakukan ritual, hanya dilakukan atau dipimpin oleh alim ulamak, dan anak laki-laki lurah serah bumi yang melakukan acara tersebut disertakan dengan Depati nenek mamak. Dalam acara makan bersama ini, semua anggota masyarakat membawa makanan dan minuman yang kemudian dibagikan kepada semua tamu yang datang dengan cara bertukar satu sama lain, berupa nasi gulai yang dibawa masing-masing.

Hal ini di tegaskan oleh bapak Karaman, mengatakan bahwa:

“adapun susunan acara kenduri Sko Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci ini, yaitu pertama terlebih dahulu kita menyiapkan bahan-bahan yang akan dibawa seperti nasi kunyit atau nasi kuning, yang harus dimasak dan dibawa oleh anak perempuan serah bumi dalam keadaan suci, bunga yang sembilan macam, seperti bunga terasih gunung, bunga terasih hitam, dan bunga yang lainnya dengan warna yang berbeda. setelah itu masyarakat akan membawa nasi gulai juga ada yang membawa lemang untuk acara makan bersama nanti. Setelah itu ada upacara adat yang dipinpin oleh depati nenek mamak lurah serah bumi sebagai petinggi, biasanya ada juga acara pantun sedikit dan setelah itu ada acara penaburan disawah berupa bunga dan bahan yang lainnya. Setelah acara ini berakhir maka berziarah bersama-sama di makam nenek moyang, nenek Sigindo kuning ini baca doa dipinpin oleh anak laki-laki Lurah Serah bumi atau ninik mamak. Setelah itu kita mengadakan makan bersama-sama. Untuk nasi kuning tersebut

harus dimakan terlebih dahulu oleh depati ninik mamak lurah serah bumi, baru di makan oleh masyarakat. “80

Pendapat ini juga dipertegas oleh bapak Ja’far Kadir, mengatakan bahwa:

“ pada acara Kenduri Sko ini,, permulaan kita harus menyiapkan bahannya, karena akan mengadakan upacara maka terlebih dahulu bahan yang harus dipersiapkan, diantara nya ada nasi tumpeng atau nasi kunyit ini berwarna kuning. Ada ketentuannya ini nasi ini harus di masak oleh anak perempuan serah bumi dalam keadaan suci untuk menghormati para leluhur dan harus bersih atau suci ketika berdoa nanti nya, kan kita bersyukur kepada Allah atas nikmat dan rahmat yang telah diberikan, tentu harus suci tidak dalam keadaan haid, selain itu ada juga bunga sembilan macam yang harus dibawa, setelah itu ada acara pembukaan adat yang dipinpin oleh depati nenek mamak lurah serah bumi, acara penaburan disawah dan berziarah ke makam nenek moyang sigindo kuning, nenek moyang pembawa peradaban bagi masyarakat, pembacaan doa dimakam nenek moyang tersebut harus dipinpin oleh anak laki-laki serah bumi. Setelah itu ada acara makan bersama untuk meningkat kan rasa silaturrahmi antar sesama. “81 Berdasarkan hasil wawancara dan peneliti rasakan dilapangan bahwa, dalam upacara adat Kenduri Sko ini, merupakan upacara yang sangat penting bagi masyarakat untuk selalu bersyukur kepada Allah Swt.

Dan merupakan simbol budaya tersendiri yang harus dijunjung tinggi oleh masyarakat, bangga akan kebudayaan yang unik yang hanya dimiliki oleh masyarakat Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci.

80 Hasil Wawancara Dengan Bapak Karaman, Umur: 53 Tahun, Pendidikan Terakhir:

SMP, Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Tani, Interview Pada Tanggal 15 Maret 2018

81 Hasil Wawancara Dengan Bapak Ja’far Kadir, Umur: 47 Tahun, Pendidikan terakhir:

SI (Starata I), Alamat: Desa Sleman, Pekerjaan: Ketua Adat Sekaligus PLS UPTD Kec. Tanah Kampung, Interview Pada Tanggal 20 Maret 2018

Skema 1: Proses Upacara Kenduri Sko Desa Sleman Kecamatan Danau Kerinci

Sakral

Lurah Serah Bumi Pemimpin upacara

Bahan-bahan

- Sekapur Sirih

- Nasi tumpeng - Bunga Tujuh warna

- Lemang

- Nasi gulai

Bunga tujuh warna

- Bunga terasih hitam

- Bunga terasih gunung

- Bunga melur

- Bunga pandan

- Bunga calek gadang

- Bunga kuning

- Bunga merah

Nasi tumpeng harus dimasak oleh anak perempuan lurah serah bumi, harus dalam keadaan suci dan dimakan terlebih

dahulu oleh lurah serah bumi.

Susunan acara

- Menyiapkan bahan-bahan

- Upacara adat = dipinpin oleh

lurah serah bumi memberikan arahan

- Doa penutup

- Penaburan bahan-bahan di

sawah berupa bunga terasih - Menziarahi makam nenek

sigindo kuning

- Makan bersama

Dibawa oleh masyarakat acara

makan bersama Tanda hormat pada

pembukaan acara

Nenek Sigindo Kuning= nenek moyang masyarakat Desa Seleman yang membawa peradaban tentang cara bercocok tanam, di tanah subur inilah nenek ini menetap hingga

akhir hayatnya. Sebelumnya berpindah-pindah tempat dari kerbau jatuh dan berpindah-pindah

ke Tanjung Pagar dengan tanah yang bebatuan dan akhrnya pindah ke Seleman

dan menemikan tanah yang subur untuk bercocok tanam

Gambar. 1 Masyarakat berkumpul bersama untuk melaksanakan upacara kenduri sko

Gambar. 2 Upacara adat dipinpin oleh Lurah Serah Bumi

Gambar. 3 Pemberian bunga terasih-bunga yang dianggap sebagai benda sakral di laksanakan setiap tahun setelah selesai panen padi

disawah

TUJUAN

Ungkapan rasa syukur kepada Allah

Ungkapan rasa terima kasih kepada Nenek moyang yang mengajarkan

tentang bercocok tanam

Mempererat hubungan Silaturrahmi

Gambar. 4 Membawa Semua Bahan Upacara Kenduri Sko Ke Sawah

82

82 Foto diambil oleh Penulis: pada tanggal 29 juli 2018 Kenduri Sko Desa Seleman Kecamatan Danau Kerinci

Nasi kuning atau nasi tumpeng yang di masak oleh anak perempuan lurah serah bumi digunakan pada acara

Kenduri Sko

Pembawaan semua bahan-bahan kesawah untuk acara kenduri Sko di

Desa Seleman dimana dibawa oleh anak perempuan lurah serah bumi

Semua masyarakat mengelilingi sawah untuk menaburkan beras kunyit tanda terima kasih

atas hasil panen padi di sawah. Setelah itu maka acara menziarahi makam Nenek Sigindo Kuning serta pembacaan doa dan acara penutup yaitu acara makan bersama.

B. Makna Simbol-Simbol Yang Terkandung Dalam Upacara Kenduri Sko

Dokumen terkait